Fermentasi Rumput Gajah dengan EM4, Pakan Awet dan Bernutrisi

- Penulis

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Rumput gajah menjadi salah satu hijauan pakan utama untuk ternak ruminansia seperti sapi, kambing, dan domba. Peternak dapat membudidayakan tanaman ini dengan mudah karena memiliki produktivitas tinggi dan mampu menghasilkan biomassa dalam jumlah besar. Namun, rumput gajah segar cepat layu dan kualitasnya mudah menurun jika peternak tidak segera memberikannya kepada ternak.

Kondisi tersebut sering menjadi kendala, terutama saat musim kemarau. Produksi hijauan menurun drastis sehingga peternak kesulitan menyediakan pakan dalam jumlah yang cukup. Akibatnya, pertumbuhan ternak melambat, produksi susu menurun, bahkan kesehatan ternak ikut terganggu.

Kini semakin banyak peternak memanfaatkan fermentasi rumput gajah menggunakan EM4 Peternakan sebagai solusi. Teknologi sederhana ini mampu meningkatkan kualitas pakan sekaligus memperpanjang masa simpan hijauan tanpa mengurangi kandungan nutrisinya secara signifikan.

Proses fermentasi juga tidak membutuhkan peralatan yang rumit. Karena itu, peternak skala kecil maupun besar dapat menerapkan metode ini dengan mudah.

Mengapa Rumput Gajah Perlu Difermentasi?

sumber foto: live.staticflickr.com

Rumput gajah sebenarnya sudah memiliki kandungan serat dan nutrisi yang cukup baik sebagai sumber pakan ruminansia. Namun, seiring bertambahnya umur tanaman, kandungan serat kasarnya meningkat sehingga menjadi lebih sulit dicerna oleh mikroba di dalam rumen.

Melalui proses fermentasi, mikroorganisme baik akan membantu menguraikan sebagian serat kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana. Hasilnya, rumput menjadi lebih lunak, lebih mudah dicerna, dan lebih disukai oleh ternak.

Selain itu, fermentasi menciptakan kondisi anaerob atau tanpa oksigen yang mampu menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk dan jamur. Dengan demikian, rumput gajah dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama dibandingkan hijauan segar.

Bagi peternak, hal ini menjadi keuntungan besar karena mereka dapat memanen rumput dalam jumlah banyak saat musim hujan, kemudian menyimpannya sebagai stok pakan untuk musim kemarau.

Mengenal EM4 Peternakan

EM4 Peternakan merupakan larutan yang mengandung berbagai mikroorganisme menguntungkan seperti bakteri asam laktat, bakteri fotosintetik, ragi, dan aktinomisetes.

Mikroorganisme tersebut bekerja secara alami dalam proses fermentasi. Mereka menghasilkan asam organik yang menurunkan tingkat keasaman (pH), sehingga mikroba pembusuk tidak dapat berkembang.

Selain membantu proses pengawetan, EM4 juga berperan dalam meningkatkan kualitas nutrisi pakan. Fermentasi membuat nutrisi lebih mudah dimanfaatkan oleh mikroba rumen sehingga proses pencernaan berlangsung lebih efisien.

Tidak heran jika penggunaan EM4 Peternakan kini semakin populer di kalangan peternak sapi potong, sapi perah, kambing, maupun domba.

Keunggulan Fermentasi Rumput Gajah

Fermentasi memberikan berbagai manfaat yang tidak hanya dirasakan oleh ternak, tetapi juga oleh peternak.

Beberapa keuntungan utama antara lain:

  • Pakan dapat disimpan selama beberapa bulan apabila wadah tetap kedap udara.
  • Aroma menjadi lebih harum menyerupai tape sehingga meningkatkan palatabilitas atau tingkat kesukaan ternak terhadap pakan.
  • Tekstur rumput menjadi lebih lunak sehingga mudah dikunyah.
  • Risiko kehilangan nutrisi akibat pembusukan menjadi lebih kecil.
  • Peternak memiliki cadangan pakan saat musim kemarau.
  • Efisiensi penggunaan hijauan meningkat karena lebih sedikit pakan yang terbuang.

