Alamorganik.com-Banyak petani memanfaatkan asam humat sebagai pembenah tanah karena mampu memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah mengikat air, serta membantu tanaman menyerap unsur hara dengan lebih optimal. Selain membeli produk komersial, Anda juga bisa membuat larutan yang sering disebut asam humat cair dengan memanfaatkan eceng gondok dan beberapa bahan sederhana.
Metode ini menggunakan proses fermentasi dengan bantuan EM4 untuk menguraikan bahan organik. Fermentasi tersebut menghasilkan larutan organik yang mengandung senyawa humat, bukan asam humat murni seperti yang berasal dari leonardit atau humus. Meski begitu, banyak petani memanfaatkan larutan ini sebagai pembenah tanah dalam budidaya pertanian organik.
Bahan yang Dibutuhkan

Siapkan bahan-bahan berikut sebelum memulai proses pembuatan.
- 20 kg eceng gondok utuh beserta akarnya.
- 2 kg abu kayu.
- 10 liter air kelapa tua.
- 1 botol molase.
- 1 botol EM4.
- Drum plastik berkapasitas 100 liter.
- Air bersih secukupnya.
Cara Membuat Asam Humat Cair
1. Aktifkan Larutan EM4
Isi drum dengan air bersih hingga sekitar setengah kapasitas.
Tambahkan satu botol EM4 dan satu botol molase, lalu aduk hingga seluruh bahan tercampur merata.
Selanjutnya, tutup drum dengan rapat dan diamkan selama dua hari atau 2 × 24 jam agar mikroorganisme di dalam EM4 berkembang secara optimal.
2. Siapkan Larutan Abu Kayu
Masukkan 2 kilogram abu kayu ke dalam ember, kemudian siram dengan sekitar 10 liter air panas.
Aduk hingga abu bercampur rata, lalu diamkan sekitar tiga jam sampai endapan turun ke dasar ember.
Setelah endapan mengumpul di bagian bawah, ambil air bening pada bagian atas dan buang endapan abunya.
Air abu ini membantu melarutkan senyawa humat dari jaringan eceng gondok selama proses fermentasi berlangsung.
3. Siapkan Eceng Gondok
Bersihkan eceng gondok dari lumpur dan kotoran yang menempel.
Setelah itu, cacah seluruh bagian tanaman hingga berukuran kecil, termasuk bagian akarnya. Akar eceng gondok mengandung bahan organik dalam jumlah lebih banyak sehingga berperan penting dalam proses fermentasi.
4. Campurkan Seluruh Bahan
Setelah aktivasi EM4 selesai, masukkan eceng gondok yang telah dicacah ke dalam drum.
Tambahkan air kelapa tua sebanyak 10 liter dan air abu yang sudah dipisahkan dari endapannya.
Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata, kemudian tambahkan air bersih secukupnya. Sisakan ruang kosong sekitar 30 sentimeter di bagian atas drum agar proses fermentasi berlangsung lebih optimal.
5. Fermentasikan Larutan
Tutup drum dengan rapat, kemudian simpan di tempat yang teduh.
Biarkan bahan berfermentasi selama minimal 30 hari. Semakin lama proses fermentasi berlangsung, semakin optimal penguraian bahan organiknya.
Selama masa fermentasi, buka drum setiap dua hari sekali untuk mengaduk larutan. Setelah selesai mengaduk, tutup kembali drum hingga rapat.
Cara Menggunakan

Setelah fermentasi selesai, saring larutan jika masih terdapat potongan bahan organik.
Campurkan 1 liter larutan hasil fermentasi dengan 20 liter air bersih.
Selanjutnya, siramkan larutan tersebut ke bedengan, lahan, atau area perakaran tanaman sesuai kebutuhan.
Manfaat Larutan Hasil Fermentasi
Apabila fermentasi berlangsung dengan baik, larutan ini berpotensi memberikan berbagai manfaat, antara lain:
- Membantu memperbaiki struktur tanah.
- Meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air.
- Mendukung perkembangan mikroorganisme yang menguntungkan.
- Membantu tanaman menyerap unsur hara secara lebih efisien.
- Menambah kandungan bahan organik di dalam tanah.
- Merangsang pertumbuhan akar tanaman.
Tips agar Hasil Fermentasi Optimal
Lakukan beberapa langkah berikut agar hasil fermentasi lebih maksimal.
- Gunakan eceng gondok yang masih segar.
- Bersihkan seluruh bagian tanaman sebelum mencacahnya.
- Gunakan perbandingan sekitar 1 kilogram abu kayu untuk setiap 10 kilogram eceng gondok.
- Simpan drum di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung.
- Aduk larutan setiap dua hari sekali selama fermentasi berlangsung.
- Tutup kembali drum dengan rapat setiap selesai mengaduk.
Selain itu, gunakan air bersih yang bebas dari bahan kimia seperti klorin agar mikroorganisme dalam EM4 dapat berkembang secara optimal. Cacah eceng gondok hingga berukuran kecil supaya proses penguraian berlangsung lebih cepat dan merata. Pastikan drum tetap bersih sebelum digunakan untuk menghindari kontaminasi bakteri atau jamur yang dapat mengganggu fermentasi. Periksa aroma larutan secara berkala. Fermentasi yang berhasil biasanya menghasilkan aroma asam segar, bukan bau busuk yang menyengat. Hindari menempatkan drum di lokasi yang sering terkena hujan atau perubahan suhu ekstrem karena kondisi tersebut dapat menghambat aktivitas mikroorganisme. Setelah fermentasi selesai, gunakan larutan sesuai dosis anjuran agar tanaman memperoleh manfaat secara optimal tanpa menyebabkan ketidakseimbangan unsur hara di dalam tanah.
Kesimpulan

Anda dapat memanfaatkan eceng gondok, abu kayu, air kelapa, molase, dan EM4 untuk membuat larutan organik yang berfungsi sebagai pembenah tanah. Fermentasi selama sekitar 30 hari menghasilkan larutan yang kaya senyawa organik dan banyak dimanfaatkan petani untuk membantu memperbaiki kualitas tanah.
Meskipun banyak orang menyebutnya sebagai asam humat cair, larutan ini sebenarnya merupakan hasil fermentasi bahan organik yang mengandung berbagai senyawa humat, bukan asam humat murni. Jika Anda menggunakannya secara rutin dan mengelola tanah dengan baik, larutan ini dapat membantu meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung pertumbuhan tanaman secara berkelanjutan. (rull)









