Alamorganik.com-Puding Oreo bisa menjadi pilihan camilan sederhana untuk keluarga. Perpaduan biskuit Oreo yang renyah dengan tekstur puding yang lembut membuat hidangan ini terasa manis, creamy, dan cocok disajikan dalam keadaan dingin.
Anda tidak perlu menggunakan banyak bahan untuk membuatnya. Resep ini hanya membutuhkan Oreo, Nutrijell plain, susu cair, gula, air, dan sedikit susu kental manis jika ingin menambah rasa creamy.
Proses pembuatannya juga cukup praktis. Anda hanya perlu menghancurkan Oreo, mencampurkan bahan puding, memasaknya hingga mendidih, lalu memasukkan Oreo sebelum menuangkannya ke cetakan.
Agar hasilnya semakin menarik, sisakan sebagian Oreo untuk taburan di permukaan puding. Setelah masuk kulkas selama beberapa jam, puding siap dinikmati sebagai camilan dingin.
Berikut resep puding Oreo yang lembut, creamy, dan mudah dibuat di rumah.
Bahan-Bahan Puding Oreo

Siapkan bahan berikut untuk membuat puding:
- 1 bungkus Oreo ukuran 133 gram
- 1 bungkus Nutrijell rasa plain ukuran 15 gram
- 500 ml susu cair full cream
- 200 ml air
- 80 gram gula pasir
- 2 sendok makan susu kental manis, opsional
Gunakan susu cair full cream untuk mendapatkan rasa yang lebih gurih dan creamy. Jika Anda menyukai rasa manis yang lebih ringan, kurangi takaran gula sesuai selera.
Anda juga bisa menghilangkan susu kental manis. Puding tetap memiliki rasa manis dari gula dan Oreo.
Untuk Hiasan
Sisihkan sedikit Oreo yang sudah Anda hancurkan. Anda bisa menaburkannya di atas puding setelah menuangkan adonan ke cetakan.
Cara sederhana ini membuat tampilan puding lebih menarik tanpa membutuhkan topping tambahan yang mahal.
Pilih Cetakan Sesuai Selera
Sebelum memasak adonan, siapkan cetakan terlebih dahulu. Anda bisa menggunakan satu cetakan besar atau beberapa cetakan kecil.
Cetakan kecil cocok jika Anda ingin menyajikan puding sebagai dessert per porsi. Sementara itu, cetakan besar cocok untuk hidangan keluarga.
Pastikan cetakan sudah bersih dan kering. Letakkan cetakan di tempat yang mudah Anda jangkau agar Anda bisa langsung menuangkan adonan setelah selesai memasak.
Jika Anda ingin puding lebih mudah keluar dari cetakan, gunakan cetakan yang memiliki permukaan licin.
Hancurkan Oreo
Ambil satu bungkus Oreo, kemudian pisahkan sebagian untuk hiasan jika Anda ingin menggunakannya sebagai topping.
Hancurkan Oreo lainnya secara kasar. Anda tidak perlu membuat seluruh biskuit menjadi bubuk.
Potongan Oreo yang masih terlihat akan memberikan tekstur dan tampilan menarik pada puding. Saat Anda menyendok puding, potongan biskuit akan memberikan sensasi berbeda dari tekstur puding yang lembut.
Anda bisa menghancurkan Oreo menggunakan tangan, sendok, atau alat penghancur makanan. Jangan menghancurkannya terlalu halus jika ingin mempertahankan tekstur biskuit.
Setelah selesai, sisihkan Oreo dan lanjutkan dengan membuat adonan puding.
Campurkan Bahan Puding
Siapkan panci berukuran cukup besar. Masukkan 500 ml susu cair full cream, 200 ml air, 80 gram gula pasir, dan satu bungkus Nutrijell plain.
Jika ingin menambahkan rasa manis dan creamy, masukkan juga dua sendok makan susu kental manis.
Aduk seluruh bahan menggunakan whisk atau spatula sampai tercampur rata.
Pastikan Nutrijell tidak menggumpal. Aduk sejak awal agar bubuk Nutrijell menyatu dengan cairan sebelum Anda menyalakan api.
Langkah ini penting karena bubuk yang menggumpal dapat membuat tekstur puding kurang halus.
Masak Adonan hingga Mendidih
Setelah semua bahan tercampur, letakkan panci di atas kompor.
