Alamorganik.com-Banyak petani mulai kembali menggunakan pupuk organik untuk menjaga kesuburan tanah dan mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia. Selain lebih ramah lingkungan, pupuk organik juga membantu memperbaiki struktur tanah dan meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat bagi tanaman.
Salah satu pupuk organik yang cukup populer di kalangan petani yaitu bokashi jerami. Pupuk ini dibuat melalui proses fermentasi menggunakan bahan-bahan alami seperti jerami, sekam, dedak, dan larutan EM4. Selain mudah dibuat, bokashi jerami juga memanfaatkan limbah pertanian sehingga lebih hemat biaya.
Banyak petani menggunakan bokashi untuk berbagai jenis tanaman seperti padi, sayuran, cabai, tomat, hingga tanaman buah. Selain membantu menyuburkan tanah, bokashi juga mendukung pertumbuhan akar dan membuat tanaman lebih sehat.
Mengenal Bokashi Jerami

Bokashi merupakan pupuk organik hasil fermentasi bahan-bahan organik dengan bantuan mikroorganisme efektif atau EM4. Berbeda dengan kompos biasa yang membutuhkan waktu lama, bokashi dapat selesai dalam beberapa hari karena proses fermentasinya berlangsung lebih cepat.
Petani di berbagai daerah sering memanfaatkan jerami padi sebagai bahan utama bokashi karena jumlahnya melimpah setelah panen. Selain itu, jerami juga mengandung bahan organik yang baik untuk tanah.
Dalam proses fermentasi, mikroorganisme bekerja mengurai bahan organik sehingga menghasilkan pupuk yang lebih mudah diserap tanaman.
Karena prosesnya lebih cepat, banyak petani memilih bokashi sebagai alternatif pupuk organik praktis untuk kebutuhan pertanian sehari-hari.
Mengapa Banyak Petani Memilih Bokashi?
Banyak petani mulai tertarik menggunakan bokashi karena manfaatnya cukup besar untuk tanah dan tanaman.
Selain membantu memperbaiki struktur tanah, bokashi juga meningkatkan kandungan bahan organik di lahan pertanian. Tanah yang kaya bahan organik biasanya menjadi lebih gembur dan mampu menyimpan air lebih baik.
Di sisi lain, penggunaan bokashi secara rutin juga membantu mengurangi risiko tanah keras akibat penggunaan pupuk kimia berlebihan.
Tidak hanya itu, bokashi juga membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik di dalam tanah sehingga akar tanaman tumbuh lebih sehat.
Karena alasan tersebut, banyak petani mulai mengombinasikan pupuk organik dengan pupuk lain agar hasil panen tetap optimal.
Manfaat Bokashi Jerami untuk Tanaman
Bokashi jerami memiliki banyak manfaat untuk pertanian. Karena itu, pupuk ini cukup populer di kalangan petani organik maupun petani tradisional.
1. Membantu Menyuburkan Tanah
Bokashi mengandung bahan organik yang membantu memperbaiki kesuburan tanah. Tanah yang subur biasanya membuat tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih sehat.
Selain itu, tanah juga menjadi lebih gembur sehingga akar lebih mudah berkembang.
2. Membantu Menjaga Kelembapan Tanah
Kandungan organik dalam bokashi membantu tanah menyimpan air lebih lama.
Karena itu, tanaman tidak mudah kekurangan air saat cuaca panas.
3. Mendukung Pertumbuhan Akar
Tanah yang gembur membuat akar tanaman lebih mudah menyerap nutrisi.
Akibatnya, tanaman dapat tumbuh lebih kuat dan tidak mudah layu.
4. Mengurangi Limbah Pertanian
Jerami padi sering menumpuk setelah panen. Banyak petani bahkan membakarnya sehingga menghasilkan asap yang mencemari udara.
Dengan membuat bokashi, petani dapat memanfaatkan limbah jerami menjadi pupuk yang berguna.
5. Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia
Penggunaan bokashi secara rutin membantu petani mengurangi pemakaian pupuk kimia berlebihan.
