Mitos atau Fakta? Cabut Satu Uban Bisa Memicu Uban Lain Bermunculan

- Penulis

Rabu, 29 April 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Menemukan uban pertama sering menjadi momen yang cukup mengejutkan. Banyak orang langsung refleks mencabutnya karena merasa penampilan jadi terganggu. Apalagi jika uban muncul lebih cepat dari yang diperkirakan, rasa panik sering datang begitu saja. Tidak sedikit yang percaya bahwa mencabut satu helai uban akan membuat uban lain tumbuh lebih banyak.

Pertanyaannya, benarkah cabut uban itu berbahaya? Apakah uban akan semakin banyak jika dicabut? Atau justru itu hanya mitos yang sudah lama dipercaya?

Topik ini sering terdengar sepele, tetapi banyak orang masih salah paham. Sebagian orang menganggap mencabut uban adalah solusi cepat agar rambut terlihat kembali hitam dan rapi. Sebagian lainnya takut karena mendengar berbagai larangan dari orang tua sejak kecil.

Sebenarnya, uban adalah bagian alami dari proses tubuh. Rambut berubah warna karena pigmen melanin di folikel rambut mulai berkurang. Ketika produksi melanin menurun, rambut yang tumbuh menjadi abu-abu, putih, atau keperakan. Kondisi ini sangat normal dan biasanya berkaitan dengan usia, meskipun beberapa orang bisa mengalaminya lebih cepat.

Lalu, apakah uban boleh dicabut? Jawabannya tidak sesederhana ya atau tidak. Ada beberapa hal penting yang perlu dipahami sebelum Anda memutuskan untuk mencabut uban.

Apa Itu Uban dan Mengapa Bisa Muncul?

sumber foto: primayahospital.b-cdn.net

Sebelum membahas soal mencabut uban, penting untuk memahami terlebih dahulu apa sebenarnya uban itu.

Setiap helai rambut memiliki pigmen alami bernama melanin. Pigmen inilah yang memberi warna hitam, cokelat, atau warna rambut lainnya. Seiring bertambahnya usia, tubuh memproduksi melanin lebih sedikit. Akibatnya, rambut baru tumbuh tanpa warna yang kuat dan akhirnya terlihat putih atau abu-abu.

Selain faktor usia, uban juga bisa muncul karena beberapa hal lain seperti:

  • faktor genetik
  • stres berlebihan
  • kekurangan vitamin tertentu
  • kebiasaan merokok
  • gangguan hormon
  • pola makan yang kurang sehat
  • kondisi medis tertentu

Karena itu, uban tidak selalu identik dengan usia tua. Banyak orang berusia 20-an bahkan remaja sudah mulai menemukan uban.

Mitos atau Fakta: Cabut Satu Uban, Tumbuh Seribu?

Ini adalah mitos paling terkenal yang hampir semua orang pernah dengar.

Faktanya, mencabut satu uban tidak akan membuat seribu uban tumbuh sekaligus. Satu folikel rambut hanya bisa menumbuhkan satu helai rambut. Jadi, jika Anda mencabut satu uban, rambut yang tumbuh kembali tetap berasal dari folikel yang sama.

Jika folikel tersebut memang sudah kehilangan pigmen, rambut baru yang tumbuh kemungkinan besar tetap berwarna putih atau abu-abu. Bukan berarti uban bertambah karena dicabut, tetapi karena proses penuaan alami terus berjalan.

Jadi, secara medis, anggapan bahwa satu uban yang dicabut akan memunculkan banyak uban lain tidak benar.

Namun, bukan berarti mencabut uban adalah kebiasaan yang baik.

Baca Juga :  Tak Banyak yang Tahu, Ini 15 Khasiat Daun Sirsak untuk Tubuh

Risiko Mencabut Uban Terlalu Sering

sumber foto: cdn.antaranews.com

Meski tidak menyebabkan uban bertambah banyak, mencabut uban terlalu sering tetap memiliki risiko bagi kesehatan kulit kepala dan rambut.

1. Merusak Folikel Rambut

Folikel rambut adalah tempat rambut tumbuh. Jika Anda terus-menerus mencabut rambut dari akar, folikel bisa mengalami kerusakan.

