Sering Dianggap Sama, Ternyata Masuk Angin dan Angin Duduk Sangat Berbeda

- Penulis

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Di Indonesia, istilah masuk angin sudah sangat akrab di telinga masyarakat. Banyak orang menggunakan istilah ini untuk menggambarkan kondisi tubuh yang terasa tidak enak, seperti perut kembung, badan pegal, meriang, atau mudah lelah. Meski sering dianggap sebagai penyakit, masuk angin sebenarnya bukan diagnosis medis. Istilah ini lebih mengacu pada kumpulan gejala yang dapat muncul akibat berbagai kondisi, seperti kelelahan, kurang tidur, atau infeksi virus ringan.

Di sisi lain, ada istilah angin duduk yang sering disalahartikan sebagai bentuk masuk angin yang lebih parah. Padahal, angin duduk atau angina pectoris merupakan kondisi medis serius yang terjadi ketika aliran darah menuju otot jantung berkurang. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis segera karena dapat menjadi tanda penyakit jantung koroner atau bahkan serangan jantung.

Sayangnya, masih banyak orang yang sulit membedakan kedua kondisi tersebut. Akibatnya, sebagian penderita angin duduk terlambat mendapatkan pertolongan karena mengira hanya mengalami masuk angin biasa.

Agar Anda tidak keliru mengenalinya, simak perbedaan masuk angin dan angin duduk berikut ini.

Apa Itu Masuk Angin?

sumber foto: asset.kompas.com

Masuk angin merupakan istilah yang digunakan masyarakat Indonesia untuk menggambarkan berbagai keluhan ringan yang muncul secara bersamaan. Dalam dunia medis, tidak ada diagnosis penyakit dengan nama masuk angin.

Keluhan yang sering disebut sebagai masuk angin dapat muncul akibat berbagai penyebab, seperti kelelahan setelah beraktivitas, kurang tidur, terlambat makan, perubahan cuaca, stres, atau infeksi virus ringan, misalnya flu.

Karena bukan penyakit tertentu, penanganan masuk angin bergantung pada penyebab keluhannya.

Penyebab Masuk Angin

Beberapa faktor yang sering memicu munculnya keluhan masuk angin antara lain:

  • Kelelahan akibat aktivitas fisik yang berlebihan.
  • Kurang tidur atau kualitas tidur yang buruk.
  • Pola makan yang tidak teratur.
  • Kurang mengonsumsi cairan.
  • Stres atau kelelahan mental.
  • Terpapar cuaca dingin dalam waktu lama, yang dapat membuat tubuh terasa tidak nyaman, meski bukan penyebab langsung penyakit.
  • Infeksi virus ringan, seperti flu atau pilek.

Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa lemah sehingga berbagai keluhan muncul secara bersamaan.

Gejala Masuk Angin

Gejala masuk angin dapat berbeda pada setiap orang. Namun, beberapa keluhan yang paling sering muncul meliputi:

  • Perut terasa kembung.
  • Sering bersendawa.
  • Badan pegal-pegal.
  • Meriang atau merasa kedinginan.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Nafsu makan menurun.
  • Kadang disertai mual ringan.

Gejala biasanya membaik setelah penderita beristirahat, mencukupi kebutuhan cairan, dan mengonsumsi makanan bergizi.

Cara Mengatasi Masuk Angin

Sebagian besar keluhan masuk angin dapat membaik dengan perawatan sederhana di rumah.

Beberapa langkah yang dapat Anda lakukan antara lain:

  • Istirahat yang cukup.
  • Minum air putih atau minuman hangat untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Mengurangi aktivitas berat hingga kondisi tubuh membaik.
  • Mengonsumsi obat sesuai gejala jika diperlukan dan sesuai anjuran tenaga kesehatan.
  • Sebagian orang juga memilih jamu tradisional. Namun, pastikan produk yang dikonsumsi aman dan gunakan sesuai petunjuk.
Baca Juga :  5 Makanan Pemicu Tumbuhnya Sel Kanker: Waspadai Kandungan Akrilamida dalam Pola Makan Sehari-hari

Jika keluhan tidak membaik dalam beberapa hari atau justru semakin berat, segera periksakan diri ke dokter.

