Resep Kunyit dan Madu untuk Demam Anak, Aman untuk Bayi di Bawah 1 Tahun?

- Penulis

Rabu, 2 September 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Demam pada anak, terutama bayi, sering membuat orang tua merasa khawatir. Ketika suhu tubuh si kecil meningkat, orang tua tentu ingin segera melakukan sesuatu agar anak kembali nyaman.

Kondisi tersebut sering mendorong orang tua mencari berbagai cara rumahan untuk membantu mengatasi demam. Salah satu resep yang beredar menggunakan kunyit, madu, dan air. Resep tersebut menyarankan orang tua menghaluskan kunyit bersama air, mengambil airnya, lalu mencampurkannya dengan madu sebelum diberikan kepada anak.

Resep ini memang terlihat sederhana. Namun, orang tua perlu berhati-hati karena bayi di bawah usia 1 tahun tidak boleh mengonsumsi madu.

Madu dapat mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Pada bayi, spora tersebut dapat berkembang di dalam saluran pencernaan dan menghasilkan toksin yang menyebabkan botulisme. Kondisi ini memang jarang terjadi, tetapi dapat menimbulkan masalah kesehatan serius.

Selain itu, kunyit juga bukan obat penurun demam yang dapat orang tua gunakan sebagai pengganti pemeriksaan medis.

Karena itu, jangan mengikuti resep kunyit dan madu tersebut untuk bayi yang belum berusia 12 bulan.

Bahan dalam Resep Kunyit dan Madu

sumber foto:cdn-assets.jawapos.com

Resep yang beredar menggunakan tiga bahan utama, yaitu:

  • 1 potong kunyit
  • 1 sendok teh madu
  • 1 gelas air

Cara membuatnya juga cukup mudah. Orang tua menghaluskan kunyit bersama air menggunakan blender. Setelah itu, mereka mendiamkan campuran tersebut dan mengambil bagian airnya.

Selanjutnya, mereka mencampurkan air kunyit dengan madu dan memberikannya kepada anak.

Resep tersebut kemudian mengklaim minuman dapat membantu menurunkan demam.

Namun, klaim tersebut tidak boleh membuat orang tua langsung memberikannya kepada bayi. Jangan berikan campuran kunyit dan madu kepada anak di bawah 1 tahun.

Risiko utama dalam resep ini berasal dari madu.

Mengapa Madu Berbahaya bagi Bayi?

Madu dapat mengandung spora Clostridium botulinum. Sistem pencernaan bayi yang masih berkembang belum mampu menghadapi spora tersebut seperti tubuh orang dewasa atau anak yang lebih besar.

Ketika spora berkembang di dalam usus bayi, bakteri dapat menghasilkan toksin botulinum. Toksin tersebut kemudian dapat menyebabkan botulisme pada bayi.

Botulisme dapat memengaruhi sistem saraf dan menyebabkan kelemahan otot. Karena itu, orang tua sebaiknya tidak mengambil risiko dengan memberikan madu sebelum anak berusia 12 bulan.

Larangan tersebut berlaku untuk semua jenis madu. Orang tua tidak boleh mencampurkan madu ke dalam air kunyit, makanan, minuman, atau ramuan lainnya untuk bayi.

Jadi, jangan menganggap madu aman hanya karena bahan tersebut berasal dari alam.

Bahan alami tidak selalu aman untuk bayi.

Jangan Langsung Percaya Klaim Penurun Demam

Kunyit memang sudah lama digunakan sebagai bumbu masakan dan bahan dalam berbagai ramuan tradisional. Namun, penggunaan kunyit dalam tradisi masyarakat tidak otomatis membuktikan bahwa air kunyit dapat menurunkan demam pada bayi.

Baca Juga :  Jangan Sepelekan 7 Sayuran Ini, Manfaatnya Ternyata Luar Biasa untuk Kesehatan

Orang tua juga tidak boleh menentukan sendiri jumlah kunyit yang aman untuk bayi berdasarkan resep dari media sosial.

