Alamorganik.com-Tapai singkong tidak hanya enak disantap sebagai makanan tradisional. Bahan hasil fermentasi ini juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan dasar pupuk organik cair atau POC sederhana untuk tanaman.
Singkong mengandung karbohidrat yang dapat menjadi sumber energi bagi mikroorganisme. Proses pembuatan tapai juga melibatkan mikroorganisme dari ragi yang mengubah karakteristik singkong selama fermentasi. Kondisi tersebut membuat tapai singkong menarik untuk diolah menjadi larutan fermentasi bagi tanaman.
Pembuatan POC tapai singkong juga cukup sederhana. Anda hanya membutuhkan tapai, air bersih, gula merah atau molase, dan EM4 pertanian jika ingin menambahkannya.
Namun, jangan menganggap POC ini sebagai pupuk lengkap. POC tapai singkong lebih tepat digunakan sebagai pupuk tambahan dalam perawatan tanaman. Tanaman tetap membutuhkan unsur hara makro dan mikro dari sumber nutrisi lain agar dapat tumbuh secara optimal.
Mengenal POC Tapai Singkong

POC atau pupuk organik cair merupakan larutan hasil pengolahan bahan organik yang dapat digunakan sebagai tambahan dalam pemupukan tanaman. Masyarakat biasanya membuat POC dari berbagai bahan, seperti sisa sayuran, buah, tanaman, dan bahan organik lainnya.
Tapai singkong dapat menjadi salah satu bahan karena sudah mengalami proses fermentasi. Kandungan karbohidrat dari singkong juga dapat menjadi sumber karbon bagi mikroorganisme selama proses fermentasi lanjutan.
Dalam resep sederhana ini, gula merah atau molase berfungsi sebagai sumber karbon tambahan. Sementara itu, EM4 pertanian dapat digunakan sebagai bahan tambahan untuk membantu proses fermentasi.
Meski demikian, kandungan nutrisi POC rumahan dapat berbeda-beda. Karena itu, gunakan POC tapai singkong sebagai pelengkap, bukan sebagai pengganti pupuk utama.
Bahan yang Dibutuhkan
Untuk membuat POC tapai singkong, siapkan:
- 500 gram tapai singkong matang
- 2 liter air bersih
- 2–3 sendok makan gula merah atau molase
- 50–100 ml EM4 pertanian, jika diperlukan
Gunakan wadah bersih yang memiliki ruang cukup untuk proses fermentasi. Jangan memenuhi wadah sampai penuh karena proses fermentasi dapat menghasilkan gas.
Pilih tapai singkong yang masih dalam kondisi baik. Jangan gunakan tapai yang sudah membusuk, mengeluarkan bau tidak normal, atau menunjukkan pertumbuhan jamur yang mencolok.
Cara Membuat POC Tapai Singkong
Haluskan Tapai
Masukkan 500 gram tapai singkong ke dalam wadah bersih. Haluskan tapai menggunakan sendok atau alat lain yang bersih.
Anda tidak perlu menghancurkannya sampai benar-benar menjadi bubur. Cukup buat teksturnya lebih lembut agar tapai mudah bercampur dengan air.
Campurkan dengan Air
Tuangkan 2 liter air bersih ke dalam wadah berisi tapai. Aduk sampai seluruh bahan tercampur rata.
Gunakan air yang bersih agar tidak mengganggu proses fermentasi. Hindari air yang mengandung bahan kimia dalam jumlah tinggi karena kondisi tersebut dapat memengaruhi aktivitas mikroorganisme.
Tambahkan Gula Merah atau Molase
Larutkan 2–3 sendok makan gula merah dengan sedikit air. Setelah larut, tuangkan ke dalam campuran tapai.
Anda juga bisa menggunakan molase sebagai alternatif gula merah.
Gula menyediakan sumber karbon tambahan yang dapat dimanfaatkan mikroorganisme selama proses fermentasi. Namun, jangan menambahkan gula secara berlebihan karena jumlah gula yang tinggi tidak otomatis membuat POC menjadi lebih baik.
Masukkan EM4
Jika ingin menggunakan EM4 pertanian, tambahkan sekitar 50–100 ml ke dalam campuran.
Penggunaan EM4 bersifat opsional. Tapai singkong sendiri sudah melalui proses fermentasi sehingga Anda tetap dapat membuat larutan tanpa tambahan EM4.
Setelah semua bahan masuk, aduk sampai tercampur merata.
Fermentasikan Campuran
Tutup wadah, tetapi jangan membuatnya benar-benar kedap. Fermentasi dapat menghasilkan gas sehingga wadah membutuhkan ruang untuk melepaskan tekanan.
Simpan wadah di tempat teduh dan jauhkan dari sinar matahari langsung.
Fermentasikan campuran selama sekitar 7–14 hari. Lama fermentasi dapat berubah tergantung suhu lingkungan, kondisi bahan, kebersihan wadah, dan aktivitas mikroorganisme.
Jika wadah menghasilkan gas, buka secara hati-hati untuk melepaskan tekanan. Anda tidak perlu membuka wadah terlalu sering karena paparan udara berlebihan juga tidak diperlukan.
Perhatikan Kondisi Selama Fermentasi
Selama proses fermentasi, perhatikan perubahan aroma, warna, dan kondisi larutan.
Fermentasi dapat mengubah aroma dan warna bahan. Perubahan tersebut tidak selalu menunjukkan masalah karena mikroorganisme memang menguraikan bahan organik.
Namun, Anda perlu berhati-hati jika larutan mengeluarkan bau busuk yang sangat menyengat, menghasilkan lendir berlebihan, atau menumbuhkan jamur berwarna mencolok yang tidak diharapkan.
Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya jangan menggunakan larutan tersebut pada tanaman. Buat kembali POC dengan bahan yang masih baik dan wadah yang bersih.
Saring POC Sebelum Digunakan

