Cara Fermentasi Kohe Ayam Menjadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi untuk Pertanian Berkelanjutan

- Penulis

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pertanian mulai bergerak kembali ke arah yang lebih alami dan berkelanjutan. Para petani tidak lagi hanya mengandalkan pupuk kimia, tetapi juga berusaha memanfaatkan sumber daya lokal yang tersedia di sekitar mereka. Salah satu langkah nyata yang bisa dilakukan adalah mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai tinggi.

Di antara berbagai jenis limbah ternak, kohe ayam atau kotoran ayam memiliki potensi besar karena kandungan nutrisinya yang melimpah. Namun, tanpa pengolahan yang tepat, kotoran ayam justru bisa menimbulkan masalah baru. Bau menyengat, pencemaran lingkungan, hingga risiko kerusakan tanah sering muncul akibat penggunaan kotoran ayam segar secara langsung.

Oleh karena itu, fermentasi kohe ayam menjadi solusi terbaik. Melalui proses ini, petani dapat mengubah limbah menjadi pupuk organik yang aman, ramah lingkungan, dan bermanfaat bagi tanah serta tanaman.

Mengapa Kohe Ayam Perlu Difermentasi?

sumber foto: 1.bp.blogspot.com

Pada dasarnya, kotoran ayam mengandung unsur hara utama seperti nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Ketiga unsur ini berperan penting dalam mendukung pertumbuhan tanaman, mulai dari pembentukan daun, akar, hingga buah. Oleh sebab itu, banyak petani tertarik memanfaatkan kohe ayam sebagai pupuk.

Namun demikian, kotoran ayam segar mengandung kadar amonia yang sangat tinggi. Ketika petani langsung mengaplikasikannya ke lahan, tanaman sering mengalami stres, daun menguning, bahkan mati. Selain itu, kotoran ayam mentah juga berpotensi membawa bakteri patogen dan bibit penyakit yang dapat merugikan tanaman maupun manusia.

Melalui proses fermentasi, petani dapat menurunkan kadar racun dan bau menyengat pada kohe ayam. Pada saat yang sama, fermentasi membantu meningkatkan aktivitas mikroorganisme baik yang sangat bermanfaat bagi kesuburan tanah. Dengan kata lain, fermentasi tidak hanya memperbaiki kualitas pupuk, tetapi juga menjaga keseimbangan ekosistem tanah dalam jangka panjang.

Manfaat Fermentasi Kohe Ayam bagi Tanah dan Tanaman

Setelah difermentasi dengan benar, kohe ayam akan berubah menjadi pupuk organik yang jauh lebih aman dan efektif. Pertama, pupuk hasil fermentasi mampu memperbaiki struktur tanah. Tanah yang semula keras dan padat akan menjadi lebih gembur, sehingga akar tanaman dapat tumbuh lebih bebas.

Selain itu, pupuk organik dari fermentasi kohe ayam membantu meningkatkan kemampuan tanah dalam menyimpan air dan unsur hara. Akibatnya, tanaman tidak mudah mengalami kekeringan dan dapat menyerap nutrisi secara optimal.

Lebih lanjut, fermentasi juga mendorong pertumbuhan mikroorganisme menguntungkan di dalam tanah. Mikroba ini berperan aktif dalam menguraikan bahan organik, menyeimbangkan pH tanah, serta menekan perkembangan mikroorganisme penyebab penyakit. Dengan demikian, penggunaan pupuk organik secara rutin akan meningkatkan daya tahan tanaman secara alami dan mendukung sistem pertanian berkelanjutan.

Baca Juga :  Cara Membuat Pupuk Nitrogen Alami Pengganti Urea untuk Tanaman Subur

Bahan dan Alat yang Dibutuhkan

Sebelum memulai proses fermentasi, petani perlu menyiapkan bahan dan alat secara lengkap. Persiapan yang baik akan memperlancar proses dan menghasilkan pupuk organik berkualitas tinggi.