Bayi memiliki sistem tubuh yang masih berkembang. Karena itu, bahan tertentu dapat memberikan efek yang berbeda dibandingkan ketika orang dewasa mengonsumsinya.

Ketika bayi mengalami demam, orang tua sebaiknya tidak berfokus hanya pada cara menurunkan angka suhu. Mereka juga perlu mencari tahu kondisi anak secara keseluruhan.

Demam pada Bayi Membutuhkan Perhatian

Bayi memiliki risiko yang berbeda dari anak yang lebih besar ketika mengalami demam.

Khusus bayi berusia kurang dari 3 bulan, suhu tubuh 38°C atau lebih membutuhkan evaluasi medis segera. Orang tua sebaiknya membawa bayi ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan pemeriksaan.

Jangan hanya memberikan ramuan rumahan dan menunggu suhu turun.

Pada usia tersebut, infeksi serius dapat berkembang dengan cepat. Pemeriksaan tenaga kesehatan membantu mengetahui penyebab demam dan menentukan tindakan yang sesuai.

Untuk bayi berusia lebih dari 3 bulan, orang tua tetap perlu memperhatikan kondisi anak. Perhatikan apakah anak masih aktif, responsif, mau menyusu, dan mendapatkan cairan yang cukup.

Perhatikan Kondisi Anak, Bukan Hanya Suhu

sumber foto: harianrakyatbengkulu.bacakoran.co

Termometer memang membantu orang tua memantau suhu tubuh anak. Namun, kondisi umum anak juga memberikan informasi penting.

Perhatikan perubahan perilaku si kecil. Anak yang mengalami demam dapat menjadi lebih rewel, lebih banyak tidur, atau kehilangan selera makan.

Orang tua perlu memastikan anak tetap mendapatkan cairan yang cukup. Pada bayi, berikan ASI atau susu sesuai usia dan pola pemberian yang biasa.

Segera cari pertolongan jika anak terlihat sangat lemas, sulit dibangunkan, mengalami kesulitan bernapas, tidak mau menyusu atau minum, mengalami kejang, atau menunjukkan tanda dehidrasi.

Jangan menunggu ramuan bekerja ketika anak menunjukkan tanda bahaya.

Kunyit Bukan Pengganti Pengobatan

Kunyit mengandung berbagai senyawa alami dan telah lama digunakan dalam makanan maupun pengobatan tradisional. Namun, fakta tersebut tidak menjadikan kunyit sebagai obat demam untuk bayi.

Orang tua tidak sebaiknya memberikan air kunyit kepada bayi hanya berdasarkan klaim yang beredar di media sosial.

Jika bayi mengalami demam, utamakan pemantauan kondisi dan konsultasikan dengan tenaga kesehatan apabila diperlukan.

Dokter dapat menilai kondisi bayi berdasarkan usia, suhu tubuh, gejala yang menyertai, serta pemeriksaan lainnya.

Jangan Memberikan Ramuan Herbal Sembarangan

Sebagian orang menganggap bahan dapur lebih aman daripada obat karena berasal dari tanaman. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar.

Bayi memiliki tubuh yang masih berkembang sehingga orang tua perlu lebih berhati-hati ketika memberikan makanan, minuman, maupun bahan herbal.

Baca Juga :  20 Life Hacks Bawang Merah yang Jarang Diketahui

Resep rumahan juga biasanya tidak memberikan dosis yang telah teruji untuk bayi. Karena itu, jangan menentukan dosis sendiri hanya berdasarkan resep yang Anda temukan di internet.

Hindari pula mencampurkan banyak bahan sekaligus. Jika anak mengalami reaksi setelah mengonsumsi ramuan, orang tua akan kesulitan mengetahui bahan mana yang menyebabkan masalah.

Jangan Menunda Pemeriksaan

Demam dapat muncul karena berbagai penyebab. Infeksi virus memang sering menyebabkan demam, tetapi kondisi lain juga dapat meningkatkan suhu tubuh.

Orang tua tidak dapat menentukan penyebab demam hanya dari angka pada termometer.

