Makanan Ini Tidak Manis, tetapi Bisa Memicu Lonjakan Gula Darah, Kenali 6 Jenisnya

- Penulis

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Banyak orang masih menganggap makanan manis sebagai satu-satunya penyebab naiknya kadar gula darah. Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Berbagai jenis makanan yang tidak memiliki rasa manis juga dapat meningkatkan kadar gula darah dengan cepat, terutama jika makanan tersebut mengandung karbohidrat olahan, rendah serat, dan Anda mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan.

Saat Anda mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, tubuh akan memecahnya menjadi glukosa. Glukosa inilah yang menjadi sumber energi utama bagi sel-sel tubuh. Namun, jika glukosa masuk ke aliran darah terlalu cepat dan terlalu banyak, kadar gula darah dapat melonjak.

Bagi orang yang sehat, tubuh biasanya mampu mengatur kadar gula darah dengan bantuan hormon insulin. Akan tetapi, jika lonjakan gula darah terjadi terus-menerus akibat pola makan yang kurang sehat, tubuh dapat mengalami gangguan metabolisme. Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko resistensi insulin, pradiabetes, hingga diabetes tipe 2.

Karena itu, penting untuk mengenali makanan yang meski tidak terasa manis, tetap berpotensi menaikkan gula darah.

Mengapa Makanan Tidak Manis Bisa Menaikkan Gula Darah?

sumber foto: ciputramedicalcenter.com

Rasa manis bukan satu-satunya penentu suatu makanan dapat meningkatkan kadar gula darah. Faktor yang lebih berpengaruh adalah jenis karbohidrat, kandungan serat, cara pengolahan, dan indeks glikemik makanan tersebut.

Makanan yang mengandung karbohidrat sederhana atau karbohidrat olahan biasanya lebih cepat dicerna tubuh. Akibatnya, glukosa masuk ke aliran darah dalam waktu singkat sehingga kadar gula darah meningkat lebih cepat.

Sebaliknya, makanan yang kaya serat membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna. Proses ini membantu memperlambat penyerapan glukosa sehingga kadar gula darah lebih stabil.

Berikut beberapa makanan yang tidak terasa manis, tetapi dapat memicu lonjakan gula darah jika Anda mengonsumsinya terlalu sering atau dalam porsi berlebihan.

Bubur

Bubur menjadi menu sarapan favorit banyak orang karena teksturnya lembut dan mudah dicerna. Namun, justru tekstur inilah yang membuat tubuh lebih cepat menyerap karbohidrat dari bubur.

Bubur umumnya menggunakan beras putih yang memiliki indeks glikemik cukup tinggi. Saat beras dimasak hingga sangat lunak, tubuh semakin mudah memecah pati menjadi glukosa.

Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat lebih cepat dibandingkan saat Anda mengonsumsi nasi putih dengan tekstur yang lebih padat.

Bukan berarti Anda harus menghindari bubur sepenuhnya. Anda bisa membuat bubur lebih sehat dengan menambahkan sumber protein, seperti telur rebus, ayam tanpa kulit, tahu, atau tempe. Tambahkan juga sayuran agar kandungan serat meningkat dan proses penyerapan gula berlangsung lebih lambat.

Kerupuk

Banyak orang menganggap kerupuk hanya sebagai pelengkap makanan. Padahal, kerupuk mengandung karbohidrat dalam jumlah yang cukup tinggi.

Baca Juga :  7 Pemicu Serangan Jantung yang Sering Diabaikan dan Langkah Menghindarinya

Produsen umumnya membuat kerupuk dari tepung tapioka atau pati yang kemudian digoreng. Jenis karbohidrat tersebut mudah dicerna sehingga dapat meningkatkan kadar gula darah.

Selain itu, proses penggorengan juga menambah kandungan lemak dan kalori.

Jika Anda sering mengonsumsi kerupuk dalam jumlah banyak setiap kali makan, total asupan karbohidrat harian juga ikut meningkat.

Karena itu, batasi konsumsi kerupuk dan jadikan hanya sebagai pelengkap, bukan menu utama.