Kerusakan ini dapat membuat rambut baru tumbuh lebih lemah, lebih tipis, atau bahkan tidak tumbuh lagi. Dalam beberapa kasus, kebiasaan mencabut rambut berulang bisa menyebabkan kebotakan permanen di area tertentu.

2. Menyebabkan Iritasi pada Kulit Kepala

Mencabut uban dengan paksa bisa melukai kulit kepala, terutama jika dilakukan terlalu sering atau dengan cara yang kasar.

Kulit kepala bisa mengalami iritasi, kemerahan, bahkan peradangan ringan. Jika tangan tidak bersih, risiko infeksi juga bisa meningkat.

3. Membentuk Kebiasaan Buruk

Sebagian orang tanpa sadar menjadikan cabut uban sebagai kebiasaan saat sedang stres atau cemas. Kebiasaan ini bisa berkembang menjadi dorongan berulang untuk mencabut rambut, yang dalam dunia medis dikenal sebagai trikotilomania.

Jika kondisi ini terjadi, masalahnya bukan lagi sekadar uban, tetapi juga gangguan perilaku yang perlu perhatian lebih.

Jadi, Bolehkah Cabut Uban?

Secara teknis, mencabut satu atau dua helai uban sesekali tidak langsung berbahaya. Jika hanya sesekali karena alasan penampilan, tubuh biasanya masih bisa mentoleransinya.

Namun, dokter umumnya tidak menyarankan kebiasaan ini jika dilakukan terus-menerus. Alasannya bukan karena uban akan bertambah banyak, tetapi karena risiko kerusakan pada folikel rambut dan kulit kepala.

Jadi, jika Anda sesekali mencabut uban, itu bukan masalah besar. Tetapi jika Anda melakukannya hampir setiap hari, sebaiknya mulai mencari cara lain yang lebih aman.

Alternatif yang Lebih Aman daripada Mencabut Uban

Daripada terus mencabut uban, ada beberapa pilihan yang lebih aman untuk menjaga penampilan rambut.

1. Gunakan Gunting Kecil

Jika uban terasa sangat mengganggu, Anda bisa memotongnya dengan gunting kecil yang bersih, bukan mencabutnya dari akar.

Cara ini lebih aman karena tidak merusak folikel rambut dan tetap membuat rambut terlihat lebih rapi.

2. Gunakan Pewarna Rambut

Banyak orang memilih mewarnai rambut untuk menutupi uban, terutama jika jumlahnya sudah cukup banyak.

Pilih produk yang aman dan sesuai dengan kondisi kulit kepala. Jika kulit kepala sensitif, sebaiknya lakukan tes alergi terlebih dahulu.

3. Rawat Rambut dengan Nutrisi yang Baik

Meski tidak semua uban bisa dicegah, menjaga asupan nutrisi membantu memperlambat kemunculannya.

Vitamin B12, zat besi, protein, vitamin D, dan antioksidan memiliki peran penting dalam kesehatan rambut. Konsumsi makanan bergizi seperti telur, ikan, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan buah-buahan sangat membantu.

Baca Juga :  Daun Kejibeling: Herbal Alami untuk Meleburkan Batu Ginjal

4. Kelola Stres dengan Lebih Baik

Stres berkepanjangan dapat mempercepat munculnya uban pada beberapa orang. Karena itu, menjaga kesehatan mental juga penting untuk kesehatan rambut.

Istirahat cukup, olahraga ringan, dan waktu relaksasi sederhana sering memberi dampak besar yang tidak disadari.

Uban di Usia Muda, Haruskah Khawatir?

Banyak orang panik saat menemukan uban di usia muda. Padahal, uban dini tidak selalu menandakan penyakit serius.

Faktor genetik menjadi penyebab paling umum. Jika orang tua mengalami uban dini, kemungkinan besar anak juga bisa mengalaminya.

Namun, jika uban muncul sangat cepat, jumlahnya banyak, dan disertai keluhan lain seperti mudah lelah, rambut rontok parah, atau perubahan kondisi tubuh lainnya, sebaiknya lakukan pemeriksaan medis.

Dokter bisa membantu memastikan apakah ada kekurangan nutrisi atau gangguan kesehatan tertentu yang perlu ditangani.

