Alamorganik.com-Kue celorot merupakan salah satu jajanan tradisional yang memiliki bentuk unik, rasa manis legit, dan tekstur kenyal. Kue ini menggunakan janur atau daun kelapa muda sebagai pembungkus berbentuk kerucut memanjang. Bentuknya yang khas membuat celorot mudah dikenali, bahkan ketika penjual menyajikannya bersama aneka jajanan pasar lainnya.
Perpaduan tepung beras, tepung tapioka, gula merah, dan santan menghasilkan cita rasa yang sederhana tetapi menggugah selera. Gula merah memberikan rasa manis sekaligus warna cokelat yang menarik, sedangkan santan menghadirkan aroma gurih yang melengkapi setiap gigitan.
Meski terlihat sederhana, membuat kue celorot membutuhkan ketelitian. Kita perlu memperhatikan kekentalan adonan, cara membentuk janur, serta lama pengukusan agar kue matang merata. Jika mengikuti langkah yang tepat, siapa pun bisa mencoba membuat jajanan tradisional ini di rumah.
Resep berikut menggunakan bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional maupun toko bahan kue. Tak hanya cocok untuk camilan keluarga, kue celorot juga bisa menjadi inspirasi usaha jajanan tradisional.
Mengenal Kue Celorot dan Keistimewaannya

Kue celorot dikenal sebagai jajanan tradisional yang menggunakan daun kelapa muda sebagai wadah adonan. Perajin biasanya menggulung janur hingga membentuk kerucut panjang, kemudian mengisi bagian dalamnya dengan adonan berbahan tepung dan gula.
Cara penyajian tersebut membuat celorot memiliki penampilan berbeda dari kue basah lainnya. Pembungkus janur juga memberikan sentuhan tradisional yang menarik. Saat membuka bungkusnya, kita dapat menikmati kue berwarna kecokelatan dengan tekstur lembut dan kenyal.
Cita rasa celorot berasal dari kombinasi bahan-bahan sederhana. Tepung beras membentuk struktur utama kue, sedangkan tepung tapioka membantu menghasilkan tekstur yang lebih kenyal. Gula merah memberikan rasa manis khas, sementara santan menambah rasa gurih.
Kue ini cocok disajikan sebagai teman minum teh atau kopi pada pagi dan sore hari. Kita juga bisa menyajikannya sebagai hidangan untuk acara keluarga, pertemuan warga, atau sajian tradisional saat berkumpul bersama kerabat.
Setiap daerah dapat memiliki variasi resep dan cara penyajian celorot. Karena itu, resep berikut menjadi salah satu pilihan untuk membuat celorot dengan bahan yang relatif sederhana dan langkah yang mudah diikuti.
Bahan-Bahan untuk Membuat Kue Celorot
Sebelum mulai memasak, siapkan seluruh bahan agar proses pembuatan berjalan lebih praktis. Pastikan takaran bahan sesuai resep supaya adonan menghasilkan tekstur yang seimbang.
Bahan utama
- 250 gram tepung beras
- 50 gram tepung tapioka
- 150 gram gula merah, sisir halus
- 50 gram gula pasir
- 700 mililiter santan
- ½ sendok teh garam
- 2 lembar daun pandan
- Janur atau daun kelapa muda secukupnya
Gunakan tepung beras yang masih bagus dan tidak berbau apek. Tepung yang berkualitas membantu menghasilkan kue dengan tekstur lembut dan rasa yang lebih enak.
Pilih gula merah yang memiliki aroma khas dan rasa manis yang sesuai selera. Jika gula merah mengandung kotoran atau serat kasar, larutkan terlebih dahulu lalu saring sebelum mencampurkannya dengan bahan lain.
Untuk santan, kita bisa menggunakan santan segar atau santan siap pakai. Santan yang cukup kental akan memberikan rasa gurih yang lebih terasa. Namun, perhatikan jumlah cairan agar adonan tidak terlalu encer.
Janur juga memegang peranan penting dalam pembuatan celorot. Pilih daun kelapa muda yang lentur, bersih, dan tidak mudah sobek ketika digulung. Daun yang terlalu kering biasanya lebih sulit dibentuk menjadi wadah.
Cara Membuat Kue Celorot yang Lembut dan Kenyal
Setelah semua bahan tersedia, ikuti langkah berikut secara berurutan. Persiapan yang baik membantu kita menghasilkan adonan yang halus dan kue yang matang merata.
1. Hangatkan santan bersama daun pandan
Tuangkan santan ke dalam panci, lalu tambahkan daun pandan dan garam. Aduk perlahan sambil memanaskannya menggunakan api kecil.
Jangan biarkan santan mendidih terlalu lama. Cukup hangatkan hingga garam larut dan aroma pandan mulai keluar. Aduk secara berkala agar santan tidak pecah atau menempel di dasar panci.
