Alamorganik.com-Pertanian organik kini semakin diminati karena ramah lingkungan, aman bagi kesehatan, dan dapat meningkatkan kualitas hasil panen. Salah satu cara mudah dan ekonomis untuk mendukung pertumbuhan tanaman adalah dengan memanfaatkan air bekas cucian beras sebagai pupuk organik cair.Bahan ini kaya nutrisi alami, seperti nitrogen, fosfor, kalium, dan vitamin, yang sangat mendukung pertumbuhan tanaman.
Mengapa Air Bekas Cucian Beras Bisa Jadi Pupuk?
Air bekas cucian beras mengandung beberapa nutrisi penting, antara lain:
- Nitrogen – Mendukung pertumbuhan daun dan batang tanaman.
- Fosfor – Membantu perkembangan akar dan bunga.
- Kalium – Meningkatkan daya tahan tanaman terhadap penyakit dan stres lingkungan.
- Vitamin B dan mineral – Memperkuat sistem pertahanan tanaman.
Selain itu, air bekas cucian beras mudah diperoleh, ramah lingkungan, dan dapat mengurangi limbah rumah tangga. Dengan memanfaatkan bahan sederhana ini, petani maupun pekebun rumah bisa menghemat biaya pupuk kimia sekaligus menjaga kesuburan tanah.
Cara Membuat Pupuk Organik Cair dari Air Bekas Cucian Beras

Berikut langkah-langkah praktis untuk membuat pupuk organik cair dari air bekas cucian beras:
Bahan yang Diperlukan
- 1 liter air bekas cucian beras (air pertama atau kedua bisa digunakan)
- 50–100 gram gula merah atau molase (untuk mempercepat fermentasi)
- 1 sendok makan EM4 atau mikroorganisme pengurai (opsional, tapi mempercepat proses)
- Wadah bersih dan tutup kain
Langkah Pembuatan
- Kumpulkan Air Bekas Cucian Beras
Ambil air bekas cucian beras setelah membilas beras. Jika ingin nutrisi lebih tinggi, gunakan air cucian pertama. - Tambahkan Gula atau Molase
Gula merah atau molase berfungsi sebagai sumber makanan bagi mikroba pengurai sehingga pupuk organik cair cepat terfermentasi. - Tambahkan EM4 atau Mikroba Pengurai (Opsional)
Mikroba ini akan membantu proses fermentasi, meningkatkan kualitas pupuk, dan menekan pertumbuhan mikroba jahat. - Fermentasi
Tuang semua bahan ke dalam wadah bersih, tutup dengan kain agar udara tetap masuk tapi debu tidak menempel.
Biarkan selama 5–7 hari pada suhu ruang. Aduk 1–2 kali sehari untuk mempercepat fermentasi. - Cek Kesiapan
Setelah fermentasi, pupuk organik cair akan berbau asam ringan dan warnanya sedikit keruh. Ini menandakan nutrisi siap diserap tanaman. - Penyaringan (Opsional)
Jika ingin lebih bersih, saring pupuk dengan kain atau saringan halus sebelum digunakan.
Cara Mengaplikasikan Pupuk Organik Cair dari Air Bekas Cucian Beras

Petani dapat menggunakan pupuk organik cair ini untuk berbagai tanaman, mulai dari sayuran, buah-buahan, tanaman hias, hingga tanaman pangan. Berikut cara aplikasinya:
- Penyiraman Tanaman
Campur pupuk cair dengan air bersih (perbandingan 1:5 untuk tanaman muda, 1:3 untuk tanaman dewasa). Siramkan langsung ke akar tanaman 1–2 kali seminggu. - Perendaman Bibit
Rendam bibit tanaman selama 10–15 menit sebelum menanam. Cara ini memperkuat akar dan merangsang pertumbuhan awal tanaman. - Penyemprotan Daun
Petani juga bisa menyemprotkan larutan pupuk ke daun (foliar spray) agar tanaman langsung menyerap nutrisinya.
Manfaat Pupuk Organik Cair dari Air Bekas Cucian Beras
- Menumbuhkan Tanaman Lebih Sehat
Nutrisi alami dalam air bekas cucian beras mendukung pertumbuhan daun, batang, dan akar. - Meningkatkan Kesuburan Tanah
Pupuk cair membantu mikroba baik di tanah berkembang, sehingga tanah menjadi lebih gembur dan subur. - Ramai Lingkungan dan Hemat Biaya
Menggunakan limbah rumah tangga sebagai pupuk mengurangi sampah, sekaligus menghemat pengeluaran untuk pupuk kimia. - Meningkatkan Ketahanan Tanaman
Pupuk ini meningkatkan daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit secara alami. - Mudah Digunakan
Petani dapat dengan mudah mengaplikasikan pupuk cair dengan cara menyiram, merendam, atau menyemprot tanaman.
Tips Menggunakan Pupuk Organik Cair dari Air Bekas Cucian Beras
- Gunakan air cucian beras segar untuk hasil maksimal.
- Pastikan wadah fermentasi bersih untuk mencegah pertumbuhan mikroba jahat.
- Letakkan pupuk di tempat sejuk dan teduh jika Anda tidak akan langsung menggunakannya.
- Kombinasikan dengan pupuk organik lain, seperti kompos atau pupuk kandang, untuk efek sinergis.
- Gunakan pupuk secara rutin setiap minggu agar tanaman tetap subur dan sehat.
Studi Kasus: Keberhasilan Pupuk Air Bekas Cucian Beras

Beberapa petani rumah tangga dan komunitas urban farming telah membuktikan efektivitas pupuk organik cair dari air bekas cucian beras:
- Sayuran hidroponik: Petani menggunakan pupuk ini sebagai tambahan nutrisi, dan tanaman tumbuh lebih cepat, daun lebih hijau, dan panen lebih melimpah.
- Tanaman buah di pekarangan: Rendaman bibit dengan pupuk cair meningkatkan pertumbuhan akar dan kualitas buah lebih manis.
- Pertanian padi organik skala kecil: Dengan menyiram padi menggunakan pupuk cair, tanaman lebih tahan terhadap penyakit, dan hasil panen meningkat hingga 10–15%.
Pupuk organik cair dari air bekas cucian beras adalah solusi mudah, murah, dan ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman. Dengan nutrisi alami yang terkandung di dalamnya, pupuk ini mampu menyuburkan tanah, memperkuat akar, meningkatkan pertumbuhan daun dan batang, serta meningkatkan hasil panen.
Dengan menerapkan panduan ini secara rutin, siapa pun bisa menikmati tanaman sehat, tanah subur, dan panen optimal dengan cara yang alami dan ekonomis. (rull)









