Kenapa Perut Berbunyi Walaupun Baru Saja Makan? Ini Penjelasannya

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Pernahkah perut tiba-tiba berbunyi “kruk… kruk…”, padahal Anda baru saja selesai makan? Suara tersebut terkadang muncul cukup keras, terutama saat suasana sedang tenang.

Banyak orang langsung menganggap bunyi perut sebagai tanda lapar. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Dalam banyak kondisi, bunyi perut muncul karena sistem pencernaan sedang bekerja. Lambung dan usus terus bergerak setelah Anda makan. Otot-otot saluran pencernaan berkontraksi untuk mengolah dan mendorong makanan.

Secara medis, suara dari aktivitas saluran pencernaan dikenal sebagai borborygmi. Suaranya bisa terdengar seperti gemuruh, keroncongan, atau bunyi “kruk-kruk”.

Lalu, mengapa perut tetap berbunyi setelah makan? Mari simak penjelasannya.

Otot Lambung dan Usus Terus Bergerak

sumber foto: assets.astroaudio.com.my

Saluran pencernaan tidak berhenti bekerja setelah Anda selesai makan. Sebaliknya, tubuh langsung menjalankan berbagai proses untuk mencerna makanan.

Otot pada dinding lambung dan usus melakukan kontraksi secara teratur. Gerakan ini membantu mencampur makanan dengan cairan pencernaan. Setelah itu, otot mendorong isi saluran pencernaan menuju bagian berikutnya.

Saat otot bergerak, makanan, cairan, dan gas ikut berpindah. Pergerakan tersebut kemudian menghasilkan suara yang dapat Anda dengar.

Jadi, ketika perut berbunyi setelah makan, jangan langsung menganggap tubuh masih membutuhkan makanan. Bisa saja sistem pencernaan sedang menjalankan tugasnya.

Suara tersebut juga dapat terdengar lebih jelas ketika Anda berada di ruangan yang sunyi. Bunyi yang sebenarnya normal menjadi terasa lebih keras karena tidak ada suara lain yang menutupinya.

Setelah Makan, Usus Justru Bisa Lebih Aktif

Sebagian orang mengira makanan akan menghentikan bunyi perut. Kenyataannya, makanan justru dapat meningkatkan aktivitas saluran pencernaan.

Ketika makanan masuk ke lambung, tubuh mulai mengolahnya. Lambung mencampur makanan dengan cairan pencernaan, sedangkan usus terus bergerak untuk memproses isi saluran pencernaan.

Proses tersebut melibatkan kontraksi otot yang dapat menghasilkan suara.

Tubuh juga memiliki mekanisme yang disebut gastrocolic reflex. Mekanisme ini meningkatkan aktivitas usus setelah seseorang makan.

Karena itu, Anda mungkin merasakan perut bergemuruh atau ingin buang air besar setelah makan. Respons setiap orang berbeda. Ada orang yang hampir tidak merasakan perubahan tersebut, tetapi ada pula yang merasakannya dengan jelas.

Perut Kosong Bisa Membuat Bunyi Lebih Jelas

Perut kosong juga dapat membuat suara dari saluran pencernaan terdengar lebih jelas.

Saat Anda tidak makan selama beberapa waktu, saluran pencernaan tetap melakukan gerakan. Tubuh menggunakan pola aktivitas tertentu untuk menggerakkan sisa makanan, cairan, dan gas di dalam saluran pencernaan.

Salah satu mekanisme tersebut dikenal sebagai migrating motor complex (MMC).

Baca Juga :  Kaki Sering Kram dan Kaku? Coba Ramuan Kolang-Kaling dan Nanas Ini untuk Bantu Jaga Tulang

MMC membantu saluran pencernaan melakukan gerakan secara berkala ketika Anda tidak sedang makan. Gerakan ini dapat menghasilkan suara yang cukup keras.

Karena itu, orang sering menghubungkan suara “kruk-kruk” dengan rasa lapar.

