Bercak Merah Bersisik dan Gatal? Kenali Perbedaan Psoriasis, Eksim, dan Kurap buatkan soe dan 7 tag

- Penulis

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Bercak merah yang disertai sisik dan rasa gatal sering membuat seseorang merasa tidak nyaman. Sebagian orang langsung menganggap kondisi tersebut sebagai kurap atau penyakit kulit menular. Padahal, tidak semua bercak merah bersisik berasal dari infeksi jamur. Psoriasis dan eksim juga dapat menimbulkan gejala serupa, meskipun ketiganya memiliki penyebab dan penanganan yang berbeda.

Kesalahan mengenali penyakit kulit bisa membuat seseorang memilih pengobatan yang tidak sesuai. Misalnya, seseorang menggunakan krim antijamur untuk mengatasi psoriasis, padahal kondisi tersebut tidak disebabkan oleh jamur. Sebaliknya, seseorang mungkin menganggap kurap sebagai eksim lalu menggunakan krim tertentu tanpa pemeriksaan yang tepat.

Karena itu, masyarakat perlu memahami ciri-ciri psoriasis, eksim, dan kurap. Pengetahuan ini dapat membantu seseorang mengambil langkah awal yang lebih tepat, menjaga kesehatan kulit, serta mengurangi stigma terhadap orang yang mengalami masalah kulit.

Meski begitu, tampilan kulit saja tidak selalu cukup untuk menentukan diagnosis. Jika bercak terus meluas, terasa sangat gatal, atau tidak kunjung membaik, pemeriksaan dokter tetap menjadi langkah yang paling aman.

Mengapa Psoriasis, Eksim, dan Kurap Sering Tertukar?

sumber foto: images.openai.com

Psoriasis, eksim, dan kurap sama-sama dapat menyebabkan perubahan warna kulit, kemerahan, rasa gatal, serta permukaan kulit yang bersisik. Kemiripan tersebut membuat banyak orang sulit membedakan ketiganya tanpa bantuan tenaga medis.

Namun, ketiga kondisi ini memiliki mekanisme yang berbeda.

Psoriasis merupakan penyakit peradangan kronis yang berkaitan dengan aktivitas sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini mempercepat pergantian sel kulit sehingga sel menumpuk di permukaan dan membentuk bercak tebal bersisik.

Eksim, khususnya dermatitis atopik, merupakan kondisi peradangan kulit yang berkaitan dengan gangguan pelindung kulit dan respons peradangan. Kulit menjadi lebih mudah kehilangan kelembapan, mengalami iritasi, dan bereaksi terhadap pemicu tertentu.

Sementara itu, kurap merupakan infeksi jamur yang menyerang lapisan luar kulit. Infeksi ini dapat membentuk bercak melingkar dengan tepi yang lebih merah atau menonjol.

Perbedaan penyebab tersebut memengaruhi cara dokter menangani masing-masing penyakit. Oleh karena itu, seseorang sebaiknya tidak langsung menyimpulkan jenis penyakit hanya berdasarkan bentuk bercak.

1. Psoriasis, Penyakit Peradangan Kulit yang Tidak Menular

Psoriasis merupakan penyakit peradangan kronis yang melibatkan sistem kekebalan tubuh. Kondisi ini membuat pergantian sel kulit berlangsung lebih cepat daripada biasanya. Akibatnya, sel kulit menumpuk dan membentuk bercak tebal dengan sisik yang sering tampak putih keperakan.

Bercak psoriasis dapat muncul di berbagai bagian tubuh. Area yang sering mengalami kondisi ini meliputi siku, lutut, kulit kepala, punggung bawah, dan sekitar pusar. Pada sebagian orang, psoriasis juga menyerang kuku sehingga kuku tampak berlubang kecil, menebal, berubah warna, atau terlepas dari dasar kuku.

Ciri-ciri psoriasis yang perlu dikenali

Beberapa tanda yang dapat muncul pada psoriasis antara lain:

  • Bercak merah dengan batas yang cukup jelas.

  • Sisik tebal berwarna putih atau keperakan.

  • Kulit terasa kering, pecah-pecah, atau gatal.

  • Bercak muncul berulang dan dapat membaik lalu kambuh.