Bahan:

  • 5 karung kotoran ayam (kohe ayam)
  • 4 genggam pupuk urea, dedak, atau daun kering
  • 20 tutup botol EM4 Pertanian (kemasan kuning)
  • 2 genggam gula merah (bisa diganti gula pasir atau molase)
  • 50 liter air bersih

Alat:

  • Ember kapasitas 50 liter
  • Drum plastik atau karung
  • Terpal
  • Gembor atau sprayer
  • Kantong plastik besar

Tahapan Fermentasi Kohe Ayam yang Benar

1. Menyiapkan Larutan Starter Fermentasi

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah menyiapkan larutan starter atau dekomposer. Larutan ini berfungsi untuk mempercepat proses penguraian bahan organik dan mengaktifkan mikroorganisme baik.

Pertama-tama, tuangkan 50 liter air bersih ke dalam ember berkapasitas besar. Setelah itu, tambahkan 20 tutup botol EM4 Pertanian ke dalam air. EM4 mengandung mikroorganisme efektif yang mampu mempercepat proses fermentasi secara alami.

Selanjutnya, masukkan gula merah yang telah dihancurkan. Gula berperan sebagai sumber energi bagi mikroorganisme agar dapat berkembang dengan optimal. Jika gula merah tidak tersedia, petani dapat menggunakan gula pasir atau tetes tebu sebagai alternatif.

2. Menambahkan Sumber Nitrogen

Agar proses fermentasi berjalan seimbang, tambahkan 4 genggam pupuk urea ke dalam larutan starter. Penambahan nitrogen bertujuan untuk menyeimbangkan rasio karbon dan nitrogen (C/N ratio), sehingga mikroorganisme dapat bekerja lebih efektif dalam menguraikan bahan organik.

Namun demikian, jika petani ingin menggunakan bahan alami, urea dapat diganti dengan dedak atau daun kering. Setelah semua bahan tercampur, aduk larutan hingga merata. Kemudian, diamkan beberapa menit agar mikroorganisme mulai aktif.

3. Menyortir dan Menggemburkan Kohe Ayam

Sambil menunggu larutan starter aktif, lakukan penyortiran kotoran ayam. Pisahkan kohe ayam dari benda asing seperti plastik, kayu, atau batu yang mungkin tercampur. Langkah ini sangat penting karena benda asing dapat menghambat proses fermentasi.

Selain itu, gemburkan kotoran ayam yang menggumpal. Dengan tekstur yang lebih remah, mikroorganisme akan lebih mudah menguraikan bahan organik, sehingga proses fermentasi berlangsung lebih cepat dan merata.

4. Proses Pencampuran dan Penyiraman

sumber foto: informaenergia.com

Setelah proses penyortiran selesai, hamparkan kohe ayam secara merata di atas terpal. Kemudian, siramkan larutan dekomposer menggunakan gembor atau sprayer sambil mengaduk perlahan. Pastikan seluruh bagian kotoran ayam terkena larutan starter.

Baca Juga :  Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Namun perlu diperhatikan, kondisi bahan harus cukup lembap, bukan basah. Jika bahan terlalu basah, proses fermentasi justru bisa terganggu dan memicu bau tidak sedap.

5. Proses Fermentasi dalam Wadah Tertutup

Langkah berikutnya, masukkan kohe ayam yang telah tercampur larutan ke dalam drum plastik atau karung. Jika menggunakan drum, lapisi bagian dalamnya dengan kantong plastik besar agar proses fermentasi lebih optimal.

Setelah itu, tutup rapat wadah fermentasi untuk mencegah kontaminasi udara luar. Meskipun demikian, petani tetap perlu membuka wadah setiap satu minggu sekali. Tujuannya adalah untuk mengeluarkan gas hasil fermentasi agar mikroorganisme tetap aktif dan tidak mati.

6. Waktu Fermentasi dan Penyimpanan

Proses fermentasi biasanya berlangsung selama kurang lebih satu bulan. Selama periode ini, simpan drum di tempat yang teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Lingkungan yang stabil akan membantu mikroorganisme bekerja secara optimal.

