Home / POP

Mengolah Petroganik: Panduan Lengkap Pupuk Organik “Petrokatul” untuk Kesuburan Tanah

- Penulis

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Dalam dunia pertanian modern, petani semakin sering kembali menggunakan pupuk organik sebagai solusi jangka panjang untuk menjaga kesuburan tanah. Salah satu bahan yang banyak petani gunakan adalah Petroganik, yang kemudian mereka olah menjadi campuran pupuk organik bernama Petrokatul.

Petrokatul hadir sebagai hasil olahan sederhana dari bahan-bahan lokal seperti dedak, pupuk organik, dan aktivator mikroba. Petani bisa membuatnya dengan cara yang relatif mudah, tetapi mereka tetap perlu memperhatikan proses agar hasilnya maksimal.

Artikel ini menjelaskan secara lengkap cara membuat Petrokatul, manfaatnya di lapangan, serta cara petani menggunakannya dalam kegiatan pertanian sehari-hari.

Apa Itu Petrokatul?

sumber foto:4.bp.blogspot.com

Petani membuat Petrokatul dengan cara mencampurkan Petroganik bersama bahan organik lain seperti dedak dan aktivator mikroba. Mereka menggunakan campuran ini untuk meningkatkan kesuburan tanah secara alami.

Konsep utama Petrokatul berfokus pada peningkatan aktivitas mikroorganisme di dalam tanah. Saat mikroba berkembang dengan baik, tanah menjadi lebih gembur, lebih subur, dan lebih mudah menyerap nutrisi.

Banyak petani menggunakan Petrokatul sebagai pupuk tambahan sebelum tanam atau pada fase awal pertumbuhan tanaman.

Bahan-Bahan yang Dibutuhkan

Petani biasanya menyiapkan bahan-bahan berikut sebelum membuat Petrokatul:

  • ZA sebanyak 4 kg
  • Petroganik sebanyak 100 kg
  • Dedak minimal 20 kg (petani biasanya menambah lebih banyak jika tersedia)

Dedak berfungsi sebagai sumber energi bagi mikroorganisme. Petroganik menjadi bahan utama yang menyediakan unsur hara dasar untuk tanah. ZA membantu mempercepat reaksi awal selama proses fermentasi berlangsung.

Cara Mengolah Petrokatul

Petani membuat Petrokatul dengan langkah sederhana, tetapi mereka tetap menjaga kondisi fermentasi agar tetap stabil.

1. Mencampur Bahan

Petani mencampurkan Petroganik, dedak, dan ZA secara merata. Mereka memastikan semua bahan tercampur dengan baik agar proses fermentasi berjalan seimbang dan optimal.

2. Proses Fermentasi

Setelah bahan tercampur, petani menutup campuran tersebut selama kurang lebih 4 malam. Mereka menjaga kondisi agar tetap lembap dan tidak terlalu kering.

Baca Juga :  Tips Media Tanam Anti Padat agar Akar Sehat dan Tanaman Tumbuh Subur

Selama proses ini, petani menyemprotkan larutan EM4 atau MOL (Mikroorganisme Lokal) untuk mempercepat pertumbuhan mikroba.

3. Menjaga Suhu

Petani selalu memantau suhu selama fermentasi. Mereka menjaga suhu agar tidak melebihi 40 derajat Celsius.

Jika suhu naik terlalu tinggi, mikroorganisme bisa mati dan proses fermentasi gagal berjalan optimal. Karena itu, petani sering membalik campuran secara berkala untuk menjaga suhu tetap stabil.

Cara Aplikasi di Lahan

sumber foto: chatgpt.com

Setelah proses fermentasi selesai, petani langsung menggunakan Petrokatul di lahan.

Biasanya mereka menaburkan Petrokatul sebelum proses tanam dimulai. Selain itu, mereka juga menggunakannya pada tanaman yang masih berumur di bawah 10 hari.

Pada fase awal ini, tanaman membutuhkan dukungan nutrisi untuk membentuk sistem akar yang kuat. Petrokatul membantu mempercepat pertumbuhan akar dan meningkatkan aktivitas mikroba di sekitar akar tanaman.

Fungsi Utama Petrokatul

Petrokatul memberikan beberapa manfaat penting dalam dunia pertanian, terutama pada fase awal pertumbuhan tanaman.

1. Memacu Pertumbuhan Akar

Petrokatul membantu akar tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih kuat. Akar yang sehat membuat tanaman mampu menyerap nutrisi dengan lebih maksimal.

2. Meningkatkan Aktivitas Mikroba Tanah

Campuran ini mendorong perkembangan bakteri baik di dalam tanah. Mikroba tersebut membantu menguraikan bahan organik secara alami.

3. Memperbaiki Struktur Tanah

Petani melihat tanah menjadi lebih gembur setelah penggunaan Petrokatul. Kondisi ini membuat air dan udara lebih mudah masuk ke dalam tanah.

4. Menyediakan Nutrisi Secara Bertahap

Petrokatul memberikan nutrisi secara perlahan. Pola ini membantu tanaman tumbuh stabil tanpa kejutan nutrisi berlebihan.

