Anak Usia 7 Tahun Sering Sakit Maag? Kenali Penyebabnya dan Coba Herbal Pendamping Ini

- Penulis

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Keluhan sakit maag tidak hanya dialami orang dewasa. Anak-anak, termasuk yang berusia sekitar tujuh tahun, juga dapat mengeluhkan nyeri atau rasa tidak nyaman di bagian perut. Tidak sedikit orang tua langsung menyimpulkan bahwa anak mengalami maag ketika ia mengeluh perut perih, mual, atau kehilangan nafsu makan.

Padahal, istilah “maag” pada anak sebenarnya perlu dipahami dengan lebih hati-hati. Nyeri perut pada anak memiliki banyak penyebab, sehingga orang tua tidak boleh terburu-buru memberikan pengobatan tanpa mengetahui penyebab yang sebenarnya.

Menurut dr. Rianti Maharani, M.Si, penulis buku Herbal Healing for Women, penggunaan herbal dapat menjadi pendamping dalam membantu meredakan keluhan ringan. Namun, herbal bukanlah pengganti pemeriksaan medis, terutama jika anak mengalami gejala yang berat atau berulang.

Benarkah Anak Bisa Mengalami Maag?

sumber foto: cdn-assets.jawapos.com

Istilah maag umumnya digunakan masyarakat untuk menggambarkan gangguan lambung, seperti peradangan lambung atau gastritis. Pada anak-anak, diagnosis ini tidak bisa ditegakkan hanya berdasarkan keluhan sakit perut.

Menurut dr. Rianti, keluhan nyeri perut pada anak dapat muncul karena berbagai penyebab. Oleh sebab itu, orang tua perlu memperhatikan kondisi anak secara menyeluruh, bukan hanya berfokus pada rasa sakit di perut.

Beberapa penyebab nyeri perut yang sering terjadi pada anak antara lain:

  • pola makan yang tidak teratur;
  • gastritis atau iritasi pada lambung;
  • sembelit;
  • intoleransi terhadap makanan tertentu;
  • kecemasan atau stres;
  • infeksi saluran pencernaan.

Karena penyebabnya sangat beragam, setiap anak membutuhkan penanganan yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Jangan Langsung Menyebut Semua Nyeri Perut sebagai Maag

Banyak orang tua terbiasa menyebut semua keluhan nyeri perut sebagai maag. Padahal, anggapan tersebut belum tentu benar.

Misalnya, anak yang jarang makan sayur dan kurang minum air putih bisa mengalami sembelit. Kondisi ini sering menyebabkan rasa sakit pada perut yang mirip dengan gejala maag.

Begitu pula anak yang memiliki intoleransi terhadap susu atau makanan tertentu. Setelah mengonsumsi makanan pemicu, ia dapat mengalami perut kembung, mual, hingga nyeri yang menyerupai gangguan lambung.

Selain itu, faktor psikologis juga tidak boleh diabaikan. Anak yang sedang mengalami tekanan di sekolah, cemas menghadapi ujian, atau memiliki masalah emosional terkadang mengeluhkan sakit perut meski tidak ditemukan gangguan pada lambung.

Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengamati kapan nyeri muncul, seberapa sering terjadi, serta apakah ada faktor tertentu yang memicunya.

Perhatikan Gejala yang Menyertai

Nyeri perut yang ringan dan hanya sesekali biasanya tidak berbahaya. Namun, orang tua perlu lebih waspada apabila keluhan disertai gejala lain.

Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • muntah;
  • berat badan menurun atau sulit bertambah;
  • nafsu makan menurun;
  • nyeri yang sering kambuh;
  • anak tampak lemas atau sulit beraktivitas.

Apabila gejala tersebut muncul, sebaiknya segera konsultasikan kepada dokter anak agar penyebabnya dapat diketahui dengan jelas.

Baca Juga :  Tak Sekadar Hiasan, Bunga Bugenvil Ternyata Menyimpan Banyak Manfaat Herbal Tradisional

Herbal sebagai Pendamping, Bukan Pengganti Pengobatan

Sebagian orang tua memilih bahan herbal karena menganggapnya lebih alami. Orang tua boleh menerapkan pendekatan ini selama mereka menggunakan herbal secara bijak dan tetap mengutamakan pemeriksaan medis jika anak mengalami keluhan yang memerlukan penanganan dokter.

