Terapi Bekam Disebut Bisa Bantu Turunkan Kolesterol, Mitos atau Fakta?

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Kolesterol tinggi masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering menyerang masyarakat modern. Pola makan tinggi lemak, kurang olahraga, stres, dan kebiasaan hidup tidak sehat membuat kadar kolesterol dalam darah mudah meningkat. Jika seseorang membiarkan kondisi ini terlalu lama, risiko penyakit jantung, stroke, dan penyumbatan pembuluh darah ikut meningkat.

Karena itu, banyak orang mulai mencari berbagai cara untuk menjaga kadar kolesterol tetap stabil. Selain mengatur pola makan dan mengonsumsi obat dari dokter, sebagian masyarakat juga memilih terapi alternatif seperti bekam atau cupping therapy.

Masyarakat sudah mengenal terapi bekam sejak ribuan tahun lalu sebagai metode pengobatan tradisional. Banyak orang percaya terapi ini membantu melancarkan peredaran darah, mengurangi pegal, membuat tubuh lebih rileks, hingga membantu mengontrol kadar kolesterol.

Meski begitu, terapi bekam bukan metode ajaib yang langsung menyembuhkan kolesterol tinggi dalam sekali tindakan. Bekam lebih cocok menjadi terapi pendamping untuk membantu tubuh bekerja lebih optimal, terutama jika seseorang menjalankannya bersamaan dengan pola hidup sehat.

Lalu, bagaimana terapi bekam memengaruhi kadar kolesterol dalam tubuh? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Terapi Bekam?

sumber foto: 1.bp.blogspot.com

Terapi bekam merupakan metode pengobatan tradisional yang menggunakan cangkir khusus untuk menciptakan tekanan vakum pada permukaan kulit.

Praktisi bekam umumnya membagi terapi ini menjadi dua jenis utama, yaitu:

  • Bekam kering
  • Bekam basah

Pada bekam kering, praktisi hanya memberikan hisapan pada kulit tanpa mengeluarkan darah. Sementara itu, pada bekam basah, praktisi membuat sayatan kecil pada permukaan kulit untuk membantu mengeluarkan darah dalam jumlah tertentu.

Banyak praktisi pengobatan tradisional percaya bekam membantu memperbaiki sirkulasi darah, mengurangi penumpukan sisa metabolisme, dan merangsang proses pemulihan alami tubuh.

Selain itu, masyarakat juga sering memanfaatkan terapi ini untuk membantu meredakan pegal, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lelah.

Hubungan Kolesterol dengan Kesehatan Tubuh

Sebelum membahas pengaruh bekam terhadap kolesterol, penting untuk memahami fungsi kolesterol di dalam tubuh.

Kolesterol sebenarnya bukan zat yang sepenuhnya buruk. Tubuh justru membutuhkan kolesterol untuk:

  • Membentuk hormon
  • Membantu produksi vitamin D
  • Membentuk membran sel
  • Mendukung proses metabolisme tubuh

Namun, masalah mulai muncul ketika kadar kolesterol dalam darah meningkat terlalu tinggi.

Secara umum, tubuh memiliki dua jenis kolesterol utama, yaitu LDL dan HDL.

1. LDL atau Kolesterol Jahat

LDL (Low-Density Lipoprotein) sering mendapat julukan sebagai kolesterol jahat karena zat ini mudah menumpuk pada dinding pembuluh darah.

Jika kadar LDL terus meningkat, plak akan terbentuk dan membuat pembuluh darah menyempit. Akibatnya, aliran darah terganggu dan risiko penyakit jantung ikut meningkat.

2. HDL atau Kolesterol Baik

HDL (High-Density Lipoprotein) membantu membawa kolesterol berlebih kembali ke hati agar tubuh dapat membuangnya.

Karena itu, kadar HDL yang tinggi justru membantu menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Bagaimana Terapi Bekam Membantu Mengelola Kolesterol?

Banyak pendukung terapi bekam percaya metode ini membantu memperbaiki keseimbangan lemak darah melalui beberapa mekanisme biologis.

Meski para peneliti masih terus mempelajari hubungan bekam dan kolesterol, beberapa penelitian menunjukkan perubahan profil lipid pada sebagian pasien setelah menjalani terapi bekam secara rutin.

Baca Juga :  Gaya Hidup Sehat: Begini Cara Alami Mengonsumsi Sayuran Agar Tubuh Tetap Bugar

Berikut beberapa mekanisme yang sering dikaitkan dengan pengaruh bekam terhadap kadar kolesterol.

1. Membantu Mengurangi Penumpukan Limbah Metabolisme

Pada bekam basah, praktisi membuat sayatan kecil pada kulit setelah proses penyedotan selesai.

Melalui proses tersebut, sejumlah darah keluar dari permukaan kulit. Banyak praktisi pengobatan tradisional menyebut darah itu sebagai darah statis yang mengandung sisa metabolisme.