Selain lebih hemat, tanah juga menjadi lebih sehat dalam jangka panjang.
Bahan-Bahan untuk Membuat Bokashi Jerami
Pembuatan bokashi cukup sederhana karena bahan-bahannya mudah ditemukan di sekitar lahan pertanian.
Berikut bahan yang dibutuhkan:
- Jerami 200 kg termasuk rumput atau pupuk hijau yang dipotong sepanjang 5–10 cm
- Dedak 10 kg
- Sekam 200 kg
- Gula pasir 10 sendok makan
- EM4 sebanyak 200 ml
- Air secukupnya
Semua bahan tersebut bekerja bersama dalam proses fermentasi.
Jerami dan sekam menjadi sumber bahan organik utama, sedangkan dedak membantu mikroorganisme berkembang lebih cepat.
Sementara itu, gula membantu memberi energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung.
Mengenal Fungsi EM4 dalam Pembuatan Bokashi
EM4 menjadi salah satu bahan penting dalam proses pembuatan bokashi.
EM4 merupakan cairan yang mengandung mikroorganisme efektif seperti bakteri baik dan jamur fermentasi. Mikroorganisme ini membantu mempercepat penguraian bahan organik.
Selain itu, EM4 juga membantu mengurangi bau busuk selama proses fermentasi berlangsung.
Karena itu, banyak petani menggunakan EM4 untuk membuat bokashi, kompos, hingga pupuk cair organik.
Cara Membuat Bokashi Jerami
Pembuatan bokashi jerami sebenarnya tidak terlalu sulit. Namun, petani perlu memperhatikan setiap tahap agar proses fermentasi berjalan dengan baik.
1. Larutkan EM4 dan Gula
Pertama, siapkan wadah berisi air secukupnya.
Setelah itu, masukkan EM4 dan gula pasir ke dalam air lalu aduk hingga larut merata.
Larutan ini nantinya membantu mempercepat proses fermentasi bahan organik.
2. Campurkan Jerami, Sekam, dan Dedak
Selanjutnya, campurkan jerami, sekam, dan dedak di tempat yang kering.
Aduk semua bahan hingga tercampur merata agar proses fermentasi berlangsung lebih baik.
Potongan jerami yang pendek juga membantu mikroorganisme bekerja lebih cepat.
3. Siram Larutan EM4
Setelah bahan tercampur, siramkan larutan EM4 sedikit demi sedikit sambil mengaduk bahan.
Pastikan semua bagian terkena larutan secara merata.
Kandungan air dalam adonan sebaiknya mencapai sekitar 30 persen.
Untuk mengecek kelembapan, kepal adonan menggunakan tangan.
Jika air tidak menetes tetapi adonan tetap menggumpal lalu terurai saat dilepas, berarti kadar air sudah sesuai.
4. Buat Gundukan
Setelah semua bahan tercampur, buat gundukan dengan tinggi sekitar 15–20 cm di tempat yang kering.
Kemudian, tutup gundukan menggunakan karung goni.
Penutupan ini membantu menjaga suhu fermentasi tetap stabil.
5. Kontrol Suhu Fermentasi
Selama proses fermentasi, suhu gundukan biasanya meningkat.
Petani perlu menjaga suhu sekitar 40–50 derajat Celsius.
Jika suhu melebihi 50 derajat Celsius, buka penutup lalu balik adonan agar panas berkurang.
Suhu yang terlalu tinggi dapat merusak bokashi karena memicu pembusukan.
Karena itu, pengecekan suhu sebaiknya dilakukan setiap beberapa jam.
6. Tunggu Hingga Fermentasi Selesai
Setelah sekitar 4 hari, bokashi biasanya sudah selesai terfermentasi.
Bokashi yang matang biasanya memiliki aroma fermentasi yang tidak busuk dan teksturnya lebih lembut.
Setelah itu, pupuk siap digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
Tanda Bokashi Berhasil
Petani perlu mengetahui ciri-ciri bokashi yang berhasil agar hasil pupuk tetap berkualitas.