Gunakan api sedang. Aduk adonan secara terus-menerus selama proses memasak.
Jangan meninggalkan adonan tanpa pengawasan. Susu dapat menempel di dasar panci jika Anda jarang mengaduknya.
Terus aduk sampai adonan mendidih. Pastikan seluruh bagian adonan sudah panas dan bahan pengental bekerja dengan baik.
Ketika adonan sudah mendidih, matikan api.
Hindari memasak adonan terlalu lama setelah mendidih karena Anda hanya perlu memastikan Nutrijell larut dan adonan matang dengan baik.
Masukkan Oreo Setelah Api Mati
Setelah mematikan api, masukkan Oreo yang sudah Anda hancurkan kasar.
Aduk perlahan menggunakan spatula atau sendok besar. Pastikan potongan Oreo tersebar di seluruh adonan.
Jangan mengaduk terlalu kuat karena Anda bisa membuat biskuit hancur menjadi terlalu halus. Jika Anda ingin mendapatkan potongan Oreo yang masih terasa ketika menyantap puding, cukup aduk sampai biskuit tercampur rata.
Pada tahap ini, warna adonan juga akan berubah karena bagian krim dan biskuit Oreo bercampur dengan adonan susu.
Aroma cokelat dari Oreo akan semakin terasa.
Tuang ke dalam Cetakan
Setelah Oreo tercampur rata, segera tuangkan adonan ke dalam cetakan yang sudah Anda siapkan.
Tuangkan secara perlahan agar permukaan puding tetap rapi.
Jika muncul gelembung udara di permukaan, Anda bisa mengetuk perlahan bagian bawah atau sisi cetakan. Cara tersebut membantu mengurangi gelembung yang terperangkap di dalam adonan.
Jika Anda menyisakan Oreo untuk topping, tunggu beberapa saat sampai permukaan puding mulai sedikit tenang. Setelah itu, taburkan remahan Oreo di atasnya.
Anda juga bisa langsung menambahkan topping sesuai selera.
Biarkan Uap Panas Hilang
Jangan langsung memasukkan puding panas ke dalam kulkas.
Biarkan cetakan berada pada suhu ruang terlebih dahulu sampai uap panasnya berkurang.
Langkah ini membantu menjaga kondisi kulkas dan menghindari terbentuknya banyak embun pada permukaan puding.
Namun, Anda juga tidak perlu membiarkan puding terlalu lama berada di luar. Setelah uap panas hilang dan suhu puding mulai turun, segera masukkan ke dalam kulkas.
Dinginkan Selama 2-3 Jam

Masukkan puding ke dalam kulkas. Diamkan selama sekitar 2-3 jam atau sampai teksturnya mengeras.
Waktu pendinginan bisa sedikit berbeda tergantung ukuran dan bentuk cetakan.
Cetakan kecil biasanya lebih cepat dingin, sedangkan cetakan besar membutuhkan waktu lebih lama.
Jangan sering membuka dan memindahkan puding selama proses pendinginan. Biarkan puding berada dalam kondisi stabil agar teksturnya terbentuk dengan baik.
Setelah puding mengeras, Anda bisa mengeluarkannya dari cetakan.
Cara Mengeluarkan Puding dari Cetakan
Sebelum membalik puding, pastikan teksturnya sudah benar-benar set.
Jika menggunakan cetakan besar, Anda bisa menggoyangkan cetakan secara perlahan untuk memastikan puding sudah terlepas dari sisi cetakan.
Letakkan piring saji di atas cetakan. Balik cetakan dengan gerakan cepat tetapi tetap hati-hati.
Jika menggunakan cetakan silikon, proses mengeluarkan puding biasanya lebih mudah. Anda hanya perlu menekan bagian bawah cetakan secara perlahan.
Setelah puding berhasil keluar, Anda bisa langsung menyajikannya.
Tips Membuat Puding Oreo Lebih Creamy
Resep dasar ini menggunakan 500 ml susu cair full cream dan 200 ml air. Jika ingin mendapatkan rasa yang lebih creamy, Anda bisa mengubah komposisi cairannya.
Gunakan 700 ml susu cair full cream tanpa tambahan air.
Dengan cara tersebut, rasa susu akan lebih kuat dan tekstur puding terasa lebih creamy.
