Alamorganik.com-Pada Senin malam, 4 Mei 2026, Pondok Pesantren Syaichona Cholil di Bangkalan dipenuhi jamaah, relawan, pegiat pertanian, dan masyarakat umum. Mereka mengikuti forum yang membahas masa depan lingkungan serta ketahanan pangan Indonesia.
Di tengah suasana hangat dan penuh kekeluargaan itu, Rois PBNU, Mbah Kyai Imam Cholil, menyampaikan wejangan sederhana namun penuh makna. Beliau mengajak masyarakat menjaga alam, memperkuat pertanian, dan membangun masa depan yang lebih sehat untuk generasi mendatang.
Salah satu topik yang paling menarik perhatian malam itu ialah pembahasan tentang Biosaka dan berbagai pengembangannya yang terus diteliti para relawan dan komunitas.
Alam yang Sehat Berawal dari Hal Sederhana

Dalam penyampaiannya, Mbah Kyai Imam Cholil menegaskan bahwa manusia tidak selalu membutuhkan teknologi mahal untuk menjaga alam. Menurut beliau, banyak solusi besar justru lahir dari hal sederhana yang tersedia di sekitar manusia.
Beliau menjelaskan bahwa unsur alami, termasuk cairan berbahan organik yang dikembangkan komunitas Biosaka, mampu memberi manfaat besar bagi kesehatan, pertanian, peternakan, hingga lingkungan.
Pesan itu menyentuh banyak peserta. Di tengah kondisi dunia yang semakin tidak menentu, masyarakat mulai menyadari bahwa menjaga alam bukan lagi pilihan tambahan, melainkan kebutuhan utama.
Pertanian Menjadi Penopang Masa Depan
Dalam forum tersebut hadir pula Ketua LTN NU dan sejumlah tokoh pertanian yang aktif di Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI). Kehadiran mereka menunjukkan bahwa banyak kalangan mulai memberi perhatian serius terhadap sektor pangan.
Mbah Kyai Imam Cholil mengingatkan bahwa dunia sedang menghadapi banyak ancaman besar, mulai dari perubahan iklim, krisis pangan, pencemaran lingkungan, hingga ancaman perang global.
Beliau menilai daerah yang memiliki ketahanan pangan kuat akan lebih siap menghadapi kondisi sulit di masa depan.
Karena itu, beliau mendorong Indonesia menjadi negara yang tangguh dalam bidang pertanian dan pangan.
Indonesia memiliki tanah subur, iklim tropis, serta sumber daya alam yang melimpah. Jika masyarakat mengelolanya dengan baik, Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan sendiri, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan dunia.
Beliau terus mengingatkan bahwa bangsa yang mampu menjaga pangan rakyatnya akan lebih kuat menghadapi krisis global.
Rumput dan Alam Ternyata Memiliki Peran Penting
Mbah Kyai Imam Cholil juga membahas rumput dan unsur alami lain yang sering dianggap sepele.
Banyak orang memandang rumput hanya sebagai tanaman liar biasa. Padahal dalam konsep pertanian alami, rumput membantu menjaga keseimbangan tanah dan ekosistem.
Rumput menjaga kelembapan tanah, mengurangi erosi, serta menjadi sumber bahan organik alami.
Beliau juga menyoroti kebiasaan sebagian petani modern yang terlalu bergantung pada pupuk dan pestisida kimia. Kebiasaan itu perlahan menurunkan kualitas tanah dan merusak keseimbangan alam.
Karena itu, beliau mengajak masyarakat kembali memanfaatkan sumber daya alami yang tersedia di sekitar mereka.
Biosaka dan Semangat Kembali ke Alam
Nama Biosaka kini semakin dikenal di kalangan petani dan pegiat lingkungan.
Gerakan ini mengajak masyarakat memanfaatkan bahan alami sederhana untuk membantu meningkatkan kualitas pertanian dan lingkungan.
Relawan dan komunitas di berbagai daerah terus mengembangkan gerakan tersebut. Mereka percaya alam sebenarnya sudah menyediakan banyak solusi bagi kehidupan manusia.
Dalam forum di Bangkalan itu, para relawan menjelaskan bahwa Biosaka tidak hanya membantu sektor pertanian.
Mereka juga mengembangkan berbagai formula untuk membantu mengatasi persoalan lingkungan seperti bau sampah, limbah rumah tangga, hingga pencemaran udara.
Menurut para relawan, Biosaka jilid kedua mampu membantu mengurangi aroma tidak sedap dari sampah, limbah, maupun kotoran ternak.
Sejumlah relawan bahkan mulai mempraktikkannya langsung di lingkungan sekitar mereka.
Dari Pertanian Menuju Solusi Lingkungan
Awalnya, komunitas Biosaka fokus membantu petani mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan biaya produksi tinggi.
Namun seiring waktu, mereka melihat konsep yang sama juga dapat membantu menjaga kualitas lingkungan.
Masalah sampah, limbah rumah tangga, dan pencemaran udara semakin sering muncul di berbagai daerah. Karena itu, komunitas Biosaka terus melakukan riset dan pengembangan.
Dalam forum tersebut, para relawan juga memperkenalkan pengembangan baru yang mereka sebut sebagai Biosaka jilid ketiga.
Mereka mengenalkan varian B3N2 dan B3N3 sebagai bagian dari pengembangan terbaru komunitas.
Walau para relawan belum menjelaskan detail formula tersebut kepada publik, mereka berharap inovasi itu dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan nyaman.
Harapan Akan Biosaka Jilid 4