  • Kelainan sering muncul di siku, lutut, atau kulit kepala.

Tingkat keparahan psoriasis berbeda pada setiap orang. Sebagian orang hanya mengalami bercak kecil di satu area, sedangkan orang lain mengalami bercak yang lebih luas.

Psoriasis juga dapat menimbulkan keluhan di luar kulit. Sebagian penderita mengalami radang sendi psoriatik yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kekakuan sendi. Keluhan tersebut perlu mendapat perhatian karena penanganan sejak dini dapat membantu mengurangi risiko kerusakan sendi.

Apakah psoriasis menular?

Tidak. Psoriasis bukan penyakit yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, atau virus yang menyebar melalui kontak biasa. Seseorang tidak akan tertular psoriasis hanya karena bersalaman, duduk berdekatan, atau menggunakan ruangan yang sama dengan penderita.

Faktor genetik, aktivitas sistem kekebalan tubuh, dan pemicu tertentu dapat berperan dalam munculnya psoriasis. Stres, infeksi tertentu, cedera kulit, serta beberapa obat dapat memicu atau memperburuk gejala pada sebagian orang.

Bagaimana dokter menangani psoriasis?

Dokter menentukan penanganan berdasarkan tingkat keparahan, lokasi bercak, dan kondisi kesehatan pasien. Pilihannya dapat mencakup pelembap, obat oles antiradang, obat khusus psoriasis, fototerapi, atau obat sistemik untuk kondisi yang lebih berat.

Pasien sebaiknya tidak menggunakan obat keras, terutama krim yang mengandung kortikosteroid, tanpa arahan tenaga medis. Penggunaan yang tidak tepat dapat menimbulkan efek samping dan menyulitkan penilaian kondisi kulit.

2. Eksim, Kulit Meradang dan Gatal Berulang

Eksim merupakan istilah umum untuk beberapa kondisi peradangan kulit. Salah satu jenis yang sering ditemukan adalah dermatitis atopik. Kondisi ini membuat kulit lebih mudah mengalami kekeringan, iritasi, dan rasa gatal.

Pada penderita dermatitis atopik, lapisan pelindung kulit tidak bekerja seoptimal biasanya. Akibatnya, kelembapan lebih mudah hilang, sedangkan bahan iritan dan pemicu dari lingkungan lebih mudah memengaruhi kulit.

Baca Juga :  Ramuan Tradisional Ampuh untuk Mengatasi Kudis Secara Alami

Eksim dapat dialami oleh anak-anak maupun orang dewasa. Pada sebagian orang, gejala mulai muncul sejak masa kanak-kanak dan berlanjut hingga dewasa. Namun, orang yang sebelumnya tidak memiliki riwayat eksim juga dapat mengalami peradangan kulit.

Ciri-ciri eksim

Eksim dapat menimbulkan beberapa gejala berikut:

  • Kulit tampak merah atau berubah warna.

  • Rasa gatal muncul cukup kuat, terutama pada malam hari.

  • Kulit terasa kering, kasar, atau bersisik.

  • Bercak dapat terlihat pecah-pecah dan meradang.

  • Pada kondisi tertentu, kulit mengeluarkan cairan akibat peradangan atau garukan.

  • Keluhan sering muncul berulang di area yang sama.

Lokasi eksim dapat berbeda menurut usia dan jenisnya. Dermatitis atopik sering muncul di lipatan siku, belakang lutut, leher, tangan, atau wajah. Pada bayi, keluhan juga dapat muncul di pipi dan bagian tubuh lainnya.

Namun, eksim tidak selalu muncul di lipatan kulit. Beberapa jenis dermatitis justru sering menyerang tangan, kelopak mata, atau bagian tubuh yang bersentuhan dengan bahan pemicu.

Apa yang memicu eksim?

Eksim tidak selalu muncul akibat alergi terhadap makanan. Banyak faktor dapat memicu atau memperburuk gejala, termasuk sabun yang keras, pewangi, keringat, udara kering, gesekan pakaian, dan stres.

Sebagian penderita juga memiliki riwayat keluarga dengan eksim, asma, atau rinitis alergi. Meski demikian, setiap orang memiliki pemicu yang berbeda.

