Menjaga Cabai Tetap Sehat Secara Alami dengan Jadam Sulfur

- Penulis

Kamis, 13 November 2025 - 22:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Cabai merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang banyak dibudidayakan oleh petani. Namun, tanaman cabai rentan terhadap serangan hama dan penyakit, terutama pada musim hujan. Penggunaan pestisida kimia yang berlebihan untuk mengatasinya sering kali menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan manusia, serta menurunkan kesuburan tanah.

Salah satu alternatif alami yang kini mulai populer di kalangan petani organik adalah Jadam Sulfur, yakni larutan sulfur alami hasil fermentasi yang berfungsi sebagai pestisida dan fungisida nabati.

Tanaman cabai (Capsicum spp.) merupakan tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan permintaan pasar yang stabil. Namun, produktivitas cabai sering terhambat akibat serangan hama seperti trips, kutu daun, tungau, serta penyakit jamur seperti antraknosa dan busuk batang.

Selama ini, sebagian besar petani masih mengandalkan pestisida kimia sintetis untuk mengendalikan hama dan penyakit tersebut. Walau hasilnya cepat, penggunaan bahan kimia dalam jangka panjang dapat menyebabkan ketergantungan, menurunkan kualitas tanah, serta membahayakan organisme non-target.

Sebagai solusi, banyak petani organik kini beralih ke metode alami. Salah satu teknologi sederhana namun efektif yang berasal dari Korea adalah Jadam Organic Farming (JOF). Salah satu komponennya adalah Jadam Sulfur (JS) cairan hasil fermentasi yang mengandung sulfur aktif dan memiliki kemampuan kuat dalam mengendalikan jamur serta hama serangga.

Apa Itu Jadam Sulfur?

sumber foto: tanilink.com

Jadam Sulfur (JS) adalah larutan hasil fermentasi bahan-bahan alami yang mengandung sulfur atau belerang sebagai bahan utama. Larutan ini dikembangkan oleh petani organik Korea melalui metode Jadam Organic Farming, yang menekankan pada prinsip kemandirian, kesederhanaan, dan ramah lingkungan.

Berbeda dari pestisida kimia, Jadam Sulfur tidak mengandung bahan sintetis berbahaya. Ia bekerja secara biologis dan kimiawi ringan, membantu petani mengendalikan berbagai jenis jamur, bakteri patogen, dan hama kecil tanpa merusak keseimbangan ekosistem tanah.

Selain itu, pembuatan Jadam Sulfur tergolong murah dan mudah dilakukan, menjadikannya solusi yang ideal untuk petani kecil maupun besar.

Kandungan dan Sifat Jadam Sulfur

Jadam Sulfur mengandung beberapa komponen penting yang mendukung fungsinya sebagai pestisida alami, di antaranya:

  • Sulfur (Belerang): Bekerja sebagai fungisida alami untuk menghambat pertumbuhan jamur seperti Phytophthora, Colletotrichum, dan Fusarium yang sering menyerang cabai.
  • Abu atau alkali alami: Berfungsi menetralkan pH dan membantu proses penguraian sulfur menjadi bentuk yang mudah diserap.
  • Air laut atau air garam alami: Mengandung mineral mikro yang mendukung aktivitas biologis mikroba fermentasi.
  • Bahan fermentasi (daun, umbi, dan mikroorganisme lokal): Membantu mempercepat reaksi kimia alami selama proses pembuatan Jadam Sulfur.
Baca Juga :  Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Kombinasi bahan tersebut menghasilkan cairan berwarna kuning kecokelatan yang memiliki daya fungisida tinggi dan aman digunakan pada tanaman.

Proses Pembuatan Jadam Sulfur

Proses pembuatan Jadam Sulfur cukup sederhana, tetapi perlu ketelitian agar hasil fermentasi stabil dan aman digunakan.

Bahan-bahan yang Diperlukan

  • Belerang (sulfur murni): 1 kg
  • Kapur tohor (CaO): 1 kg
  • Abu dapur atau abu sekam: 500 gram
  • Air bersih atau air laut: 20 liter
  • Wadah logam atau stainless steel (bukan plastik)
  • Alat pengaduk kayu atau bambu

Langkah-langkah Pembuatan

  1. Persiapan Bahan
    Pastikan semua bahan dalam kondisi kering. Hancurkan belerang agar mudah larut.
  2. Pencampuran Awal
    Masukkan air ke dalam wadah logam, panaskan hingga mendidih. Setelah itu, tambahkan kapur tohor sedikit demi sedikit sambil diaduk.
  3. Penambahan Sulfur dan Abu
    Petani memasukkan belerang secara perlahan setelah kapur larut sambil terus mengaduk hingga tercampur rata. Tambahkan abu dapur untuk menyeimbangkan pH.
  4. Proses Fermentasi dan Pemanasan
    Panaskan campuran selama 1–2 jam hingga larutan berubah warna menjadi kekuningan. Biarkan dingin, lalu tutup wadah dan diamkan selama 1–2 hari untuk proses fermentasi alami.
  5. Penyaringan dan Penyimpanan
    Setelah fermentasi selesai, saring cairan dan simpan dalam wadah tertutup rapat. Jadam Sulfur siap digunakan setelah minimal 3 hari penyimpanan.

