Ubi Kukus vs Kentang Kukus, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Menurunkan Berat Badan?

- Penulis

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Saat menjalani program diet, banyak orang mulai mengurangi konsumsi nasi dan mencari sumber karbohidrat lain yang lebih sehat. Di antara berbagai pilihan yang tersedia, ubi kukus dan kentang kukus menjadi dua makanan yang paling sering masuk dalam menu diet harian.

Keduanya sama-sama berasal dari kelompok umbi-umbian dan mengandung berbagai nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh. Selain itu, ubi maupun kentang juga mudah ditemukan, harganya relatif terjangkau, dan dapat diolah dengan cara sederhana tanpa menambahkan banyak lemak.

Meski sama-sama sering direkomendasikan untuk diet, masih banyak orang yang bertanya-tanya, mana yang sebenarnya lebih baik untuk membantu menurunkan berat badan? Apakah ubi kukus lebih unggul karena kaya serat, atau justru kentang kukus lebih efektif karena memberikan rasa kenyang lebih lama?

Jawabannya tidak sesederhana memilih salah satu dan mengabaikan yang lain. Sebab, masing-masing memiliki kelebihan yang dapat disesuaikan dengan tujuan diet dan kebutuhan tubuh.

Berikut ulasan lengkap mengenai perbandingan ubi kukus dan kentang kukus untuk membantu Anda menentukan pilihan yang tepat.

Mengapa Memilih Makanan Kukus Saat Diet?

sumber foto: img-global.cpcdn.com

Sebelum membandingkan ubi dan kentang, penting untuk memahami mengapa banyak ahli gizi menyarankan metode kukus saat menjalani program penurunan berat badan.

Proses mengukus tidak memerlukan tambahan minyak atau lemak. Karena itu, jumlah kalori yang masuk ke tubuh tetap lebih terkontrol dibandingkan makanan yang digoreng.

Selain itu, metode kukus juga membantu mempertahankan sebagian besar nutrisi yang terkandung dalam bahan makanan. Dengan demikian, tubuh tetap memperoleh vitamin, mineral, dan serat yang dibutuhkan tanpa tambahan kalori yang tidak perlu.

Banyak orang gagal menurunkan berat badan bukan karena jenis makanannya, melainkan karena cara pengolahannya. Kentang yang digoreng menjadi kentang goreng, misalnya, memiliki kandungan kalori yang jauh lebih tinggi dibandingkan kentang kukus.

Hal yang sama berlaku pada ubi. Ubi kukus cenderung lebih sehat dibandingkan ubi goreng yang menyerap banyak minyak selama proses memasak.

Mengenal Kandungan Gizi Ubi Kukus

Ubi merupakan sumber karbohidrat kompleks yang kaya nutrisi. Selain mengandung energi, ubi juga menyediakan berbagai vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh.

Dalam 100 gram ubi kukus, terdapat sekitar 80 hingga 90 kalori. Jumlah ini relatif rendah sehingga cocok dimasukkan ke dalam menu diet.

Selain itu, ubi mengandung serat sekitar 2 hingga 3 gram per 100 gram. Kandungan serat tersebut membantu memperlambat proses pencernaan sehingga rasa kenyang dapat bertahan lebih lama.

Tidak hanya itu, ubi juga kaya akan beta-karoten yang nantinya diubah tubuh menjadi vitamin A. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kesehatan mata, mendukung sistem imun, dan membantu menjaga kesehatan kulit.

Warna oranye pada ubi menunjukkan tingginya kandungan beta-karoten. Semakin pekat warnanya, umumnya semakin tinggi kandungan antioksidan yang dimiliki.

Karena berbagai kandungan tersebut, banyak ahli gizi memasukkan ubi ke dalam daftar makanan yang baik untuk mendukung program diet sehat.

Keunggulan Ubi Kukus untuk Menurunkan Berat Badan

1. Membantu Mengontrol Nafsu Makan

Kandungan serat dalam ubi membantu memperlambat pengosongan lambung. Akibatnya, perut terasa kenyang lebih lama setelah makan.

Baca Juga :  Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Teratur Mengonsumsi Pare, si Pahit yang Kaya Manfaat

Ketika rasa kenyang bertahan lebih lama, keinginan untuk ngemil di antara waktu makan utama biasanya ikut berkurang. Kondisi ini tentu membantu seseorang menjaga asupan kalori harian tetap terkendali.

2. Mengurangi Keinginan Mengonsumsi Makanan Manis

Banyak orang mengalami kesulitan menjalani diet karena sering menginginkan makanan manis. Ubi memiliki rasa manis alami yang dapat membantu mengurangi keinginan tersebut.