Mi Instan

Mi instan menjadi pilihan praktis saat waktu terbatas. Namun, makanan ini mengandung karbohidrat olahan, rendah serat, dan umumnya tinggi natrium.

Karbohidrat olahan dalam mi instan membuat tubuh lebih cepat menghasilkan glukosa. Jika Anda hanya mengonsumsi mi tanpa tambahan protein maupun sayuran, kadar gula darah bisa meningkat lebih cepat.

Konsumsi mi instan terlalu sering juga dapat membuat pola makan menjadi kurang seimbang karena tubuh tidak memperoleh cukup vitamin, mineral, dan serat.

Jika sesekali ingin menikmati mi instan, tambahkan telur, ayam, tahu, tempe, atau ikan sebagai sumber protein. Lengkapi juga dengan sayuran seperti sawi, bayam, atau wortel agar kandungan gizinya lebih baik.

Mengurangi penggunaan bumbu instan juga dapat membantu menekan asupan natrium.

Roti Tawar Putih

sumber foto: kampungkaleng.com

Roti tawar putih menjadi menu sarapan yang praktis dan mudah ditemukan. Namun, produsen mengolah tepung terigu hingga menghilangkan sebagian besar serat alaminya. Akibatnya, roti putih mengandung serat yang jauh lebih sedikit dibandingkan roti gandum utuh.

Akibatnya, tubuh lebih cepat mengubah karbohidrat dalam roti putih menjadi glukosa.

Jika Anda mengonsumsi roti putih bersama selai manis atau susu kental manis, lonjakan gula darah bisa menjadi lebih tinggi karena tubuh menerima tambahan gula sederhana.

Sebagai pilihan yang lebih sehat, pilih roti gandum utuh yang mengandung lebih banyak serat.

Lengkapi sarapan dengan telur, alpukat, selai kacang tanpa tambahan gula, atau dada ayam agar kandungan protein meningkat dan rasa kenyang bertahan lebih lama.

Makanan Berbahan Tepung

Gorengan dan berbagai camilan berbahan tepung memang sulit ditolak. Bakwan, risoles, cireng, pastel, hingga makanan berlapis tepung biasanya mengandung karbohidrat olahan yang cukup tinggi.

Saat menggoreng makanan tersebut, minyak juga menambah jumlah kalori dan lemak.

Jika Anda mengonsumsi makanan berbahan tepung secara berlebihan, tubuh akan menerima lebih banyak kalori sekaligus karbohidrat yang dapat memengaruhi kontrol gula darah.

Sesekali menikmati gorengan tentu tidak menjadi masalah. Namun, usahakan tidak menjadikannya camilan setiap hari.

Anda bisa menggantinya dengan camilan yang lebih sehat, seperti kacang tanpa garam, buah segar, yogurt tanpa tambahan gula, atau jagung rebus.

Baca Juga :  Suka Pedas? Hati-Hati! Ini Bahaya Tersembunyi Jika Terlalu Banyak Makan Cabai

Jajanan Pasar

Indonesia memiliki beragam jajanan tradisional yang lezat. Banyak di antaranya menggunakan tepung beras, tepung ketan, tepung terigu, santan, gula, dan proses pengolahan dengan cara digoreng atau dikukus.

Meski tidak semua jajanan terasa sangat manis, sebagian besar tetap mengandung karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi.

Jika Anda mengonsumsi beberapa jenis jajanan sekaligus, jumlah karbohidrat yang masuk ke tubuh juga meningkat.

Karena itu, nikmati jajanan pasar dalam porsi yang wajar dan jangan menjadikannya pengganti makanan utama setiap hari.

Cara Mencegah Lonjakan Gula Darah

Mengontrol gula darah tidak berarti harus menghindari semua makanan favorit. Yang terpenting adalah mengatur pola makan secara keseluruhan.

Anda dapat menerapkan beberapa langkah sederhana berikut.

Pertama, kombinasikan karbohidrat dengan protein dan serat dalam setiap waktu makan. Misalnya, makan nasi bersama ikan, ayam, tempe, tahu, serta sayuran.

