Cabai Berusia 7 Bulan Masih Rajin Berbuah, Petani Pati Bagikan Pengalaman Pakai RR dan Biosaka

- Penulis

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com – Farid, petani asal Kabupaten Pati, membagikan pengalamannya menanam cabai merah dengan teknologi SAKA. Menurutnya, tanaman cabai di lahannya tetap produktif hingga berusia sekitar tujuh bulan.

Farid mulai menanam cabai pada 22–28 November 2025. Selama masa budidaya, ia hanya menggunakan pupuk cair rendaman rumput (RR) dan Biosaka. Ia menyemprotkan keduanya secara rutin setiap satu minggu sekali.

Sekitar masa pertumbuhan, banjir merendam lahan cabainya selama kurang lebih 10 hari. Meski demikian, tanaman tetap bertahan dan kembali menghasilkan panen.

Baca Juga :  Stop Menyiram Asal! Biosaka Bekerja dengan Vibrasi, Bukan Sekadar Cairan

Farid memulai panen pada akhir Februari 2026 dengan hasil sekitar 3–5 kilogram. Selanjutnya, ia memanen cabai setiap tiga hingga empat hari sekali. Dalam setiap panen, ia memperoleh hasil sekitar 20–30 kilogram.

Farid mengelola lahan seluas sekitar 1.900 meter persegi. Ia menanam sekitar 2.300 batang cabai. Selain itu, ia juga membudidayakan bawang dayak dan mulai menanam tomat di sela-sela tanaman cabai.

Menurut Farid, pemberian RR dan Biosaka secara rutin membantu menjaga pertumbuhan tanaman sehingga cabai tetap berproduksi. Namun, ia menyampaikan pengalaman tersebut sebagai testimoni berdasarkan praktik budidaya di lahannya.

Baca Juga :  Bio Saka di Bantar Gebang: Harapan Baru Mengatasi Bau Sampah yang Menahun

Sampai saat ini, para peneliti belum memiliki bukti ilmiah yang cukup untuk memastikan bahwa RR dan Biosaka secara langsung membuat tanaman cabai lebih tahan banjir atau tetap produktif hingga usia tertentu. Keberhasilan budidaya juga bergantung pada varietas, kondisi tanah, cuaca, pemupukan, pengendalian hama, dan teknik budidaya yang diterapkan petani. (rull/komunitas biosaka)

Berita Terkait

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak
Benih Padi Rontok dari Panen Kombin Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasan Teknologi SAKA

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terbaru

Peternakan

Vitamin E dan Selenium untuk Meningkatkan Breeding Domba

Rabu, 21 Okt 2026 - 06:02 WIB