Dengan mengonsumsi ubi kukus, seseorang dapat menikmati rasa manis tanpa harus menambahkan gula berlebih seperti pada kue, permen, atau minuman manis.

3. Kaya Antioksidan

Ubi mengandung berbagai antioksidan yang membantu tubuh melawan radikal bebas. Selain mendukung kesehatan secara umum, antioksidan juga membantu menjaga fungsi sel tetap optimal selama menjalani program diet.

4. Cocok Sebagai Pengganti Nasi

Banyak pelaku diet mengganti nasi putih dengan ubi kukus. Selain memberikan energi yang cukup, ubi juga menawarkan kandungan serat yang lebih tinggi sehingga membantu mengendalikan rasa lapar.

Mengenal Kandungan Gizi Kentang Kukus

Kentang merupakan salah satu makanan pokok di berbagai negara. Umbi ini mengandung karbohidrat kompleks, vitamin, mineral, dan berbagai nutrisi penting lainnya.

Dalam 100 gram kentang kukus, terdapat sekitar 75 hingga 85 kalori. Jumlah ini tidak jauh berbeda dibandingkan ubi kukus.

Kentang juga mengandung vitamin C, vitamin B6, kalium, serta sejumlah mineral yang membantu mendukung berbagai fungsi tubuh.

Banyak orang menganggap kentang menyebabkan kegemukan. Padahal, anggapan tersebut biasanya muncul karena cara pengolahannya. Kentang goreng, keripik kentang, atau kentang dengan tambahan mentega memang tinggi kalori. Namun, kentang kukus memiliki profil gizi yang jauh lebih baik.

Jika dikonsumsi dalam porsi yang sesuai, kentang kukus dapat menjadi bagian dari pola makan sehat untuk menurunkan berat badan.

Keunggulan Kentang Kukus untuk Diet

sumber foto: img-global.cpcdn.com

1. Memberikan Rasa Kenyang yang Sangat Tinggi

Salah satu keunggulan terbesar kentang adalah kemampuannya memberikan rasa kenyang.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kentang memiliki indeks kenyang yang tinggi dibandingkan banyak sumber karbohidrat lainnya. Setelah mengonsumsi kentang, banyak orang merasa kenyang lebih cepat dan lebih lama.

Karena itu, kentang dapat membantu mengurangi jumlah makanan yang dikonsumsi pada waktu makan berikutnya.

2. Kalori Tetap Terjaga

Kentang kukus mengandung kalori yang relatif rendah selama Anda tidak menambahkan mentega, keju, mayones, atau saus berkalori tinggi lainnya.

Dengan pengolahan yang sederhana, kentang dapat menjadi sumber energi yang mengenyangkan tanpa menambah banyak kalori.

3. Kaya Kalium

Kentang mengandung kalium dalam jumlah yang cukup tinggi. Mineral ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, mendukung fungsi otot, dan membantu menjaga tekanan darah tetap normal.

Bagi orang yang aktif berolahraga saat diet, kalium juga berperan penting dalam mendukung fungsi otot selama beraktivitas.

4. Mudah Dipadukan dengan Berbagai Menu

Kentang memiliki rasa yang netral sehingga mudah dipadukan dengan berbagai sumber protein dan sayuran. Karena itu, banyak orang lebih mudah menjadikan kentang sebagai bagian dari menu diet sehari-hari.

Baca Juga :  Mirip Lengkuas Tapi Bukan, Ganyong Ternyata Punya Khasiat yang Jarang Diketahui

Ubi Kukus vs Kentang Kukus, Mana yang Lebih Baik?

Jika melihat kandungan kalori, keduanya tidak memiliki perbedaan yang terlalu jauh. Namun, masing-masing menawarkan keunggulan yang berbeda.

Pilih Ubi Kukus Jika Anda Ingin:

  • Mengontrol nafsu makan lebih baik.
  • Menambah asupan serat harian.
  • Mengurangi keinginan makan makanan manis.
  • Mendapatkan tambahan vitamin A dan antioksidan.
  • Mengganti nasi dengan pilihan yang lebih kaya serat.

Pilih Kentang Kukus Jika Anda Ingin:

  • Merasa kenyang lebih cepat.
  • Mengontrol asupan kalori tanpa mengurangi porsi makan secara drastis.
  • Mendapatkan asupan kalium yang baik untuk tubuh.
  • Menggunakan pengganti nasi yang mudah dipadukan dengan berbagai menu.

Dengan kata lain, tidak ada pilihan yang benar-benar salah. Anda dapat memilih sesuai kebutuhan dan preferensi masing-masing.

Cara Mengonsumsi Ubi dan Kentang Saat Diet

Meskipun sehat, Anda tetap perlu memperhatikan porsi konsumsi agar program diet berjalan efektif.

