Alamorganik.com-Banyak petani dan penghobi tanaman mengandalkan pupuk daun untuk mempercepat pertumbuhan tanaman, terutama pada fase vegetatif. Pada fase ini, tanaman membutuhkan nutrisi yang cukup agar daun berkembang maksimal, batang tumbuh kokoh, dan akar mampu menyerap unsur hara dengan lebih baik.
Namun, harga pupuk kimia yang terus meningkat membuat sebagian petani mulai mencari alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Salah satu solusi yang semakin populer adalah membuat pupuk organik cair sendiri dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar rumah.
Konsep “Gandasil Daun Organik Cair” menjadi salah satu alternatif yang menarik untuk dicoba. Pupuk ini memanfaatkan daun kelor, daun lamtoro, air cucian beras, serta mikroorganisme lokal sebagai sumber nutrisi alami yang membantu merangsang pertumbuhan vegetatif tanaman.
Selain murah dan mudah dibuat, pupuk organik cair ini juga membantu memperbaiki kesuburan tanah serta meningkatkan aktivitas mikroba yang bermanfaat bagi tanaman.
Mengapa Tanaman Membutuhkan Pupuk Daun?

Pertumbuhan tanaman umumnya terbagi menjadi dua fase utama, yaitu fase vegetatif dan fase generatif.
Pada fase vegetatif, tanaman lebih fokus membentuk:
- Daun
- Batang
- Cabang
- Sistem perakaran
Jika tanaman kekurangan nutrisi pada fase ini, pertumbuhannya akan terhambat. Daun menjadi kecil, warna tanaman terlihat pucat, dan batang tumbuh kurang kuat.
Karena itu, petani biasanya memberikan pupuk yang kaya unsur pendukung pertumbuhan daun dan batang agar tanaman mampu berkembang secara optimal sebelum memasuki fase berbunga atau berbuah.
Mengapa Memilih Daun Kelor dan Lamtoro?
Bahan utama pupuk ini adalah daun kelor dan daun lamtoro.
Kedua tanaman tersebut terkenal memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi.
Daun Kelor
Daun kelor mengandung berbagai unsur penting seperti:
- Nitrogen alami
- Kalium
- Kalsium
- Magnesium
- Zat besi
- Asam amino
- Vitamin
Banyak penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun kelor dapat membantu meningkatkan pertumbuhan tanaman karena mengandung hormon alami yang mendukung pembentukan tunas dan daun baru.
Daun Lamtoro
Daun lamtoro juga kaya unsur hara yang bermanfaat untuk tanaman.
Selain mengandung nitrogen alami, daun lamtoro mudah terurai selama proses fermentasi sehingga nutrisi di dalamnya lebih mudah dimanfaatkan tanaman.
Kombinasi kedua bahan ini menghasilkan pupuk organik cair yang sangat baik untuk mendukung pertumbuhan vegetatif.
Peran Air Cucian Beras dalam Pupuk Organik
Banyak orang langsung membuang air cucian beras setelah memasak.
Padahal cairan tersebut masih mengandung berbagai nutrisi yang bermanfaat.
Air cucian beras mengandung:
- Karbohidrat
- Vitamin B
- Fosfor
- Mineral alami
Kandungan tersebut menjadi sumber energi bagi mikroorganisme selama proses fermentasi berlangsung.
Selain itu, air cucian beras juga membantu meningkatkan populasi mikroba baik yang nantinya berperan dalam menyuburkan tanah.
Fungsi MOL Tape Ketan
MOL atau Mikroorganisme Lokal berfungsi sebagai starter fermentasi.
Dalam resep ini digunakan MOL tape ketan karena mudah diperoleh dan mengandung berbagai mikroorganisme yang aktif menguraikan bahan organik.
Mikroorganisme tersebut akan:
- Memecah jaringan daun kelor dan lamtoro.
- Mengubah bahan organik menjadi nutrisi yang lebih mudah diserap tanaman.
- Menghasilkan senyawa bermanfaat selama proses fermentasi.
Karena itu, keberadaan MOL sangat penting dalam pembuatan pupuk organik cair.
Fungsi Molase atau Gula Merah
Molase atau gula merah berfungsi sebagai makanan bagi mikroorganisme.
Selama fermentasi berlangsung, mikroba membutuhkan sumber energi agar dapat berkembang dengan baik.
Penambahan gula membantu mempercepat proses fermentasi sekaligus meningkatkan jumlah mikroorganisme yang bekerja dalam larutan.
Bahan Pembuatan Gandasil Daun Organik Cair
Untuk membuat sekitar 5 liter pupuk organik cair, siapkan bahan berikut:
- 500 gram daun kelor segar
- 500 gram daun lamtoro segar
- 3 liter air cucian beras
- 500 ml MOL tape ketan
- 250 gram gula merah cair atau molase
- Air bersih secukupnya hingga volume mencapai 5 liter
Pastikan semua bahan dalam kondisi segar agar hasil fermentasi lebih optimal.
Cara Membuat Gandasil Daun Organik Cair