Untuk anak usia tujuh tahun, dr. Rianti lebih menyarankan penggunaan herbal yang ringan sehingga lebih aman sebagai pendamping.

Herbal sebaiknya diberikan setelah anak makan dan tetap disertai pola hidup sehat agar hasilnya lebih optimal.

Resep Minuman Herbal Pendamping untuk Anak

Berikut ramuan herbal sederhana yang dapat digunakan sebagai pendamping bagi anak dengan keluhan ringan.

Bahan

  • ½ jempol temulawak;
  • 1 lembar daun pandan;
  • gula merah secukupnya;
  • 500 ml air.

Cara Membuat

Cuci bersih semua bahan terlebih dahulu.

Iris tipis temulawak agar kandungannya lebih mudah larut saat direbus. Masukkan temulawak, daun pandan, gula merah, dan air ke dalam panci.

Rebus hingga air menyusut menjadi sekitar 300 ml.

Setelah matang, saring air rebusan lalu biarkan hingga hangat sebelum diberikan kepada anak.

Aturan Minum

Berikan sekitar 50 hingga 100 ml sebanyak satu kali sehari setelah makan.

Saat pertama kali memberikan herbal, mulailah dari jumlah yang lebih sedikit untuk melihat apakah anak dapat menerimanya dengan baik dan tidak muncul keluhan lain.

Mengenal Manfaat Temulawak

Masyarakat Indonesia telah lama memanfaatkan temulawak sebagai salah satu tanaman obat tradisional. Rimpang ini mengandung senyawa kurkuminoid dan minyak atsiri yang dipercaya dapat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan.

Dalam praktik pengobatan tradisional, banyak orang memanfaatkan temulawak untuk membantu meningkatkan nafsu makan dan memberikan rasa nyaman pada lambung. Meski begitu, para peneliti masih terus mengkaji efektivitas temulawak pada anak melalui berbagai penelitian. Karena itu, orang tua sebaiknya menggunakan herbal ini sebagai pendamping perawatan, bukan sebagai terapi utama atau pengganti pengobatan medis.

Mengapa Menggunakan Daun Pandan?

Daun pandan tidak hanya memberikan aroma harum pada rebusan herbal. Masyarakat telah lama memanfaatkan daun pandan dalam pengobatan tradisional untuk membantu memberikan rasa nyaman pada tubuh. Selain itu, aroma khas daun pandan juga membuat minuman herbal terasa lebih segar sehingga anak lebih mudah mengonsumsinya.

Aroma pandan yang khas juga membantu mengurangi bau khas temulawak sehingga anak lebih mudah menerima minuman tersebut.

Pola Makan yang Teratur Jauh Lebih Penting

Menurut dr. Rianti, banyak anak justru mengalami perbaikan setelah orang tua membiasakan pola makan yang lebih teratur.

Jangan biarkan anak terlambat makan karena lambung yang kosong terlalu lama dapat memicu rasa tidak nyaman, terutama pada anak yang sensitif.

Biasakan anak mengonsumsi sarapan setiap pagi. Sarapan membantu menyediakan energi sekaligus menjaga lambung tetap terisi sehingga anak lebih nyaman menjalani aktivitas belajar maupun bermain.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Pohon Kapuk, Daunnya Ternyata Kaya Khasiat untuk Tubuh

Selain itu, usahakan anak makan dalam porsi kecil tetapi cukup, terutama jika ia sedang mengalami keluhan pada lambung.

Hindari Makanan yang Memicu Keluhan

Setiap anak memiliki kondisi yang berbeda. Ada anak yang tetap nyaman mengonsumsi makanan tertentu, sementara anak lain justru mengalami nyeri setelah memakannya.

Jika orang tua menemukan makanan yang selalu memicu keluhan, sebaiknya batasi sementara konsumsi makanan tersebut.

Secara umum, makanan yang terlalu pedas atau terlalu asam dapat memicu rasa tidak nyaman pada sebagian anak yang memiliki lambung sensitif.

Namun, pembatasan makanan sebaiknya dilakukan secara bijak agar kebutuhan gizi anak tetap terpenuhi.

Pastikan Anak Cukup Istirahat

Istirahat yang cukup juga memegang peranan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan.

