Pengakuan Tulus Seorang Petani Cabe Blitar: Terimakasih Pak Ansar Ilmu Biosakanya

- Penulis

Rabu, 17 September 2025 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar Utara, alamorganik.com—Sutino tidak bisa menyembunyikan perasaan harunya, karena setelah ia menerapkan ilmu Biosaka dari Muhammad Ansar sang penggagas Biosaka asal Blitar, tanaman cabenya tumbuh subur dengan zero kimia.

Itulah pengakuan tulus dari Sutino warga Blitar Utara, Jawa Timur yang lahan cabenya terletak di lereng kelud. Diakui, sejak diajarkan Ansar ilmu Biosaka pada awal 2020 lalu, hingga sekarang ia tetap setia pada sistem pertanian Biosaka.

Tanaman yang dibudidaya antaranya padi, jagung, sayuran dan cabe. Kini, ia sedang panen cabe rawit jenis cabe flares (asmoro). Sementara jagung masuk masa generative.

Baca Juga :  Lalat Buah Auto Kabur! Sains di Balik Sinergi Sereh, Buah Pace, dan BIOSAKA

“Terimakasih pak Ansar ilmu Biosakanya. Alhamdulillah sejak saya kenal Biosaka sampai sekarang tetap pakai Biosaka dan Nlevel 1. Sekarang saya lagi panen cabe. Sudah 12 kali petik,” akui Sutino, Rabu (17/9/2025).

Sutino menanam cabe rawit di lahan seluas 0,5 hektar dengan sistem tumpang sari cabe dan timun. Disebutnya, timun habis, cabe mulai berbunga. Timun digantinya dengan kacang panjang.

“Saya tanam lagi kacang panjang dengan jarak 8 batang cabe 1 batang kacang panjang. Kacang panjang untuk upah petik cabe,” kata Sutino.

Baca Juga :  MKP dan Biosaka: Rahasia Racikan Alami yang Bikin Petani Hemat dan Panen Melimpah

Semenjak kenal Biosaka, Sutino tidak pernah lagi pakai pupuk kimia. Karena dari bahan daunan untuk Biosaka ia memakai daun (plok plik-bahasa Blitar), terus ada daun Ramayana, daun kayu lanang.

Melengkapi nutrisi tanaman cabe, ia menambahkan dengan tepung ikan dan urin kambing,untuk satu drum 200 liter ditambah Nlevel1 50 mili.

Ia menunjukkan faktur penjualan cabe rawit pada petikan ke 12 dengan usia tanaman 115 hari. “Petik ke 12 sore ini  52 kg dengan harga Rp32.000,-. Alhamdulillah dapat Rp1.664.000,” ujarnya. (al)

 

Berita Terkait

Pengakuan Warga Lombok, Klaim Asma Tak Kambuh Setelah Menggunakan B2N1A6
Stand Mandiri Relawan SAKA Diserbu Pengunjung, NLEVEL1 Aktivasi 6 Gratis Masih Dibagikan hingga 5 Agustus 2026
Relawan SAKA Bagikan NLEVEL1 Aktivasi 6 Gratis di Pekan Kreasi Pati 2026
Cabai Berusia 7 Bulan Masih Rajin Berbuah, Petani Pati Bagikan Pengalaman Pakai RR dan Biosaka
Ali Rizaldi Ceritakan Pengalaman Menggunakan B2N1A6 untuk Ibunya yang Pernah Stroke
Tak Sengaja Genggam Besi Panas, Jonny Sinaga Bagikan Testimoni Biosaka Nlevel1 Aktivasi 6
Testimoni Pengguna Nlevel1 Aktivasi 6 setelah Operasi Tahi Lalat Ganas
Padi Sempat Diserang Wereng, Petani Ini Bagikan Pengalaman Menggunakan Biosaka

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:23 WIB

Pengakuan Warga Lombok, Klaim Asma Tak Kambuh Setelah Menggunakan B2N1A6

Senin, 3 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Stand Mandiri Relawan SAKA Diserbu Pengunjung, NLEVEL1 Aktivasi 6 Gratis Masih Dibagikan hingga 5 Agustus 2026

Senin, 3 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Relawan SAKA Bagikan NLEVEL1 Aktivasi 6 Gratis di Pekan Kreasi Pati 2026

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:02 WIB

Cabai Berusia 7 Bulan Masih Rajin Berbuah, Petani Pati Bagikan Pengalaman Pakai RR dan Biosaka

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:02 WIB

Ali Rizaldi Ceritakan Pengalaman Menggunakan B2N1A6 untuk Ibunya yang Pernah Stroke

Berita Terbaru