Cuma Pakai Rumput, Anda Bisa Membuat Kapur Barus Organik yang Wangi dan Tahan Lama

- Penulis

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Rumput sering dianggap sebagai tanaman liar yang tidak memiliki nilai ekonomi. Setelah memotongnya, banyak orang langsung membuang, membakar, atau mengolahnya menjadi kompos. Padahal, dengan sedikit kreativitas, Anda bisa mengubah rumput menjadi berbagai produk yang bermanfaat, salah satunya kapur barus organik.

Perlu diketahui, rumput tidak menghasilkan kapur barus (kamper) alami seperti produk komersial yang berasal dari senyawa kimia atau ekstrak pohon kamper. Meski begitu, Anda tetap bisa memanfaatkan rumput sebagai bahan utama untuk membuat pengharum ruangan sekaligus pengusir serangga alami melalui proses fermentasi dan penambahan minyak atsiri.

Kapur barus organik ini cocok untuk berbagai kebutuhan, mulai dari mengharumkan rumah, lemari pakaian, gudang, hingga kandang ternak. Selain memanfaatkan bahan-bahan yang mudah ditemukan, produk ini juga lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan residu kimia yang berbahaya.

Mengenal Kapur Barus Organik dari Rumput

sumber foto: cdn.stikes-aisyiyahbandung.ac.id

Kapur barus organik hadir dalam bentuk padat dengan ukuran kecil, biasanya bulat atau kotak. Anda dapat membuatnya dengan memfermentasi rumput terlebih dahulu, kemudian mencampurkan cairan fermentasinya dengan bahan pengental serta minyak atsiri hingga membentuk adonan yang siap dicetak. Berbeda dengan kamper komersial, produk ini berfungsi sebagai pengharum ruangan alami sekaligus membantu mengurangi gangguan berbagai jenis serangga.

Minyak serai wangi dan minyak kayu putih menjadi sumber aroma utama pada kapur barus organik. Aroma khas dari kedua minyak atsiri tersebut cenderung tidak disukai nyamuk, kecoa, semut, dan beberapa serangga lainnya. Karena itu, penggunaan kapur barus organik dapat membantu mengurangi keberadaan serangga di dalam rumah sekaligus membuat ruangan terasa lebih segar.

Sebagai bahan utama, rumput mudah mengalami proses fermentasi dan menghasilkan cairan organik yang kaya senyawa alami. Setelah mencampurkannya dengan minyak atsiri dan bahan pengental, Anda akan memperoleh kapur barus organik yang padat, beraroma segar, dan mampu mempertahankan wanginya selama beberapa minggu jika menyimpannya dengan benar.

Mengapa Memanfaatkan Rumput?

Di banyak daerah, rumput tumbuh sangat cepat, terutama saat musim hujan. Jika tidak dimanfaatkan, rumput hanya menjadi limbah kebun yang menumpuk.

Mengolah rumput menjadi kapur barus organik memberikan beberapa keuntungan, antara lain:

  • Mengurangi limbah organik di sekitar rumah.
  • Memberikan nilai tambah pada rumput yang biasanya dibuang.
  • Menghasilkan pengharum alami tanpa bahan kimia sintetis.
  • Membantu mengurangi penggunaan pengusir serangga berbahan kimia.
  • Dapat dijadikan produk rumahan yang bernilai jual.

Apabila menggunakan rumput wangi atau serai, aroma alami yang dihasilkan akan semakin harum sehingga kualitas produk menjadi lebih baik.

Bahan yang Dibutuhkan

Pembuatan kapur barus organik tidak memerlukan bahan yang sulit ditemukan. Sebagian besar tersedia di rumah atau toko pertanian.

Siapkan bahan berikut:

  • 2 kilogram rumput segar (lebih baik menggunakan rumput wangi atau daun serai)
  • 1 liter air bersih
  • 100 ml molase atau gula merah cair
  • 50 ml EM4 (opsional untuk mempercepat fermentasi)
  • 100 gram tepung tapioka atau tepung maizena
  • 20–30 ml minyak serai wangi
  • 10–20 ml minyak kayu putih

Fungsi Masing-Masing Bahan

Sebelum mulai membuatnya, pahami terlebih dahulu fungsi setiap bahan agar hasil yang diperoleh lebih maksimal.

Rumput

Rumput menjadi bahan utama yang difermentasi. Semakin segar rumput yang digunakan, semakin baik proses fermentasinya.

Baca Juga :  Biosaka dari Bahan Ekstrem: Ini Tanda-Tanda Kualitasnya Super

Air

Air berfungsi sebagai media fermentasi sekaligus membantu proses ekstraksi senyawa organik dari rumput.

Molase atau Gula Merah Cair

Molase menjadi sumber makanan bagi mikroorganisme selama fermentasi sehingga proses berlangsung lebih cepat.

EM4

EM4 sebenarnya tidak wajib digunakan. Namun, larutan ini mengandung mikroorganisme yang mampu mempercepat proses penguraian bahan organik.