Dengan berbagai keunggulan tersebut, fermentasi menjadi salah satu teknologi pakan yang paling ekonomis untuk diterapkan.

Bahan Membuat Fermentasi Rumput Gajah

Sebelum memulai proses fermentasi, siapkan seluruh bahan yang diperlukan.

Bahan-bahan yang dibutuhkan meliputi:

  • 100 kilogram rumput gajah segar.
  • 100 mililiter EM4 Peternakan.
  • 100 mililiter molase atau gula merah yang telah dilarutkan.
  • 10 liter air bersih.
  • Drum plastik, tong, silo, atau wadah lain yang kedap udara.
Baca Juga :  White Leghorn, Ayam Petelur Super Produktif yang Jadi Andalan Peternak

Gunakan rumput gajah yang masih segar dan tidak tercampur gulma maupun tanaman beracun agar hasil fermentasi memiliki kualitas terbaik.

Cara Membuat Pakan Fermentasi Rumput Gajah

Proses pembuatan fermentasi sebenarnya cukup sederhana. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan bahan dan memastikan wadah benar-benar tertutup rapat.

1. Potong Rumput Gajah

Potong rumput gajah sepanjang sekitar 2 hingga 5 sentimeter menggunakan mesin pencacah atau sabit.

Ukuran yang lebih pendek akan memudahkan proses pencampuran sekaligus membantu mikroorganisme bekerja lebih optimal karena luas permukaan rumput menjadi lebih besar.

2. Siapkan Larutan Fermentasi

Campurkan EM4 Peternakan dengan molase atau gula merah cair ke dalam 10 liter air bersih.

Aduk hingga seluruh bahan tercampur merata.

Molase berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme sehingga proses fermentasi berlangsung lebih cepat dan stabil.

3. Siram Larutan ke Rumput

Siramkan larutan fermentasi secara perlahan ke seluruh potongan rumput sambil diaduk.

Pastikan semua bagian rumput terkena larutan secara merata.

Kelembapan bahan sangat penting. Rumput sebaiknya terasa lembap ketika digenggam, tetapi tidak sampai mengeluarkan air.

Apabila terlalu basah, risiko pembusukan akan meningkat. Sebaliknya, jika terlalu kering, proses fermentasi menjadi kurang maksimal.

4. Masukkan ke Dalam Wadah

Masukkan rumput sedikit demi sedikit ke dalam drum plastik atau silo.

Setiap lapisan harus dipadatkan menggunakan kaki atau alat pemadat agar udara keluar sebanyak mungkin.

Keberadaan oksigen dapat memicu pertumbuhan jamur sehingga proses fermentasi gagal.

5. Tutup Rapat

Setelah wadah penuh, tutup rapat hingga benar-benar kedap udara.

Jangan membuka wadah selama masa fermentasi berlangsung karena masuknya udara dapat mengganggu aktivitas mikroorganisme.

6. Simpan Selama 14–21 Hari

Letakkan wadah di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.

Biarkan proses fermentasi berlangsung selama 14 hingga 21 hari.

Semakin stabil suhu penyimpanan, semakin baik kualitas fermentasi yang dihasilkan.

Cara Mengetahui Fermentasi Berhasil

Tidak semua fermentasi menghasilkan pakan berkualitas baik. Oleh karena itu, peternak perlu mengenali tanda-tanda fermentasi yang berhasil.

Beberapa cirinya antara lain:

Aroma Harum

Pakan mengeluarkan aroma segar menyerupai tape atau asam manis.

Aroma tersebut menunjukkan bahwa bakteri asam laktat berkembang dengan baik.

Warna Hijau Kekuningan

Rumput biasanya berubah menjadi hijau kekuningan atau hijau kecokelatan muda.

Perubahan warna ini masih tergolong normal selama tidak berubah menjadi hitam pekat.

Tidak Berjamur

Permukaan rumput harus bebas dari jamur berwarna putih, hijau, maupun hitam.