Setelah proses fermentasi selesai, saring larutan menggunakan kain atau alat penyaring bersih.
Penyaringan akan memisahkan cairan dari ampas tapai. Simpan cairan hasil penyaringan dalam botol atau wadah bersih.
Jangan mengisi botol sampai penuh karena sisa aktivitas fermentasi mungkin masih menghasilkan gas.
Anda juga dapat memanfaatkan ampas tapai sebagai bahan kompos selama kondisinya masih baik.
Dosis POC Tapai Singkong
Jangan menggunakan POC tapai singkong dalam kondisi pekat. Larutan fermentasi mengandung bahan organik dan sisa gula yang dapat mengganggu tanaman jika Anda memberikan konsentrasi terlalu tinggi.
Untuk penyiraman ke tanah, encerkan sekitar 10–20 ml POC dengan 1 liter air.
Untuk penyemprotan daun, gunakan konsentrasi lebih rendah, yaitu sekitar 5–10 ml POC dalam 1 liter air.
Semprotkan larutan pada pagi atau sore hari. Hindari penyemprotan saat matahari sedang terik.
Jika baru pertama kali menggunakan POC ini, aplikasikan pada beberapa tanaman terlebih dahulu. Amati respons tanaman sebelum memberikan larutan pada seluruh tanaman.
POC Tapai Singkong untuk Cabai, Tomat, dan Terong
Anda dapat menggunakan POC tapai singkong sebagai pupuk tambahan untuk cabai, tomat, dan terong.
Ketiga tanaman tersebut membutuhkan nutrisi selama pertumbuhan vegetatif, pembentukan bunga, hingga perkembangan buah. Namun, POC tapai singkong tidak dapat memenuhi seluruh kebutuhan nutrisi tersebut.
Gunakan larutan yang sudah diencerkan untuk menyiram tanah di sekitar tanaman. Hindari menuangkan POC pekat langsung ke pangkal batang.
Anda juga dapat menggunakan larutan encer sebagai semprotan daun. Tetap amati respons tanaman setelah aplikasi dan kurangi penggunaannya jika tanaman menunjukkan tanda-tanda gangguan.
Bisa Digunakan untuk Sayuran
POC tapai singkong juga dapat menjadi pupuk tambahan untuk berbagai sayuran.
Namun, setiap tanaman memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Karena itu, jangan hanya mengandalkan POC fermentasi untuk memenuhi kebutuhan tanaman.
Perhatikan pula kualitas tanah, penyiraman, cahaya matahari, bahan organik, dan pupuk utama. Dengan pengelolaan yang seimbang, tanaman memiliki peluang lebih baik untuk tumbuh sehat.
Hindari Penggunaan Berlebihan
Banyak orang menganggap penggunaan pupuk dalam jumlah banyak akan membuat tanaman tumbuh lebih cepat. Anggapan tersebut tidak selalu benar.
Tanaman memiliki batas dalam menerima nutrisi. Larutan POC yang terlalu pekat atau terlalu sering diberikan justru dapat mengganggu kondisi tanah dan tanaman.
Karena itu, mulai dengan larutan encer dan gunakan secukupnya. Amati perkembangan tanaman setelah aplikasi.
Jika tanaman menunjukkan perubahan seperti daun terbakar, layu, atau pertumbuhan yang tidak normal, hentikan sementara penggunaan dan evaluasi kembali konsentrasi larutan.
Tips Membuat POC Tapai Singkong
Agar proses pembuatan berjalan lebih baik, gunakan bahan dan peralatan yang bersih. Pilih tapai yang masih segar dan tidak menunjukkan tanda pembusukan.
Jangan mengisi wadah terlalu penuh dan jangan menutupnya secara kedap tanpa sistem pelepasan gas. Simpan wadah di tempat teduh selama fermentasi.
Setelah fermentasi selesai, saring larutan sebelum menyimpannya. Selalu encerkan POC sebelum menggunakannya pada tanaman.
Yang tidak kalah penting, jangan menganggap POC tapai singkong sebagai pengganti pupuk lengkap. Gunakan larutan ini hanya sebagai bagian dari perawatan tanaman.
Kesimpulan

POC tapai singkong menawarkan cara sederhana untuk memanfaatkan bahan fermentasi sebagai pupuk organik cair tambahan. Anda hanya membutuhkan 500 gram tapai singkong, 2 liter air, 2–3 sendok makan gula merah atau molase, serta EM4 pertanian jika diperlukan.
Fermentasikan campuran selama 7–14 hari di tempat teduh. Setelah itu, saring cairannya dan encerkan sebelum digunakan.
Gunakan 10–20 ml POC per liter air untuk penyiraman tanah atau 5–10 ml per liter air untuk penyemprotan daun.
Gunakan POC secara bijak dan jangan mengaplikasikannya dalam kondisi pekat. Jika hasil fermentasi mengeluarkan bau busuk menyengat, menghasilkan lendir berlebihan, atau menunjukkan jamur yang tidak diharapkan, sebaiknya jangan gunakan larutan tersebut.
Dengan pengolahan yang tepat, POC tapai singkong dapat menjadi salah satu pilihan pupuk tambahan sederhana untuk membantu perawatan tanaman di rumah maupun kebun. (rull)









