Padi Sempat Diserang Wereng, Petani Ini Bagikan Pengalaman Menggunakan Biosaka

- Penulis

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Petani asal Tayu, Kabupaten Pati, bernama Roni membagikan pengalamannya saat menghadapi serangan wereng di lahan padinya. Dalam percakapan tersebut, Roni menjelaskan bahwa ia menerapkan teknologi SAKA tanpa menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.

Pada 17 Juni 2026, Roni menghubungi Ferieny untuk meminta saran setelah serangan wereng mulai menyebar di wilayah sekitar sawahnya. Ia menjelaskan bahwa ia sudah menyemprotkan Biosaka Basic, tetapi kondisi tanaman belum membaik setelah dua hari. Karena itu, Roni meminta panduan penggunaan Nlevel1 Aktivasi 6.

Ferieny menyarankan Roni mencampurkan urine sapi atau kambing dengan Nlevel1 Aktivasi 6, kemudian menyemprotkannya ke tanaman pada sore hari sesuai dosis yang disarankan.

Baca Juga :  Inovasi Petani! Kohe Langsung Jadi Pupuk Cabai dengan Bantuan Biosaka

Beberapa hari kemudian, Roni kembali menghubungi Ferieny. Ia melaporkan bahwa sebagian tanaman masih menguning. Menurutnya, banyak petani di sekitar sawah mulai menggunakan insektisida karena serangan wereng semakin meluas. Ferieny kembali menyarankan penyemprotan pada sore hari dan berencana meminta masukan dari Ansar.

Sekitar lima hingga enam hari kemudian, Roni mengabarkan bahwa kondisi padinya mulai membaik. Ia menyulam tanaman yang mati menggunakan rumpun padi lain yang masih sehat. Setelah itu, ia meminta saran apakah perlu melanjutkan penyemprotan atau kembali mengikuti prosedur standar Biosaka Basic.

Baca Juga :  Biosaka, Ketahanan Pangan, dan Harapan Baru untuk Alam Nusantara

Ferieny kemudian menyarankan Roni kembali mengikuti prosedur standar karena kondisi tanaman sudah membaik. Roni mengucapkan terima kasih atas arahan tersebut dan berencana menyiapkan persediaan urine untuk mendukung praktik budidaya yang ia terapkan.

Roni menyampaikan pengalaman tersebut sebagai testimoni pribadi. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa Nlevel1 Aktivasi 6, Biosaka Basic, atau campuran urine mampu memulihkan tanaman yang terserang wereng dalam jangka waktu tertentu. Banyak faktor memengaruhi keberhasilan pengendalian hama, antara lain tingkat serangan, kondisi tanaman, cuaca, teknik budidaya, dan metode pengendalian yang petani gunakan. (rull/biosaka)

Berita Terkait

Testimoni Relawan Pak Dwi Dampingi Pemulihan Stroke dengan Teknologi SAKA
Kisah Bu Tri Cahyani Mengurangi Nyeri Plantar Fasciitis dengan Terapi Biosaka
Ibu Ferieny dan Komunitas 3GO Nasional Bagikan N Level 1 di Pati
Bupati Tulungagung Tinjau GH Melon Biosaka, Gerakan SAKA Kian Menggema di Kalangan Petani
Tanpa Disadari, Pestisida dan Mikroplastik Kini Masuk ke Pangan yang Kita Konsumsi
Rahasia Lahan Cepat Subur: Perpaduan RR, Kohe, dan Biosaka yang Mulai Dibuktikan Sains
Rahasia Daun dan Buah Pace untuk BIOSAKA, Warisan Herbal yang Mulai Dijelaskan Sains
Tanaman Bisa “Kebal”? Ini Rahasia Biosaka dengan Daun Pegagan

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:02 WIB

Padi Sempat Diserang Wereng, Petani Ini Bagikan Pengalaman Menggunakan Biosaka

Sabtu, 30 Mei 2026 - 06:02 WIB

Testimoni Relawan Pak Dwi Dampingi Pemulihan Stroke dengan Teknologi SAKA

Jumat, 29 Mei 2026 - 18:02 WIB

Kisah Bu Tri Cahyani Mengurangi Nyeri Plantar Fasciitis dengan Terapi Biosaka

Rabu, 20 Mei 2026 - 12:02 WIB

Ibu Ferieny dan Komunitas 3GO Nasional Bagikan N Level 1 di Pati

Rabu, 20 Mei 2026 - 06:02 WIB

Bupati Tulungagung Tinjau GH Melon Biosaka, Gerakan SAKA Kian Menggema di Kalangan Petani

Berita Terbaru