Alamorganik.com-Rumput gajah menjadi hijauan utama bagi peternak sapi, kambing, dan domba. Tanaman ini tumbuh cepat, mudah dibudidayakan, serta menghasilkan biomassa tinggi. Namun, rumput gajah segar sering memiliki kadar air tinggi. Akibatnya, rumput cepat layu dan nilai nutrisinya menurun saat disimpan.
Karena itu, peternak perlu melakukan fermentasi. Proses ini membantu meningkatkan kualitas pakan sekaligus memperpanjang masa simpan. Selain itu, fermentasi juga meningkatkan kecernaan dan menambah kandungan nutrisi. Dengan teknik yang tepat, peternak dapat menghasilkan pakan berkualitas dengan biaya lebih hemat.
Mengapa Rumput Gajah Perlu Difermentasi?

Pada umumnya, peternak mengandalkan rumput gajah karena ketersediaannya melimpah. Namun demikian, pakan segar memiliki beberapa kelemahan. Misalnya, rumput cepat membusuk dan sulit disimpan dalam waktu lama.
Oleh sebab itu, fermentasi menjadi solusi yang tepat. Proses ini memanfaatkan mikroorganisme untuk menguraikan bahan organik. Hasilnya, pakan menjadi lebih mudah dicerna oleh ternak. Selain itu, fermentasi juga membantu mengawetkan pakan.
Dengan demikian, peternak memperoleh beberapa keuntungan berikut:
-
Pertama, pakan dapat disimpan hingga berbulan-bulan
-
Kedua, kualitas nutrisi dan kecernaan meningkat
-
Selanjutnya, risiko pembusukan menurun
-
Selain itu, ketersediaan pakan saat kemarau lebih terjamin
-
Terakhir, biaya pakan tambahan dapat ditekan
Karena itu, fermentasi membantu peternak tidak bergantung pada pakan segar setiap hari.
Kandungan Nutrisi Rumput Gajah
Secara umum, rumput gajah mengandung serat kasar tinggi. Tanaman ini juga menyediakan energi dan mineral penting bagi ternak. Namun, kadar protein rumput segar tergolong sedang.
Melalui fermentasi, mikroorganisme mengubah sebagian serat menjadi senyawa lebih mudah dicerna. Selain itu, proses ini meningkatkan palatabilitas atau tingkat kesukaan ternak terhadap pakan.
Akibatnya, ternak tumbuh lebih optimal. Bahkan, produksi susu dan bobot badan cenderung meningkat jika peternak memberi pakan secara rutin.
Prinsip Dasar Fermentasi Pakan
Fermentasi berlangsung melalui aktivitas mikroorganisme, terutama bakteri asam laktat. Mikroba ini mengubah gula menjadi asam organik. Selanjutnya, asam tersebut menurunkan pH dan menekan pertumbuhan bakteri pembusuk.
Agar proses berjalan optimal, peternak harus menciptakan kondisi tanpa udara. Selain itu, kadar air dan ketersediaan energi seperti molase juga sangat memengaruhi hasil fermentasi.
Dengan memahami prinsip ini, peternak dapat mengurangi risiko kegagalan.
Bahan yang Diperlukan
Pada dasarnya, bahan fermentasi mudah ditemukan. Peternak dapat menyiapkan:
-
Rumput gajah segar
-
Molase atau tetes tebu
-
EM4 atau starter mikroba
-
Dedak halus (opsional)
-
Air bersih
Molase berfungsi sebagai sumber energi mikroorganisme. Sementara itu, dedak meningkatkan nilai nutrisi. Selain itu, EM4 mempercepat proses fermentasi.
Alat yang Dibutuhkan
Menariknya, peternak tidak memerlukan alat mahal. Mereka dapat menggunakan peralatan sederhana seperti:
-
Parang atau mesin pencacah
-
Ember atau drum plastik
-
Terpal atau plastik silase
-
Timbangan
-
Sekop atau alat pengaduk
Dengan alat ini, peternak sudah bisa memulai fermentasi secara mandiri.
Langkah Fermentasi Rumput Gajah

Agar hasil optimal, peternak perlu mengikuti tahapan berikut.
1. Panen pada Usia Tepat
Peternak sebaiknya memanen rumput saat umur 40–60 hari. Pada usia ini, nutrisi masih tinggi dan serat belum keras.
2. Cacah Rumput
Selanjutnya, peternak mencacah rumput sepanjang 3–5 cm. Potongan kecil membantu mikroorganisme bekerja lebih cepat.
3. Siapkan Larutan Starter
Campurkan molase, EM4, dan air. Setelah itu, aduk hingga larut sempurna.
4. Campurkan Bahan
Kemudian, peternak mencampur rumput dengan dedak. Lalu, siramkan larutan starter secara merata.
5. Padatkan dan Tutup
Masukkan campuran ke dalam drum atau plastik silase. Selanjutnya, padatkan hingga udara keluar. Setelah itu, tutup rapat.
6. Simpan 14–21 Hari
Terakhir, simpan pakan di tempat teduh. Hindari sinar matahari langsung. Setelah 2–3 minggu, pakan siap digunakan.
Ciri Fermentasi Berhasil
Fermentasi yang baik memiliki tanda jelas. Oleh karena itu, peternak perlu memeriksa kualitas pakan.
Ciri utama fermentasi berhasil:
-
Aroma harum seperti tape
-
Warna hijau kecokelatan
-
Tidak berjamur
-
Tekstur lembut
Sebaliknya, pakan berbau busuk tidak layak diberikan.
Cara Pemberian Pakan
Peternak perlu memberi pakan fermentasi secara bertahap. Awalnya, campurkan dengan rumput segar. Selanjutnya, tingkatkan porsi fermentasi secara perlahan.
Selain itu, sesuaikan pemberian pakan dengan kebutuhan nutrisi ternak. Jangan lupa, sediakan air minum bersih setiap saat.
Keuntungan Fermentasi
Secara keseluruhan, fermentasi memberi banyak manfaat.
-
Pertama, biaya pakan lebih hemat
-
Kedua, produktivitas ternak meningkat
-
Selanjutnya, manajemen pakan lebih mudah
-
Selain itu, limbah hijauan berkurang
-
Terakhir, ketersediaan pakan lebih stabil
Dengan demikian, peternak dapat mengelola usaha secara lebih efisien.
Kesalahan yang Sering Terjadi
Meski sederhana, beberapa kesalahan masih sering terjadi. Misalnya:
-
Kadar air terlalu tinggi
-
Wadah tidak tertutup rapat
-
Molase kurang
-
Rumput terlalu tua
-
Fermentasi terlalu singkat
Karena itu, peternak harus memperhatikan setiap tahap.
Tips Agar Fermentasi Optimal

Agar hasil maksimal, peternak dapat menerapkan tips berikut:
-
Gunakan rumput segar
-
Jaga kebersihan alat
-
Pastikan kondisi tanpa udara
-
Simpan di tempat teduh
-
Gunakan starter sesuai dosis
Dengan langkah ini, kualitas pakan lebih terjamin.
Secara keseluruhan, fermentasi rumput gajah menjadi solusi efektif untuk meningkatkan kualitas pakan. Selain menghemat biaya, teknik ini juga meningkatkan produktivitas ternak.
Dengan bahan sederhana dan teknik tepat, peternak dapat menghasilkan pakan berkualitas tinggi. Oleh sebab itu, fermentasi layak menjadi strategi penting dalam pengembangan usaha ternak modern. (rull)