Mengidentifikasi pemicu dapat membantu seseorang mengurangi kekambuhan. Namun, seseorang tidak perlu menghindari banyak jenis makanan tanpa alasan yang jelas atau anjuran tenaga medis.

Apakah eksim menular?

Eksim sendiri tidak menular. Kontak langsung dengan kulit penderita tidak membuat orang lain mengalami eksim.

Meski demikian, kulit yang terus digaruk dapat mengalami luka dan berisiko terkena infeksi sekunder. Jika kulit mengeluarkan nanah, terasa semakin nyeri, membengkak, atau disertai demam, penderita perlu segera mencari pertolongan medis.

Bagaimana cara merawat kulit yang mengalami eksim?

Perawatan dasar dapat membantu menjaga kelembapan kulit dan mengurangi iritasi. Gunakan pelembap tanpa pewangi secara rutin, terutama setelah mandi. Pilih sabun lembut dan hindari mandi dengan air yang terlalu panas.

Selain itu, gunakan pakaian yang nyaman dan kurangi paparan bahan yang memicu iritasi. Jika gatal mengganggu aktivitas atau tidur, dokter dapat menyarankan obat oles atau pengobatan lain sesuai kondisi kulit.

Penderita sebaiknya tidak menggaruk bercak secara berlebihan. Garukan dapat merusak lapisan kulit, memperburuk peradangan, dan meningkatkan risiko infeksi.

3. Kurap, Infeksi Jamur yang Dapat Menular

sumber foto: wajiofficial.id

Berbeda dengan psoriasis dan eksim, kurap merupakan infeksi jamur pada lapisan luar kulit. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai tinea corporis ketika menyerang kulit tubuh. Jamur penyebabnya termasuk kelompok dermatofit yang dapat tumbuh pada jaringan kulit yang mengandung keratin.

Kurap sering membentuk bercak bulat atau menyerupai cincin. Bagian tepinya dapat tampak lebih merah, bersisik, atau sedikit menonjol, sedangkan bagian tengahnya terkadang terlihat lebih tenang. Namun, bentuk kurap tidak selalu menyerupai cincin yang sempurna.

Infeksi dapat muncul di lengan, kaki, badan, atau bagian tubuh lain. Jika jamur menyerang kulit kepala, selangkangan, atau kaki, kondisi tersebut memiliki sebutan dan karakteristik klinis yang berbeda.

Ciri-ciri kurap

Tanda kurap yang sering muncul meliputi:

  • Bercak berbentuk bulat atau melingkar.

  • Tepi bercak tampak lebih merah dan bersisik.

  • Rasa gatal muncul di area yang terinfeksi.

  • Bercak dapat melebar ke bagian kulit di sekitarnya.

  • Beberapa bercak dapat muncul sekaligus.

Ciri-ciri tersebut dapat membantu seseorang mencurigai infeksi jamur. Namun, bentuk melingkar saja tidak cukup untuk memastikan kurap karena beberapa penyakit kulit lain juga dapat membentuk pola serupa.

Bagaimana kurap menyebar?

Kurap dapat menular melalui kontak langsung dengan kulit yang terinfeksi. Penularan juga dapat terjadi melalui benda yang terkontaminasi, seperti handuk, pakaian, sisir, atau perlengkapan pribadi tertentu.

Kontak dengan hewan yang terinfeksi juga dapat menularkan jamur kepada manusia. Karena itu, seseorang perlu memeriksakan hewan peliharaan jika hewan tersebut mengalami kerontokan bulu berbentuk melingkar atau kelainan kulit yang mencurigakan.

Lingkungan yang hangat dan lembap dapat mendukung pertumbuhan jamur. Meski demikian, kebersihan bukan satu-satunya faktor yang menentukan seseorang terkena kurap. Siapa pun dapat mengalami infeksi ini.

Bagaimana dokter menangani kurap?

Dokter biasanya menggunakan obat antijamur untuk menangani kurap. Infeksi terbatas pada kulit tubuh sering dapat ditangani dengan obat antijamur oles sesuai petunjuk. Infeksi yang luas, menyerang kulit kepala, atau tidak merespons pengobatan mungkin memerlukan obat minum yang diresepkan dokter.