Anak usia tujuh tahun membutuhkan waktu tidur yang cukup setiap malam agar proses pemulihan tubuh berjalan optimal.

Kurang tidur dapat membuat anak lebih mudah lelah, stres, dan kehilangan nafsu makan sehingga keluhan pada saluran cerna berpotensi semakin sering muncul.

Amati Pola Keluhan Anak

Orang tua sebaiknya membuat catatan sederhana tentang setiap keluhan yang anak rasakan. Catat waktu munculnya nyeri, makanan yang anak konsumsi sebelumnya, kondisi emosinya, termasuk apakah ia sedang merasa cemas atau stres, serta berapa lama nyeri tersebut berlangsung.

Catatan sederhana ini akan sangat membantu dokter apabila anak membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kapan Harus Segera Membawa Anak ke Dokter?

Herbal tidak boleh menjadi satu-satunya penanganan apabila muncul tanda bahaya.

Segera periksakan anak ke dokter apabila mengalami:

  • muntah berulang;
  • buang air besar berwarna hitam atau berdarah;
  • berat badan sulit naik;
  • nyeri perut berat yang sering kambuh;
  • nyeri hingga membuat anak sering terbangun saat malam.

Gejala tersebut dapat mengindikasikan adanya kondisi medis yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Kesimpulan

sumber foto: chatgpt.com

Masyarakat sering menganggap setiap nyeri perut pada anak sebagai maag. Padahal, gangguan lambung bukan selalu menjadi penyebabnya. Pola makan yang tidak teratur, sembelit, intoleransi makanan, infeksi saluran cerna, hingga faktor psikologis juga dapat memicu keluhan yang serupa.

Orang tua dapat memberikan rebusan temulawak dan daun pandan sebagai pendamping sesuai anjuran dan dalam jumlah yang wajar. Namun, orang tua juga perlu menerapkan pola makan yang teratur, memastikan anak beristirahat dengan cukup, serta memantau kondisi kesehatannya secara menyeluruh agar manfaat pendampingan lebih optimal.

Jika keluhan tidak kunjung membaik, semakin sering kambuh, atau muncul gejala seperti muntah berulang, BAB berdarah, maupun berat badan yang sulit naik, segera bawa anak ke dokter anak. Dokter dapat memeriksa penyebab keluhan secara menyeluruh dan memberikan penanganan yang tepat sejak dini agar kondisi anak tidak berkembang menjadi lebih serius.(rull*)

Berita Terkait

Hidung Tersumbat? Coba Rebusan Daun Jeruk Purut dan Inhalasi Uap Ini untuk Bantu Legakan Pernapasan
Sering Dianggap Gulma, Daun Putri Malu Ternyata Menyimpan Rahasia Obat Alami
Mulai Rutin Minum Ini! Rebusan Timun + Bawang Putih yang Bikin Tubuh Lebih Fit dan Segar
Pare Tak Lagi Sekadar Sayur Pahit, Ini 4 Resep Herbal untuk Bantu Stabilkan Gula Darah
Kulit Gatal dan Kemerahan? Coba 2 Resep Herbal Alami Ini untuk Membantu Meredakannya
Perut Kembung karena Asam Lambung? Coba 4 Herbal Alami Ini untuk Meredakannya
Simple Tapi Berkhasiat! Minuman Labu Kuning Alami yang Baik untuk Kesehatan Liver
Manfaat Daun Sambung Nyawa untuk Mengatasi Radang Tenggorokan dan Sinusitis

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 22:02 WIB

Hidung Tersumbat? Coba Rebusan Daun Jeruk Purut dan Inhalasi Uap Ini untuk Bantu Legakan Pernapasan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:37 WIB

Anak Usia 7 Tahun Sering Sakit Maag? Kenali Penyebabnya dan Coba Herbal Pendamping Ini

Rabu, 24 Juni 2026 - 06:02 WIB

Sering Dianggap Gulma, Daun Putri Malu Ternyata Menyimpan Rahasia Obat Alami

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:41 WIB

Mulai Rutin Minum Ini! Rebusan Timun + Bawang Putih yang Bikin Tubuh Lebih Fit dan Segar

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:02 WIB

Pare Tak Lagi Sekadar Sayur Pahit, Ini 4 Resep Herbal untuk Bantu Stabilkan Gula Darah

Berita Terbaru