Alamorganik.com-Wajik menjadi salah satu jajanan tradisional yang masih banyak disukai hingga sekarang. Teksturnya yang legit dan lengket, berpadu dengan rasa manis gula merah serta aroma pandan, membuat kue berbahan dasar beras ketan ini selalu menarik untuk disajikan sebagai camilan.
Biasanya, kita mengenal wajik dengan warna cokelat dari gula merah. Namun, kali ini kita bisa membuat variasi yang lebih segar dengan menambahkan pandan. Tidak hanya memberikan aroma harum, pandan juga membuat tampilan wajik terlihat lebih menarik.
Yang membuat resep ini semakin istimewa adalah tambahan kuah sarikaya pandan. Kuah yang lembut dan gurih memberikan sensasi berbeda saat menyantap wajik. Rasa manis wajik berpadu dengan tekstur lembut kuah sehingga menghasilkan hidangan tradisional yang terasa lebih modern.
Resep wajik pandan dengan kuah sarikaya ini cocok untuk camilan keluarga, hidangan saat acara kumpul, sajian arisan, hingga ide jualan makanan tradisional. Bahan-bahannya juga mudah ditemukan di pasar atau toko bahan kue.
Jika ingin membuatnya sendiri di rumah, ikuti langkah berikut agar wajik memiliki tekstur padat, legit, tetapi tetap nyaman saat dikunyah.
Mengapa Wajik Pandan dengan Kuah Sarikaya Menarik Dicoba?

Wajik memiliki karakter rasa yang sederhana, tetapi justru itu yang membuatnya mudah diterima banyak orang. Beras ketan memberikan tekstur pulen dan kenyal, sedangkan gula merah memberikan rasa manis sekaligus aroma khas.
Pada resep ini, kita menambahkan air pandan dan daun pandan untuk memberikan aroma yang lebih harum. Pasta pandan pada kuah sarikaya kemudian memperkuat rasa dan warna pandan.
Kuah sarikaya juga menjadi pembeda utama. Jika biasanya wajik langsung disajikan setelah dipotong, versi ini memberikan tambahan kuah lembut yang bisa disiram tepat sebelum penyajian.
Kombinasi tersebut membuat wajik terasa lebih lembut dan tidak monoton. Hidangan ini juga bisa menjadi pilihan ketika ingin menyajikan jajanan tradisional dengan tampilan yang berbeda.
Bahan-Bahan Wajik Pandan
Untuk membuat wajik, siapkan bahan berikut:
- 500 gram beras ketan putih
- 250 ml santan
- 200 gram gula merah, sisir halus
- 75 gram gula pasir
- 100 ml air pandan
- 2 lembar daun pandan
- ½ sendok teh garam
Gunakan beras ketan putih yang masih baik agar hasil wajik pulen dan tidak mudah hancur. Anda bisa menggunakan santan segar atau santan kemasan sesuai kebutuhan.
Untuk air pandan, blender beberapa lembar daun pandan dengan sedikit air, kemudian saring. Gunakan airnya untuk memberikan aroma alami pada wajik.
Jika ingin rasa gula merah lebih kuat, pilih gula merah dengan aroma khas dan warna yang baik. Sisir gula merah terlebih dahulu agar lebih cepat larut saat dimasak bersama ketan.
Bahan-Bahan Kuah Sarikaya
Siapkan bahan berikut untuk membuat kuah sarikaya pandan:
- 300 ml santan
- 2 butir telur
- 80 gram gula pasir
- 1 sendok makan tepung maizena
- 1 sendok teh pasta pandan
- ½ sendok teh garam
Telur membantu memberikan tekstur lembut dan rasa gurih pada kuah. Sementara itu, maizena membantu mengentalkan kuah sehingga teksturnya cukup pekat untuk melapisi potongan wajik.
Gunakan api kecil ketika memasak kuah sarikaya. Cara ini membantu menjaga tekstur kuah tetap lembut dan mengurangi risiko telur menggumpal.
