Alamorganik.com-Banyak peternak kambing mulai mencari cara agar biaya pakan lebih hemat, tetapi kualitas tetap terjaga. Salah satu solusi yang semakin populer adalah memanfaatkan bahan lokal seperti ubi jalar atau ubi kayu. Bahan ini mudah ditemukan, harganya relatif murah, dan memiliki kandungan energi yang cukup tinggi.
Namun, jika diberikan secara langsung, ubi memiliki beberapa keterbatasan. Kandungan seratnya masih kasar, daya simpannya pendek, dan tidak semua nutrisi bisa diserap optimal oleh kambing. Karena itu, banyak peternak kini mengolah ubi melalui proses fermentasi.
Dengan bantuan mikroorganisme seperti EM4 Peternakan, ubi bisa diubah menjadi pakan yang lebih bernutrisi, lebih awet, dan lebih disukai ternak. Proses ini tidak rumit, bahkan bisa dilakukan sendiri di rumah atau kandang dengan peralatan sederhana.
Kenapa Harus Fermentasi Ubi?

Fermentasi bukan sekadar cara mengawetkan pakan. Proses ini memberikan banyak manfaat yang langsung dirasakan oleh ternak maupun peternak.
1. Meningkatkan Nilai Nutrisi
Pertama, fermentasi membantu memecah serat kasar pada ubi. Mikroorganisme bekerja menguraikan struktur kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana. Akibatnya, tubuh kambing lebih mudah menyerap nutrisi.
Selain itu, kandungan protein dalam pakan juga meningkat. Hal ini terjadi karena aktivitas mikroba menghasilkan biomassa tambahan yang kaya protein.
2. Meningkatkan Nafsu Makan Ternak
Selanjutnya, hasil fermentasi menghasilkan aroma khas asam manis yang sangat disukai kambing. Aroma ini membuat ternak lebih lahap saat makan.
Jika kambing makan lebih banyak, tentu pertumbuhannya juga menjadi lebih optimal.
3. Menghemat Biaya Pakan
Di sisi lain, fermentasi membantu peternak memanfaatkan bahan lokal yang murah dan melimpah. Kamu tidak perlu bergantung pada pakan pabrikan yang harganya sering naik.
Dengan cara ini, biaya produksi bisa ditekan tanpa mengorbankan kualitas pakan.
4. Menjaga Kesehatan Pencernaan
Mikroorganisme baik dalam EM4 membantu menyeimbangkan mikroflora dalam sistem pencernaan kambing. Akibatnya, proses pencernaan menjadi lebih lancar.
Selain itu, kotoran ternak juga cenderung tidak terlalu berbau karena proses fermentasi sudah terjadi sebelumnya.
Bahan yang Dibutuhkan
Sebelum memulai, kamu perlu menyiapkan beberapa bahan sederhana:
- Ubi jalar atau ubi kayu (bisa dengan kulitnya)
- Dedak atau bekatul
- Molase (tetes tebu) atau air gula
- Air bersih
- EM4 Peternakan
Semua bahan ini mudah ditemukan dan relatif murah.
Peralatan yang Perlu Disiapkan
Selain bahan, kamu juga membutuhkan beberapa alat:
- Pisau atau alat pencacah
- Ember atau wadah pencampur
- Drum plastik atau wadah kedap udara
- Alat pengaduk
Pastikan semua peralatan dalam kondisi bersih agar proses fermentasi berjalan optimal.
Langkah-Langkah Membuat Ubi Fermentasi

