Nafsu Makan Mendadak Turun? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

- Penulis

Selasa, 22 September 2026 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sumber foto:images.genpi.co

sumber foto:images.genpi.co

Alamorganik.com-Nafsu makan yang tiba-tiba menurun bisa membuat seseorang merasa heran. Padahal sebelumnya makan seperti biasa, tetapi mendadak makanan terasa kurang menarik. Bahkan, melihat makanan saja terkadang tidak menimbulkan keinginan untuk makan.

Kondisi seperti ini cukup umum dan tidak selalu menandakan masalah kesehatan yang serius. Tubuh dapat mengalami penurunan nafsu makan ketika sedang menghadapi infeksi, kelelahan, stres, gangguan pencernaan, atau perubahan kondisi tertentu.

Namun, Anda tetap perlu memperhatikan durasi dan gejala lain yang muncul bersamaan. Nafsu makan yang menurun selama satu atau dua hari tentu berbeda dengan kondisi yang berlangsung berminggu-minggu dan disertai penurunan berat badan.

Karena itu, penting untuk mengenali penyebabnya dan mengetahui kapan Anda perlu mencari pertolongan medis.

Apa Itu Nafsu Makan Menurun?

sumber foto: ilustrasi

Nafsu makan merupakan dorongan atau keinginan seseorang untuk mengonsumsi makanan. Kondisi ini dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk kondisi tubuh, emosi, hormon, aktivitas, kebiasaan tidur, hingga obat-obatan yang dikonsumsi.

Ketika nafsu makan menurun, seseorang bisa merasa tidak lapar seperti biasanya. Sebagian orang masih mampu makan tetapi porsinya berkurang. Sementara itu, orang lain mungkin melewatkan waktu makan karena sama sekali tidak tertarik pada makanan.

Penurunan nafsu makan juga dapat muncul sementara. Setelah kondisi yang menjadi pemicunya membaik, keinginan untuk makan biasanya dapat kembali secara bertahap.

Meski demikian, Anda sebaiknya tidak mengabaikan kondisi yang berlangsung lama, terutama jika tubuh mulai kekurangan asupan makanan dan berat badan terus menurun.

Penyebab Nafsu Makan Tiba-Tiba Turun

Ada berbagai kondisi yang dapat menyebabkan nafsu makan menurun. Berikut beberapa penyebab yang cukup sering terjadi.

1. Tubuh Sedang Mengalami Infeksi

Ketika tubuh melawan infeksi, nafsu makan dapat ikut berubah. Flu, demam, infeksi saluran pencernaan, dan beberapa jenis infeksi lainnya dapat membuat seseorang kehilangan selera makan.

Demam juga dapat membuat tubuh terasa lemas. Kondisi tersebut sering membuat seseorang lebih memilih beristirahat daripada makan.

Selain itu, infeksi saluran pernapasan dapat mengganggu penciuman atau membuat tenggorokan terasa tidak nyaman. Akibatnya, makanan yang biasanya menggugah selera dapat terasa kurang menarik.

Jika penurunan nafsu makan muncul bersamaan dengan sakit ringan dan kemudian membaik ketika tubuh pulih, Anda dapat memantau kondisi tersebut sambil menjaga asupan cairan dan makanan.

2. Stres dan Banyak Pikiran

Tidak hanya kondisi fisik, keadaan emosional juga dapat memengaruhi nafsu makan.

Saat menghadapi tekanan pekerjaan, masalah keluarga, persoalan keuangan, atau situasi lain yang membuat pikiran terbebani, sebagian orang justru kehilangan selera makan.

Stres dapat memengaruhi berbagai fungsi tubuh, termasuk sistem pencernaan dan pola makan. Sebagian orang mengalami penurunan nafsu makan, sedangkan sebagian lainnya justru makan lebih banyak ketika mengalami tekanan.

Jika stres menjadi pemicunya, cobalah memperbaiki rutinitas sehari-hari. Luangkan waktu untuk beristirahat, melakukan aktivitas ringan, berbicara dengan orang yang dipercaya, dan menjaga jadwal makan.

3. Kurang Tidur dan Kelelahan

Tubuh membutuhkan tidur yang cukup untuk menjalankan berbagai fungsi dengan baik. Kurang tidur dapat membuat tubuh terasa lelah dan mengganggu rutinitas harian, termasuk pola makan.

Seseorang yang terlalu lelah terkadang memilih melewatkan sarapan atau makan siang karena tidak memiliki energi untuk menyiapkan makanan.

Jika kondisi ini berlangsung berulang, pola makan dapat ikut berantakan. Karena itu, selain memperhatikan makanan, usahakan menjaga jadwal tidur yang teratur.

Baca Juga :  Bunga Pepaya Gantung Bisa Jadi Obat Alami, Ini Manfaat dan Cara Mengolahnya

4. Efek Samping Obat

Beberapa obat dapat menyebabkan perubahan nafsu makan sebagai efek samping. Kondisi ini dapat terjadi pada obat tertentu dan setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda.

