Sungai Penuh, alamorganik.com–Petani perlu memperhatikan keseimbangan unsur hara saat memberi pupuk pada tanaman bawang. Langkah ini penting agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan umbi yang banyak.
Petani melakukan pemupukan dalam dua tahap, yaitu saat tanam dan setelah tanam. Tanaman bawang membutuhkan unsur hara utama berupa nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K) dalam bentuk N, P2O5, dan K2O.
Selain itu, petani bisa menambahkan pupuk kandang untuk memenuhi kebutuhan unsur hara lainnya. Namun, tanaman bawang merah dan bawang putih juga membutuhkan sulfur dalam jumlah cukup tinggi.
Petani bawang, Sugito, dari Kayu Aro Kerinci, menegaskan pentingnya sulfur. Ia menyebut unsur ini memengaruhi rasa dan aroma bawang.
“Petani membutuhkan pupuk KCL sebagai sumber kalium dan pupuk ZA sebagai sumber nitrogen. Namun, pupuk ZK menjadi pilihan terbaik karena juga mengandung sulfur,” jelasnya.
Sugito menambahkan, petani harus memberikan pupuk secara lengkap dan seimbang. Petani dapat mengaplikasikan pupuk dengan cara membenamkannya di dalam larikan di samping barisan tanaman.
Selain pupuk anorganik, petani juga bisa menambahkan pupuk organik atau kompos. Cara ini membantu menjaga kesuburan tanah dan menyesuaikan kebutuhan tanaman.
Petani juga perlu mengendalikan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) yang sering menyerang bawang. Hama seperti Thrips tabaci dapat merusak tanaman hingga 80 persen. Selain itu, hama dan penyakit lain seperti Spodoptera exigua, Fusarium sp, Alternaria pori, dan Onion Yellow Dwarf Virus (OYDV) juga mengancam produksi.
Petani bisa mengendalikan OPT dengan sistem Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Caranya meliputi penggunaan benih sehat, pemanfaatan musuh alami, teknik budidaya yang tepat, pemasangan perangkap, sanitasi lahan, dan penggunaan pestisida secara bijak.
Dengan pemupukan yang tepat dan pengendalian hama yang baik, petani dapat meningkatkan hasil panen bawang secara optimal. (***)