Agar hasilnya maksimal, ikuti langkah-langkah berikut dengan teliti.
1. Cacah Ubi dengan Ukuran Kecil
Pertama, potong ubi menjadi bagian kecil-kecil. Kamu bisa mencacahnya menggunakan pisau atau alat khusus.
Potongan kecil akan membantu proses fermentasi berjalan lebih merata. Selain itu, ukuran ini juga memudahkan kambing saat mengonsumsinya.
2. Siapkan Larutan EM4
Selanjutnya, buat larutan aktivator.
Campurkan:
- 2–3 tutup botol EM4
- 1 liter air
- Sedikit molase atau air gula
Aduk hingga rata, lalu diamkan sekitar 15 menit. Proses ini membantu mengaktifkan mikroorganisme sebelum digunakan.
3. Campurkan Semua Bahan
Setelah larutan siap, campurkan ubi yang sudah dicacah dengan dedak atau bekatul.
Dedak berfungsi sebagai sumber energi tambahan bagi mikroorganisme. Selain itu, bahan ini juga meningkatkan nilai nutrisi pakan.
Kemudian, siramkan larutan EM4 sedikit demi sedikit sambil diaduk. Pastikan semua bahan tercampur merata.
4. Atur Kadar Air dengan Tepat
Kadar air sangat menentukan keberhasilan fermentasi. Idealnya, kadar air berada di sekitar 30%.
Cara mengeceknya cukup mudah:
- Ambil segenggam campuran
- Genggam dengan kuat
Jika campuran menggumpal tetapi tidak mengeluarkan air, berarti kadar air sudah pas.
5. Masukkan ke Wadah Kedap Udara
Setelah itu, masukkan campuran ke dalam drum plastik atau wadah tertutup.
Padatkan bahan hingga tidak ada rongga udara. Langkah ini sangat penting karena fermentasi membutuhkan kondisi tanpa oksigen (anaerob).
Semakin padat, semakin baik hasil fermentasinya.
6. Tutup Rapat dan Simpan
Tutup wadah dengan rapat, lalu simpan di tempat yang teduh.
Biarkan selama 3–5 hari. Dalam waktu ini, mikroorganisme akan bekerja mengubah bahan menjadi pakan fermentasi berkualitas.
Tanda Fermentasi Berhasil
Setelah beberapa hari, kamu bisa membuka wadah dan memeriksa hasilnya.
Ciri-ciri fermentasi yang berhasil:
- Aroma segar seperti tape
- Tidak berbau busuk
- Tekstur lembut dan tidak berlendir berlebihan
- Warna tetap alami
Jika muncul bau menyengat atau jamur hitam, sebaiknya jangan digunakan.
Cara Pemberian pada Kambing
Setelah pakan siap, kamu bisa langsung memberikannya kepada kambing.
Namun, lakukan secara bertahap:
- Hari pertama: campur sedikit dengan pakan biasa
- Hari berikutnya: tingkatkan jumlahnya perlahan
Cara ini membantu kambing beradaptasi dengan pakan baru.
Tips Penting agar Fermentasi Berhasil
Agar hasilnya maksimal, perhatikan beberapa hal berikut:
- Gunakan bahan yang masih segar
- Pastikan wadah benar-benar kedap udara
- Jangan gunakan bahan yang sudah busuk
- Simpan di tempat teduh
- Jaga kebersihan alat
Dengan mengikuti tips ini, risiko kegagalan bisa diminimalkan.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Beberapa peternak sering mengalami kegagalan karena kesalahan berikut:
- Kadar air terlalu tinggi
- Wadah tidak tertutup rapat
- Tidak menggunakan EM4 dengan benar
- Proses tidak cukup lama
Jika kamu menghindari kesalahan ini, peluang berhasil akan jauh lebih besar.
Manfaat Jangka Panjang bagi Peternak

Menggunakan pakan fermentasi tidak hanya memberikan hasil cepat, tetapi juga manfaat jangka panjang.
Kambing akan tumbuh lebih sehat, sistem pencernaannya lebih baik, dan biaya pakan bisa ditekan. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan limbah pertanian secara lebih optimal.
Mengolah ubi menjadi pakan fermentasi adalah langkah cerdas bagi peternak modern. Dengan teknik sederhana dan bahan yang mudah didapat, kamu bisa menghasilkan pakan berkualitas tinggi tanpa biaya besar.
Selain meningkatkan produktivitas ternak, cara ini juga membantu menjaga lingkungan karena memanfaatkan sumber daya lokal secara maksimal.
Jadi, mulai sekarang, jangan ragu untuk mencoba membuat ubi fermentasi sendiri. Dengan sedikit usaha, kamu bisa mendapatkan hasil yang jauh lebih menguntungkan untuk ternakmu. (rull*)