Selain itu, sebagian praktisi juga percaya bekam membantu mengurangi penumpukan zat sisa dalam sirkulasi perifer, termasuk akumulasi lemak tertentu.

Namun, istilah “darah kotor” sebenarnya bukan istilah medis resmi. Dalam dunia medis modern, hati dan ginjal memiliki tugas utama untuk menyaring zat sisa metabolisme.

Karena itu, masyarakat sebaiknya memahami bekam sebagai terapi pendukung untuk membantu memperbaiki sirkulasi dan respons tubuh, bukan sebagai metode utama pembuangan racun.

2. Membantu Melancarkan Sirkulasi Darah

Tekanan vakum pada terapi bekam meningkatkan aliran darah menuju area tertentu.

Akibatnya, sirkulasi darah menjadi lebih lancar dan jaringan tubuh memperoleh suplai oksigen lebih baik.

Selain itu, peningkatan aliran darah juga membantu tubuh mendistribusikan nutrisi dengan lebih optimal ke berbagai organ.

Sirkulasi yang baik sangat penting bagi kesehatan pembuluh darah karena kondisi tersebut membantu menjaga elastisitas dan fungsi jaringan tubuh.

3. Merangsang Respons Alami Tubuh

Saat praktisi melakukan bekam, tubuh langsung merespons rangsangan pada kulit dan jaringan di bawahnya.

Respons tersebut membantu:

  • Memicu perbaikan jaringan
  • Meningkatkan aliran darah lokal
  • Mengaktifkan proses pemulihan alami tubuh

Beberapa praktisi juga percaya terapi bekam membantu meningkatkan kerja organ hati dalam mengelola metabolisme lemak.

Hati sendiri memiliki peran penting dalam mengatur kadar kolesterol, termasuk memproduksi HDL atau kolesterol baik.

4. Membantu Menjaga Kelancaran Pembuluh Darah

sumber foto: liputan.co.id

Kolesterol tinggi dapat memicu terbentuknya plak pada dinding pembuluh darah. Jika plak terus menumpuk, aliran darah menjadi tidak lancar dan risiko penyakit jantung meningkat.

Terapi bekam dipercaya membantu memperbaiki sirkulasi darah dan sistem limfatik sehingga aliran darah menjadi lebih baik.

Selain itu, tubuh yang lebih rileks dan sirkulasi yang lancar juga membantu mengurangi tekanan pada sistem kardiovaskular.

Namun, masyarakat perlu memahami bahwa bekam tidak dapat langsung membersihkan plak arteri secara instan. Penurunan plak tetap membutuhkan pola makan sehat, olahraga, pengendalian berat badan, dan terapi medis jika diperlukan.

Manfaat Bekam terhadap Profil Lemak Darah

Banyak orang menjalani terapi bekam karena berharap kadar kolesterol mereka menjadi lebih stabil.

Berikut beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan terapi bekam terhadap profil lemak darah.

1. Membantu Menurunkan Kolesterol Total

Beberapa penelitian menunjukkan terapi bekam membantu menurunkan kadar kolesterol total pada sebagian orang.

Kondisi ini kemungkinan berkaitan dengan membaiknya metabolisme tubuh dan perubahan gaya hidup yang biasanya dilakukan bersamaan dengan terapi bekam.

Selain itu, banyak pasien mulai lebih menjaga pola makan setelah rutin menjalani terapi kesehatan.

2. Membantu Mengontrol LDL atau Kolesterol Jahat

Kadar LDL yang terlalu tinggi menjadi salah satu penyebab utama penyumbatan pembuluh darah.

Karena itu, banyak orang menggunakan bekam sebagai terapi pendamping untuk membantu menjaga kadar LDL tetap terkendali.

Meski hasilnya berbeda pada setiap orang, sebagian pasien mengaku kadar LDL mereka membaik setelah rutin menjalani bekam disertai pola hidup sehat.

Baca Juga :  Daun Randu Ternyata Ampuh Redakan Lambung Panas hingga ke Dada

3. Membantu Meningkatkan HDL atau Kolesterol Baik

Selain membantu mengontrol LDL, bekam juga dipercaya membantu meningkatkan kadar HDL.

HDL sangat penting karena zat ini membantu membawa kolesterol kembali ke hati agar tubuh dapat membuangnya.

Semakin baik keseimbangan antara LDL dan HDL, semakin kecil risiko gangguan pada pembuluh darah.

4. Membantu Menjaga Kesehatan Jantung

Profil kolesterol yang lebih seimbang membantu mengurangi beban kerja jantung.

Selain itu, sirkulasi darah yang lebih lancar membantu tubuh mendistribusikan oksigen dan nutrisi dengan lebih baik.

Karena itu, banyak orang merasa tubuh mereka lebih ringan, segar, dan rileks setelah menjalani terapi bekam.

Bekam Tidak Bisa Menggantikan Gaya Hidup Sehat

Meski menawarkan berbagai manfaat, terapi bekam tidak akan bekerja maksimal jika seseorang tetap menjalani pola hidup tidak sehat.