Alternatif Penggunaan: POC Petroganik

Petani juga mengolah Petrokatul menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Mereka menambahkan beberapa bahan tambahan untuk membuat versi cair yang lebih fleksibel.

Bahan yang biasanya digunakan antara lain:

  • Petrokatul sebagai bahan utama
  • Dedak sebagai sumber makanan mikroba
  • MOL bonggol pisang untuk memperkaya mikroorganisme
  • Air atau air pesusan sebagai media fermentasi
  • Daun kering bambu yang sudah busuk sebagai sumber trichoderma alami
Baca Juga :  Tanah Keras Jadi Gembur! Ini Kehebatan Pupuk Organik Bokashi

Petani mencampur semua bahan tersebut, lalu mereka fermentasikan hingga menjadi larutan pupuk cair siap pakai.

Cara Penggunaan POC Petroganik

Petani menggunakan POC Petroganik dengan dua cara utama, yaitu menyemprotkan ke daun atau menyiramkan ke tanah.

Mereka menyesuaikan dosis dengan kondisi lahan. Setiap petani biasanya menyesuaikan sendiri berdasarkan kebutuhan tanaman, sehingga mereka sering menyebutnya sebagai “dosis fleksibel”.

Penggunaan rutin membantu menjaga kesuburan tanah dan meningkatkan kehidupan mikroba di dalamnya.

Keunggulan Petrokatul

Petani memilih Petrokatul karena beberapa alasan berikut:

  • Bahan mudah mereka dapatkan di sekitar lingkungan
  • Proses pembuatannya sederhana
  • Biaya produksi relatif rendah
  • Cocok untuk sistem pertanian organik
  • Membantu memperbaiki kesuburan tanah secara bertahap

Dengan keunggulan ini, Petrokatul menjadi salah satu pilihan pupuk organik yang cukup populer di kalangan petani.

Hal yang Perlu Petani Perhatikan

Walaupun prosesnya sederhana, petani tetap perlu memperhatikan beberapa hal penting:

  • Mereka menjaga suhu fermentasi agar tidak terlalu panas
  • Mereka mencampur bahan sampai benar-benar merata
  • Mereka hanya menggunakan bahan yang masih layak
  • Mereka menyimpan campuran di tempat yang tidak terkena sinar matahari langsung

Hal-hal kecil ini sangat memengaruhi kualitas akhir Petrokatul.

Kesimpulan

sumber foto: kampustani.com

Petrokatul menjadi salah satu inovasi sederhana yang lahir dari pemanfaatan bahan lokal seperti Petroganik dan dedak. Petani bisa membuatnya dengan mudah, tetapi mereka tetap perlu memperhatikan proses fermentasi agar hasilnya optimal.

Penggunaan Petrokatul membantu petani meningkatkan kesuburan tanah, mempercepat pertumbuhan akar, dan memperbaiki aktivitas mikroba tanah. Selain itu, petani juga bisa mengolahnya menjadi pupuk cair untuk penggunaan yang lebih fleksibel.

Dengan cara yang tepat, Petrokatul menjadi solusi murah, ramah lingkungan, dan efektif untuk mendukung pertanian berkelanjutan di masa depan. (rull/TOA)

Berita Terkait

Kompos By Mulyanto: Cara Mudah Membuat Pupuk Dasar dari Kotoran Hewan
Kompos++ Punokawan Jadi Andalan Petani, Tanah Lebih Subur dan Hasil Panen Meningkat
Dari Bau Menyengat Jadi Pupuk Premium, Ini Rahasia Fermentasi Kohe Super Cepat
Tanah Keras Jadi Gembur dalam Waktu Singkat? Coba Bokashi Pupuk Kandang Arang Ini
Cara Membuat Bokashi Pupuk Kandang Cepat Jadi, Hasilnya Bikin Tanaman Melejit
Bokashi Jerami Jadi Andalan Petani, Tanaman Lebih Hijau dan Hasil Panen Meningkat
Tanah Keras Jadi Gembur! Ini Kehebatan Pupuk Organik Bokashi
Pupuk Organik Padat (POP): Cara Alami Bikin Tanah Super Subur dan Produktif

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 15:02 WIB

Mengolah Petroganik: Panduan Lengkap Pupuk Organik “Petrokatul” untuk Kesuburan Tanah

Senin, 1 Juni 2026 - 06:02 WIB

Kompos By Mulyanto: Cara Mudah Membuat Pupuk Dasar dari Kotoran Hewan

Minggu, 31 Mei 2026 - 15:02 WIB

Kompos++ Punokawan Jadi Andalan Petani, Tanah Lebih Subur dan Hasil Panen Meningkat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:02 WIB

Dari Bau Menyengat Jadi Pupuk Premium, Ini Rahasia Fermentasi Kohe Super Cepat

Jumat, 15 Mei 2026 - 22:02 WIB

Tanah Keras Jadi Gembur dalam Waktu Singkat? Coba Bokashi Pupuk Kandang Arang Ini

Berita Terbaru

Pertanian

Trik Petani Kuno yang Masih Relevan Sampai Saat Ini

Jumat, 5 Jun 2026 - 06:02 WIB