Namun, perut berbunyi tidak selalu berarti lapar. Anda bisa mengalami suara tersebut sebelum maupun sesudah makan.

Gas di Dalam Saluran Pencernaan Juga Menimbulkan Bunyi

Gas juga dapat membuat suara perut terdengar lebih kuat.

Tubuh menghasilkan gas selama proses pencernaan. Selain itu, bakteri di usus menghasilkan gas ketika memecah makanan tertentu.

Anda juga bisa menelan udara ketika makan atau minum. Kebiasaan makan terlalu cepat, berbicara saat makan, mengunyah permen karet, atau menggunakan sedotan dapat membuat lebih banyak udara masuk ke saluran pencernaan.

Minuman berkarbonasi juga dapat menambah gas di dalam perut.

Ketika gas bergerak bersama cairan dan isi saluran pencernaan, muncul suara gemuruh atau “kruk-kruk”.

Karena itu, jangan heran jika perut terdengar lebih aktif setelah Anda mengonsumsi minuman bersoda atau makanan tertentu.

Makanan Tertentu Bisa Memicu Bunyi Perut

Jenis makanan juga dapat memengaruhi aktivitas sistem pencernaan.

Beberapa makanan mengandung karbohidrat yang sulit dicerna oleh tubuh. Bakteri di usus kemudian memfermentasi sebagian zat tersebut dan menghasilkan gas.

Akibatnya, sebagian orang mengalami perut lebih bergas, kembung, atau lebih sering mendengar bunyi dari dalam perut.

Setiap orang memiliki respons yang berbeda. Makanan yang membuat satu orang kembung belum tentu memberikan efek yang sama pada orang lain.

Anda juga tidak perlu langsung menganggap bunyi perut sebagai tanda intoleransi makanan. Bunyi perut saja tidak cukup untuk menentukan adanya gangguan pencernaan.

Perhatikan gejala lain yang muncul dan hubungan gejala tersebut dengan makanan tertentu.

Kebiasaan Makan Terlalu Cepat Bisa Menambah Gas

sumber foto: primayahospital.b-cdn.net

Cara Anda makan juga dapat memengaruhi suara perut.

Ketika makan terburu-buru, Anda cenderung menelan lebih banyak udara. Udara tersebut kemudian masuk ke lambung dan bergerak melalui saluran pencernaan.

Kondisi itu dapat menyebabkan sendawa, perut kembung, atau suara perut yang lebih sering.

Karena itu, cobalah makan dengan lebih perlahan. Kunyah makanan dengan baik dan berikan waktu bagi tubuh untuk mengenali rasa kenyang.

Kebiasaan tersebut juga membantu Anda menikmati makanan dengan lebih nyaman.

Stres dan Cemas Bisa Memengaruhi Perut

Pernahkah perut terasa lebih aktif ketika Anda sedang gugup atau cemas?

Kondisi tersebut bisa terjadi karena otak dan sistem pencernaan saling berkomunikasi. Hubungan ini sering disebut gut-brain axis.

Ketika Anda mengalami stres, tubuh dapat mengubah aktivitas saluran pencernaan. Perubahan tersebut bisa membuat perut terasa bergemuruh, kembung, mulas, atau membuat Anda lebih sering ingin buang air besar.

Baca Juga :  Teknik Pijat Tangan yang Jarang Diketahui, Tapi Ampuh untuk Kesehatan

Jadi, jika perut sering berbunyi saat menghadapi situasi yang membuat tegang, kondisi tersebut belum tentu menunjukkan penyakit.

Kapan Bunyi Perut Perlu Mendapat Perhatian?

Pada dasarnya, bunyi dari saluran pencernaan merupakan bagian dari aktivitas tubuh. Jika suara hanya muncul sesekali dan tidak menimbulkan keluhan lain, Anda biasanya tidak perlu khawatir.

Namun, Anda perlu memperhatikan gejala yang muncul bersamaan dengan bunyi perut.

