Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

- Penulis

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Teknologi SAKA yang dikembangkan oleh Pak Ansar mencakup berbagai varian Biosaka dan Nlevel1. Pengembang menghadirkan sejumlah varian dengan bahan, proses pembuatan, serta tujuan penggunaan yang berbeda, terutama untuk mendukung pertanian organik.

Selain varian yang sudah diperkenalkan, pengembang juga menyiapkan teknologi lanjutan dalam beberapa jilid. Ia berencana membuka informasi tersebut secara bertahap sambil menunggu kesempatan berdiskusi dengan ahli dan akademisi.

Enam Varian Teknologi Biosaka

Biosaka mengangkat kesadaran bahwa manusia bergantung pada alam sehingga perlu menjaga keseimbangan lingkungan. Dalam pengembangannya, teknologi SAKA mencakup enam varian Biosaka.

Pertama, Biosaka Basic sebagai varian dasar. Kedua, Biosaka Pesnab yang berkaitan dengan pestisida nabati. Ketiga, Biosaka MKP sebagai varian tersendiri. Keempat, Bioglowing yang juga masuk dalam rangkaian teknologi SAKA.

Kelima, Biosaka Superfood atau Pitulungan, yang menurut pengembang memiliki banyak varian dengan fungsi spesifik. Keenam, Biosaka All in One, yang dirancang untuk menggabungkan fungsi dari varian Biosaka sebelumnya.

Pengembang menjelaskan bahwa Biosaka Superfood atau Pitulungan bukan obat, melainkan produk yang ia kategorikan sebagai superfood. Meski demikian, masyarakat perlu memahami bahwa klaim manfaat kesehatan dan kemampuan membantu detoksifikasi membutuhkan penelitian ilmiah. Produk tersebut juga tidak boleh menggantikan pengobatan medis.

Baca Juga :  Bertani Tanpa Boros! Ini Rahasia Rendaman Rumput ala Biosaka

Nlevel1 Memiliki Enam Tingkatan

Selain Biosaka, pengembang memperkenalkan enam tingkatan Nlevel1, yaitu Nlevel1, Upgrade 2, Upgrade 3, Upgrade 4, Upgrade 5, dan Nlevel1 Aktivasi 6.

Menurut penjelasan pengembang, Nlevel1 hingga Upgrade 5 bertujuan mendukung pertanian organik tanpa fermentasi melalui konsep penyetaraan gelombang. Ia juga menyebut peningkatan tingkatan memungkinkan penggunaan dalam volume yang lebih besar.

Sementara itu, pengembang mengklaim Nlevel1 Aktivasi 6 memiliki kemampuan hingga 1.000 kali lipat dibandingkan Upgrade 5. Ia mengaitkan varian ini dengan pertanian organik tanpa fermentasi serta fungsi penetralan racun.

Namun, klaim tersebut masih membutuhkan pembuktian melalui penelitian yang terukur. Terlebih, klaim mengenai penetralan racun dan dampaknya terhadap sel tubuh manusia harus melalui pengujian keamanan serta efektivitas sebelum menjadi dasar rekomendasi kesehatan.

Pengembang Siapkan Biosaka Jilid 2 dan 3

Pengembang berencana memperkenalkan varian Biosaka lanjutan melalui beberapa jilid. Setiap jilid akan menggunakan bahan dan pola pembuatan yang berbeda.

Baca Juga :  Budidaya Tembakau Berbasis Biosaka di Sragen, Petani Klaim Lebih Hemat Biaya

Untuk Jilid 2, ia masih menunggu kesempatan berdiskusi dengan para ahli dan akademisi. Ia ingin membuka informasi secara utuh ketika menemukan ruang diskusi dan momentum yang tepat.

Selanjutnya, pengembang merencanakan Jilid 3 dengan varian yang memiliki fungsi lebih spesifik. Ia menyebut pengembangan tersebut dapat mencakup hingga enam varian, sebagaimana konsep yang pernah diperkenalkan sebelumnya.

Setelah masyarakat mempelajari Jilid 3, pengembang berencana memperkenalkan Jilid 4 dalam waktu dekat. Ia berharap pengembangan ini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk dalam bidang kesehatan.

Pentingnya Kajian Ilmiah

Pengembangan teknologi SAKA menawarkan berbagai pendekatan yang diklaim mendukung pertanian organik. Namun, masyarakat tetap perlu membedakan tujuan pengembangan, klaim manfaat, dan hasil yang telah terbukti.

Karena itu, diskusi bersama akademisi dan penelitian yang transparan menjadi langkah penting untuk menguji mekanisme kerja, keamanan, serta efektivitas setiap varian. Langkah tersebut dapat membantu masyarakat memahami teknologi SAKA secara lebih objektif dan menggunakannya secara bijak (rull/3GO)

Berita Terkait

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau
Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia
Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya
Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka
Petani Gunung Masigit Terapkan Teknologi SAKA pada Sawah, Hasil Panen Capai 7,5 Ton
Cabe Subur dengan POC Rumput, Begini Cara Tanam ala Petani Pontianak
Benih Padi Rontok dari Panen Kombin Bisa Tumbuh Lagi? Ini Penjelasan Teknologi SAKA
Tanam Padi Langsung Setelah Panen Tanpa Olah Tanah, Ini Langkahnya

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 20:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Solusi Biosaka Hadapi Kemarau

Minggu, 11 Oktober 2026 - 17:17 WIB

Mengenal Ragam Teknologi SAKA, dari Biosaka hingga Nlevel1 Aktivasi 6

Jumat, 9 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Ansar Uraikan Filosofi Algoritma 369 Humanity, Kaitkan Bunga, Al-Qur’an, dan Kesadaran Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Mengenal Biosaka Algoritma 3, 69 Humanity: Gagasan, Bahan, dan Cara Pembuatannya

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Sawah Terpal Mina Padi IP 500 Gunungkidul, Uji Coba Hemat Air dengan Biosaka

Berita Terbaru

Peternakan

Kulit Singkong untuk Pakan Sapi: Murah, tetapi Jangan Berlebihan

Senin, 12 Okt 2026 - 06:02 WIB