Baca Juga :  Bye Jerawat! Cara Aman dan Alami Mengembalikan Kulit Bersih Tanpa Efek Samping

Hindari menggunakan krim campuran yang mengandung kortikosteroid tanpa diagnosis dan arahan medis. Krim tersebut dapat mengurangi kemerahan untuk sementara, tetapi juga dapat menyamarkan gejala dan membuat infeksi jamur bertambah luas atau sulit dikenali.

Untuk mengurangi risiko penularan, jangan berbagi handuk, pakaian, atau perlengkapan pribadi. Jaga kulit tetap bersih dan kering, serta ikuti petunjuk penggunaan obat hingga pengobatan selesai.

Perbedaan Psoriasis, Eksim, dan Kurap

Tabel berikut merangkum beberapa perbedaan umum ketiga kondisi tersebut.

Aspek Psoriasis Eksim Kurap
Penyebab Peradangan terkait sistem kekebalan tubuh Peradangan dan gangguan pelindung kulit Infeksi jamur
Tampilan umum Bercak tebal dengan sisik putih keperakan Kulit kering, merah, dan meradang Bercak melingkar dengan tepi bersisik
Rasa gatal Dapat muncul, tingkatnya bervariasi Sering terasa kuat Sering terasa gatal
Lokasi umum Siku, lutut, kulit kepala Lipatan siku, belakang lutut, tangan Tubuh, lengan, atau kaki
Menular Tidak Tidak Dapat menular
Penanganan Disesuaikan dengan tingkat keparahan psoriasis Pelembap dan obat sesuai kondisi Obat antijamur sesuai lokasi dan tingkat infeksi

Perlu diingat bahwa tabel ini hanya memberikan gambaran umum. Gejala setiap orang dapat berbeda, dan beberapa penyakit kulit lain bisa menyerupai ketiga kondisi tersebut.

Mengapa Diagnosis Dokter Sangat Penting?

Mengenali ciri-ciri penyakit kulit dapat membantu seseorang mengambil langkah awal. Namun, pemeriksaan dokter tetap penting karena psoriasis, eksim, dan kurap dapat terlihat mirip, terutama pada tahap awal.

Dokter akan menilai bentuk bercak, lokasi, lama keluhan, riwayat kekambuhan, serta kemungkinan paparan pemicu atau sumber infeksi. Dokter juga dapat memeriksa bagian tubuh lain untuk mencari tanda yang mendukung diagnosis.

Jika pemeriksaan visual belum memberikan kepastian, dokter mungkin melakukan pemeriksaan tambahan. Untuk dugaan infeksi jamur, misalnya, dokter dapat mengambil kerokan kulit dan memeriksanya menggunakan mikroskop. Pemeriksaan lain dapat diperlukan jika dokter mencurigai penyakit kulit yang berbeda.

Langkah ini membantu pasien memperoleh penanganan yang sesuai. Penggunaan obat secara sembarangan justru dapat memperburuk kondisi tertentu, terutama jika seseorang memakai krim yang tidak cocok untuk penyakit kulit yang sebenarnya.

Kapan harus memeriksakan diri?

Segera konsultasikan kondisi kulit kepada dokter jika:

  • Bercak terus melebar atau muncul di banyak bagian tubuh.

  • Gatal mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.

  • Kulit terasa nyeri, membengkak, bernanah, atau mengeluarkan cairan.

  • Keluhan tidak membaik setelah perawatan yang tepat.

  • Bercak muncul di kulit kepala atau menyebabkan kerontokan rambut.

  • Sendi terasa nyeri, bengkak, atau kaku, terutama jika disertai dugaan psoriasis.

  • Kelainan kulit disertai demam atau kemerahan yang menyebar dengan cepat.

Jika seseorang mengalami nyeri hebat, demam tinggi, atau kemerahan yang berkembang cepat, segera cari pertolongan medis.

Cara Menjaga Kesehatan Kulit Selama Mengalami Bercak

Sambil menunggu pemeriksaan, seseorang dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk menjaga kondisi kulit.

Pertama, bersihkan kulit menggunakan air dan produk pembersih yang lembut. Hindari menggosok bercak dengan keras karena tindakan tersebut dapat memperparah iritasi.