Jika nafsu makan menurun setelah Anda mulai mengonsumsi obat baru, jangan langsung menghentikan obat tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Catat perubahan yang terjadi dan sampaikan kepada tenaga kesehatan. Dokter dapat menilai apakah keluhan tersebut berkaitan dengan obat atau terdapat penyebab lain.

5. Gangguan Pencernaan

Masalah pencernaan juga sering membuat seseorang tidak berselera makan.

Mual, sembelit, rasa tidak nyaman pada perut, keluhan maag, atau gejala refluks asam lambung dapat membuat aktivitas makan terasa tidak menyenangkan.

Misalnya, seseorang yang mengalami mual mungkin merasa sulit melihat atau mencium makanan. Begitu pula orang yang mengalami rasa perih atau tidak nyaman setelah makan dapat menjadi lebih enggan untuk makan.

Pada kondisi seperti ini, pilih makanan yang lebih mudah diterima tubuh dan hindari makanan yang terbukti memperburuk keluhan.

Jika keluhan pencernaan terus berulang, sebaiknya konsultasikan dengan tenaga kesehatan untuk mengetahui penyebabnya.

6. Terlalu Banyak Mengonsumsi Kafein

Kopi dan minuman berkafein dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari. Namun, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat memengaruhi tubuh pada sebagian orang.

Kafein dapat membuat seseorang merasa lebih kenyang untuk sementara atau mengganggu pola makan, terutama jika seseorang mengganti waktu makan dengan minuman berkafein.

Selain itu, konsumsi kafein terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kualitas tidur. Kurang tidur kemudian dapat memengaruhi pola makan pada hari berikutnya.

Karena itu, tetap perhatikan jumlah kafein yang Anda konsumsi dan jangan menjadikannya pengganti makanan.

7. Masalah Gigi dan Mulut

Sakit gigi, sariawan, gusi bermasalah, atau luka di dalam mulut dapat membuat aktivitas makan terasa menyakitkan.

Seseorang mungkin sebenarnya merasa lapar, tetapi memilih tidak makan karena takut merasakan nyeri saat mengunyah atau menelan.

Jika masalah gigi atau mulut menjadi penyebabnya, atasi sumber masalah tersebut. Konsultasikan dengan dokter gigi jika nyeri tidak membaik atau mengganggu aktivitas makan.

Sambil menunggu pemeriksaan, Anda dapat memilih makanan dengan tekstur yang lebih lembut dan mudah dikunyah jika makanan tersebut lebih nyaman dikonsumsi.

Perubahan Hormon dan Kondisi Medis

Penurunan nafsu makan juga dapat berkaitan dengan perubahan hormon atau kondisi kesehatan tertentu.

Gangguan pada fungsi tiroid, misalnya, dapat menimbulkan berbagai perubahan pada tubuh. Penyakit kronis tertentu juga dapat memengaruhi selera makan, energi, dan berat badan.

Namun, Anda tidak dapat menentukan penyebab hanya berdasarkan satu gejala. Nafsu makan yang menurun tidak otomatis berarti seseorang mengalami penyakit tertentu.

Jika keluhan berlangsung lama atau muncul bersama gejala lain, dokter dapat melakukan pemeriksaan untuk mencari penyebab yang mendasarinya.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Nafsu Makan Menurun?

Jika penurunan nafsu makan baru terjadi dan tidak disertai tanda bahaya, Anda dapat melakukan beberapa langkah sederhana.

Tetap Cukupi Kebutuhan Cairan

Saat tidak berselera makan, jangan sampai asupan cairan ikut berkurang. Minumlah air secara teratur sesuai kebutuhan tubuh.

Jika sedang mengalami muntah atau diare, kebutuhan cairan perlu mendapat perhatian lebih karena tubuh dapat kehilangan cairan lebih banyak.

Makan dalam Porsi Kecil

Jangan memaksakan satu porsi besar ketika selera makan sedang turun.

Baca Juga :  Kulit Glowing, Awet Muda, dan Hemat! Rahasia Wanita Cerdas

Cobalah makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering. Cara ini dapat membantu tubuh tetap mendapatkan energi tanpa membuat Anda merasa terlalu penuh.

Pilih makanan yang biasanya mudah Anda terima dan memiliki kandungan gizi yang cukup.

Pilih Makanan yang Bergizi

Ketika porsi makan berkurang, kualitas makanan menjadi semakin penting.

Pilih sumber protein, karbohidrat, sayuran, buah, serta lemak sehat dalam jumlah yang sesuai. Anda tidak harus langsung menghabiskan porsi besar.

Misalnya, Anda dapat memilih telur, ikan, ayam, tahu, tempe, sup, bubur, buah, atau makanan lain yang sesuai dengan kondisi tubuh.

Jangan Mengandalkan Kopi untuk Mengganti Makan

Kopi mungkin membuat tubuh terasa lebih segar untuk sementara, tetapi minuman berkafein bukan pengganti makanan.

Tetap usahakan mengonsumsi makanan secara teratur meskipun porsinya lebih kecil.

