Alamorganik.com-Petani asal Tayu, Kabupaten Pati, bernama Roni membagikan pengalamannya saat menghadapi serangan wereng di lahan padinya. Dalam percakapan tersebut, Roni menjelaskan bahwa ia menerapkan teknologi SAKA tanpa menggunakan pupuk kimia maupun pestisida.
Pada 17 Juni 2026, Roni menghubungi Ferieny untuk meminta saran setelah serangan wereng mulai menyebar di wilayah sekitar sawahnya. Ia menjelaskan bahwa ia sudah menyemprotkan Biosaka Basic, tetapi kondisi tanaman belum membaik setelah dua hari. Karena itu, Roni meminta panduan penggunaan Nlevel1 Aktivasi 6.
Ferieny menyarankan Roni mencampurkan urine sapi atau kambing dengan Nlevel1 Aktivasi 6, kemudian menyemprotkannya ke tanaman pada sore hari sesuai dosis yang disarankan.
Beberapa hari kemudian, Roni kembali menghubungi Ferieny. Ia melaporkan bahwa sebagian tanaman masih menguning. Menurutnya, banyak petani di sekitar sawah mulai menggunakan insektisida karena serangan wereng semakin meluas. Ferieny kembali menyarankan penyemprotan pada sore hari dan berencana meminta masukan dari Ansar.
Sekitar lima hingga enam hari kemudian, Roni mengabarkan bahwa kondisi padinya mulai membaik. Ia menyulam tanaman yang mati menggunakan rumpun padi lain yang masih sehat. Setelah itu, ia meminta saran apakah perlu melanjutkan penyemprotan atau kembali mengikuti prosedur standar Biosaka Basic.
Ferieny kemudian menyarankan Roni kembali mengikuti prosedur standar karena kondisi tanaman sudah membaik. Roni mengucapkan terima kasih atas arahan tersebut dan berencana menyiapkan persediaan urine untuk mendukung praktik budidaya yang ia terapkan.
Roni menyampaikan pengalaman tersebut sebagai testimoni pribadi. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang membuktikan bahwa Nlevel1 Aktivasi 6, Biosaka Basic, atau campuran urine mampu memulihkan tanaman yang terserang wereng dalam jangka waktu tertentu. Banyak faktor memengaruhi keberhasilan pengendalian hama, antara lain tingkat serangan, kondisi tanaman, cuaca, teknik budidaya, dan metode pengendalian yang petani gunakan. (rull/biosaka)









