Alamorganik.com-Hampir setiap rumah di Indonesia memasak nasi setiap hari. Setiap kali kita mencuci beras sebelum dimasak, proses itu menghasilkan air cucian beras atau leri. Banyak orang langsung membuang air berwarna putih keruh ini ke selokan tanpa berpikir panjang. Padahal, air sederhana ini sebenarnya menyimpan nutrisi luar biasa. Kandungan nutrisinya yang kaya membuat kita dapat memanfaatkan air cucian beras sebagai media untuk menumbuhkan Jamur Jakaba, agen hayati yang kini semakin populer di kalangan petani dan pegiat pertanian alami.
Air cucian beras layak kita olah karena cairan ini menyimpan nutrisi penting yang bermanfaat bagi mikroba dan jamur.
Jika kita memperhatikan lebih dekat, air cucian beras sebenarnya bukan limbah kosong. Saat kita mencuci beras, lapisan luarnya melepaskan nutrisi seperti karbohidrat dan mineral ke dalam air. Nutrisi inilah yang kemudian menjadi sumber makanan favorit bagi mikroba dan jamur bermanfaat.

Beberapa kandungan penting dalam air cucian beras antara lain:
- Pati atau karbohidrat
- Protein dalam jumlah kecil
- Vitamin B kompleks
- Mineral seperti magnesium, fosfor, dan sedikit kalsium
- Serat halus dari permukaan beras
Karbohidrat dari pati inilah yang membuat mikroba bisa berkembang dengan cepat. Karena itu, air cucian beras menjadi media yang sangat ideal untuk menumbuhkan koloni jamur seperti Jakaba.
Memanfaatkan limbah ini bukan hanya menghemat biaya, tetapi juga mendorong gaya hidup zero waste dengan mengolah sesuatu yang biasanya kita buang menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat bagi pertanian.
Keunggulan Jakaba dari Air Cucian Beras
Pembuatan Jakaba menggunakan media limbah cucian beras menawarkan sejumlah kelebihan dibandingkan metode tradisional yang memakai bonggol bambu.
a. Pertumbuhan lebih cepat
Pati beras mempercepat perkembangbiakan miselium.
b. Tekstur koloni lebih lembut dan tebal
Jamur menjadi lebih mudah diambil dan dicampurkan ke media tanam.
c. Kepastian bahan tersedia setiap hari
Tidak perlu berburu bambu atau bonggol kering.
d. Mengurangi limbah rumah tangga
Sangat ramah lingkungan dan mendorong gaya hidup keberlanjutan.
e. Biaya hampir nol
Praktis tanpa modal, cocok bagi petani kecil atau pemula.
Bahan dan Peralatan yang Dibutuhkan
Untuk membuat Jakaba dari air cucian beras, Anda hanya perlu menyiapkan:
- Air cucian beras (lebih baik cucian pertama dan kedua)
- Wadah kaca atau plastik berkapasitas 1–5 liter
- Kain tipis untuk menutup wadah
- Karet gelang atau tutup longgar
- Tempat teduh dengan suhu stabil
Tidak ada bahan lain yang diperlukan. Semua proses berlangsung secara alami melalui fermentasi mikroba.
Cara Membuat Jakaba dari Air Cucian Beras

Berikut proses lengkapnya dari awal hingga siap panen:
Langkah 1: Mengumpulkan Air Cucian Beras
Tampung air cucian pertama karena mengandung nutrisi paling banyak. Isi wadah hingga 70% saja agar ada ruang fermentasi.
Langkah 2: Fermentasi Awal (24 jam)
Biarkan wadah terbuka atau tertutup kain tipis supaya mikroba dari udara bisa masuk. Simpan di tempat teduh.
Langkah 3: Menutup Wadah
Setelah 1 hari, tutup wadah secara longgar. Pastikan masih ada sirkulasi udara, namun tetap terlindung dari serangga.
Langkah 4: Fermentasi Lanjutan (7–14 hari)
Dalam 3–7 hari, akan muncul lapisan putih tipis di permukaan. Lapisan ini akan bertambah tebal hingga tampak seperti kapas putih. Aroma fermentasi yang segar menandakan prosesnya berhasil.
Langkah 5: Panen Jakaba
Angkat lapisan jamur menggunakan sendok bersih. Simpan sebagai bibit atau langsung gunakan. Air fermentasinya bisa dijadikan pupuk cair.
Cara Menggunakan Jakaba di Lahan dan Tanaman
Anda dapat memanfaatkan Jakaba dengan beberapa cara:
a. Kita dapat mencampurkannya langsung ke tanah.
Campurkan jamur ke media tanam atau lahan untuk memperbaiki struktur tanah.
b. Kita dapat menjadikannya sebagai larutan penyiram.
Kita dapat mencampurkan 1 genggam Jakaba dengan 1–2 liter air, mendiamkannya sebentar, lalu menggunakan larutan tersebut untuk menyiram tanaman..
c. Untuk perendaman bibit tanaman
Campur air fermentasi Jakaba dengan air bersih (rasio 1:10). Bibit akan lebih sehat dan cepat tumbuh.
d. Sebagai aktivator kompos
Tambahkan Jakaba ke tumpukan kompos untuk mempercepat penguraian.
Manfaat Penggunaan Jakaba Secara Rutin
Penggunaan Jakaba secara berkelanjutan langsung menampilkan beberapa manfaat yang mudah terlihat.
- Tanaman tumbuh lebih sehat dengan akar yang kuat.
- Aktivitas mikroba tanah meningkat signifikan.
- Penyakit tanaman terutama pada akar menjadi lebih terkendali.
- Kebutuhan pupuk kimia berkurang sehingga biaya produksi turun.
- Jakaba membuat tanah menjadi lebih gembur dan mudah diolah.
Tips Agar Jakaba Berhasil dan Berkualitas

- Gunakan wadah yang bersih agar tidak terjadi kontaminasi.
- Jangan gunakan air sabun atau air cucian lain.
- Simpan di tempat yang tidak terkena matahari langsung.
- Aroma harus segar, bukan busuk atau menyengat.
- Gunakan secara rutin untuk hasil optimal.
Membuat Jakaba dari limbah cucian beras adalah bukti bahwa inovasi besar tidak harus mahal atau rumit. Dengan bahan yang selalu tersedia di dapur, siapa pun dapat menghasilkan agen hayati yang sangat bermanfaat bagi tanah dan tanaman. Cara ini bukan hanya membantu petani mengurangi ketergantungan pada bahan kimia, tetapi juga mengurangi limbah rumah tangga yang selama ini terbuang sia-sia.
Dengan langkah sederhana, kita bisa memberi kontribusi nyata untuk lingkungan, memperbaiki kualitas tanah, dan mendukung pertanian yang lebih sehat dan berkelanjutan. (rull*)









