Alamorganik.com-Bokashi pupuk kandang arang merupakan salah satu inovasi pupuk organik yang semakin banyak digunakan dalam pertanian modern. Selain itu, kombinasi bahan seperti arang sekam atau arang serbuk gergaji membuat pupuk ini lebih stabil, lebih gembur, dan mampu memperbaiki struktur tanah secara signifikan.
Berbeda dengan pupuk kimia yang hanya memberi nutrisi cepat, bokashi bekerja lebih dalam. Ia memperbaiki tanah sekaligus meningkatkan kehidupan mikroorganisme di dalamnya. Oleh karena itu, tanaman menjadi lebih sehat, kuat, dan produktif dalam jangka panjang.
Mengenal Bokashi Pupuk Kandang Arang

Bokashi arang adalah pupuk hasil fermentasi bahan organik yang diperkaya dengan arang sekam atau arang serbuk gergaji. Arang ini berfungsi sebagai penyerap nutrisi, pengikat kelembapan, sekaligus rumah bagi mikroorganisme baik.
Selain itu, proses fermentasi menggunakan EM4 membuat bahan organik lebih cepat terurai tanpa membusuk. Hasilnya adalah pupuk yang lebih stabil, tidak berbau menyengat, dan sangat baik untuk tanah.
Karena sifatnya yang mampu memperbaiki struktur tanah, bokashi jenis ini sangat cocok digunakan pada lahan pertanian intensif, kebun hortikultura, hingga tanaman hortikultura seperti cabai, tomat, dan sayuran daun.
Bahan-Bahan Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang Arang
Sebelum memulai proses, siapkan semua bahan berikut agar fermentasi berjalan lancar dan hasilnya maksimal:
- Pupuk kandang sebanyak 200 kg
- Dedak sebanyak 10 kg
- Arang sekam atau arang serbuk gergaji sebanyak 100 kg
- Gula sebanyak 10 sendok makan
- EM4 sebanyak 200 ml (sekitar 20 sendok makan)
- Air secukupnya
Selain itu, pastikan semua bahan dalam kondisi kering dan bersih agar proses fermentasi tidak terganggu.
Persiapan Larutan EM4 dan Gula
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat larutan aktivator.
Larutkan EM4 dan gula ke dalam air secukupnya, kemudian aduk hingga merata. Larutan ini akan menjadi “starter” mikroorganisme yang membantu mempercepat proses fermentasi.
Gula berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroba, sedangkan EM4 membawa mikroorganisme aktif yang akan bekerja menguraikan bahan organik.
Setelah larutan siap, diamkan sebentar agar mikroorganisme mulai aktif sebelum digunakan.
Proses Pembuatan Bokashi Pupuk Kandang Arang

