PGPR Hambat Penyakit Akar Tanaman, Ini Cara Buatnya

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com—PGPR sejenis bakteri yang tumbuh dan berkembang biak lokasi perakaran tanaman. Bakteri tersebut secara langsung berkoloni disekeliling daerah perakaran yang sangat menguntungkan bagi tanaman.

Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhan tanaman. Kelompok bakteri tersebut disebut dengan PGPR (Plant Growth Mempromosikan Rhizobakteri) atau RPTT (Rhizobakteri pemacu Tumbuh Tanaman), yang merupakan kelompok bakteri agrsif yang berada disekitar rizosfir (perakaran), dilansir dari albrita.com.

PGPR sangat cocok untuk tanaman cabe, tomat, karena kemampuannya menyediakan berbagai jenis kosentrasi pemacu tumbuh.

Beberapa fungsi dan peran dari PGPR untuk pemacu tumbuh tanaman: Mampu merangsang pembentukan hormon, auksin, giberelin, sitokinin, etilen, mampu menekan penyakit tanaman, melarutkan unsur P dalam tanah.

Baca Juga :  Agen Hayati: Sahabat Tak Terlihat yang Menjaga Keseimbangan Alam

Meningkatkan mangan, meningkatkan unsur sulfur dan meningkatkan daya serap tanaman. Meningkatkan nitrogen, menghambat pertumbuhan dan perkembangbiakkan penyakit perakaran.

Menjadi sumber patogen dalam daftar makanan, populasi patogen berkurang. Menghambat proses analitik tanaman dengan cara menghambat produksi etilen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati).

Cara membuat PGPR dari rumput teki: 2 kg rumput teki serta tanah yang menempel, air kelapa 2/3 liter, air leri 7 liter, gula merah setengah kilo, ragi tape 1 biji.

Baca Juga :  Peran Penting Kepik Predator dalam Menekan Hama Secara Alami

Ambil rumput teki yang sehat tidak pernah diherbisida, kemudian campurkan gula sudah diencerkan ke dalam air leri dan air kelapa. Kemudian campurkan dengan rumput teki ke dalam wadah.

Kemudian remas-remas ragi tape ke dalam ramuan, aduk biar tercampur rata. Selanjutnya tutup rapat, tiap hari diaduk gunakan kayu. Simpan di tempat teduh selama 30 hari.

Dosis pemakaian untuk kocor 400 ml PGPR di campur air bersih 10 liter. Siram di sekitar pangkal tanaman. Ramuan ini sangat cocok membuat tanaman tumbuh subur dan kebal terhadap serangan penyakit. (Ti)

Berita Terkait

Tomcat Jadi Sekutu Petani, Predator Alami Pembasmi Hama Tanaman
Larva Lacewing Jadi Andalan Petani dalam Mengendalikan Hama Secara Alami
Peran Penting Laba-Laba dalam Menjaga Tanaman dari Serangan Hama
Peran Penting Kepik Predator dalam Menekan Hama Secara Alami
Peran Belalang Sembah (Mantidae) sebagai Agen Hayati Makro dalam Pertanian Berkelanjutan
Tak Perlu Pestisida! Semut Rangrang Jadi Predator Alami Pengendali Hama Tanaman
Peran Burung Hantu sebagai Pengendali Tikus Sawah yang Efektif dan Ramah Lingkungan
Dua Manfaat Sekaligus! Ikan Nila Kendalikan Larva dan Tingkatkan Ekonomi

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 18:02 WIB

Tomcat Jadi Sekutu Petani, Predator Alami Pembasmi Hama Tanaman

Senin, 16 Maret 2026 - 15:02 WIB

Larva Lacewing Jadi Andalan Petani dalam Mengendalikan Hama Secara Alami

Senin, 16 Maret 2026 - 06:02 WIB

Peran Penting Laba-Laba dalam Menjaga Tanaman dari Serangan Hama

Jumat, 13 Maret 2026 - 12:02 WIB

Peran Penting Kepik Predator dalam Menekan Hama Secara Alami

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:02 WIB

Peran Belalang Sembah (Mantidae) sebagai Agen Hayati Makro dalam Pertanian Berkelanjutan

Berita Terbaru

Penyakit Tanaman

Hama Kelelawar Serang Buah? Ini Cara Efektif Mengatasinya

Kamis, 19 Mar 2026 - 22:02 WIB

Peternakan

Ampas Tahu Fermentasi, Solusi Pakan Ternak Murah dan Bernutrisi

Kamis, 19 Mar 2026 - 18:02 WIB

Kesehatan

Sacha Inchi, Si Kacang Inca yang Penuh Khasiat untuk Tubuh

Kamis, 19 Mar 2026 - 12:05 WIB