Karena itu, penderita kolesterol tinggi tetap perlu menjaga beberapa hal berikut.

Mengatur Pola Makan

Kurangi konsumsi:

  • Makanan tinggi lemak jenuh
  • Gorengan berlebihan
  • Makanan cepat saji
  • Minuman tinggi gula

Sebaliknya, perbanyak konsumsi:

  • Sayur
  • Buah
  • Ikan
  • Kacang-kacangan
  • Serat alami

Rutin Berolahraga

Aktivitas fisik membantu meningkatkan HDL dan menjaga kesehatan jantung.

Selain itu, olahraga juga membantu mengontrol berat badan dan mengurangi stres.

Mengelola Stres

Stres berlebihan dapat memengaruhi kesehatan jantung dan metabolisme tubuh.

Karena itu, penting untuk menjaga kualitas tidur, mengatur pikiran, dan memberi tubuh waktu untuk beristirahat.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Bekam

Tidak semua orang bisa menjalani terapi bekam tanpa pengawasan.

Karena itu, konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter jika Anda memiliki kondisi seperti:

  • Gangguan pembekuan darah
  • Anemia berat
  • Penyakit jantung tertentu
  • Tekanan darah sangat rendah
  • Sedang mengonsumsi obat pengencer darah

Selain itu, pastikan praktisi menggunakan alat steril dan menjalankan prosedur kebersihan yang baik.

Penggunaan alat yang tidak higienis dapat meningkatkan risiko infeksi.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Bekam?

Banyak praktisi menyarankan bekam saat tubuh berada dalam kondisi cukup fit dan tidak terlalu lelah.

Selain itu, hindari bekam ketika:

  • Sedang demam tinggi
  • Baru selesai makan berat
  • Tubuh sangat lemah
  • Mengalami dehidrasi

Setelah bekam, tubuh juga membutuhkan cukup istirahat dan asupan cairan agar proses pemulihan berjalan lebih baik.

Kesimpulan

sumber foto: wiz.or.id

Terapi bekam menjadi salah satu metode pengobatan alternatif yang banyak orang gunakan untuk membantu menjaga keseimbangan kadar kolesterol dalam darah.

Melalui peningkatan sirkulasi darah, stimulasi respons alami tubuh, dan dukungan terhadap metabolisme, bekam dipercaya membantu menurunkan kolesterol total, mengontrol LDL, serta meningkatkan HDL.

Namun, bekam bukan pengganti pengobatan medis maupun pola hidup sehat. Terapi ini akan bekerja lebih optimal jika seseorang menjalankannya bersamaan dengan pola makan seimbang, olahraga rutin, tidur cukup, dan pengelolaan stres yang baik.

Selain itu, masyarakat sebaiknya menjalani terapi bekam bersama tenaga profesional dan tetap berkonsultasi dengan dokter, terutama jika memiliki penyakit tertentu atau sedang mengonsumsi obat rutin.

Pada akhirnya, menjaga kadar kolesterol tetap stabil membutuhkan perubahan gaya hidup secara menyeluruh, bukan hanya mengandalkan satu jenis terapi saja. (rull*)

Berita Terkait

Minum Jus Ini Secara Rutin, Lemak Perut Bisa Berkurang dan Tubuh Lebih Segar
Makan Timun Setiap Hari? Ini 8 Manfaat Besar yang Bisa Dirasakan Tubuh
10 Cara Alami untuk Anak Sakit yang Jarang Diketahui Orang Tua
Kamu Harus Tahu! Begini Cara Organ Tubuh Bekerja dari Pagi sampai Malam
Bukan Sekadar Penampilan! Wajah Bisa Jadi Sinyal Kesehatan Tubuh
Tak Perlu Skincare Mahal, 6 Masker Alami Ini Bikin Wajah Glowing dan Bebas Kusam
Sering Jadi Pelengkap Makanan, Ternyata Tauge Punya 7 Khasiat Luar Biasa
Banyak Lansia Mulai Rutin Konsumsi Cengkeh dan Bawang Putih, Ternyata Ini Manfaatnya

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 15:02 WIB

Minum Jus Ini Secara Rutin, Lemak Perut Bisa Berkurang dan Tubuh Lebih Segar

Selasa, 12 Mei 2026 - 22:02 WIB

Makan Timun Setiap Hari? Ini 8 Manfaat Besar yang Bisa Dirasakan Tubuh

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:02 WIB

10 Cara Alami untuk Anak Sakit yang Jarang Diketahui Orang Tua

Senin, 11 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kamu Harus Tahu! Begini Cara Organ Tubuh Bekerja dari Pagi sampai Malam

Senin, 11 Mei 2026 - 06:02 WIB

Bukan Sekadar Penampilan! Wajah Bisa Jadi Sinyal Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru

Kesehatan

10 Cara Alami untuk Anak Sakit yang Jarang Diketahui Orang Tua

Selasa, 12 Mei 2026 - 18:02 WIB