Apa Itu Angin Duduk?

Angin duduk merupakan istilah yang umum digunakan masyarakat untuk menyebut angina pectoris.

Kondisi ini terjadi ketika otot jantung tidak memperoleh pasokan darah dan oksigen yang cukup akibat penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah koroner.

Ketika kebutuhan oksigen jantung meningkat, misalnya saat beraktivitas atau mengalami stres, pembuluh darah yang menyempit tidak mampu memasok darah dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, muncul nyeri dada yang menjadi gejala khas angina.

Angina bukan penyakit yang boleh dianggap sepele karena dapat menjadi tanda penyakit jantung koroner dan meningkatkan risiko serangan jantung.

Penyebab Angin Duduk

sumber foto: asset.kompas.com

Penyebab paling umum angina adalah penyempitan pembuluh darah koroner akibat penumpukan plak lemak atau aterosklerosis.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko kondisi ini meliputi:

  • Kolesterol tinggi.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Diabetes.
  • Merokok.
  • Obesitas.
  • Kurang aktivitas fisik.
  • Pola makan tinggi lemak jenuh dan garam.
  • Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
  • Usia yang semakin bertambah.

Mengendalikan faktor-faktor tersebut dapat membantu menurunkan risiko penyakit jantung.

Gejala Angin Duduk

Gejala angina biasanya berbeda dengan masuk angin.

Penderita dapat merasakan:

  • Nyeri dada seperti ditekan benda berat.
  • Dada terasa sesak atau terhimpit.
  • Nyeri menjalar ke lengan kiri, bahu, leher, rahang, atau punggung.
  • Sesak napas.
  • Keringat dingin.
  • Mual.
  • Tubuh terasa sangat lemah.

Pada sebagian orang, terutama wanita, lansia, dan penderita diabetes, gejala dapat muncul secara tidak khas, misalnya hanya berupa sesak napas, mual, cepat lelah, atau nyeri di punggung dan rahang. Karena itu, jangan abaikan keluhan yang muncul secara tiba-tiba.

Perbedaan Masuk Angin dan Angin Duduk

Meskipun sama-sama dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, kedua kondisi ini memiliki penyebab dan gejala yang sangat berbeda.

Masuk Angin

  • Bukan diagnosis medis.
  • Sering menimbulkan perut kembung, badan pegal, dan meriang.
  • Biasanya membaik setelah istirahat.
  • Jarang menyebabkan nyeri dada yang berat.

Angin Duduk

  • Merupakan kondisi medis akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung.
  • Menimbulkan nyeri dada yang terasa berat atau tertekan.
  • Sering disertai sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar.
  • Memerlukan pemeriksaan dan penanganan medis segera.

Perbedaan ini sangat penting karena keterlambatan penanganan pada angin duduk dapat meningkatkan risiko kerusakan otot jantung.

Baca Juga :  Waspada! Gaya Hidup Sehari-hari Bisa Bikin Generasi Muda Terancam Cuci Darah

Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?

Jangan menunggu hingga keluhan membaik sendiri jika Anda atau orang di sekitar mengalami tanda-tanda berikut:

  • Nyeri dada berlangsung lebih dari 10 menit.
  • Nyeri terasa seperti ditekan atau dihimpit benda berat.
  • Nyeri menjalar ke lengan, bahu, leher, rahang, atau punggung.
  • Sesak napas.
  • Keringat dingin.
  • Mual atau muntah.
  • Pusing atau hampir pingsan.

Segera pergi ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) atau hubungi layanan darurat setempat. Penanganan yang cepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius, termasuk serangan jantung.