Cara Membuat Wajik Pandan
1. Rendam Beras Ketan
Cuci beras ketan menggunakan air bersih hingga air bilasan terlihat lebih jernih. Setelah itu, rendam ketan selama sekitar 3–4 jam.
Proses perendaman membantu ketan menyerap air sehingga lebih mudah matang dan menghasilkan tekstur yang pulen.
Setelah selesai direndam, tiriskan ketan. Kemudian kukus hingga setengah matang.
Jangan langsung memasak ketan dengan gula sejak awal. Ketan perlu mendapatkan proses pematangan terlebih dahulu agar teksturnya tidak mudah menjadi terlalu lembek.
2. Masak Santan dan Pandan
Tuang santan ke dalam wajan atau panci. Tambahkan air pandan, daun pandan, dan garam.
Masak dengan api sedang hingga campuran santan terasa hangat. Aduk secara perlahan agar santan tidak pecah.
Pada tahap ini, aroma pandan mulai keluar dan memberikan wangi khas pada campuran santan.
3. Masukkan Ketan
Setelah santan hangat, masukkan ketan yang sudah dikukus setengah matang.
Aduk secara perlahan hingga santan terserap oleh ketan. Pastikan Anda terus mengaduk agar ketan tidak menempel di dasar wajan.
Gunakan api sedang cenderung kecil supaya proses pemasakan berjalan lebih merata.
4. Tambahkan Gula
Masukkan gula merah yang sudah disisir dan gula pasir. Aduk terus sampai gula larut dan tercampur rata dengan ketan.
Pada tahap ini, warna ketan akan berubah dan teksturnya mulai menjadi lebih lengket.
Teruskan memasak sambil mengaduk hingga ketan terasa padat, lengket, dan tampak mengilap. Proses ini membutuhkan kesabaran karena Anda perlu menjaga agar bagian bawah tidak gosong.
Jika ketan sudah mampu menyatu dan tidak mudah berair, berarti teksturnya sudah mendekati hasil yang diinginkan.
5. Padatkan dalam Loyang
Siapkan loyang dan lapisi bagian dalamnya dengan daun pisang.
Tuang adonan wajik ke dalam loyang. Gunakan spatula atau sendok untuk meratakan permukaannya.
Tekan wajik secara perlahan agar adonan menjadi padat dan tidak memiliki banyak rongga.
Setelah permukaannya rata, biarkan wajik hingga dingin.
Jangan langsung memotong wajik ketika masih panas karena teksturnya masih sangat lunak. Tunggu sampai wajik benar-benar set dan lebih mudah dipotong.
6. Potong Wajik
Setelah dingin, keluarkan wajik dari loyang. Potong menggunakan pisau yang sedikit dibasahi air agar ketan tidak terlalu banyak menempel pada pisau.
Anda bisa memotong wajik menjadi bentuk kotak, persegi panjang, atau sesuai kebutuhan.
Jika ingin menjadikannya hidangan untuk acara, potong dengan ukuran yang seragam agar tampilannya lebih rapi.
Cara Membuat Kuah Sarikaya Pandan

Setelah wajik siap, lanjutkan dengan membuat kuah sarikaya.
1. Campurkan Semua Bahan
Masukkan santan, telur, gula pasir, tepung maizena, pasta pandan, dan garam ke dalam wadah.
Aduk menggunakan whisk hingga semua bahan tercampur rata. Pastikan maizena benar-benar larut agar tidak membentuk gumpalan ketika dimasak.
Anda juga bisa menyaring campuran sebelum memasaknya jika ingin mendapatkan kuah yang lebih halus.
2. Masak dengan Api Kecil
Tuang campuran ke dalam panci. Masak menggunakan api kecil sambil terus mengaduk.
Aduk secara perlahan tetapi konsisten, terutama pada bagian dasar dan sudut panci. Cara ini membantu mencegah kuah menggumpal atau menempel.
Masak hingga kuah mulai mengental dan memiliki tekstur lembut.
Jangan menggunakan api terlalu besar karena telur dapat matang terlalu cepat dan membuat tekstur kuah menjadi kurang halus.
