Alamorganik.com— Pak Sugianto, relawan dari Grup Penggerak Biosaka 5, membagikan pengalamannya saat mendampingi seorang pasien dengan kondisi tubuh sangat kaku hingga sempat tidak sadar.
Ia menjelaskan bahwa pasien tersebut mengalami kekakuan tubuh dari kepala hingga kaki. Kondisi ini membuat pasien tidak bisa bergerak dan membutuhkan bantuan penuh dari orang di sekitarnya.
Proses Pendampingan Awal
Pak Sugianto kemudian melakukan pendampingan menggunakan NLevel1 Aktivasi 6 (Ak6) sebagai bagian dari ikhtiar bersama keluarga dan tim.
Ia memulai proses dengan merendam kaki pasien ke dalam larutan yang sudah ia siapkan sebelumnya. Selama proses berlangsung, ia terus mengamati kondisi pasien secara langsung.
Sekitar 10 menit setelah perendaman dimulai, ia melihat tubuh pasien mulai merespons secara perlahan. Kondisi tubuh yang sebelumnya kaku pun mulai menunjukkan perubahan sedikit demi sedikit.
Perubahan Kondisi Pasien
Setelah kurang lebih 20 menit, pasien mulai sadar. Ia membuka mata dan mulai merespons lingkungan di sekitarnya.
Perubahan ini membuat suasana di lokasi menjadi lebih tenang dan penuh rasa syukur dari orang-orang yang ikut menyaksikan proses tersebut.
Setelah pasien sadar, tim memberikan segelas air putih yang sudah disiapkan sebelumnya. Pak Sugianto menjelaskan bahwa pemberian air ini menjadi bagian dari kebiasaan pendampingan di grup mereka.
Beberapa menit setelah minum, pasien mulai berbicara. Ia juga mulai merespons pertanyaan dari orang-orang di sekitarnya secara perlahan.
Kondisi Awal Pasien
Sebelum pendampingan dimulai, Pak Sugianto melihat kondisi pasien sangat lemah. Ia menjelaskan bahwa tubuh pasien tampak kaku seperti papan dan tidak memberikan respons gerakan yang berarti.
Kondisi tersebut membuat pasien sepenuhnya bergantung pada bantuan orang lain untuk beraktivitas.
Respons dan Ungkapan Relawan
Pak Sugianto mengaku bersyukur melihat perubahan yang terjadi selama proses pendampingan berlangsung. Ia merasakan pengalaman tersebut sangat mengharukan dirinya dan orang-orang yang hadir.
Selain itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada para senior dan anggota Grup Penggerak Biosaka 5 yang ikut memberikan dukungan moral selama proses pendampingan.
Ia menegaskan bahwa seluruh proses ini ia lakukan sebagai bentuk ikhtiar sosial untuk membantu warga yang membutuhkan pendampingan.
Testimoni ini Pak Sugianto bagikan sebagai catatan pengalaman lapangan di komunitasnya. Ia berharap pengalaman ini bisa menjadi bahan pembelajaran dan dokumentasi internal bagi anggota grup.
Namun demikian, ia tetap mengingatkan masyarakat untuk selalu membawa dan menyerahkan penanganan kondisi kesehatan serius kepada tenaga medis profesional. (rull/3G O)