Jamur menandakan adanya udara yang masuk ke dalam wadah atau kadar air yang terlalu tinggi.

Tekstur Lebih Lunak

Rumput terasa lebih lunak dibandingkan sebelum difermentasi sehingga lebih mudah dikunyah oleh ternak.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Peternak

sumber foto: doyan-masak.com/

Meskipun proses fermentasi tergolong mudah, beberapa kesalahan masih sering terjadi.

Kesalahan tersebut di antaranya:

  • Rumput terlalu basah sehingga mudah membusuk.
  • Wadah tidak benar-benar kedap udara.
  • Rumput tidak dipadatkan saat dimasukkan ke dalam silo.
  • Dosis EM4 terlalu sedikit atau terlalu banyak.
  • Membuka wadah sebelum masa fermentasi selesai.

Menghindari kesalahan tersebut akan meningkatkan peluang memperoleh hasil fermentasi yang berkualitas.

Cara Memberikan Pakan Fermentasi kepada Ternak

Sebaiknya peternak tidak langsung memberikan pakan fermentasi dalam jumlah besar, terutama jika ternak belum pernah mengonsumsinya.

Lakukan adaptasi secara bertahap selama beberapa hari agar ternak dapat menyesuaikan diri dengan pakan baru.

Baca Juga :  Hemat Biaya Pakan! Ini Tips Membuat Fermentasi Batang Jagung untuk Ternak

Pada tahap awal, campurkan sekitar 20–30 persen pakan fermentasi dengan hijauan segar. Setelah ternak mulai terbiasa, peternak dapat meningkatkan porsinya sesuai kebutuhan.

Sebelum menyajikan pakan, angin-anginkan terlebih dahulu selama sekitar 10–15 menit agar aroma fermentasi yang cukup tajam sedikit berkurang.

Pastikan pula ternak selalu mendapatkan air minum bersih setiap saat.

Manfaat Fermentasi Rumput Gajah bagi Ternak Ruminansia

Penggunaan rumput gajah fermentasi memberikan banyak manfaat bagi performa ternak.

Meningkatkan Kecernaan Pakan

Serat yang telah mengalami proses fermentasi lebih mudah diurai oleh mikroba rumen sehingga penyerapan nutrisi menjadi lebih optimal.

Menambah Nafsu Makan

Aroma asam segar hasil fermentasi membuat sapi, kambing, maupun domba lebih lahap saat makan.

Peningkatan konsumsi pakan akan berdampak positif terhadap pertumbuhan ternak.

Menjaga Kesehatan Mikroba Rumen

Fermentasi membantu menyediakan kondisi yang mendukung aktivitas mikroba rumen.

Mikroba yang sehat akan bekerja lebih efektif dalam mencerna serat dan menghasilkan energi bagi ternak.

Mengurangi Limbah Pakan

Rumput fermentasi memiliki tekstur yang lebih lunak dan lebih disukai ternak sehingga sisa pakan menjadi lebih sedikit.

Hal ini membuat penggunaan hijauan menjadi lebih efisien.

Mendukung Pertambahan Bobot Badan

Konsumsi pakan yang meningkat dan proses pencernaan yang lebih baik akan membantu mempercepat pertumbuhan bobot badan ternak.

Bagi peternak sapi potong maupun kambing pedaging, kondisi ini tentu memberikan keuntungan ekonomi yang lebih besar.

Menjadi Cadangan Pakan Saat Musim Kemarau

Manfaat paling penting adalah tersedianya stok pakan sepanjang tahun.

Peternak tidak lagi bergantung sepenuhnya pada ketersediaan hijauan segar sehingga produktivitas ternak tetap terjaga meskipun musim kemarau berlangsung cukup panjang.

Tips Agar Fermentasi Selalu Berhasil

Untuk mendapatkan hasil fermentasi berkualitas tinggi, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Pertama, gunakan rumput gajah yang masih segar dan belum terlalu tua. Rumput yang terlalu tua memiliki kandungan serat kasar lebih tinggi sehingga hasil fermentasi kurang optimal.