Sebagian besar ahli gizi menyarankan konsumsi sekitar 100 hingga 150 gram ubi atau kentang kukus per porsi. Jumlah tersebut umumnya cukup untuk memberikan energi tanpa menambah kalori berlebihan.

Agar hasilnya lebih optimal, padukan ubi atau kentang dengan sumber protein seperti:

  • Telur rebus
  • Dada ayam tanpa kulit
  • Ikan
  • Tempe
  • Tahu

Protein membantu mempertahankan massa otot sekaligus memperpanjang rasa kenyang.

Selain itu, tambahkan sayuran seperti brokoli, bayam, wortel, buncis, atau selada agar kebutuhan serat dan vitamin semakin terpenuhi.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Diet

Banyak orang menganggap ubi dan kentang otomatis menurunkan berat badan. Padahal, beberapa kebiasaan berikut justru dapat menggagalkan diet:

Menambahkan Banyak Gula

Sebagian orang menambahkan gula atau susu kental manis ke dalam ubi kukus. Kebiasaan ini dapat meningkatkan asupan kalori secara signifikan.

Menggunakan Mentega Berlebihan

Kentang kukus memang terasa lebih lezat dengan mentega. Namun, penggunaan mentega berlebihan dapat membuat kalori meningkat drastis.

Mengonsumsi dalam Porsi Terlalu Besar

Meski termasuk makanan sehat, ubi dan kentang tetap mengandung kalori. Karena itu, konsumsi berlebihan tetap dapat menyebabkan surplus kalori.

Kurang Protein dan Sayuran

Sebagian orang hanya makan ubi atau kentang tanpa menambahkan protein dan sayuran. Akibatnya, tubuh lebih cepat lapar dan kebutuhan nutrisi menjadi kurang seimbang.

Kesimpulan

sumber foto:d1vbn70lmn1nqe.cloudfront.net

Ubi kukus dan kentang kukus sama-sama merupakan pilihan yang baik untuk mendukung program diet dan penurunan berat badan. Keduanya mengandung kalori yang relatif rendah, mudah diolah, dan kaya nutrisi penting bagi tubuh.

Namun, ubi kukus sedikit lebih unggul bagi sebagian besar orang yang ingin menurunkan berat badan karena kandungan seratnya lebih tinggi dan rasa manis alaminya membantu mengurangi keinginan mengonsumsi camilan manis. Di sisi lain, kentang kukus menawarkan rasa kenyang yang sangat tinggi dan cocok sebagai pengganti nasi dengan kalori yang tetap terkontrol.

Pada akhirnya, keberhasilan diet tidak hanya ditentukan oleh pilihan antara ubi atau kentang. Pola makan seimbang, pengaturan porsi, aktivitas fisik yang rutin, serta konsistensi menjalankan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama dalam mencapai berat badan ideal. (rull)

Berita Terkait

7 Manfaat Makan Biji Nangka Rebus untuk Kesehatan, Jangan Langsung Dibuang!
Bukan Skincare Mahal, 4 Kolagen Alami Ini Bisa Membantu Kulit Tetap Kencang
Jangan Diremehkan! Sayur Sehari-hari Ini Punya Khasiat Luar Biasa untuk Kesehatan.
Tak Cuma Bikin Melek, Kopi Juga Bisa Memberi Manfaat untuk Usus dan Otak
Makan Malam Simpel tapi Bergizi! Kombinasi Labu Air, Ayam Fillet, dan Singkong Ini Layak Dicoba
Jarong Bukan Sekadar Gulma, Ini Deretan Senyawa Aktif yang Membuatnya Istimewa
Simple Tapi Dahsyat! Pepaya + Madu + Jeruk Nipis, Trio Segar Penjaga Pencernaan
Di Balik Renyahnya Kerupuk, Ada Fakta Kesehatan yang Perlu Anda Ketahui

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 18:02 WIB

Ubi Kukus vs Kentang Kukus, Mana yang Lebih Baik untuk Diet dan Menurunkan Berat Badan?

Jumat, 12 Juni 2026 - 15:02 WIB

7 Manfaat Makan Biji Nangka Rebus untuk Kesehatan, Jangan Langsung Dibuang!

Kamis, 11 Juni 2026 - 12:02 WIB

Bukan Skincare Mahal, 4 Kolagen Alami Ini Bisa Membantu Kulit Tetap Kencang

Kamis, 11 Juni 2026 - 06:02 WIB

Jangan Diremehkan! Sayur Sehari-hari Ini Punya Khasiat Luar Biasa untuk Kesehatan.

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:02 WIB

Tak Cuma Bikin Melek, Kopi Juga Bisa Memberi Manfaat untuk Usus dan Otak

Berita Terbaru