Setelah itu, matikan api dan biarkan santan sedikit mendingin. Langkah ini membantu kita mencampurkan santan dengan tepung tanpa membuat adonan menggumpal akibat suhu yang terlalu tinggi.
2. Campurkan tepung beras dan tepung tapioka
Siapkan wadah berukuran cukup besar. Masukkan tepung beras dan tepung tapioka, kemudian aduk hingga kedua bahan tercampur rata.
Jangan langsung menuangkan seluruh santan ke dalam tepung. Penambahan cairan secara bertahap akan memudahkan kita mengontrol kekentalan adonan.
Tepung beras menjadi bahan utama yang membentuk badan kue, sedangkan tepung tapioka membantu memberikan tekstur kenyal. Takaran keduanya perlu tetap seimbang agar kue tidak terlalu keras atau terlalu lengket.
3. Larutkan gula merah dan gula pasir
Ambil sebagian santan hangat, kemudian masukkan gula merah yang sudah disisir dan gula pasir. Aduk sampai gula larut.
Jika gula merah sulit larut, hangatkan campuran tersebut sebentar menggunakan api kecil. Setelah itu, saring larutan gula untuk memisahkan kotoran atau sisa serat yang mungkin masih tertinggal.
Penyaringan membantu menghasilkan adonan yang lebih halus. Selain itu, larutan gula yang tercampur rata akan memberikan warna dan rasa manis yang lebih merata pada kue celorot.
4. Tuangkan santan sedikit demi sedikit

Tuangkan santan secara bertahap ke dalam campuran tepung sambil terus mengaduknya. Lakukan gerakan mengaduk dari bagian tengah menuju tepi wadah agar seluruh tepung tercampur.
Setelah itu, masukkan larutan gula merah. Aduk kembali hingga adonan memiliki warna cokelat yang merata dan tidak menyisakan gumpalan tepung.
Perhatikan tekstur adonan. Adonan sebaiknya cukup cair untuk dituangkan ke dalam wadah janur, tetapi tidak terlalu encer. Jika masih terdapat gumpalan, saring adonan sebelum mengisi cetakan.
Langkah ini sangat penting karena adonan yang halus akan menghasilkan permukaan kue yang lebih rata setelah dikukus.
5. Bentuk janur menjadi wadah celorot
Bersihkan janur terlebih dahulu, kemudian potong sesuai kebutuhan. Gulung setiap lembar hingga membentuk kerucut memanjang dengan bagian bawah yang tertutup rapat.
Pastikan gulungan tidak terlalu longgar agar adonan tidak merembes keluar. Kita bisa menyelipkan ujung daun pada gulungan untuk membantu mempertahankan bentuknya.
Susun wadah janur di dalam kukusan dengan posisi tegak. Atur jaraknya supaya wadah tidak mudah roboh ketika kita menuangkan adonan.
Jika belum terbiasa membentuk janur, buat beberapa wadah percobaan terlebih dahulu. Dengan begitu, kita dapat memastikan setiap gulungan cukup kuat menahan adonan selama proses pengukusan.
6. Tuangkan adonan ke dalam wadah janur
Gunakan sendok atau gelas ukur kecil untuk menuangkan adonan ke dalam setiap wadah. Isi dengan hati-hati dan sisakan sedikit ruang di bagian atas.
Jangan memenuhi wadah hingga ke bibir janur karena adonan dapat bergerak selama proses pemasakan. Ruang kosong juga membantu kita mengangkat dan memindahkan kue dengan lebih mudah.
Setelah semua wadah terisi, periksa kembali posisi janur. Pastikan setiap wadah berdiri stabil sebelum menutup kukusan.
7. Kukus selama 30–40 menit
Panaskan kukusan terlebih dahulu hingga air mendidih dan menghasilkan uap yang cukup. Setelah itu, masukkan susunan celorot dan tutup kukusan.
Kukus selama sekitar 30–40 menit. Waktu tersebut dapat berubah sesuai ukuran wadah, jumlah adonan, dan kekuatan uap kukusan.
Bungkus tutup kukusan dengan kain bersih jika tutupnya memungkinkan tetesan air jatuh ke adonan. Cara ini membantu mengurangi air kondensasi yang dapat membuat permukaan kue terlalu basah.
Selama proses memasak, hindari terlalu sering membuka tutup kukusan. Membuka tutup berulang kali dapat menurunkan suhu dan memperlambat pematangan.
Untuk memeriksa kematangan, lihat apakah adonan sudah mengental dan tidak lagi tampak cair. Jika bagian tengah masih lembek seperti adonan mentah, lanjutkan pengukusan beberapa menit hingga matang.
8. Angkat dan dinginkan kue celorot
Setelah matang, angkat kue celorot dengan hati-hati. Letakkan di wadah tahan panas dan biarkan uap panasnya berkurang.
