Umbi Talas Ternyata Lebih dari Sekadar Pengganti Nasi, Ini Manfaatnya untuk Pencernaan dan Gula Darah

- Penulis

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Umbi talas telah lama menjadi salah satu sumber karbohidrat bagi masyarakat Indonesia. Sebelum nasi menjadi makanan pokok seperti sekarang, banyak masyarakat di berbagai daerah mengandalkan talas sebagai sumber energi sehari-hari. Teksturnya yang lembut, rasanya yang gurih, serta kandungan gizinya yang cukup lengkap membuat banyak orang kembali memilih umbi ini sebagai salah satu makanan sehat.

Saat ini, semakin banyak orang mengganti nasi dengan talas rebus atau talas kukus. Kandungan seratnya yang lebih tinggi dan indeks glikemiknya yang relatif lebih rendah daripada nasi putih menjadi alasan utama di balik pilihan tersebut. Karena itu, banyak orang memasukkan talas ke dalam menu diet maupun pola makan sehat.

Meskipun menawarkan banyak manfaat, talas tetap mengandung karbohidrat sehingga Anda perlu menyesuaikan porsinya dengan kebutuhan tubuh. Anda juga perlu mengolah talas hingga benar-benar matang karena umbi mentah mengandung kristal kalsium oksalat yang dapat memicu rasa gatal pada mulut dan tenggorokan.

Lantas, apa saja manfaat umbi talas bagi kesehatan?

Kandungan Gizi Umbi Talas

sumber foto: radarpena.co.id

Umbi talas mengandung berbagai zat gizi yang dibutuhkan tubuh. Selain menjadi sumber karbohidrat kompleks, talas juga menyediakan serat, vitamin, mineral, dan antioksidan.

Dalam talas terdapat vitamin C yang membantu menjaga daya tahan tubuh, vitamin B6 yang mendukung fungsi saraf, serta vitamin E yang berperan sebagai antioksidan. Umbi ini juga mengandung kalium, magnesium, mangan, fosfor, dan sejumlah mineral penting lainnya.

Selain itu, talas mengandung pati resisten dan serat yang bermanfaat bagi kesehatan saluran pencernaan.

Membantu Menjaga Kadar Gula Darah

Salah satu alasan banyak orang memilih talas sebagai pengganti nasi ialah karena umbi ini memiliki indeks glikemik yang relatif lebih rendah dibandingkan nasi putih, terutama jika dikonsumsi dalam bentuk rebus atau kukus tanpa tambahan gula.

Karbohidrat kompleks dan kandungan serat di dalam talas membantu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Dengan demikian, kadar gula darah cenderung meningkat lebih bertahap setelah makan.

Meski begitu, penderita diabetes tetap perlu memperhatikan porsi makan. Talas bukan makanan bebas karbohidrat sehingga konsumsi berlebihan tetap dapat meningkatkan kadar gula darah.

Menjaga Kesehatan Sistem Pencernaan

Talas mengandung serat yang cukup tinggi sehingga dapat membantu melancarkan buang air besar.

Serat bekerja dengan meningkatkan volume feses sehingga proses pencernaan berlangsung lebih lancar. Kandungan pati resisten di dalam talas juga berfungsi sebagai prebiotik yang menjadi makanan bagi bakteri baik di dalam usus.

Baca Juga :  Segelas Air Tebu Setiap Hari, Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda?

Keseimbangan mikrobiota usus yang baik berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan sekaligus mendukung sistem kekebalan tubuh.

Jika Anda sering mengalami sembelit, memasukkan talas ke dalam menu harian dapat menjadi salah satu pilihan makanan berserat.

Membantu Memberikan Rasa Kenyang Lebih Lama

Talas menjadi pilihan yang cukup baik bagi orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Kandungan serat dan karbohidrat kompleks membuat proses pencernaan berlangsung lebih lambat sehingga rasa kenyang bertahan lebih lama.

Ketika rasa kenyang bertahan lebih lama, keinginan untuk mengonsumsi camilan berlebihan pun dapat berkurang.

Namun, manfaat tersebut akan lebih optimal jika Anda mengolah talas dengan cara direbus atau dikukus tanpa tambahan santan, gula, atau minyak berlebihan.

Menjadi Sumber Energi yang Baik

Karbohidrat kompleks dalam talas memberikan energi secara bertahap sehingga tubuh dapat beraktivitas lebih lama tanpa cepat merasa lelah.

Berbeda dengan makanan tinggi gula sederhana yang memicu lonjakan energi secara singkat, talas melepaskan energi secara perlahan selama proses pencernaan.

Karena itu, banyak orang memilih talas sebagai menu sarapan atau makanan sebelum berolahraga.

Mendukung Kesehatan Jantung

Kalium merupakan salah satu mineral penting yang terdapat dalam umbi talas.

Mineral ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh sekaligus mendukung fungsi otot dan saraf.

Asupan kalium yang cukup juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sebagai bagian dari pola makan sehat.

Selain itu, kandungan serat dalam talas turut berperan membantu menjaga kadar kolesterol dalam batas normal apabila dikombinasikan dengan pola makan bergizi seimbang.

Membantu Menjaga Sistem Kekebalan Tubuh

Vitamin C yang terdapat dalam talas berperan penting dalam mendukung fungsi sistem imun.

Vitamin ini membantu tubuh membentuk kolagen sekaligus melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas.

Di sisi lain, berbagai senyawa antioksidan dalam talas juga membantu mengurangi stres oksidatif yang dapat memicu berbagai penyakit kronis.