1. Mencampur Semua Bahan Kering
Pertama-tama, campurkan pupuk kandang, dedak, dan arang sekam atau arang serbuk gergaji di satu tempat yang bersih.
Kemudian aduk seluruh bahan hingga benar-benar tercampur rata. Pastikan tidak ada bagian yang menggumpal atau terpisah, karena campuran yang tidak merata akan mempengaruhi kualitas fermentasi.
Selain itu, arang harus tersebar merata agar dapat berfungsi optimal sebagai penyerap nutrisi dan tempat hidup mikroorganisme.
2. Menambahkan Larutan EM4 Secara Perlahan
Setelah bahan kering tercampur, mulai siramkan larutan EM4 secara perlahan ke dalam adonan.
Tuangkan sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk agar cairan merata di seluruh bagian bahan. Jangan menuangkan terlalu cepat karena dapat membuat kadar air berlebihan.
Selanjutnya, pastikan kadar air mencapai sekitar 30%. Untuk mengeceknya, lakukan uji sederhana berikut:
- Ambil segenggam adonan
- Kepal kuat dengan tangan
- Jika tidak ada air yang menetes, maka kadar air sudah tepat
- Saat kepalan dilepas, adonan akan kembali merekah
Dengan cara ini, Anda bisa memastikan kondisi ideal untuk fermentasi.
3. Membentuk Gundukan Fermentasi
Setelah semua bahan tercampur sempurna, pindahkan adonan ke tempat yang kering dan teduh.
Kemudian bentuk gundukan dengan tinggi sekitar 15–20 cm. Jangan membuat gundukan terlalu tinggi karena dapat meningkatkan suhu di bagian dalam secara berlebihan.
Selain itu, pastikan lokasi gundukan tidak terkena hujan langsung agar proses fermentasi tetap stabil.
4. Menutup dengan Karung Goni
Setelah gundukan terbentuk, segera tutup seluruh permukaan menggunakan karung goni.
Penutupan ini bertujuan menjaga suhu dan kelembapan agar mikroorganisme dapat bekerja dengan optimal. Selain itu, karung goni juga membantu menjaga lingkungan tetap stabil selama proses fermentasi.
5. Mengontrol Suhu Fermentasi
Suhu menjadi faktor penting dalam pembuatan bokashi arang. Oleh karena itu, jaga suhu gundukan pada kisaran 40–50°C.
Lakukan pengecekan suhu setiap 5 jam untuk memastikan kondisi tetap stabil. Jika suhu naik melebihi 50°C, segera lakukan tindakan berikut:
- Buka karung penutup
- Aduk atau balik gundukan secara merata
- Biarkan suhu turun sebentar
- Tutup kembali dengan karung goni
Jika suhu terlalu tinggi tidak dikontrol, proses fermentasi bisa berubah menjadi pembusukan. Akibatnya, kualitas bokashi akan menurun dan menimbulkan bau tidak sedap.
6. Proses Fermentasi Selama 3–4 Hari
Setelah semua proses berjalan, diamkan gundukan selama 3 sampai 4 hari.
Selama waktu ini, mikroorganisme bekerja aktif menguraikan bahan organik menjadi pupuk yang lebih stabil dan kaya nutrisi. Selain itu, suhu biasanya meningkat di awal, kemudian perlahan stabil kembali.
Aroma fermentasi akan muncul, tetapi tidak menyengat seperti bau busuk, sehingga masih tergolong normal.
7. Bokashi Siap Digunakan
Setelah 4 hari, bokashi arang sudah matang dan siap digunakan sebagai pupuk organik.
Ciri-ciri bokashi yang berhasil antara lain:
- Warna lebih gelap dan merata
- Tekstur lebih remah dan ringan
- Tidak mengeluarkan bau busuk
- Suhu kembali normal setelah fermentasi selesai
Dengan demikian, bokashi siap diaplikasikan ke lahan pertanian atau tanaman.
Manfaat Bokashi Pupuk Kandang Arang
Penggunaan bokashi arang memberikan banyak manfaat penting bagi tanah dan tanaman, di antaranya:
1. Memperbaiki Struktur Tanah
Arang membantu membuat tanah lebih gembur dan porous sehingga akar lebih mudah berkembang.
2. Meningkatkan Kesuburan Tanah
Bahan organik yang terfermentasi menambah unsur hara alami di dalam tanah.
3. Menjaga Kelembapan Tanah
Arang berfungsi seperti spons yang menyimpan air lebih lama.
4. Meningkatkan Aktivitas Mikroorganisme
Mikroba baik berkembang lebih cepat karena lingkungan yang ideal.
5. Meningkatkan Pertumbuhan Tanaman
Tanaman menjadi lebih kuat, sehat, dan produktif karena akar menyerap nutrisi lebih optimal.
Tips Agar Bokashi Arang Berhasil Maksimal
Agar hasil fermentasi lebih sempurna, perhatikan beberapa tips berikut:
- Gunakan bahan yang masih segar
- Jangan menambahkan air terlalu banyak
- Aduk bahan secara merata sejak awal
- Kontrol suhu secara rutin
- Hindari lokasi yang terkena hujan
- Gunakan wadah atau tempat yang bersih
Selain itu, pastikan proses tidak tergesa-gesa agar fermentasi berjalan stabil.
Kesalahan yang Sering Terjadi

Beberapa kesalahan yang sering menyebabkan bokashi gagal antara lain:
- Kadar air terlalu tinggi sehingga bahan menjadi busuk
- Suhu terlalu panas dan tidak dikontrol
- Campuran bahan tidak merata
- Waktu fermentasi terlalu singkat
- Penutup tidak rapat sehingga mikroba terganggu
Oleh karena itu, setiap tahap perlu dilakukan dengan teliti agar hasil maksimal.
Bokashi pupuk kandang arang merupakan solusi pupuk organik modern yang efektif untuk memperbaiki tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman. Selain itu, bahan yang mudah didapat membuatnya sangat cocok digunakan oleh petani maupun penghobi tanaman.
Dengan proses fermentasi hanya 3–4 hari, bokashi arang menjadi alternatif cepat, murah, dan ramah lingkungan dibandingkan pupuk kimia. Jika dibuat dengan benar, hasilnya akan membantu tanaman tumbuh lebih sehat, kuat, dan menghasilkan panen yang lebih optimal. (rull/tani organik alami)