Berikut beberapa tanda bokashi matang:
- Warna bahan berubah menjadi lebih gelap
- Aroma fermentasi terasa segar dan tidak busuk
- Tekstur bahan lebih lembut
- Suhu gundukan mulai menurun
- Tidak muncul jamur berbahaya atau bau menyengat
Jika bokashi mengeluarkan bau busuk berlebihan, kemungkinan proses fermentasi tidak berjalan dengan baik.
Cara Menggunakan Bokashi Jerami

Petani dapat menggunakan bokashi untuk berbagai kebutuhan pertanian.
Biasanya, bokashi dicampurkan ke tanah sebelum tanam.
Selain itu, petani juga dapat menaburkannya di sekitar tanaman sebagai pupuk tambahan.
Untuk tanaman sayuran, bokashi sering digunakan saat pengolahan bedengan agar tanah menjadi lebih subur sebelum penanaman bibit.
Sementara itu, pada tanaman buah, bokashi biasanya ditaburkan di sekitar akar lalu ditutup tanah.
Tanaman yang Cocok Menggunakan Bokashi
Bokashi cocok digunakan untuk berbagai jenis tanaman.
Beberapa di antaranya yaitu:
- Padi
- Cabai
- Tomat
- Terong
- Sayuran daun
- Jagung
- Tanaman buah
- Tanaman hias
Karena kandungan organiknya cukup tinggi, bokashi membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan hijau.
Tips Agar Bokashi Berkualitas Bagus
Agar hasil bokashi lebih maksimal, petani perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
Gunakan Bahan yang Bersih
Pastikan jerami dan bahan lain tidak tercampur sampah plastik atau bahan kimia.
Bahan organik yang bersih membantu fermentasi berjalan lebih baik.
Jaga Kelembapan
Adonan yang terlalu basah dapat memicu pembusukan.
Sebaliknya, adonan yang terlalu kering membuat fermentasi berjalan lambat.
Karena itu, kadar air perlu dijaga dengan baik.
Simpan di Tempat Teduh
Fermentasi sebaiknya berlangsung di tempat yang tidak terkena hujan atau sinar matahari langsung.
Tempat yang teduh membantu menjaga suhu tetap stabil.
Rutin Membalik Gundukan
Jika suhu terlalu panas, segera balik adonan agar fermentasi tetap normal.
Langkah ini juga membantu semua bagian terfermentasi merata.
Mengapa Bokashi Lebih Cepat Dibanding Kompos?
Kompos biasa membutuhkan waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Sementara itu, bokashi bisa selesai hanya dalam beberapa hari.
Perbedaan ini terjadi karena EM4 membantu mempercepat aktivitas mikroorganisme dalam mengurai bahan organik.
Karena prosesnya cepat, banyak petani memilih bokashi untuk memenuhi kebutuhan pupuk dalam waktu singkat.
Peran Bokashi dalam Pertanian Ramah Lingkungan

Penggunaan bokashi membantu mengurangi limbah pertanian dan mendukung pertanian berkelanjutan.
Selain itu, bokashi juga membantu menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang.
Tanah yang sehat biasanya menghasilkan tanaman yang lebih kuat dan tidak mudah terserang penyakit.
Karena itu, semakin banyak petani mulai menerapkan pupuk organik sebagai bagian dari pertanian ramah lingkungan.
Bokashi jerami menjadi salah satu pupuk organik yang praktis, murah, dan bermanfaat untuk pertanian.
Selain membantu menyuburkan tanah, bokashi juga mendukung pertumbuhan tanaman, menjaga kelembapan tanah, dan mengurangi limbah pertanian.
Pembuatan bokashi pun cukup mudah karena hanya membutuhkan jerami, sekam, dedak, gula, EM4, dan air.
Dengan proses fermentasi sekitar empat hari, petani sudah bisa menghasilkan pupuk organik yang siap digunakan.
Karena itu, banyak petani mulai memanfaatkan bokashi sebagai pendamping pupuk lain untuk menjaga hasil panen tetap optimal sekaligus menjaga kesehatan tanah dalam jangka panjang. (rull)