Jika bayi mengalami demam dan menunjukkan gejala lain yang mengkhawatirkan, segera cari bantuan tenaga kesehatan.

Pemeriksaan memungkinkan dokter mengetahui penyebab keluhan dan menentukan penanganan yang tepat.

Jangan menunda pemeriksaan hanya karena ingin mencoba air kunyit atau ramuan tradisional lainnya.

Hindari Madu Sebelum Usia 12 Bulan

Orang tua cukup mengingat satu aturan penting: jangan memberikan madu kepada bayi sebelum berusia 12 bulan.

Beritahukan aturan ini kepada seluruh anggota keluarga dan pengasuh. Langkah tersebut penting agar orang lain tidak memberikan madu kepada bayi tanpa sepengetahuan orang tua.

Orang tua juga perlu memeriksa komposisi makanan atau minuman yang akan diberikan kepada bayi. Jika produk mengandung madu, hindari memberikannya sebelum anak berusia 1 tahun.

Kesimpulan

sumber foto: cdn.stkipmb.ac.id

Resep kunyit dan madu untuk demam menggunakan satu potong kunyit, satu sendok teh madu, dan satu gelas air. Pembuat resep biasanya menghaluskan kunyit bersama air, mengambil airnya, lalu mencampurkannya dengan madu.

Namun, orang tua tidak boleh memberikan resep tersebut kepada bayi di bawah usia 1 tahun.

Madu dapat mengandung spora Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan botulisme pada bayi. Karena itu, hindari semua bentuk madu sebelum anak mencapai usia 12 bulan.

Kunyit juga bukan pengganti obat atau pemeriksaan medis untuk mengatasi demam. Jangan memberikan air kunyit kepada bayi hanya berdasarkan klaim dari resep yang beredar di media sosial.

Jika bayi berusia kurang dari 3 bulan memiliki suhu 38°C atau lebih, segera bawa anak untuk mendapatkan pemeriksaan medis. Untuk bayi yang lebih besar, tetap perhatikan suhu, perilaku, asupan cairan, dan gejala lain.

Jika anak mengalami kesulitan bernapas, kejang, sangat lemas, sulit dibangunkan, tidak mau menyusu atau minum, atau menunjukkan tanda bahaya lainnya, segera cari pertolongan medis.

Pada akhirnya, orang tua tidak perlu mengambil risiko dengan memberikan ramuan yang belum terbukti aman untuk bayi. Utamakan keselamatan anak dan konsultasikan penanganan demam dengan tenaga kesehatan. (rull)

Berita Terkait

Keladi Tikus Banyak Dibahas untuk Kanker, Benarkah Ampuh? Ini Fakta Ilmiahnya
Kenapa Wajah Cepat Tampak Lelah? Ini Penyebabnya
Jangan Asal Oles! Ini Fakta Sebenarnya tentang Madu untuk Wajah
Muka Selalu Berminyak? Hindari 5 Kesalahan Ini
Kenapa Perut Berbunyi Walaupun Baru Saja Makan? Ini Penjelasannya
Waspada! 10 Kebiasaan Sehari-hari yang Diam-Diam Merusak Kesehatan
Shampo Pasta Terakota dan Maserat Herba untuk Perawatan Rambut
Bawang Putih + Minyak Kayu Putih Dioles ke Telapak Kaki, Benarkah Punya Banyak Manfaat?

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 12:02 WIB

Resep Kunyit dan Madu untuk Demam Anak, Aman untuk Bayi di Bawah 1 Tahun?

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Keladi Tikus Banyak Dibahas untuk Kanker, Benarkah Ampuh? Ini Fakta Ilmiahnya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Kenapa Wajah Cepat Tampak Lelah? Ini Penyebabnya

Rabu, 26 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Jangan Asal Oles! Ini Fakta Sebenarnya tentang Madu untuk Wajah

Rabu, 26 Agustus 2026 - 16:02 WIB

Muka Selalu Berminyak? Hindari 5 Kesalahan Ini

Berita Terbaru