Anda juga bisa menambahkan susu kental manis sesuai selera. Namun, perhatikan jumlah gula agar puding tidak terasa terlalu manis.
Jika menggunakan susu kental manis, Anda bisa mengurangi sedikit gula pasir dari resep dasar.
Tips agar Oreo Tetap Terasa
Salah satu daya tarik puding Oreo terletak pada potongan biskuitnya.
Karena itu, jangan menghancurkan seluruh Oreo sampai menjadi bubuk. Sisakan beberapa bagian dalam ukuran yang sedikit lebih besar agar teksturnya tetap terasa.
Masukkan Oreo setelah Anda mematikan api. Cara ini membantu menjaga potongan biskuit agar tidak terlalu lama terkena panas.
Anda juga bisa membagi Oreo menjadi dua bagian. Sebagian masuk ke adonan puding, sedangkan sebagian lagi Anda gunakan sebagai topping.
Dengan begitu, Anda mendapatkan rasa Oreo dari dalam sekaligus tampilan Oreo yang lebih jelas di permukaan.
Jangan Langsung Masukkan Puding Panas ke Kulkas
Kesalahan yang sering terjadi saat membuat puding adalah memasukkan adonan yang masih sangat panas langsung ke dalam kulkas.
Sebaiknya, tunggu sampai uap panasnya hilang terlebih dahulu.
Selain membantu menjaga suhu kulkas, cara ini juga membuat proses pendinginan berlangsung lebih baik.
Setelah suhu puding turun, tutup cetakan jika memungkinkan. Kemudian simpan di dalam kulkas sampai teksturnya benar-benar set.
Variasi Puding Oreo
Anda bisa mengembangkan resep ini sesuai selera.
Untuk rasa yang lebih cokelat, tambahkan sedikit bubuk cokelat ke dalam adonan. Anda juga bisa menambahkan cokelat batang yang sudah dilelehkan untuk menghasilkan rasa cokelat yang lebih kuat.
Jika ingin membuat puding dalam porsi individual, gunakan cup kecil. Tuang adonan ke beberapa cup, kemudian tambahkan remahan Oreo sebagai topping.
Anda juga bisa menambahkan lapisan lain, seperti vla vanila atau cokelat. Namun, pastikan lapisan pertama sudah cukup kokoh sebelum menuangkan lapisan berikutnya.
Untuk sajian acara keluarga, Anda bisa menggunakan cetakan besar dan menghias bagian atasnya dengan Oreo utuh, remahan Oreo, atau potongan buah sesuai selera.
Cara Menyimpan Puding Oreo
Simpan puding Oreo di dalam kulkas dalam wadah tertutup atau tutup permukaannya dengan penutup makanan.
Penyimpanan dalam kondisi tertutup membantu menjaga puding dari aroma makanan lain di dalam kulkas.
Sajikan puding dalam keadaan dingin agar teksturnya terasa lebih lembut dan menyegarkan.
Sebaiknya konsumsi puding dalam beberapa hari dan tetap perhatikan kondisi, aroma, serta tampilan puding sebelum menyantapnya.
Puding Oreo, Dessert Praktis untuk Keluarga

Puding Oreo bisa menjadi pilihan tepat ketika Anda ingin membuat camilan manis tanpa proses yang merepotkan. Bahan-bahannya sederhana, langkah pembuatannya mudah, dan Anda bisa menyesuaikan rasa sesuai selera.
Kombinasi susu full cream dan Oreo menghasilkan rasa gurih, manis, dan creamy. Sementara itu, potongan Oreo memberikan tekstur yang membuat puding tidak terasa monoton.
Kunci keberhasilannya terletak pada beberapa hal sederhana. Gunakan pisang? Tidak—untuk resep ini, gunakan susu full cream, larutkan Nutrijell dengan baik, aduk adonan selama memasak, masukkan Oreo setelah api mati, lalu dinginkan sampai set.
Jika ingin hasil yang lebih creamy, gunakan 700 ml susu full cream tanpa air. Untuk tampilan yang lebih menarik, sisakan sebagian Oreo dan taburkan di atas puding.
Dengan langkah sederhana tersebut, Anda bisa menyajikan puding Oreo lembut dan creamy sebagai camilan keluarga, hidangan penutup setelah makan, maupun ide jualan rumahan. (rull)









