Cara Mudah Meracik Pupuk NPK Sendiri Sesuai Kebutuhan Tanaman

- Penulis

Selasa, 21 April 2026 - 12:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Dalam dunia pertanian modern, ada satu kebiasaan yang sering tanpa sadar kita lakukan: selalu mencari solusi tercepat dan termudah, meskipun biayanya tidak sedikit. Padahal, di sekitar kita sebenarnya tersedia banyak alternatif yang lebih hemat, lebih sederhana, dan tetap efektif jika kita mau belajar dan mencoba.

Oleh karena itu, prinsip dasar petani mandiri seharusnya sederhana: memanfaatkan apa yang ada di sekitar dan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia. Termasuk dalam hal pemupukan. Selama ini, banyak petani bergantung pada pupuk NPK pabrikan baik yang bersubsidi maupun non-subsidi yang harganya semakin mahal dan ketersediaannya sering tidak menentu.

Lebih lanjut, persoalan klasik juga sering terjadi: pupuk bersubsidi sulit didapat saat benar-benar dibutuhkan. Bahkan, tak jarang menjadi “barang langka” yang justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk mengambil keuntungan lebih. Akibatnya, petani kecil menjadi pihak yang paling dirugikan.

Di sinilah, pentingnya memahami cara membuat pupuk NPK sendiri. Dengan sedikit pengetahuan dan perhitungan sederhana, kita bisa meracik pupuk sesuai kebutuhan tanaman—tidak hanya lebih fleksibel, tetapi juga lebih hemat dan mandiri.

Mengenal Pupuk NPK dan Fungsinya

sumber foto:risso-chemical.com

Sebelum itu, kita perlu memahami terlebih dahulu apa itu pupuk NPK.

Pupuk NPK adalah pupuk majemuk yang mengandung tiga unsur hara utama:

  • Nitrogen (N) → berfungsi untuk pertumbuhan daun dan batang
  • Fosfor (P) → membantu pembentukan akar dan bunga
  • Kalium (K) → meningkatkan ketahanan tanaman dan kualitas hasil

Selain itu, di pasaran pupuk NPK tersedia dalam berbagai komposisi, seperti:

  • 15:15:15 (sering dikenal sebagai NPK Ponska)
  • 16:16:16 (NPK Mutiara)
  • 20:10:10 (NPK Pelangi)
  • dan berbagai variasi lainnya

Dengan kata lain, setiap komposisi memiliki fungsi berbeda tergantung kebutuhan tanaman dan fase pertumbuhan.

Namun demikian, daripada selalu membeli produk jadi, sebenarnya kita bisa membuat sendiri dengan cara mencampurkan pupuk tunggal seperti:

  • Urea (sumber Nitrogen)
  • SP-36 (sumber Fosfor)
  • KCl (sumber Kalium)
Baca Juga :  The Latest News in R&B Music: A Look at Super Bowl Performances, New Albums, Rising Stars, and Tribute to Aaliyah

Kenapa Harus Membuat NPK Sendiri?

Ada beberapa alasan kuat kenapa metode ini layak dicoba.

1. Lebih Hemat Biaya

Pertama, harga pupuk majemuk pabrikan biasanya lebih mahal dibandingkan bahan bakunya.

2. Lebih Fleksibel

Selain itu, kita bisa menyesuaikan komposisi sesuai kebutuhan tanaman.

3. Tidak Bergantung pada Subsidi

Di sisi lain, kita tidak perlu lagi bergantung pada pupuk subsidi yang sering langka.

4. Meningkatkan Kemandirian Petani

Yang tak kalah penting, petani tidak lagi hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai peracik.

Prinsip Dasar Membuat NPK Sendiri

Pada dasarnya, membuat pupuk NPK sendiri adalah soal perhitungan kandungan unsur hara.

Secara umum, langkahnya cukup sederhana:

  1. Tentukan komposisi NPK yang diinginkan
  2. Tentukan total berat pupuk yang akan dibuat
  3. Hitung kebutuhan masing-masing unsur
  4. Kemudian, konversikan ke dalam bentuk pupuk bahan (urea, SP-36, KCl)

Contoh Praktis: Membuat NPK 20:15:10

sumber foto: asset.kompas.com

Agar lebih jelas, kita langsung masuk ke contoh.

Target:

Membuat 200 kg pupuk NPK dengan komposisi 20:15:10

Langkah 1: Hitung Kebutuhan Unsur Hara

Pertama, kita hitung kebutuhan unsur:

  • Nitrogen (N):
    20% × 200 kg = 40 kg
  • Fosfor (P):
    15% × 200 kg = 30 kg
  • Kalium (K):
    10% × 200 kg = 20 kg

Langkah 2: Konversi ke Bahan Pupuk

Selanjutnya, kita ubah kebutuhan unsur tersebut menjadi jumlah pupuk bahan.