Cara Menurunkan Risiko Angin Duduk

Meskipun tidak semua faktor risiko dapat dikendalikan, Anda dapat menjaga kesehatan jantung melalui gaya hidup sehat.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  • Berhenti merokok.
  • Berolahraga secara rutin minimal 150 menit setiap minggu.
  • Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
  • Membatasi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Mengontrol tekanan darah, gula darah, dan kolesterol secara berkala.
  • Tidur yang cukup setiap malam.
  • Mengelola stres dengan baik.

Pola hidup sehat tidak hanya menurunkan risiko penyakit jantung, tetapi juga membantu menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Jangan Menganggap Semua Nyeri Dada sebagai Masuk Angin

Masih banyak orang yang menganggap semua nyeri dada sebagai masuk angin. Akibatnya, mereka hanya beristirahat atau mengonsumsi jamu tanpa mencari pertolongan medis.

Padahal, nyeri dada akibat angina memerlukan pemeriksaan dokter untuk mengetahui penyebabnya. Dokter dapat melakukan wawancara medis, pemeriksaan fisik, rekam jantung (EKG), tes darah, hingga pemeriksaan penunjang lain bila diperlukan.

Semakin cepat dokter menemukan penyebabnya, semakin besar peluang untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

Kesimpulan

sumber foto: familyfx.co.id

Masuk angin dan angin duduk merupakan dua kondisi yang berbeda. Masuk angin bukan penyakit medis, melainkan kumpulan keluhan seperti perut kembung, badan pegal, dan meriang yang umumnya membaik setelah istirahat dan memenuhi kebutuhan cairan.

Sebaliknya, angin duduk atau angina terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung. Kondisi ini sering menimbulkan nyeri dada yang terasa berat, sesak napas, keringat dingin, atau nyeri yang menjalar ke lengan, leher, rahang, maupun punggung. Angina memerlukan penanganan medis segera karena dapat menjadi tanda penyakit jantung koroner atau serangan jantung.

Jangan abaikan nyeri dada yang berlangsung lebih dari 10 menit, terutama jika disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau nyeri yang menjalar. Segera datang ke IGD atau hubungi layanan darurat agar tenaga medis dapat memberikan penanganan secepat mungkin. Mengenali perbedaan kedua kondisi ini dapat membantu Anda mengambil langkah yang tepat dan mencegah risiko yang lebih serius. (rull)

Berita Terkait

Waspada! Hindari Kebiasaan Ini Saat Tidur, Terutama bagi Wanita
Coba Konsumsi Makanan Ini Saat Tubuh Mengalami Keluhan, Bisa Membantu Mendukung Proses Pemulihan
Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dikupas Sebelum Dikonsumsi, Kandungan Gizinya Ternyata Lebih Banyak
Manfaat Tidur Miring ke Kanan untuk Kesehatan, Benarkah Lebih Baik?
Arti Warna Lidah dan Kaitannya dengan Kesehatan: Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Buah yang Cocok Dijadikan Jus: Pilihan Segar, Bergizi, dan Baik untuk Kesehatan
Sayuran yang Sering Anda Makan Ternyata Menyimpan Banyak Manfaat untuk Kesehatan
Jangan Anggap Sepele Sakit Perut! Kenali Arti Nyeri Berdasarkan Lokasinya dan Kapan Harus ke Dokter

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Sering Dianggap Sama, Ternyata Masuk Angin dan Angin Duduk Sangat Berbeda

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 18:00 WIB

Waspada! Hindari Kebiasaan Ini Saat Tidur, Terutama bagi Wanita

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Coba Konsumsi Makanan Ini Saat Tubuh Mengalami Keluhan, Bisa Membantu Mendukung Proses Pemulihan

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dikupas Sebelum Dikonsumsi, Kandungan Gizinya Ternyata Lebih Banyak

Jumat, 7 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Manfaat Tidur Miring ke Kanan untuk Kesehatan, Benarkah Lebih Baik?

Berita Terbaru