Istirahat yang Cukup

Jika penurunan nafsu makan muncul bersama kelelahan, berikan tubuh kesempatan untuk beristirahat.

Perbaiki jadwal tidur dan kurangi aktivitas yang tidak terlalu penting untuk sementara. Ketika kondisi tubuh membaik, nafsu makan sering kali ikut kembali.

Kapan Nafsu Makan Turun Perlu Diperiksa?

Ilustrasi anak tidak nafsu makan. (Foto: GenPI.cop

Tidak semua penurunan nafsu makan membutuhkan pemeriksaan segera. Namun, Anda perlu lebih waspada jika kondisi tersebut berlangsung terus-menerus atau semakin berat.

Periksakan diri ke dokter jika nafsu makan terus menurun selama lebih dari satu hingga dua minggu, terutama jika kondisi tersebut tidak menunjukkan perbaikan.

Anda juga perlu mencari pertolongan medis jika penurunan nafsu makan disertai berat badan turun tanpa disengaja.

Selain itu, jangan menunda pemeriksaan jika muncul gejala seperti muntah terus-menerus, sulit menelan, nyeri hebat, demam berkepanjangan, tubuh sangat lemas, atau perubahan kondisi lain yang mengkhawatirkan.

Pada anak-anak, lansia, atau orang yang memiliki penyakit tertentu, perubahan pola makan juga perlu mendapat perhatian lebih karena kebutuhan nutrisi dan risiko komplikasinya dapat berbeda.

Jangan Langsung Menganggap Nafsu Makan Turun sebagai Penyakit Tertentu

Nafsu makan yang tiba-tiba turun memiliki banyak kemungkinan penyebab. Kondisi ringan seperti kelelahan, stres, kurang tidur, atau sedang mengalami infeksi dapat memengaruhi selera makan.

Di sisi lain, gangguan pencernaan, efek obat, masalah gigi, perubahan hormon, maupun kondisi medis tertentu juga dapat berperan.

Karena penyebabnya beragam, hindari mendiagnosis diri sendiri hanya berdasarkan gejala tersebut.

Perhatikan kapan keluhan mulai muncul, berapa lama berlangsung, makanan yang masih dapat diterima, serta gejala lain yang menyertainya. Informasi tersebut dapat membantu tenaga kesehatan menilai kondisi dengan lebih tepat.

Kesimpulan

sumber foto:cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Nafsu makan yang tiba-tiba menurun dapat terjadi karena berbagai faktor, mulai dari tubuh yang sedang sakit, stres, kurang tidur, kelelahan, efek obat, gangguan pencernaan, hingga masalah gigi dan mulut.

Jika keluhan baru muncul dan kondisi tubuh secara umum masih baik, Anda dapat mencoba mencukupi cairan, makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, memilih makanan bergizi, serta memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat.

Namun, jangan mengabaikan penurunan nafsu makan yang berlangsung lama. Terlebih jika kondisi tersebut menyebabkan berat badan turun tanpa disengaja atau muncul bersama gejala seperti muntah terus-menerus, sulit menelan, nyeri hebat, demam berkepanjangan, dan tubuh sangat lemas.

Dengan memperhatikan durasi, gejala penyerta, serta perubahan kondisi tubuh, Anda dapat menentukan kapan cukup melakukan pemantauan dan kapan perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. (rull)

Berita Terkait

8 Kebiasaan Buruk yang Bisa Mengganggu Kesehatan
Sering Perih di Ulu Hati? Coba Rebusan Lidah Buaya Ini
Resep Lidah Buaya untuk Rambut agar Tetap Sehat
Nafsu Makan Tiba-Tiba Turun? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya
Minyak Kemiri untuk Ketombe: Potensi Manfaat dan Cara Menggunakannya
Batang Pisang Bukan Sekadar Limbah, Airnya Bisa Dimanfaatkan dengan Cara Ini
Ingin Kulit Tetap Terawat? Kenali Potensi Seduhan Bunga Melati
Resep Kunyit dan Madu untuk Demam Anak, Aman untuk Bayi di Bawah 1 Tahun?

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 22:02 WIB

Nafsu Makan Mendadak Turun? Kenali Penyebab dan Cara Mengatasinya

Selasa, 22 September 2026 - 06:02 WIB

8 Kebiasaan Buruk yang Bisa Mengganggu Kesehatan

Senin, 21 September 2026 - 15:02 WIB

Sering Perih di Ulu Hati? Coba Rebusan Lidah Buaya Ini

Senin, 21 September 2026 - 12:02 WIB

Resep Lidah Buaya untuk Rambut agar Tetap Sehat

Senin, 7 September 2026 - 22:02 WIB

Nafsu Makan Tiba-Tiba Turun? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Berita Terbaru

Pertanian

Mau Daun Gedi Tumbuh Rimbun? Ini Cara Tanam dan Perawatannya

Selasa, 22 Sep 2026 - 20:52 WIB

Kesehatan

8 Kebiasaan Buruk yang Bisa Mengganggu Kesehatan

Selasa, 22 Sep 2026 - 06:02 WIB