Misalnya, Anda mengalami sakit perut yang kuat, muntah berulang, demam, diare berkepanjangan, sembelit berat, perut membengkak, atau menemukan darah dalam tinja.

Anda juga sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika perubahan pola buang air besar berlangsung lama atau keluhan pencernaan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Dokter dapat mengevaluasi berbagai gejala tersebut untuk mencari penyebabnya.

Cara Mengurangi Bunyi Perut yang Mengganggu

Jika suara perut sering mengganggu, Anda bisa mencoba beberapa kebiasaan sederhana.

Pertama, makan secara perlahan. Hindari makan terburu-buru agar Anda tidak terlalu banyak menelan udara.

Kedua, perhatikan makanan pemicu. Catat makanan atau minuman yang Anda konsumsi ketika perut sering berbunyi atau terasa kembung.

Ketiga, batasi minuman berkarbonasi jika minuman tersebut membuat perut terasa penuh atau bergas.

Keempat, pertahankan pola makan yang teratur. Pastikan Anda juga memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

Selain itu, kelola stres dengan baik. Anda bisa melakukan aktivitas fisik ringan, beristirahat cukup, atau melakukan teknik relaksasi.

Namun, Anda tidak perlu menghindari banyak makanan hanya karena perut sesekali berbunyi.

Jadi, Mengapa Perut Berbunyi Setelah Makan?

sumber foto: cdn.kibrispdr.org

Perut yang berbunyi setelah makan tidak otomatis menunjukkan rasa lapar atau penyakit tertentu.

Otot lambung dan usus terus bergerak untuk mencerna serta memindahkan makanan. Gas dan cairan yang bergerak di dalam saluran pencernaan juga dapat menghasilkan suara.

Setelah makan, tubuh bahkan dapat meningkatkan aktivitas usus. Karena itu, bunyi “kruk-kruk” setelah makan bisa menjadi bagian dari proses pencernaan yang normal.

Perut kosong memang dapat membuat suara lebih mudah terdengar. Namun, kondisi tersebut bukan satu-satunya penyebab.

Jadi, Anda tidak perlu panik ketika perut tiba-tiba berbunyi setelah makan. Selama Anda tidak mengalami sakit perut berat, muntah berulang, demam, darah dalam tinja, atau gangguan pencernaan yang menetap, bunyi tersebut umumnya tidak menunjukkan masalah serius.

Perut berbunyi bukan selalu tanda lapar. Bisa jadi, tubuh hanya sedang menunjukkan bahwa sistem pencernaan terus bekerja. (rull)

Berita Terkait

Kenapa Wajah Cepat Tampak Lelah? Ini Penyebabnya
Jangan Asal Oles! Ini Fakta Sebenarnya tentang Madu untuk Wajah
Muka Selalu Berminyak? Hindari 5 Kesalahan Ini
Waspada! 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan
Shampo Pasta Terakota dan Maserat Herba untuk Perawatan Rambut
Bawang Putih + Minyak Kayu Putih Dioles ke Telapak Kaki, Benarkah Punya Banyak Manfaat?
Jangan Asal Pilih Air Kelapa, Kenali Perbedaan Kelapa Muda, Tua, dan Kuning
Jangan Asal Makan Saat Sakit, Ini Pilihan Makanan yang Bisa Bantu Tubuh Pulih

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Kenapa Wajah Cepat Tampak Lelah? Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Jangan Asal Oles! Ini Fakta Sebenarnya tentang Madu untuk Wajah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Muka Selalu Berminyak? Hindari 5 Kesalahan Ini

Rabu, 26 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Kenapa Perut Berbunyi Walaupun Baru Saja Makan? Ini Penjelasannya

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:41 WIB

Waspada! 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan

Berita Terbaru

Kesehatan

Kenapa Wajah Cepat Tampak Lelah? Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agu 2026 - 22:02 WIB

Kesehatan

Muka Selalu Berminyak? Hindari 5 Kesalahan Ini

Rabu, 26 Agu 2026 - 16:02 WIB