Perspektif yang Perlu Diubah tentang Uban

Banyak orang menganggap uban sebagai musuh yang harus segera dihilangkan. Padahal, uban adalah bagian alami dari perjalanan hidup.

Saat ini bahkan banyak orang memilih membiarkan uban tumbuh dan menjadikannya bagian dari gaya pribadi. Rambut beruban tidak selalu berarti tua, tidak menarik, atau kurang merawat diri.

Cara pandang terhadap uban perlahan mulai berubah. Yang paling penting bukan warna rambut, tetapi kesehatan rambut dan rasa percaya diri seseorang.

Jika Anda nyaman menutupi uban, itu sah-sah saja. Jika Anda memilih membiarkannya, itu juga tidak salah. Tidak ada aturan mutlak dalam hal ini.

Kapan Harus Konsultasi ke Dokter?

sumber foto: asset.kompas.com

Jika uban muncul tiba-tiba dalam jumlah sangat banyak, terutama di usia muda, Anda bisa berkonsultasi ke dokter untuk memastikan penyebabnya.

Begitu juga jika Anda mengalami:

  • rambut rontok berlebihan
  • kulit kepala gatal parah
  • bercak botak
  • perubahan warna rambut yang tidak biasa
  • kelelahan ekstrem
  • gejala tubuh lain yang mengganggu

Kadang uban hanyalah proses alami, tetapi kadang juga menjadi sinyal bahwa tubuh membutuhkan perhatian lebih.

Jadi, bolehkah cabut uban? Jawabannya, boleh sesekali, tetapi jangan menjadikannya kebiasaan.

Mencabut uban tidak membuat uban lain tumbuh lebih banyak, jadi anggapan itu hanyalah mitos. Namun, terlalu sering mencabut rambut bisa merusak folikel, menyebabkan iritasi, dan bahkan memicu kerontokan permanen.

Pilihan yang lebih aman adalah memotong uban, mewarnai rambut jika perlu, dan menjaga kesehatan rambut dari dalam melalui pola hidup yang lebih baik.

Yang terpenting, jangan panik saat menemukan uban pertama. Rambut beruban bukan tanda akhir dari segalanya. Itu hanya bagian alami dari tubuh yang terus berubah seiring waktu.

Daripada sibuk melawan uban dengan rasa takut, lebih baik fokus merawat rambut dan menerima perubahan dengan lebih tenang dan percaya diri. (rull)

Berita Terkait

Buah Matoa, Si Manis dari Papua yang Kaya Manfaat untuk Tubuh
Sering Dianggap Sampah, Kulit Salak Justru Bisa Jadi Herbal Alami yang Menyehatkan
Jangan Dianggap Gulma, Sapu Manis Punya Khasiat Luar Biasa untuk Tubuh
Bye Ketombe! 8 Bahan Alami Ini Ampuh Membuat Rambut Bersih dan Bebas Gatal
Sering Tumbuh di Pekarangan, Daun Kembang Pukul Empat Punya Manfaat Luar Biasa
Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Membuat Kadar Gula Darah Naik
Tangan Kasar Jadi Lembut! 7 Cara Alami Menghaluskan Tangan yang Mudah Dicoba
Bunga Pepaya Gantung Bisa Jadi Obat Alami, Ini Manfaat dan Cara Mengolahnya

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 18:00 WIB

Buah Matoa, Si Manis dari Papua yang Kaya Manfaat untuk Tubuh

Kamis, 30 April 2026 - 15:00 WIB

Sering Dianggap Sampah, Kulit Salak Justru Bisa Jadi Herbal Alami yang Menyehatkan

Kamis, 30 April 2026 - 06:02 WIB

Jangan Dianggap Gulma, Sapu Manis Punya Khasiat Luar Biasa untuk Tubuh

Rabu, 29 April 2026 - 12:02 WIB

Mitos atau Fakta? Cabut Satu Uban Bisa Memicu Uban Lain Bermunculan

Rabu, 29 April 2026 - 06:02 WIB

Bye Ketombe! 8 Bahan Alami Ini Ampuh Membuat Rambut Bersih dan Bebas Gatal

Berita Terbaru

Kesehatan

Buah Matoa, Si Manis dari Papua yang Kaya Manfaat untuk Tubuh

Kamis, 30 Apr 2026 - 18:00 WIB