Home / POP

Cara Membuat Bokashi Pupuk Kandang Cepat Jadi, Hasilnya Bikin Tanaman Melejit

- Penulis

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Bokashi pupuk kandang merupakan salah satu pupuk organik hasil fermentasi yang kini banyak digunakan oleh petani maupun penghobi tanaman. Selain itu, pupuk ini mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, serta membantu tanaman tumbuh lebih sehat dan produktif.

Berbeda dengan pupuk kandang biasa yang membutuhkan waktu lama untuk terurai, bokashi justru melalui proses fermentasi menggunakan aktivator seperti EM4. Oleh karena itu, pupuk ini lebih cepat matang dan siap digunakan. Akibatnya, tanaman lebih mudah menyerap unsur hara di dalamnya.

Mengenal Bokashi Pupuk Kandang

sumber foto:1.bp.blogspot.com

Bokashi berasal dari proses fermentasi bahan organik dengan bantuan mikroorganisme efektif. Dalam proses ini, pupuk kandang menjadi bahan utama, lalu petani menambahkan sekam, dedak, gula, dan EM4 untuk mempercepat proses fermentasi.

Selain itu, proses ini tidak membusukkan bahan seperti kompos biasa. Sebaliknya, mikroorganisme mengubah bahan organik menjadi bentuk yang lebih stabil dan kaya nutrisi. Karena itu, banyak orang menyebut bokashi sebagai “pupuk hidup” yang mampu memperbaiki tanah dari dalam.

Bahan-Bahan Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang

Sebelum memulai proses, siapkan seluruh bahan agar fermentasi berjalan lancar. Berikut bahan yang diperlukan:

  1. Pupuk kandang sebagai bahan utama
  2. Dedak sebanyak 10 kg
  3. Sekam sebanyak 200 kg
  4. Gula 10 sendok makan
  5. EM4 sebanyak 200 ml (sekitar 20 sendok makan)
  6. Air secukupnya
  7. Larutan EM4 dan gula sebagai aktivator fermentasi

Persiapan Larutan Aktivator EM4

Pertama-tama, larutkan EM4 dan gula ke dalam air secukupnya. Kemudian aduk campuran tersebut hingga merata.

Larutan ini berfungsi sebagai aktivator yang membantu mikroorganisme bekerja lebih cepat. Selain itu, gula menyediakan energi bagi mikroba, sehingga proses fermentasi berjalan lebih optimal.

Proses Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang

1. Mencampur Bahan Kering

Langkah pertama, campurkan semua bahan kering secara merata, yaitu pupuk kandang, sekam, dan dedak.

Setelah itu, aduk seluruh bahan hingga benar-benar tercampur. Pastikan tidak ada bagian yang menggumpal, karena campuran yang tidak merata dapat menghambat proses fermentasi.

Baca Juga :  Kaki Seribu: Pekerja Sunyi yang Menjaga Napas Kesuburan Tanah

2. Menambahkan Larutan EM4

Selanjutnya, siramkan larutan EM4 secara perlahan ke dalam campuran bahan.

Tuangkan sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk bahan agar cairan tersebar merata. Namun, jangan menuangkan sekaligus karena dapat membuat kadar air terlalu tinggi.

Kemudian, pastikan kadar air mencapai sekitar 30%. Untuk mengeceknya, lakukan cara sederhana berikut:

  • Ambil segenggam adonan
  • Kepal kuat menggunakan tangan
  • Jika tidak ada air menetes, maka kadar air sudah tepat
  • Setelah dilepas, adonan akan kembali merekah

Dengan cara ini, Anda bisa memastikan kondisi ideal untuk fermentasi.

3. Membentuk Gundukan Fermentasi

Setelah campuran siap, pindahkan bahan ke tempat yang kering dan bersih. Kemudian bentuk gundukan dengan tinggi sekitar 15–20 cm.

Selain itu, hindari membuat gundukan terlalu tinggi karena dapat meningkatkan suhu di bagian dalam secara berlebihan.

4. Menutup dengan Karung Goni

Setelah gundukan terbentuk, tutup seluruh permukaan menggunakan karung goni.

Tujuan penutupan ini adalah menjaga suhu dan kelembapan agar tetap stabil. Selain itu, karung goni juga membantu mikroorganisme bekerja lebih optimal selama proses fermentasi.

5. Mengontrol Suhu Fermentasi

Suhu menjadi faktor penting dalam keberhasilan bokashi. Oleh karena itu, pastikan suhu berada pada kisaran 40–50°C.