Kedua, pilih sumber karbohidrat yang lebih kaya serat, seperti beras merah, oat, ubi, kentang rebus, atau roti gandum utuh.

Ketiga, perbanyak konsumsi sayuran karena kandungan seratnya membantu memperlambat penyerapan glukosa.

Keempat, batasi makanan olahan, gorengan, dan camilan tinggi kalori.

Kelima, hindari kebiasaan mengonsumsi minuman manis setiap hari.

Keenam, tetap aktif bergerak. Aktivitas fisik membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi sehingga kadar gula darah lebih mudah terkontrol.

Selain itu, pertahankan berat badan ideal, tidur yang cukup, dan kelola stres dengan baik karena ketiga faktor tersebut juga memengaruhi kesehatan metabolik.

Diabetes Tidak Muncul karena Satu Jenis Makanan

Diabetes tipe 2 berkembang akibat kombinasi banyak faktor. Pola makan yang kurang sehat memang berperan, tetapi faktor lain seperti obesitas, kurang aktivitas fisik, usia, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan tertentu juga ikut memengaruhi risikonya.

Karena itu, jangan hanya fokus menghindari satu jenis makanan. Bangun kebiasaan makan yang lebih sehat secara menyeluruh agar tubuh dapat menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Kesimpulan

sumber foto: img-global.cpcdn.com

Makanan yang tidak terasa manis tetap dapat meningkatkan kadar gula darah apabila mengandung karbohidrat olahan, rendah serat, atau Anda mengonsumsinya dalam jumlah berlebihan. Bubur, kerupuk, mi instan, roti tawar putih, makanan berbahan tepung, dan berbagai jajanan pasar termasuk contoh makanan yang perlu Anda konsumsi secara bijak.

Anda tidak harus menghindari makanan tersebut sepenuhnya. Kuncinya adalah mengatur porsi makan, memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat, memperbanyak serat dan protein, serta menjalani gaya hidup aktif.

Dengan pola makan yang seimbang dan kebiasaan hidup sehat, Anda dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik di masa depan. (rull)

Berita Terkait

Rahasia Tubuh Tetap Sehat, Ini 6 Minuman yang Baik untuk Hidrasi dan Metabolisme
Mulai Hari Ini, Pilih 6 Minuman Ini agar Jantung Tetap Sehat dan Kuat
Tahukah Anda? 10 Bunga Ini Dianggap Sakral dalam Berbagai Tradisi Nusantara
Sering Mengalami Keluhan Ini? Air Kunyit Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh
Bukan Cuma Tenaga Medis! 21 Pertolongan Pertama Ini Wajib Diketahui Semua Orang
Kasta Tertinggi Bukan Obat Mahal, Melainkan Kebiasaan Sehat yang Bisa Dilakukan Gratis
Jangan Panik! Ketahui 21 Pertolongan Pertama yang Bisa Menyelamatkan Diri Sendiri Maupun Orang Lain
Tanpa Disadari, Tubuh Bisa Rusak Pelan-Pelan! Kenali 7 Nutrisi Penting yang Sering Diabaikan

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:02 WIB

Makanan Ini Tidak Manis, tetapi Bisa Memicu Lonjakan Gula Darah, Kenali 6 Jenisnya

Selasa, 28 Juli 2026 - 06:02 WIB

Rahasia Tubuh Tetap Sehat, Ini 6 Minuman yang Baik untuk Hidrasi dan Metabolisme

Senin, 27 Juli 2026 - 22:02 WIB

Mulai Hari Ini, Pilih 6 Minuman Ini agar Jantung Tetap Sehat dan Kuat

Sabtu, 25 Juli 2026 - 06:02 WIB

Tahukah Anda? 10 Bunga Ini Dianggap Sakral dalam Berbagai Tradisi Nusantara

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:38 WIB

Sering Mengalami Keluhan Ini? Air Kunyit Berpotensi Membantu Menjaga Kesehatan Tubuh

Berita Terbaru