Jangan langsung membuka janur saat kue masih sangat panas. Selain berisiko membuat tangan terkena uap, tekstur kue juga masih lunak sehingga mudah rusak.
Setelah agak dingin, celorot siap disajikan. Kita bisa menikmati kue ini langsung bersama keluarga atau menatanya di piring saji agar tampil lebih menarik.
Tips agar Kue Celorot Tidak Gagal
Meskipun resepnya sederhana, beberapa hal dapat memengaruhi hasil akhir. Perhatikan tips berikut agar kue memiliki tekstur yang lembut, kenyal, dan gurih.
Gunakan santan dengan kekentalan yang sesuai. Santan yang cukup kental membantu memberikan rasa gurih. Namun, pastikan jumlah cairan tetap mengikuti takaran agar adonan tidak terlalu encer.
Aduk adonan hingga benar-benar halus. Gumpalan tepung dapat membuat tekstur kue tidak merata. Jika perlu, saring adonan sebelum menuangkannya ke dalam janur.
Pilih janur yang lentur. Daun kelapa muda yang segar lebih mudah digulung dan tidak gampang retak. Bersihkan daun sebelum menggunakannya sebagai wadah.
Tutup bagian bawah janur dengan rapat. Gulungan yang longgar dapat membuat adonan bocor saat dikukus. Periksa setiap wadah sebelum mengisinya.
Jaga kestabilan uap kukusan. Gunakan air yang cukup dan panaskan kukusan sebelum memasukkan adonan. Uap yang stabil membantu kue matang secara merata.
Sesuaikan waktu pengukusan. Jangan hanya mengandalkan waktu. Periksa kondisi kue karena ukuran wadah dan jumlah adonan dapat memengaruhi lama pematangan.
Cara Menyimpan Kue Celorot
Kue celorot menggunakan santan sehingga sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, terutama di tempat yang panas. Setelah kue dingin, simpan dalam wadah bersih dan tertutup.
Jika ingin menyimpannya lebih lama, masukkan kue ke dalam lemari pendingin. Sebelum menyantapnya kembali, kukus sebentar hingga hangat. Pemanasan ini dapat membantu mengembalikan kelembutan tekstur kue.
Periksa aroma, warna, dan kondisi permukaan sebelum menyantap kue yang telah disimpan. Buang kue jika muncul bau asam yang tidak biasa, lendir, atau tanda kerusakan lainnya.
Untuk menjaga kualitas, buat kue sesuai kebutuhan dan hindari menyimpannya terlalu lama. Kue yang baru matang biasanya memiliki aroma santan dan tekstur yang paling nikmat.
Peluang Usaha Kue Celorot Tradisional

Selain menjadi camilan keluarga, kue celorot dapat menjadi pilihan produk untuk usaha jajanan pasar. Bahan-bahannya relatif mudah ditemukan, sedangkan bentuk janur membuat tampilannya memiliki ciri khas.
Kita bisa menjual celorot dalam kemasan kecil untuk pasar tradisional, warung, pesanan acara keluarga, atau paket jajanan rapat. Agar menarik, susun kue dengan rapi dan gunakan kemasan luar yang bersih tanpa menghilangkan karakter tradisionalnya.
Sebelum menentukan harga jual, hitung biaya tepung, gula, santan, janur, bahan bakar, kemasan, tenaga, serta biaya lain yang diperlukan. Sesuaikan ukuran kue dan jumlah isi per kemasan dengan target pembeli.
Jaga pula konsistensi rasa dan ukuran. Pembeli akan lebih mudah mengenali produk jika setiap kue memiliki rasa manis, tekstur, dan tampilan yang relatif sama.
Karena kue ini menggunakan santan, kebersihan proses produksi dan penyimpanan perlu mendapat perhatian khusus. Buat produk dalam jumlah yang sesuai dengan perkiraan penjualan agar kualitas tetap terjaga.
Penutup
Kue celorot menawarkan perpaduan rasa manis gula merah, gurih santan, dan tekstur kenyal yang khas. Bentuknya yang memanjang dengan pembungkus janur juga menghadirkan kesan tradisional yang membuat jajanan ini tetap menarik.
Dengan menyiapkan bahan secara tepat, mengaduk adonan hingga halus, membentuk janur dengan rapat, dan mengukus selama sekitar 30–40 menit, kita dapat mencoba membuat celorot sendiri di rumah.
Resep ini juga bisa menjadi inspirasi untuk mengenalkan jajanan tradisional kepada keluarga atau mengembangkan usaha makanan rumahan. Sajikan celorot saat masih segar agar aroma pandan, rasa gula merah, dan gurih santannya terasa lebih nikmat. (rull)