Kedua, gunakan wadah yang benar-benar kedap udara. Semakin sedikit oksigen yang masuk, semakin baik proses fermentasi berlangsung.

Ketiga, jaga kebersihan alat dan bahan agar tidak tercemar mikroorganisme pembusuk.

Keempat, perhatikan kadar air. Rumput yang terlalu basah lebih mudah mengalami pembusukan, sedangkan rumput yang terlalu kering akan memperlambat fermentasi.

Terakhir, simpan silo atau drum di tempat teduh dengan suhu yang relatif stabil agar aktivitas mikroorganisme tetap optimal.

Kesimpulan

sumber foto: ternakduit.net

Fermentasi rumput gajah menggunakan EM4 Peternakan merupakan teknologi sederhana yang memberikan banyak manfaat bagi peternak ruminansia. Selain meningkatkan kualitas nutrisi dan kecernaan pakan, metode ini juga mampu memperpanjang masa simpan hijauan sehingga menjadi solusi efektif menghadapi keterbatasan pakan saat musim kemarau.

Peternak hanya perlu menyiapkan rumput gajah, EM4 Peternakan, molase, air bersih, serta wadah kedap udara untuk memulai proses fermentasi. Dengan mengikuti setiap tahapan fermentasi secara benar, peternak dapat menghasilkan pakan berkualitas yang mengeluarkan aroma harum, bebas jamur, memiliki tekstur lebih lunak, serta menarik minat sapi, kambing, dan domba untuk mengonsumsinya.

Penerapan fermentasi secara rutin tidak hanya membantu menjaga kesehatan ternak dan meningkatkan efisiensi pakan, tetapi juga berpotensi mendukung pertambahan bobot badan serta produktivitas usaha peternakan secara keseluruhan. Oleh karena itu, fermentasi rumput gajah layak menjadi salah satu strategi penting dalam manajemen pakan modern bagi peternak ruminansia. (rull)

Berita Terkait

Jangan Salah Pilih! Pakan Basah atau Pakan Kering, Mana yang Bikin Ayam Lebih Cepat Gemuk?
Bukan Cuma Jagung! 4 Sayuran Ini Bagus untuk Pertumbuhan dan Vitalitas Ayam
Ingin Lele Cepat Panen? Gunakan EM4 untuk Menjaga Kualitas Air Kolam Terpal
EM4, Solusi Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan Ternak
Jangan Salah Pilih! Kenali 5 Jenis Telur Ayam dan Manfaatnya untuk Kesehatan.
Jangan Buang Air Cucian Beras! Bisa Jadi Probiotik Murah untuk Menjaga Kesehatan Ayam
Ayam Sering Diare Putih? Ini Tanda Bahaya yang Harus Segera Ditangani
Manfaat Gula Merah untuk Ayam: Suplemen Alami Penambah Stamina dan Daya Tahan Tubuh

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 06:02 WIB

Fermentasi Rumput Gajah dengan EM4, Pakan Awet dan Bernutrisi

Rabu, 1 Juli 2026 - 22:02 WIB

Jangan Salah Pilih! Pakan Basah atau Pakan Kering, Mana yang Bikin Ayam Lebih Cepat Gemuk?

Rabu, 1 Juli 2026 - 06:02 WIB

Bukan Cuma Jagung! 4 Sayuran Ini Bagus untuk Pertumbuhan dan Vitalitas Ayam

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:02 WIB

Ingin Lele Cepat Panen? Gunakan EM4 untuk Menjaga Kualitas Air Kolam Terpal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 18:00 WIB

EM4, Solusi Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Pencernaan Ternak

Berita Terbaru

Peternakan

Fermentasi Rumput Gajah dengan EM4, Pakan Awet dan Bernutrisi

Rabu, 8 Jul 2026 - 06:02 WIB

Pertanian

Langkah Mudah Budidaya Selada di Pekarangan Rumah

Jumat, 3 Jul 2026 - 18:02 WIB