Alamorganik.com-Bawang daun (Allium fistulosum L.) menjadi salah satu sayuran yang hampir selalu dibutuhkan di dapur masyarakat Indonesia. Dari tumisan sederhana hingga hidangan berkuah, bawang daun terus memperkuat aroma dan cita rasa makanan. Permintaan pasar yang tinggi mendorong banyak petani membudidayakannya, terutama di lahan-lahan subur seperti tanah aluvial.
Namun, seperti tanaman lainnya, bawang daun tumbuh optimal hanya ketika kondisi tanah baik dan nutrisi tersedia cukup. Banyak petani masih mengandalkan pupuk NPK untuk mengejar pertumbuhan cepat dan hasil panen tinggi. Di saat yang sama, tren pertanian alami semakin berkembang, dan Jakaba (Jamur Keabadian) sebagai kultur jamur Actinomycetes mulai menarik perhatian karena mampu menghidupkan kembali tanah.
Mengenal Tanah Aluvial dan Tantangannya
Tanah aluvial adalah jenis tanah yang terbentuk dari endapan material halus yang terbawa aliran sungai. Petani menemukan tanah jenis ini di dataran rendah dan lembah sungai. Ciri umumnya adalah:
- teksturnya gembur,
- memiliki kandungan pasir, debu, dan liat seimbang,
- drainase cukup baik,
- kaya unsur mineral.
Meskipun tampak ideal, tanah aluvial memiliki masalah tersendiri. Tanah ini sering mengalami penurunan bahan organik akibat olah tanah intensif dan penggunaan pupuk kimia jangka panjang. Akibatnya:
- struktur tanah mudah rusak,
- mikroba tanah menurun,
- daya ikat air dan nitrogen melemah,
- tanaman lebih mudah stres.
Di sinilah peran pupuk hayati seperti Jakaba menjadi sangat menarik untuk dikaji.
Peran Pupuk NPK dalam Pertumbuhan Bawang Daun

Pupuk NPK (Nitrogen – Fosfor – Kalium) sudah lama menjadi andalan petani karena sifatnya yang:
- cepat diserap tanaman,
- memacu pertumbuhan daun (N sangat dominan),
- memperkuat akar dan batang,
- meningkatkan kualitas hasil panen.
Pada bawang daun, unsur nitrogen (N) menjadi kunci utama. NPK membantu daun tumbuh hijau, panjang, dan tebal. Namun penggunaan NPK yang berlebihan dapat membuat tanah keras, menurunkan mikroorganisme, dan menciptakan ketergantungan jangka panjang.
Saat inilah kombinasi antara NPK dan bahan organik seperti Jakaba menjadi relevan.
Efektivitas Jakaba pada Bawang Daun di Tanah Aluvial
Ketika Jakaba diaplikasikan di tanah aluvial, beberapa efek positif yang sering terlihat adalah:
a. Tanah Menjadi Lebih Reaktif dan Gembur
Miselium jamur membentuk agregat tanah, membuat tanah lebih aeratif dan tidak mudah memadat. Akar bawang daun dapat menembus lebih dalam sehingga serapan nutrisi meningkat.
b. Nutrisi Bertahan Lebih Lama
Mikroorganisme Jakaba membantu mengikat nitrogen dan mengurai sumber organik yang tersisa, sehingga pupuk tidak mudah hilang tercuci oleh air.
c. Tanaman Lebih Tahan Penyakit
Actinomycetes menekan patogen seperti Fusarium dan Rhizoctonia yang sering menyerang akar bawang daun.
d. Warna Daun Lebih Cerah dan Segar
Kesuburan tanah yang meningkat membantu proses fotosintesis berjalan lebih optimal.
Bagaimana Jika Jakaba dan NPK Digabungkan?
Menggabungkan Jakaba dan pupuk NPK sering dianggap sebagai “jalan tengah” antara pertanian alami dan modern. Kombinasi ini memberikan keuntungan ganda:
1. NPK memberikan nutrisi cepat.
Hasil awal pertumbuhan daun terlihat lebih cepat dan pertumbuhan batang lebih seragam.
2. Jakaba memperbaiki tanah dan menjaga kestabilan nutrisi.
Mikroorganisme membantu mengoptimalkan penggunaan NPK sehingga pupuk tidak terbuang sia-sia.
3. Penghematan pemakaian NPK.
Beberapa penelitian lapangan menunjukkan bahwa penggunaan Jakaba memungkinkan pengurangan NPK hingga 30–40% tanpa menurunkan hasil panen.
4. Pertumbuhan lebih sehat dan merata.
Bawang daun yang mendapat kedua sumber hara ini biasanya memiliki:
- warna hijau lebih stabil,
- aroma lebih segar,
- pertumbuhan akar lebih aktif,
- daun lebih panjang dan lebih tebal.
Hasil Panen Bawang Daun: Jakaba vs NPK vs Kombinasi

Secara umum, hasil yang sering ditemukan di lapangan adalah:
1. Jakaba saja
Tanaman tumbuh sehat, struktur tanah membaik, tetapi pertumbuhan awal cenderung lebih lambat dibanding NPK.
2. NPK saja
3. Kombinasi Jakaba + NPK
Inilah hasil terbaik. Pertumbuhan cepat, akar lebih kuat, warna daun lebih hijau, dan hasil panen cenderung lebih tinggi dan lebih stabil.
Kombinasi ini menunjukkan bahwa pertanian modern tidak harus menolak metode alami. Justru keduanya saling melengkapi.
Cara Aplikasi Jakaba dan NPK pada Bawang Daun
Berikut cara umum yang sering diterapkan di lahan:
A. Aplikasi Jakaba
- 1–2 genggam per lubang tanam, atau
- 1 kg Jakaba untuk 20–25 m² lahan,
- Campur dengan kompos untuk hasil lebih stabil.
B. Aplikasi NPK
- Gunakan dosis rendah–sedang (misal 8–12 gram per meter persegi),
- Berikan secara bertahap agar tidak menyebabkan daun terlalu lembek.
C. Aplikasi Kombinasi
- Masukkan Jakaba saat olah tanah,
- Berikan NPK saat tanaman memasuki umur 10–14 hari setelah tanam.
Dengan cara ini, mikroorganisme Jakaba membantu mengolah pupuk dan menjadikannya lebih efisien bagi tanaman.

Efektivitas Jakaba dan pupuk NPK terhadap pertumbuhan dan hasil bawang daun pada tanah aluvial menunjukkan bahwa kedua jenis pupuk ini bukan saingan, melainkan pasangan yang saling melengkapi.
- Jakaba menghidupkan tanah dan membuat struktur tanah lebih sehat.
- NPK menyediakan nutrisi cepat yang dibutuhkan bawang daun.
- Kombinasinya memberikan pertumbuhan terbaik, hasil lebih tinggi, dan tanah tetap subur untuk jangka panjang.
Di tengah kebutuhan pertanian yang produktif namun tetap ramah lingkungan, penggunaan Jakaba dan NPK secara bijak menawarkan solusi yang seimbang: tanaman tetap tumbuh maksimal, tanah tetap sehat, dan petani mendapatkan panen yang lebih stabil. (rull*)