Tepung Tapioka

Tepung berfungsi sebagai perekat alami agar cairan fermentasi dapat dibentuk menjadi adonan padat.

Minyak Serai Wangi

Bahan ini memberikan aroma segar sekaligus membantu mengusir nyamuk dan beberapa jenis serangga.

Minyak Kayu Putih

Sementara itu, minyak kayu putih memperkuat aroma kapur barus organik serta meningkatkan efek pengusir serangga.

Cara Membuat Kapur Barus Organik dari Rumput

Proses pembuatannya cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah.

1. Cacah Rumput Hingga Halus

Potong rumput menjadi bagian-bagian kecil menggunakan pisau atau mesin pencacah.

Potongan yang lebih kecil akan mempercepat proses fermentasi karena luas permukaan bahan menjadi lebih besar.

2. Campurkan Semua Bahan Fermentasi

Masukkan rumput ke dalam ember atau wadah plastik yang memiliki penutup.

Tambahkan:

  • air bersih,
  • molase atau gula merah cair,
  • EM4 jika tersedia.

Aduk hingga seluruh rumput terendam secara merata.

3. Fermentasikan Selama 5–7 Hari

Tutup wadah dengan rapat tetapi jangan sampai benar-benar kedap udara.

Simpan di tempat teduh yang tidak terkena sinar matahari langsung.

Selama fermentasi, mikroorganisme akan menguraikan bahan organik sehingga menghasilkan cairan yang kaya senyawa alami.

Jika muncul aroma asam manis seperti tape, berarti fermentasi berjalan dengan baik.

4. Saring Cairan Fermentasi

Setelah fermentasi selesai, saring campuran menggunakan kain halus atau saringan.

Pisahkan cairan dari ampas rumput.

Ampasnya masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan kompos sehingga tidak ada limbah yang terbuang.

5. Buat Adonan Kental

Masukkan tepung tapioka sedikit demi sedikit ke dalam cairan fermentasi.

Aduk hingga membentuk adonan yang cukup kental dan mudah dicetak.

Apabila terlalu encer, tambahkan sedikit tepung.

Sebaliknya, jika terlalu padat, tambahkan sedikit cairan fermentasi.

6. Tambahkan Minyak Atsiri

Setelah adonan tercampur rata, masukkan:

  • minyak serai wangi,
  • minyak kayu putih.

Aduk kembali hingga aroma minyak menyebar merata ke seluruh adonan.

Tahap ini sangat menentukan kualitas aroma produk akhir.

7. Cetak Sesuai Keinginan

Gunakan cetakan kecil berbentuk bulat, kotak, bunga, atau bentuk lain sesuai selera.

Ukuran kecil biasanya lebih praktis digunakan di dalam lemari maupun ruangan.

8. Jemur Hingga Benar-Benar Kering

Susun hasil cetakan di atas nampan atau rak.

Jemur di bawah sinar matahari hingga mengeras.

Proses pengeringan biasanya memerlukan waktu 2–4 hari, tergantung intensitas sinar matahari.

Setelah benar-benar kering, simpan dalam wadah kedap udara.

Cara Menggunakan Kapur Barus Organik

sumber foto: rukita.co

Produk yang telah kering dapat digunakan di berbagai tempat.

Misalnya:

  • lemari pakaian,
  • rak sepatu,
  • ruang tamu,
  • dapur,
  • gudang,
  • kamar mandi,
  • kandang hewan.

Aroma minyak atsiri akan perlahan menyebar sehingga ruangan menjadi lebih segar.

Jika aromanya mulai berkurang, teteskan kembali sedikit minyak serai atau minyak kayu putih pada permukaannya agar wanginya kembali kuat.

Baca Juga :  Cara Membuat Pestisida Nabati dari Biji Mahoni dan Manfaatnya untuk Tanaman

Manfaat Kapur Barus Organik

Selain mudah dibuat, produk ini menawarkan berbagai manfaat.

1. Mengharumkan Ruangan

Minyak atsiri menghasilkan aroma segar yang mampu mengurangi bau tidak sedap di dalam ruangan.

2. Membantu Mengusir Nyamuk

Aroma serai dikenal kurang disukai nyamuk sehingga dapat membantu mengurangi keberadaannya di sekitar rumah.

3. Mengurangi Gangguan Kecoa

Kecoa cenderung menghindari area yang memiliki aroma minyak atsiri cukup kuat.

4. Membantu Mengusir Semut

Beberapa jenis semut juga tidak menyukai aroma tajam dari minyak serai maupun kayu putih.

5. Ramah Lingkungan

Produk ini dibuat dari bahan organik sehingga lebih mudah terurai dibandingkan kamper sintetis.