Pembuatan pupuk ini cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh siapa saja.
1. Cacah Daun Hingga Halus
Potong daun kelor dan daun lamtoro menjadi bagian kecil.
Semakin halus bahan yang digunakan, semakin cepat mikroorganisme menguraikannya.
2. Masukkan ke Dalam Derigen
Masukkan seluruh daun yang sudah dicacah ke dalam derigen berkapasitas 5 liter.
Gunakan wadah yang bersih agar proses fermentasi berjalan dengan baik.
3. Tambahkan Air Cucian Beras
Tuangkan air cucian beras ke dalam derigen.
Air ini akan menjadi media fermentasi sekaligus sumber nutrisi tambahan.
4. Masukkan Molase dan MOL
Tambahkan molase atau gula merah cair.
Selanjutnya masukkan MOL tape ketan sebagai starter fermentasi.
5. Tambahkan Air Hingga Volume 5 Liter
Isi derigen menggunakan air bersih hingga total volume mencapai 5 liter.
Jangan mengisi terlalu penuh agar tersedia ruang untuk gas fermentasi.
6. Aduk Hingga Merata
Aduk seluruh bahan sampai tercampur dengan baik.
Campuran yang merata akan membantu fermentasi berlangsung lebih sempurna.
7. Tutup dan Simpan
Tutup rapat derigen lalu simpan di tempat yang teduh.
Hindari paparan sinar matahari langsung selama proses fermentasi berlangsung.
8. Buang Gas Setiap Hari
Buka tutup wadah selama beberapa detik setiap hari.
Langkah ini membantu mengeluarkan gas yang terbentuk selama fermentasi.
9. Tunggu Hingga Fermentasi Selesai
Biarkan fermentasi berlangsung selama 10 hingga 14 hari.
Setelah selesai, saring larutan dan simpan dalam wadah tertutup.
Pupuk siap digunakan.
Tanda Fermentasi Berhasil
Fermentasi yang berhasil biasanya menunjukkan beberapa ciri berikut:
- Aroma asam manis khas fermentasi.
- Tidak mengeluarkan bau busuk menyengat.
- Warna larutan berubah menjadi cokelat kehijauan.
- Tidak muncul jamur hitam berlebihan.
Jika muncul bau busuk yang sangat tajam, kemungkinan fermentasi mengalami kontaminasi.
Cara Penggunaan pada Tanaman
Sayuran Daun
Untuk kangkung, sawi, bayam, selada, dan sejenisnya:
- 20–30 ml pupuk per tangki 16 liter air.
Semprotkan ke seluruh bagian daun.
Padi Fase Vegetatif
Untuk tanaman padi yang sedang tumbuh aktif:
- 25–30 ml pupuk per tangki 16 liter air.
Cabai, Tomat, dan Terong Muda
Untuk tanaman hortikultura yang masih dalam fase pertumbuhan:
- 20 ml pupuk per tangki 16 liter air.
Frekuensi Aplikasi
Lakukan penyemprotan setiap 7 hari sekali.
Penyemprotan rutin akan membantu tanaman memperoleh nutrisi secara berkelanjutan.
Manfaat Gandasil Daun Organik Cair
Membuat Daun Lebih Hijau
Kandungan nutrisi dari daun kelor dan lamtoro membantu pembentukan klorofil sehingga warna daun terlihat lebih hijau.
Mempercepat Pertumbuhan Vegetatif
Tanaman dapat membentuk daun dan tunas baru dengan lebih cepat.
Menguatkan Batang
Nutrisi yang tersedia membantu pembentukan jaringan tanaman sehingga batang tumbuh lebih kokoh.
Merangsang Perkembangan Akar
Akar yang sehat mampu menyerap air dan unsur hara secara lebih efektif.
Meningkatkan Aktivitas Mikroba Tanah
Sebagian mikroorganisme dari pupuk organik cair ikut mendukung kehidupan mikroba di area perakaran.
Mengurangi Ketergantungan pada Pupuk Kimia
Penggunaan pupuk organik cair secara rutin dapat membantu mengurangi kebutuhan pupuk sintetis dalam jangka panjang.
Tips Agar Hasil Maksimal
Agar pupuk bekerja lebih efektif, lakukan beberapa langkah berikut:
- Semprot pada pagi atau sore hari.
- Hindari penyemprotan saat cuaca sangat panas.
- Gunakan air bersih saat pengenceran.
- Kocok larutan sebelum digunakan.
- Simpan pupuk di tempat yang sejuk dan teduh.
- Gunakan secara rutin sesuai dosis.
Kesimpulan

Gandasil Daun Organik Cair merupakan alternatif pupuk alami yang mudah dibuat dan ekonomis. Kombinasi daun kelor, daun lamtoro, air cucian beras, molase, dan MOL tape ketan menghasilkan pupuk yang mendukung pertumbuhan daun, batang, serta akar tanaman.
Dengan fermentasi sederhana selama 10 hingga 14 hari, petani maupun penghobi tanaman dapat menghasilkan pupuk organik cair yang membantu membuat tanaman lebih hijau, subur, dan kuat. Selain itu, penggunaan pupuk ini juga mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (rull*)