Kemudian, lakukan pengecekan suhu setiap 5 jam. Jika suhu meningkat lebih dari 50°C, segera lakukan langkah berikut:

  • Buka karung penutup
  • Aduk atau balik gundukan
  • Dinginkan sebentar
  • Tutup kembali dengan karung goni

Jika suhu tidak dikontrol, proses fermentasi dapat berubah menjadi pembusukan. Akibatnya, kualitas bokashi menurun dan muncul bau tidak sedap.

6. Proses Fermentasi Selama 3–4 Hari

Setelah semua proses berjalan, diamkan gundukan selama 3 sampai 4 hari.

Selama masa ini, mikroorganisme aktif menguraikan bahan organik menjadi pupuk yang lebih stabil. Selain itu, suhu akan naik di awal lalu perlahan stabil kembali.

Biasanya, aroma fermentasi akan tercium, tetapi tidak menyengat seperti bau busuk.

7. Bokashi Siap Digunakan

Setelah 4 hari, bokashi sudah matang dan siap digunakan sebagai pupuk organik.

Baca Juga :  Pupuk Organik Padat (POP): Cara Alami Bikin Tanah Super Subur dan Produktif

Anda dapat mengenali bokashi yang berhasil dari ciri-ciri berikut:

  • Warna lebih gelap dan merata
  • Tekstur menjadi lebih remah
  • Tidak mengeluarkan bau busuk
  • Suhu kembali normal setelah proses fermentasi

Dengan demikian, bokashi siap diaplikasikan ke lahan atau tanaman.

Manfaat Bokashi Pupuk Kandang

sumber foto:cdn.antaranews.com

Penggunaan bokashi memberikan banyak manfaat bagi tanah dan tanaman. Berikut penjelasannya:

1. Meningkatkan Kesuburan Tanah

Bokashi menambah bahan organik sehingga tanah menjadi lebih subur.

2. Memperbaiki Struktur Tanah

Selain itu, tanah yang keras menjadi lebih gembur dan mudah menyerap air.

3. Meningkatkan Mikroorganisme Tanah

Kemudian, mikroba baik berkembang lebih cepat dan membantu proses alami tanah.

4. Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman

Akibatnya, tanaman tumbuh lebih cepat dan sehat.

5. Mengurangi Pupuk Kimia

Selain itu, penggunaan bokashi membantu mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Tips Agar Bokashi Berhasil Sempurna

Agar hasil maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:

  • Gunakan bahan yang masih segar
  • Jangan menambahkan air terlalu berlebihan
  • Aduk bahan secara merata sejak awal
  • Pantau suhu secara rutin
  • Hindari tempat yang terkena hujan langsung
  • Gunakan wadah yang bersih dan kering

Kesalahan yang Sering Terjadi

sumber foto: chatgpt.com

Beberapa kesalahan berikut sering menyebabkan bokashi gagal:

  • Kadar air terlalu tinggi sehingga bahan membusuk
  • Suhu tidak dikontrol dengan baik
  • Campuran bahan tidak merata
  • Waktu fermentasi terlalu singkat
  • Penutupan tidak rapat

Oleh karena itu, setiap langkah perlu dilakukan dengan hati-hati.

Bokashi pupuk kandang menjadi solusi praktis untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami. Selain itu, bahan yang digunakan sangat sederhana sehingga mudah dibuat di rumah atau lahan pertanian.

Dengan proses fermentasi yang hanya 3–4 hari, bokashi menjadi pilihan yang lebih efisien dibandingkan pupuk organik biasa. Oleh karena itu, jika dibuat dengan benar, bokashi mampu membantu tanaman tumbuh lebih sehat, kuat, dan produktif dalam jangka panjang. (rull/Tani organik Alami)

Berita Terkait

Bokashi Jerami Jadi Andalan Petani, Tanaman Lebih Hijau dan Hasil Panen Meningkat
Tanah Keras Jadi Gembur! Ini Kehebatan Pupuk Organik Bokashi
Pupuk Organik Padat (POP): Cara Alami Bikin Tanah Super Subur dan Produktif

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:02 WIB

Cara Membuat Bokashi Pupuk Kandang Cepat Jadi, Hasilnya Bikin Tanaman Melejit

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:02 WIB

Bokashi Jerami Jadi Andalan Petani, Tanaman Lebih Hijau dan Hasil Panen Meningkat

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:02 WIB

Tanah Keras Jadi Gembur! Ini Kehebatan Pupuk Organik Bokashi

Selasa, 12 Mei 2026 - 12:02 WIB

Pupuk Organik Padat (POP): Cara Alami Bikin Tanah Super Subur dan Produktif

Berita Terbaru