Cara Penggunaan Jadam Sulfur pada Tanaman Cabai

sumber foto: radarjogja.jawapos.com

Jadam Sulfur digunakan sebagai pestisida alami dan fungisida yang sangat efektif untuk tanaman cabai. Namun, penggunaannya harus sesuai takaran agar tidak merusak daun.

a. Pengenceran

Petani mengencerkan larutan JS terlebih dahulu sebelum menggunakannya,lalu:

  • Campurkan 10–20 ml Jadam Sulfur per 1 liter air bersih.
  • Gunakan air tanpa kaporit (misalnya air sumur atau air hujan).

Petani mengurangi dosis JS pada tanaman muda atau saat cuaca panas agar daun tidak terbakar.

b. Cara Aplikasi

  1. Semprotkan larutan JS pada daun, batang, dan area sekitar akar pada pagi atau sore hari.
  2. Lakukan penyemprotan setiap 5–7 hari sekali selama masa pertumbuhan aktif.
  3. Hentikan pemakaian JS menjelang masa panen (sekitar 7–10 hari sebelumnya) untuk menjaga rasa buah tetap alami.
Baca Juga :  Proses Pembuatan Jakaba dari Dedak dan Manfaatnya: Upaya Menghidupkan Tanah dengan Cara yang Lebih Alami

c. Kombinasi dengan MOL

Petani mencampurkan JS dengan MOL (Mikroorganisme Lokal) dari buah atau sayuran busuk agar hasilnya lebih optimal. Kombinasi ini membantu menjaga keseimbangan mikroba tanah dan memperkuat daya tahan tanaman cabai terhadap penyakit akar.

Manfaat Penggunaan Jadam Sulfur pada Tanaman Cabai

  1. Mengendalikan Jamur dan Penyakit Daun
    JS efektif menekan pertumbuhan jamur penyebab antraknosa, bercak daun, dan busuk buah pada cabai.
  2. Mengusir Hama Serangga Kecil
    Kandungan sulfur dan alkali alami membantu mengusir trips, kutu daun, tungau, serta serangga pengisap daun lainnya.
  3. Meningkatkan Ketahanan Tanaman
    Penggunaan JS secara rutin membantu memperkuat jaringan tanaman cabai, menjadikannya lebih tahan terhadap perubahan cuaca.
  4. Ramah Lingkungan
    Semua bahan JS berasal dari alam, tidak meninggalkan residu berbahaya, dan tidak mengganggu serangga penyerbuk seperti lebah.
  5. Biaya Rendah dan Efisien
    Petani membuat Jadam Sulfur sendiri dengan cara sederhana dan biaya yang jauh lebih murah dibanding menggunakan pestisida kimia.

Tips Keamanan dan Efektivitas

Ilustrasi tanaman cabai.(SHUTTERSTOCK/HUMANNET)
  • Gunakan sarung tangan saat mencampur bahan JS karena sifat alkali bisa sedikit keras di kulit.
  • Jangan menyemprotkan JS pada siang hari saat matahari terik untuk mencegah daun terbakar.
  • Simpan JS di tempat teduh dan tertutup rapat agar daya kerjanya tetap stabil.
  • Penggunaan JS secara berlebihan menimbulkan bercak putih pada daun, sehingga petani perlu menggunakannya dengan dosis seimbang.

Pemanfaatan Jadam Sulfur merupakan langkah nyata menuju pertanian organik yang lebih sehat dan berkelanjutan. Petani mudah menemukan bahan alaminya, membuatnya dengan biaya rendah, dan membuktikan efektivitasnya dalam mengendalikan berbagai penyakit pada tanaman cabai.

Dengan Jadam Sulfur, petani tidak hanya menghemat biaya produksi, tetapi juga ikut menjaga keseimbangan ekosistem dan kualitas tanah. Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa kearifan lokal dan teknologi alami mampu menghadirkan solusi berkelanjutan di tengah tantangan modernisasi pertanian.

Jadam Sulfur bukan sekadar cairan pestisida ia adalah simbol perubahan menuju pertanian yang mandiri, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (rull*)

Berita Terkait

JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan
JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia
Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur
Sisa Tomat Jangan Dibuang, Ini Cara Buat Jadi Pupuk Organik Cair…
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Wednesday Addams Musim Pertama | Teaser Resmi | Netflix
Building a Love of Reading: Tips and Strategies for Encouraging Kids to Develop a Reading Habit
Equity and Access in Indonesian Education: Addressing Disparities

Berita Terkait

Kamis, 13 November 2025 - 22:02 WIB

Menjaga Cabai Tetap Sehat Secara Alami dengan Jadam Sulfur

Rabu, 12 November 2025 - 06:02 WIB

JADAM: Teknologi Pertanian Organik Modern yang Murah, Sederhana, dan Ramah Lingkungan

Senin, 10 November 2025 - 22:02 WIB

JADAM Microbial Solution (JMS): Rahasia Petani Organik untuk Panen Melimpah Tanpa Bahan Kimia

Selasa, 2 September 2025 - 07:28 WIB

Pupuk Terbaik dari Tanaman itu Sendiri: Sayur Menyuburkan Sayur

Kamis, 28 Agustus 2025 - 21:00 WIB

Sisa Tomat Jangan Dibuang, Ini Cara Buat Jadi Pupuk Organik Cair…

Berita Terbaru

Produk Organik

Pengaruh Penggunaan Pupuk Organik terhadap Pertumbuhan Tanaman

Sabtu, 29 Nov 2025 - 18:02 WIB