3. Angkat dan Dinginkan
Setelah kuah mencapai kekentalan yang diinginkan, segera matikan api.
Angkat kuah dan diamkan sebentar hingga suhunya turun. Kuah akan menjadi sedikit lebih kental setelah dingin.
Jika ingin mendapatkan tekstur yang benar-benar lembut, Anda bisa menyaring kuah setelah memasaknya.
Cara Menyajikan Wajik Pandan dengan Kuah Sarikaya
Potong wajik sesuai ukuran yang diinginkan. Tata beberapa potong wajik dalam mangkuk atau piring saji.
Kemudian siram dengan kuah sarikaya pandan secukupnya.
Tambahkan potongan kecil daun pandan sebagai garnish jika ingin membuat tampilannya lebih menarik.
Anda bisa menyajikannya dalam kondisi suhu ruang. Jika ingin mendapatkan sensasi yang lebih segar, simpan wajik dan kuah secara terpisah di dalam lemari pendingin, kemudian satukan saat akan disajikan.
Sebaiknya jangan menyiram kuah terlalu jauh sebelum waktu makan jika ingin mempertahankan tekstur wajik tetap padat.
Tips agar Wajik Pandan Pulen dan Tidak Gagal
Membuat wajik membutuhkan perhatian pada tekstur. Beberapa tips berikut dapat membantu mendapatkan hasil yang lebih baik.
Pertama, jangan melewatkan proses perendaman ketan. Perendaman selama beberapa jam membantu ketan matang lebih merata.
Kedua, aduk ketan secara konsisten. Saat memasak bersama santan dan gula, aduk bagian dasar wajan agar adonan tidak mudah gosong.
Ketiga, gunakan api yang sesuai. Api terlalu besar dapat membuat santan cepat menyusut sementara ketan belum mencapai tekstur yang tepat.
Keempat, masukkan gula setelah ketan mulai matang. Cara ini membantu menjaga tekstur ketan agar tidak terlalu lembek.
Kelima, biarkan wajik dingin sebelum memotongnya. Wajik akan lebih padat setelah dingin sehingga Anda bisa mendapatkan potongan yang rapi.
Keenam, masak kuah sarikaya dengan api kecil. Aduk terus sampai kuah mengental agar telur tidak menggumpal.
Ide Penyajian dan Jualan

Wajik pandan dengan kuah sarikaya juga bisa menjadi ide jualan makanan tradisional. Anda dapat mengemas beberapa potong wajik dalam wadah kecil dan menempatkan kuah sarikaya dalam wadah terpisah.
Cara ini membuat wajik tetap rapi dan pembeli bisa menuangkan kuah ketika akan menyantapnya.
Untuk acara keluarga atau arisan, Anda bisa menggunakan potongan wajik berukuran kecil sehingga satu resep dapat menjadi beberapa porsi.
Tampilan juga menjadi bagian penting. Gunakan wadah transparan agar warna wajik dan kuah pandan terlihat menarik.
Jika ingin menjualnya, pastikan Anda memperhatikan kebersihan, penyimpanan, dan daya tahan makanan. Karena kuah mengandung santan dan telur, simpan produk dengan baik dan hindari membiarkannya terlalu lama pada suhu ruang.
Penutup
Wajik pandan dengan kuah sarikaya menawarkan cara baru menikmati jajanan tradisional. Wajik yang legit dan pulen berpadu dengan kuah sarikaya yang lembut, manis, dan gurih.
Bahan-bahannya sederhana dan langkah pembuatannya juga cukup mudah selama Anda memperhatikan proses pematangan ketan serta penggunaan api saat memasak.
Resep ini cocok untuk sajian keluarga, hidangan acara, maupun ide jualan makanan tradisional. Dengan potongan yang rapi dan kemasan menarik, wajik pandan bisa tampil lebih modern tanpa kehilangan cita rasa khas jajanan Nusantara.
Selamat mencoba resep wajik pandan dengan kuah sarikaya di rumah. Nikmati dalam keadaan dingin atau suhu ruang sesuai selera. (rull)