Setelah satu bulan, pupuk organik hasil fermentasi sudah dapat digunakan untuk berbagai jenis tanaman, baik tanaman pangan, hortikultura, maupun tanaman perkebunan.

Ciri-Ciri Pupuk Organik dari Kohe Ayam yang Sudah Matang

Agar tidak salah dalam penggunaan, petani perlu mengenali ciri pupuk yang sudah matang. Berikut beberapa tanda yang bisa dijadikan acuan:

  • Bentuk fisik pupuk telah berubah dari wujud awalnya
  • Bau menyengat berkurang dan berubah menjadi bau tanah
  • Suhu pupuk terasa dingin saat disentuh
  • Teksturnya kering, remah, dan mudah hancur saat diremas

Jika semua ciri tersebut sudah terlihat, pupuk organik dari fermentasi kohe ayam aman dan siap diaplikasikan ke lahan pertanian.

Tips Penggunaan Pupuk Kohe Ayam Fermentasi

sumber foto: i0.wp.com

Untuk mendapatkan hasil maksimal, gunakan pupuk ini sebagai pupuk dasar sebelum tanam atau sebagai pupuk susulan. Campurkan pupuk dengan tanah secara merata agar unsur hara dapat tersebar dengan baik.

Selain itu, lakukan aplikasi secara rutin namun tetap sesuai kebutuhan tanaman. Dengan penggunaan yang tepat, pupuk organik dari fermentasi kohe ayam akan membantu meningkatkan kesuburan tanah secara bertahap dan berkelanjutan.

Fermentasi kohe ayam merupakan solusi cerdas dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Melalui proses yang sederhana dan bahan yang mudah didapat, petani dapat menghasilkan pupuk ramah lingkungan secara mandiri.

Pada akhirnya, penggunaan pupuk organik tidak hanya menguntungkan tanaman, tetapi juga menjaga kesehatan tanah dan lingkungan. Dengan langkah kecil seperti fermentasi kohe ayam, petani telah berkontribusi nyata dalam mewujudkan pertanian berkelanjutan dan hijau untuk masa depan. (Inspirasi Hijau/rull)

Berita Terkait

Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial
Mencegah Kerontokan Bunga dan Buah Secara Organik, Petani Wajib Tahu!
Belajar dari Vietnam, Firman Subagyo: Petani Dilindungi, Pupuk Organik Dibebaskan
Mau Padi Berbuah Lebat dan Terhindar Serangan Bakteri, Ini Ramuan…
Pupuk Bawang artinya Pemberian Pupuk yang Seimbang, Agar Banyak Umbinya
Tanaman Liar Kembang Bulan Pengganti Pupuk Urea Alami
The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah
Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Berita Terkait

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:02 WIB

Cara Fermentasi Kohe Ayam Menjadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi untuk Pertanian Berkelanjutan

Kamis, 20 November 2025 - 22:02 WIB

Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial

Rabu, 8 Oktober 2025 - 07:06 WIB

Mencegah Kerontokan Bunga dan Buah Secara Organik, Petani Wajib Tahu!

Jumat, 5 September 2025 - 23:43 WIB

Belajar dari Vietnam, Firman Subagyo: Petani Dilindungi, Pupuk Organik Dibebaskan

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:21 WIB

Mau Padi Berbuah Lebat dan Terhindar Serangan Bakteri, Ini Ramuan…

Berita Terbaru

Pertanian

Tips Menanam Brokoli Secara Mudah dan Hasil Maksimal

Rabu, 4 Feb 2026 - 06:02 WIB

Kesehatan

Cara Konsumsi Minyak Zaitun untuk Kesehatan

Selasa, 3 Feb 2026 - 22:02 WIB

Jamu

Ramuan Alami untuk Mendukung Pengobatan TBC

Selasa, 3 Feb 2026 - 18:02 WIB

Pertanian

Jarak Tanam Ideal untuk Tanaman Sayur agar tumbuh subur

Selasa, 3 Feb 2026 - 15:02 WIB

Kesehatan

7 Manfaat Rimpang untuk Kesehatan dan Cara Mengolahnya

Selasa, 3 Feb 2026 - 12:02 WIB