Komunitas Biosaka tidak berhenti sampai di situ. Para relawan mengaku masih terus melakukan penelitian untuk pengembangan Biosaka jilid keempat.
Mereka berharap inovasi berikutnya mampu membantu masyarakat menghadapi tantangan pertanian dan lingkungan pada masa depan.
Yang menarik, komunitas ini lebih mengutamakan semangat gotong royong dibanding kepentingan bisnis.
Para relawan ingin membagikan pengetahuan dan hasil pengembangan mereka secara gratis kepada masyarakat luas.
Mereka berharap semakin banyak orang mampu bertani secara mandiri dengan memanfaatkan bahan sederhana yang tersedia di sekitar lingkungan.
Semangat berbagi itulah yang membuat gerakan Biosaka terus berkembang di berbagai daerah.
Menghidupkan Kembali Pertanian Kreatif
Dalam beberapa tahun terakhir, banyak petani menghadapi tantangan berat. Harga pupuk meningkat, biaya produksi terus naik, sementara hasil panen sering tidak stabil.
Kondisi tersebut membuat sebagian petani kehilangan semangat.
Melihat situasi itu, komunitas pertanian alami mencoba menghadirkan pendekatan berbeda.
Mereka mengajak petani kembali kreatif dan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar mereka.
Petani tidak harus selalu bergantung pada produk mahal buatan pabrik. Banyak bahan alami sebenarnya mampu membantu menjaga kesuburan tanah dan kesehatan tanaman.
Selain lebih hemat, cara tersebut juga membantu menjaga kualitas lingkungan dalam jangka panjang.
Ketahanan Pangan Menjadi Kunci Masa Depan
Dalam wejangan itu, Mbah Kyai Imam Cholil juga menekankan pentingnya ketahanan pangan nasional.
Beliau menilai bangsa yang kuat bukan hanya bangsa yang maju secara ekonomi dan teknologi, tetapi juga bangsa yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.
Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara mandiri pangan.
Tanah yang subur, iklim yang mendukung, dan kekayaan hayati menjadi modal besar yang tidak dimiliki banyak negara lain.
Karena itu, beliau mengajak masyarakat mencintai hasil pertanian lokal dan produk dalam negeri.
Jika pertanian lokal berkembang, ekonomi masyarakat desa juga akan ikut tumbuh.
Beliau juga berharap generasi muda tidak malu terjun ke dunia pertanian.
Saat ini, pertanian bukan lagi pekerjaan kuno. Dengan kreativitas dan inovasi, sektor pertanian justru dapat menjadi penopang ekonomi masa depan.
Menjaga Alam Dimulai dari Lingkungan Sendiri
Forum tersebut membawa pesan sederhana namun kuat.
Masyarakat tidak perlu menunggu teknologi canggih atau kebijakan besar untuk menjaga alam.
Semua orang bisa memulai perubahan dari lingkungan sendiri.
Mengurangi sampah, menjaga kebersihan, menanam tanaman, dan memanfaatkan bahan alami merupakan langkah kecil yang memberi dampak besar jika masyarakat melakukannya bersama-sama.
Komunitas Biosaka juga mengajak masyarakat hidup lebih selaras dengan alam.
Mereka percaya lingkungan yang sehat akan menciptakan kehidupan yang lebih sehat pula bagi manusia.
Indonesia Feed the World
Salah satu semangat besar yang terus digaungkan komunitas ini ialah gagasan “Indonesia Feed the World”.
Mereka berharap Indonesia mampu menjadi negara kuat dalam sektor pangan sekaligus memberi manfaat lebih luas bagi dunia.
Mewujudkan cita-cita itu memang tidak mudah. Namun masyarakat percaya mimpi tersebut dapat tercapai jika petani, komunitas, pemerintah, dan masyarakat bergerak bersama.
Indonesia memiliki modal besar untuk menjadi pusat pertanian dan pangan dunia.
Karena itu, masyarakat perlu memperkuat kolaborasi, inovasi, dan kepedulian terhadap alam.
Menanam Harapan untuk Generasi Mendatang

Pada akhirnya, wejangan yang disampaikan di Pondok Pesantren Syaichona Cholil Bangkalan bukan hanya berbicara soal pertanian.
Beliau juga mengingatkan manusia agar kembali menghormati alam dan menjaga keseimbangan kehidupan.
Di tengah perubahan dunia yang sangat cepat, banyak manusia mulai melupakan bahwa alam merupakan sumber utama kehidupan.
Ketika tanah rusak, air tercemar, dan udara tidak lagi sehat, kehidupan manusia pun ikut terancam.
Karena itu, menjaga alam sama artinya dengan menjaga masa depan anak cucu.
Gerakan pertanian alami, ketahanan pangan, dan kepedulian lingkungan menjadi langkah nyata untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Masyarakat berharap semangat seperti ini terus tumbuh di berbagai daerah di Indonesia.
Dengan gotong royong, kreativitas, dan niat baik bersama, Indonesia dapat menjadi negeri yang subur, sehat, harmonis, serta penuh keberkahan.
Sebuah negeri yang benar-benar menjadi “baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur”. (rull/3G O)