6. Mengurangi Limbah Rumput

Rumput yang biasanya dibuang dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

7. Berpotensi Menjadi Usaha Rumahan

Dengan kemasan yang menarik, Anda dapat memasarkan kapur barus organik sebagai produk ramah lingkungan yang berpotensi menarik minat masyarakat.

Cara Meningkatkan Efek Pengusir Tikus

Jika Anda ingin memanfaatkan kapur barus organik untuk membantu mengurangi aktivitas tikus, tambahkan beberapa bahan alami ke dalam campuran sebelum mencetak adonan.

Anda dapat menggunakan:

  • ekstrak daun mint,
  • ekstrak daun mengkudu,
  • ekstrak serai,
  • atau kombinasi ketiganya.

Ketiga bahan tersebut menghasilkan aroma yang cukup menyengat sehingga dapat membuat beberapa area terasa kurang nyaman bagi tikus. Meski demikian, hingga saat ini belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa kapur barus organik mampu membasmi atau mengusir tikus secara permanen. Produk ini hanya berpotensi membantu mengurangi aktivitas tikus di lokasi tertentu, dan tingkat efektivitasnya bergantung pada kondisi lingkungan.

Agar hasilnya lebih optimal, jagalah kebersihan rumah secara rutin, simpan makanan dalam wadah tertutup, segera bersihkan sisa makanan yang tercecer, dan tutup setiap celah yang berpotensi menjadi jalur masuk tikus. Dengan langkah-langkah tersebut, Anda dapat mengurangi risiko tikus datang dan bersarang di dalam rumah.

Tips Agar Hasil Lebih Berkualitas

Agar kapur barus organik memiliki aroma yang tahan lama, perhatikan beberapa hal berikut:

  • Gunakan rumput yang masih segar.
  • Pilih minyak atsiri berkualitas baik.
  • Pastikan fermentasi berlangsung sempurna.
  • Jangan mencetak adonan yang terlalu encer.
  • Jemur hingga benar-benar kering agar tidak mudah berjamur.
  • Simpan produk di tempat kering dan tertutup rapat.

Jika ingin menghasilkan aroma yang berbeda, Anda juga dapat menambahkan minyak atsiri lavender, eucalyptus, jeruk, atau cengkeh sesuai selera.

Penutup

sumber foto: chatgpt.com

Memanfaatkan rumput sebagai bahan dasar kapur barus organik merupakan salah satu cara sederhana untuk mengolah limbah menjadi produk yang lebih bernilai. Meskipun bukan kapur barus alami seperti kamper komersial, produk ini dapat berfungsi sebagai pengharum ruangan sekaligus membantu mengurangi gangguan serangga berkat kandungan minyak atsiri.

Mengolah rumput menjadi kapur barus organik merupakan cara sederhana untuk meningkatkan nilai limbah organik. Selain menghasilkan pengharum ruangan alami, produk ini juga membantu mengurangi gangguan serangga berkat kandungan minyak atsiri.

Anda hanya memerlukan rumput segar, proses fermentasi, bahan pengental, dan beberapa jenis minyak atsiri untuk membuatnya. Seluruh prosesnya cukup mudah sehingga siapa pun dapat mencobanya di rumah. (rull)

Berita Terkait

Mengapa Daun Singkong Karet Kurang Disukai Sebagian Hama?
Tak Perlu Beli Pestisida Mahal, Gulma Liar Ini Bisa Jadi Solusi Alami Pembasmi Hama
Tak Perlu Racun, Ini Cara Ampuh Mengusir Hewan Pengganggu dari Rumah
Usir Hama Tanpa Racun! Bunga Kenikir Jadi Pestisida Alami Ampuh
Ampas Tembakau Disulap Jadi Pestisida Ampuh, Hama Auto Kabur!
Ampuh dan Alami! Pestisida dari Umbi Talas Liar Ini Bikin Hama Kabur
Cara Membuat Pestisida Nabati dari Umbi Gadung untuk Mengatasi Hama Tikus
Tips dan Cara Membuat Pestisida Nabati dari Buah Maja

Berita Terkait

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:27 WIB

Cuma Pakai Rumput, Anda Bisa Membuat Kapur Barus Organik yang Wangi dan Tahan Lama

Rabu, 17 Juni 2026 - 18:02 WIB

Mengapa Daun Singkong Karet Kurang Disukai Sebagian Hama?

Selasa, 16 Juni 2026 - 20:02 WIB

Tak Perlu Beli Pestisida Mahal, Gulma Liar Ini Bisa Jadi Solusi Alami Pembasmi Hama

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:02 WIB

Tak Perlu Racun, Ini Cara Ampuh Mengusir Hewan Pengganggu dari Rumah

Jumat, 10 April 2026 - 15:02 WIB

Usir Hama Tanpa Racun! Bunga Kenikir Jadi Pestisida Alami Ampuh

Berita Terbaru

Kesehatan

Cherry, Si Merah Cantik yang Diam-Diam Punya Khasiat Luar Biasa

Jumat, 19 Jun 2026 - 22:02 WIB