Kedua, gunakan pelembap tanpa pewangi jika kulit terasa kering. Langkah ini terutama membantu menjaga lapisan pelindung kulit pada orang yang mengalami eksim atau kekeringan.

Ketiga, hindari berbagi handuk, pakaian, dan perlengkapan pribadi apabila terdapat kemungkinan infeksi jamur. Cuci perlengkapan yang digunakan secara rutin dan keringkan dengan baik.

Keempat, hindari mencoba banyak krim sekaligus tanpa mengetahui penyebab bercak. Produk yang tidak sesuai dapat menimbulkan iritasi atau menyamarkan gejala.

Kelima, perhatikan perubahan pada kulit. Catat kapan bercak mulai muncul, bagian tubuh yang terkena, pemicu yang dicurigai, dan pengobatan yang sudah digunakan. Informasi tersebut dapat membantu dokter saat melakukan pemeriksaan.

Terakhir, jangan mengucilkan orang yang memiliki bercak kulit. Psoriasis dan eksim tidak menular, sedangkan kurap dapat ditangani dengan pengobatan yang sesuai. Sikap yang tepat adalah menjaga kebersihan, menghindari kontak atau penggunaan barang bersama ketika ada dugaan infeksi, dan mendorong pemeriksaan medis tanpa memberikan stigma.

Kesimpulan

sumber foto: media.suara.com

Bercak merah bersisik dan gatal tidak selalu menandakan kurap. Psoriasis berkaitan dengan peradangan yang melibatkan sistem kekebalan tubuh, eksim berhubungan dengan peradangan serta gangguan pelindung kulit, sedangkan kurap disebabkan oleh infeksi jamur yang dapat menular.

Ketiganya memerlukan penanganan berbeda. Karena itu, jangan menentukan diagnosis hanya berdasarkan bentuk bercak atau langsung menggunakan obat tanpa mengetahui penyebabnya.

Jika bercak meluas, menimbulkan keluhan berat, atau tidak kunjung membaik, periksakan diri ke dokter. Diagnosis yang tepat membantu seseorang memilih penanganan yang sesuai sekaligus mencegah masalah kulit bertambah parah.

Catatan kesehatan: Artikel ini bertujuan memberikan edukasi dan tidak menggantikan diagnosis maupun konsultasi dengan dokter. (rull)

Berita Terkait

Sering Dibuang, Jantung Pisang Ternyata Punya Banyak Manfaat
8 Penyakit yang Sering Berkaitan dengan Kebiasaan Harian yang Kurang Sehat
Jangan Asal Buang Daun Pisang Kering, Ini Manfaat dan Cara Pakainya
Jangan Anggap Sepele ISPA, Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya
Labu Kuning Bisa Jadi Pengganti Nasi untuk Penderita Diabetes, Ini Cara Mengolahnya
Mengenal Manfaat Daun Selasih, dari Antioksidan hingga Mendukung Pencernaan
Khasiat Alami Seduhan Bunga Melati untuk Relaksasi dan Kesegaran Tubuh
7 Manfaat Mandi Sebelum Subuh untuk Kesehatan, Mulai dari Tubuh Segar hingga Suasana Hati

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Bercak Merah Bersisik dan Gatal? Kenali Perbedaan Psoriasis, Eksim, dan Kurap buatkan soe dan 7 tag

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Sering Dibuang, Jantung Pisang Ternyata Punya Banyak Manfaat

Kamis, 8 Oktober 2026 - 16:27 WIB

8 Penyakit yang Sering Berkaitan dengan Kebiasaan Harian yang Kurang Sehat

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Jangan Asal Buang Daun Pisang Kering, Ini Manfaat dan Cara Pakainya

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Jangan Anggap Sepele ISPA, Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya

Berita Terbaru

UMKM

Resep Es Teh Sereh Jeruk Segar, Asam Manis Bikin Nagih

Selasa, 13 Okt 2026 - 06:02 WIB

Peternakan

Kulit Singkong untuk Pakan Sapi: Murah, tetapi Jangan Berlebihan

Senin, 12 Okt 2026 - 06:02 WIB