1. Kandungan N dalam Urea adalah 54 %

Untuk mendapatkan N 40 Kg maka kita butuhkan urea

= (100 : 46) × 40
= 74 Kg urea

Untuk mendapatkan P 30 Kg maka dibutuhkan SP36 sebanyak

= (100 / 36) × 30
≈ 83,3 kg SP36

Untuk mendapatkan K 20 kg maka kita butuhkan KCl sebanyak

= (100 / 45) × 20
≈ 44,4 kg KCl

Baca Juga :  Behind the Scenes of Modeling: The Truth About What it Takes to be a Successful Model

Hasil Akhir Campuran

Dengan demikian, untuk membuat 200 kg NPK (20:15:10) kita membutuhkan:

  • Urea: 74 kg
  • SP36: 83,3 kg
  • KCl: 44,4 kg

Terakhir, campurkan semua bahan secara merata hingga homogen, dan pupuk siap digunakan.

Contoh Kedua: Membuat NPK (15:15:15)

Sebagai tambahan, kita coba contoh lain dengan skala lebih kecil.

Target:

Membuat 50 kg NPK Ponska( 15:15:15)

Langkah 1: Hitung Unsur

  • urea : ((15:100) X 50 Kg) X (100:54) = 13,8 Kg Urea
  • SP36 : ((15:100) X 50 Kg) X (100:36) = 20,8 Kg SP36
  • KCl   : ((15:100) X 50 Kg) X (100:45) = 16,66 Kg KCl

Langkah 2: Konversi

Kemudian, kita hitung bahan:

  • Urea ≈ 13,8 Kg
  • SP36 ≈ 20,8 Kg
  • KCl ≈ 16,66 kg

Hasil

Jadi, total campuran mendekati 50 kg  NPK Ponska dan siap digunakan.

Perbandingan Biaya: Lebih Hemat Mana?

Jika dibandingkan, NPK pabrikan 50 kg biasanya memiliki harga lebih tinggi. Sebaliknya, racikan sendiri cenderung jauh lebih hemat.

Selain itu, kita juga memiliki kontrol penuh terhadap kualitas dan komposisi pupuk.

Tips Penting Saat Meracik NPK

Agar hasil maksimal, perhatikan hal berikut:

  1. Pertama, gunakan timbangan akurat
  2. Kedua, campur secara merata
  3. Selanjutnya, simpan di tempat kering
  4. Terakhir, gunakan alat pelindung diri

Kelebihan dan Kekurangan

sumber foto:fotodeka.com

Kelebihan:

  • Lebih murah
  • Lebih fleksibel
  • Tidak tergantung pasar
  • Bisa disesuaikan

Kekurangan:

  • Butuh ketelitian
  • Perlu pemahaman dasar
  • Tidak sepraktis pupuk jadi

Pada akhirnya, membuat pupuk NPK sendiri bukan hanya soal menghemat biaya. Lebih dari itu, ini adalah langkah nyata menuju kemandirian petani.

Di tengah ketidakpastian harga dan distribusi pupuk, kemampuan meracik sendiri menjadi keunggulan tersendiri. Karena itu, kita tidak harus selalu bergantung pada produk pabrikan.

Mulailah dari kecil, lalu evaluasi hasilnya. Seiring waktu, kemampuan akan berkembang.

Singkatnya, pertanian yang kuat adalah pertanian yang mandiri.  (rull/komunikasi pertanian organik)

Berita Terkait

Jangan Dibuang! Air Cucian Ikan Bisa Jadi Pupuk NPK Super Ampuh
Dari Limbah Jadi Emas! Cara Mudah Membuat NPK Organik Sabut Kelapa
Cara Fermentasi Kohe Ayam Menjadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi untuk Pertanian Berkelanjutan
Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial
Mencegah Kerontokan Bunga dan Buah Secara Organik, Petani Wajib Tahu!
Belajar dari Vietnam, Firman Subagyo: Petani Dilindungi, Pupuk Organik Dibebaskan
Mau Padi Berbuah Lebat dan Terhindar Serangan Bakteri, Ini Ramuan…
Pupuk Bawang artinya Pemberian Pupuk yang Seimbang, Agar Banyak Umbinya

Berita Terkait

Selasa, 21 April 2026 - 12:02 WIB

Cara Mudah Meracik Pupuk NPK Sendiri Sesuai Kebutuhan Tanaman

Jumat, 10 April 2026 - 12:02 WIB

Jangan Dibuang! Air Cucian Ikan Bisa Jadi Pupuk NPK Super Ampuh

Jumat, 10 April 2026 - 06:02 WIB

Dari Limbah Jadi Emas! Cara Mudah Membuat NPK Organik Sabut Kelapa

Rabu, 31 Desember 2025 - 12:02 WIB

Cara Fermentasi Kohe Ayam Menjadi Pupuk Organik Berkualitas Tinggi untuk Pertanian Berkelanjutan

Kamis, 20 November 2025 - 22:02 WIB

Efektivitas Jakaba dan Pupuk NPK terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Daun pada Tanah Aluvial

Berita Terbaru

Npk Organik

Cara Mudah Meracik Pupuk NPK Sendiri Sesuai Kebutuhan Tanaman

Selasa, 21 Apr 2026 - 12:02 WIB