Baik untuk Kesehatan Lambung

sumber foto: d1vbn70lmn1nqe.cloudfront.net

Banyak orang yang memiliki keluhan maag merasa lebih nyaman mengonsumsi talas rebus dibandingkan makanan yang terlalu pedas atau asam.

Tekstur talas yang lembut membuat makanan ini lebih mudah dicerna oleh lambung.

Meski demikian, setiap orang dapat memberikan respons yang berbeda terhadap makanan tertentu. Karena itu, penderita gangguan lambung tetap perlu menyesuaikan pola makan dengan kondisi masing-masing dan mengikuti saran dokter.

Baca Juga :  Perbedaan Beras Biasa dan Beras Merah: Mana yang Lebih Sehat untuk Dikonsumsi?

Membantu Menjaga Kesehatan Otot dan Saraf

Kalium dan magnesium dalam talas berperan penting dalam menjaga fungsi otot dan sistem saraf.

Kedua mineral tersebut membantu proses kontraksi otot sehingga dapat mengurangi risiko kram, terutama setelah beraktivitas fisik.

Asupan mineral yang cukup juga mendukung fungsi saraf agar tubuh dapat bekerja secara optimal.

Cara Mengolah Talas dengan Benar

Mengolah talas dengan benar sangat penting sebelum mengonsumsinya.

Kupas kulit talas menggunakan sarung tangan atau alat bantu jika kulit Anda sensitif.

Cuci talas hingga bersih di bawah air mengalir.

Rebus atau kukus talas hingga benar-benar matang agar kristal kalsium oksalat berkurang.

Anda juga dapat memanggang talas hingga matang sebagai alternatif penyajian.

Hindari mengonsumsi talas mentah karena kandungan kalsium oksalatnya dapat menyebabkan rasa gatal pada mulut, bibir, lidah, maupun tenggorokan.

Tips Mengonsumsi Talas agar Lebih Sehat

Pilih talas segar dengan tekstur yang padat dan tidak berlendir.

Konsumsi talas bersama lauk tinggi protein seperti ikan, telur, atau tempe agar kebutuhan gizi lebih seimbang.

Tambahkan sayuran sebagai sumber vitamin dan serat.

Batasi penggunaan gula, santan, atau minyak berlebihan agar kandungan kalorinya tetap terjaga.

Sesuaikan porsi makan dengan kebutuhan energi harian, terutama bagi penderita diabetes atau orang yang sedang menjalani program penurunan berat badan.

Siapa yang Perlu Berhati-hati?

Sebagian orang mungkin mengalami iritasi ringan jika mengolah talas mentah tanpa pelindung karena kristal kalsium oksalat dapat memicu rasa gatal pada kulit.

Penderita penyakit ginjal tertentu juga perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai asupan kalium sesuai kondisi kesehatannya.

Selain itu, penderita diabetes tetap perlu memantau kadar gula darah meskipun memilih talas sebagai pengganti nasi.

Kesimpulan

sumber foto: blogger.googleusercontent.com

Umbi talas merupakan sumber karbohidrat kompleks yang kaya serat, vitamin, mineral, dan antioksidan. Konsumsi talas rebus atau kukus dapat membantu menjaga kesehatan pencernaan, memberikan rasa kenyang lebih lama, mendukung kontrol gula darah, menjaga kesehatan jantung, serta menjadi sumber energi yang baik untuk tubuh.

Meski memiliki banyak manfaat, talas tetap mengandung karbohidrat sehingga konsumsinya perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Pastikan Anda selalu mengolah talas hingga matang untuk mengurangi kandungan kalsium oksalat yang dapat menimbulkan rasa gatal. Dengan mengombinasikannya bersama pola makan bergizi seimbang dan gaya hidup sehat, umbi talas dapat menjadi salah satu pilihan pangan lokal yang lezat sekaligus menyehatkan. (rull)

Berita Terkait

Makanan Ini Tidak Manis, tetapi Bisa Memicu Lonjakan Gula Darah, Kenali 6 Jenisnya
Rahasia Tubuh Tetap Sehat, Ini 6 Minuman yang Baik untuk Hidrasi dan Metabolisme
Mulai Hari Ini, Pilih 6 Minuman Ini agar Jantung Tetap Sehat dan Kuat
Tahukah Anda? 10 Bunga Ini Dianggap Sakral dalam Berbagai Tradisi Nusantara
Sering Mengalami Keluhan Ini? Air Kunyit Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh
Bukan Cuma Tenaga Medis! 21 Pertolongan Pertama Ini Wajib Diketahui Semua Orang
Kasta Tertinggi Bukan Obat Mahal, Melainkan Kebiasaan Sehat yang Bisa Dilakukan Gratis
Jangan Panik! Ketahui 21 Pertolongan Pertama yang Bisa Menyelamatkan Diri Sendiri Maupun Orang Lain

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 06:02 WIB

Umbi Talas Ternyata Lebih dari Sekadar Pengganti Nasi, Ini Manfaatnya untuk Pencernaan dan Gula Darah

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:02 WIB

Rahasia Tubuh Tetap Sehat, Ini 6 Minuman yang Baik untuk Hidrasi dan Metabolisme

Senin, 27 Juli 2026 - 22:02 WIB

Mulai Hari Ini, Pilih 6 Minuman Ini agar Jantung Tetap Sehat dan Kuat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:02 WIB

Tahukah Anda? 10 Bunga Ini Dianggap Sakral dalam Berbagai Tradisi Nusantara

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:38 WIB

Sering Mengalami Keluhan Ini? Air Kunyit Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru