Alamorganik.com-Bakpia ubi ungu menjadi salah satu camilan rumahan yang menarik untuk dicoba. Kue berbentuk bulat pipih ini memiliki kulit yang lembut dengan isian ubi ungu yang manis dan gurih. Perpaduan rasa ubi ungu, gula, margarin, dan susu kental manis menciptakan cita rasa yang lezat untuk menemani waktu santai bersama keluarga.
Biasanya, orang membuat bakpia menggunakan oven untuk mendapatkan kulit yang matang dan berwarna kecokelatan. Namun, Anda tidak perlu khawatir jika tidak memiliki oven di rumah. Anda tetap bisa membuat bakpia ubi ungu menggunakan teflon dengan cara yang sederhana dan praktis.
Resep bakpia ubi ungu teflon ini cocok untuk pemula yang ingin belajar membuat kue sendiri. Anda hanya perlu menyiapkan bahan-bahan yang mudah ditemukan di pasar atau toko bahan kue. Proses pembuatannya juga tidak terlalu rumit, mulai dari mengolah ubi ungu menjadi isian, membuat adonan kulit, membentuk bakpia, hingga memanggangnya di atas teflon.
Selain cocok sebagai camilan keluarga, bakpia ubi ungu juga memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha rumahan. Anda bisa membuatnya dalam ukuran kecil, menyusun kue dengan rapi, kemudian mengemasnya menggunakan wadah makanan yang bersih dan menarik.
Lantas, bagaimana cara membuat bakpia ubi ungu teflon yang lezat dan menggugah selera? Simak bahan-bahan serta langkah pembuatannya berikut ini.
Bahan-Bahan Bakpia Ubi Ungu Teflon

Sebelum mulai membuat bakpia, siapkan terlebih dahulu bahan untuk kulit dan isiannya. Gunakan bahan dalam takaran yang sesuai agar adonan mudah dibentuk dan menghasilkan rasa yang seimbang.
1. Bahan untuk Membuat Kulit Bakpia
Berikut bahan-bahan yang perlu Anda siapkan untuk membuat kulit bakpia:
- 250 gram tepung terigu protein sedang
- 40 gram gula pasir
- 1 sendok makan margarin
- 1 sendok makan minyak goreng
- ½ sendok teh ragi instan
- 120 mililiter air hangat atau secukupnya
- Sejumput garam
Tepung terigu menjadi bahan utama yang membentuk struktur kulit bakpia. Gula pasir memberikan rasa manis sekaligus membantu proses fermentasi ketika ragi bekerja. Sementara itu, margarin dan minyak goreng membantu menghasilkan tekstur kulit yang lebih lembut.
Ragi instan berperan dalam proses pengembangan adonan. Anda perlu memberikan waktu istirahat agar ragi bekerja dengan baik dan adonan menjadi lebih lentur. Gunakan air hangat, bukan air panas, supaya ragi tetap dapat bekerja secara optimal.
2. Bahan untuk Membuat Isian Ubi Ungu
Untuk membuat isian yang manis dan lembut, siapkan bahan-bahan berikut:
- 300 gram ubi ungu
- 3 sendok makan gula pasir
- 1 sendok makan margarin
- 2 sendok makan susu kental manis, jika suka
Ubi ungu menjadi bahan utama yang memberikan warna alami sekaligus cita rasa khas pada bakpia. Kandungan pati di dalam ubi membantu menghasilkan isian yang lembut dan cukup padat setelah dihaluskan.
Gula pasir memberikan rasa manis, sedangkan margarin menambah aroma gurih. Anda juga bisa menambahkan susu kental manis untuk menghasilkan rasa yang lebih creamy.
Jika ubi ungu yang Anda gunakan sudah terasa manis, sesuaikan jumlah gula agar rasa isiannya tidak berlebihan. Anda juga dapat mengurangi susu kental manis apabila ingin mempertahankan rasa alami ubi ungu.
Cara Membuat Bakpia Ubi Ungu Teflon
Setelah menyiapkan seluruh bahan, Anda bisa langsung mengikuti langkah-langkah pembuatannya. Kerjakan setiap tahap dengan teliti agar bakpia matang merata dan memiliki bentuk yang menarik.
1. Kukus dan Haluskan Ubi Ungu
Pertama, cuci ubi ungu hingga bersih untuk menghilangkan tanah dan kotoran yang menempel pada kulitnya. Potong ubi menjadi beberapa bagian agar proses pengukusan berlangsung lebih cepat dan merata.
Masukkan potongan ubi ke dalam kukusan, kemudian kukus hingga empuk. Anda bisa memeriksa tingkat kematangannya dengan menusukkan garpu atau tusuk gigi. Jika alat tersebut dapat menembus ubi dengan mudah, berarti ubi sudah matang.
Angkat ubi dari kukusan dan biarkan hingga cukup hangat untuk diolah. Kupas kulitnya jika belum dikupas, kemudian haluskan daging ubi menggunakan garpu atau alat penghalus.
Tambahkan gula pasir, margarin, dan susu kental manis sesuai selera. Aduk seluruh bahan hingga tercampur rata dan menghasilkan adonan isian yang lembut.
Pastikan isian tidak terlalu basah. Jika ubi mengandung banyak air, masak kembali adonan isian menggunakan api kecil sambil terus mengaduknya hingga lebih padat. Setelah itu, dinginkan isian sebelum membentuknya menjadi bulatan-bulatan kecil.
2. Buat Adonan Kulit Bakpia
Siapkan wadah bersih untuk mencampurkan tepung terigu, gula pasir, dan ragi instan. Aduk bahan-bahan kering tersebut hingga tercampur rata.
Tambahkan margarin dan minyak goreng, lalu tuangkan air hangat sedikit demi sedikit sambil menguleni adonan. Jangan langsung menuangkan seluruh air jika adonan sudah mulai menyatu. Jumlah air yang dibutuhkan bisa sedikit berbeda, tergantung pada kondisi tepung yang Anda gunakan.
Masukkan sejumput garam, kemudian lanjutkan menguleni hingga adonan menjadi kalis dan terasa lentur. Pastikan Anda tidak menambahkan air secara berlebihan karena adonan yang terlalu lembek akan lebih sulit dibentuk.
Jika adonan terasa terlalu kering, tambahkan sedikit air. Sebaliknya, jika adonan terlalu lengket, taburkan sedikit tepung terigu secukupnya.
Setelah adonan mencapai tekstur yang sesuai, bulatkan dan letakkan kembali di dalam wadah. Tutup wadah menggunakan kain bersih atau penutup makanan agar permukaan adonan tidak mengering.
3. Diamkan Adonan hingga Mengembang
Biarkan adonan beristirahat selama sekitar 45–60 menit di tempat yang hangat. Pada tahap ini, ragi akan membantu mengembangkan adonan sehingga kulit bakpia menjadi lebih empuk setelah matang.
Periksa kondisi adonan setelah waktu istirahat selesai. Adonan biasanya akan terlihat lebih mengembang dan terasa lebih ringan dibandingkan sebelumnya.
Namun, Anda tidak perlu menunggu adonan mengembang secara berlebihan. Kondisi suhu ruangan dan aktivitas ragi dapat memengaruhi lamanya proses fermentasi.
Selama menunggu, Anda bisa menyiapkan isian ubi ungu dan membersihkan peralatan yang akan digunakan. Dengan begitu, proses pembentukan bakpia dapat berlangsung lebih praktis.
4. Bagi Adonan dan Masukkan Isian

Setelah adonan siap, pindahkan ke permukaan kerja yang bersih. Bagi adonan menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang relatif sama.
Ambil satu bagian adonan, kemudian bulatkan dan pipihkan menggunakan tangan. Usahakan bagian tengah sedikit lebih tebal daripada bagian pinggir agar kulit tidak mudah robek ketika Anda memasukkan isian.
Letakkan satu bulatan isian ubi ungu di tengah adonan. Tarik bagian pinggir kulit ke arah tengah, lalu rapatkan seluruh sambungannya hingga isian tertutup sempurna.
Balik adonan sehingga bagian sambungan berada di bawah. Tekan perlahan menggunakan telapak tangan untuk membentuk bakpia yang bulat dan pipih.
Ulangi langkah tersebut hingga seluruh adonan kulit dan isian habis. Atur ukuran setiap bakpia agar seragam sehingga tampilannya lebih rapi dan proses pemanggangannya lebih mudah dikendalikan.
Hindari memasukkan isian terlalu banyak karena kulit bisa robek atau sambungannya terbuka ketika Anda memanggang bakpia.
5. Panggang Bakpia Menggunakan Teflon
Siapkan teflon yang bersih dan letakkan di atas kompor. Panaskan menggunakan api sangat kecil agar panas menyebar secara perlahan dan kulit bakpia tidak cepat gosong.
Jika diperlukan, oleskan sedikit margarin pada permukaan teflon untuk membantu mencegah bakpia menempel. Gunakan margarin secukupnya agar kulit tidak terlalu berminyak.
Susun bakpia di atas teflon dengan jarak yang cukup. Jangan memasukkan terlalu banyak bakpia sekaligus karena kondisi tersebut dapat menyulitkan Anda saat membaliknya.
Tutup teflon agar panas membantu mematangkan bagian dalam bakpia. Panggang selama sekitar 10–15 menit pada satu sisi, kemudian balik bakpia secara perlahan.
Lanjutkan memanggang sisi lainnya selama sekitar 10–15 menit atau sampai kedua permukaannya matang dan berwarna kecokelatan.
Perlu diingat bahwa waktu memanggang dapat berbeda-beda, bergantung pada ketebalan bakpia, ukuran kue, jenis teflon, dan besar kecilnya api kompor. Karena itu, periksa bagian bawah bakpia secara berkala agar tidak gosong.
Jika permukaannya terlalu cepat berubah warna, kecilkan api dan lanjutkan pemanggangan secara perlahan. Pastikan bagian dalam kulit juga matang, bukan hanya bagian luarnya.
6. Angkat dan Sajikan Bakpia Ubi Ungu
Setelah bakpia matang, angkat menggunakan spatula dan letakkan di atas piring atau rak pendingin. Biarkan bakpia selama beberapa saat sebelum Anda menyajikannya.
Proses pendinginan membantu uap panas keluar sehingga permukaan kulit tidak terlalu lembap akibat kondensasi. Setelah suhunya turun, bakpia siap dinikmati bersama keluarga.
Bakpia ubi ungu memiliki cita rasa manis dengan tekstur isian yang lembut. Kulitnya terasa empuk, sedangkan aroma margarin memberikan sentuhan gurih yang membuat camilan ini semakin nikmat.
Anda bisa menyajikannya bersama teh hangat atau kopi sebagai teman bersantai pada pagi dan sore hari. Bakpia ini juga cocok menjadi hidangan saat berkumpul bersama keluarga atau menerima tamu di rumah.
Tips agar Bakpia Ubi Ungu Lebih Enak dan Tidak Mudah Gagal
Agar hasilnya lebih maksimal, perhatikan beberapa tips sederhana berikut ini.
Pertama, pilih ubi ungu yang berkualitas. Gunakan ubi yang masih segar, tidak busuk, dan memiliki tekstur yang baik. Ubi yang berkualitas akan membantu menghasilkan isian dengan warna menarik serta rasa yang lezat.
Kedua, perhatikan tekstur isian. Jangan membentuk isian ketika masih terlalu panas. Selain lebih sulit ditangani, isian yang terlalu lembek juga dapat menyulitkan Anda saat menutup kulit bakpia. Dinginkan isian terlebih dahulu dan pastikan teksturnya cukup padat.
Ketiga, gunakan air hangat secukupnya. Tuangkan air secara bertahap ketika menguleni adonan kulit. Cara ini membantu Anda mengontrol kelembapan adonan sehingga tidak terlalu keras atau terlalu lengket.
Keempat, gunakan api kecil saat memanggang. Api yang terlalu besar dapat membuat kulit cepat gosong, sementara bagian dalamnya belum matang. Panggang bakpia secara perlahan dan gunakan penutup teflon untuk membantu proses pematangan.
Kelima, buat ukuran bakpia seragam. Gunakan timbangan dapur jika tersedia. Ukuran yang sama membuat tampilan bakpia lebih menarik dan membantu setiap kue matang dalam waktu yang relatif sama.
Keenam, jangan langsung menumpuk bakpia yang masih panas. Biarkan uap panas keluar terlebih dahulu. Setelah bakpia dingin, Anda bisa menyusunnya dalam wadah bersih dan tertutup.
Peluang Usaha Bakpia Ubi Ungu Rumahan
Selain menjadi camilan keluarga, bakpia ubi ungu teflon juga dapat menjadi ide usaha rumahan yang menarik. Anda tidak harus memiliki oven atau peralatan produksi yang mahal untuk memulai usaha ini.
Anda bisa memanfaatkan teflon dan kompor yang tersedia di rumah. Mulailah dengan membuat beberapa porsi untuk menguji rasa, tekstur, ukuran, serta tingkat kemanisan yang paling disukai calon pembeli.
Jika ingin menjualnya, buat bakpia dengan ukuran yang seragam agar terlihat profesional. Gunakan kemasan makanan yang bersih dan sesuai dengan jumlah kue. Anda juga bisa menambahkan label sederhana yang memuat nama produk, tanggal produksi, serta informasi penyimpanan.
Untuk menentukan harga jual, hitung terlebih dahulu seluruh biaya produksi. Masukkan biaya tepung terigu, ubi ungu, gula, margarin, ragi, bahan tambahan, bahan bakar, dan kemasan. Setelah itu, sesuaikan harga berdasarkan jumlah bakpia yang dihasilkan serta keuntungan yang ingin Anda peroleh.
Anda dapat memasarkan bakpia melalui tetangga, keluarga, grup WhatsApp, atau media sosial. Foto produk dengan pencahayaan yang baik agar warna ungu isiannya terlihat menarik. Anda juga bisa menawarkan sistem pemesanan terlebih dahulu untuk mengurangi risiko produk tidak terjual.
Namun, perhatikan keamanan pangan ketika menjual bakpia. Isian ubi yang lembap dapat mendukung pertumbuhan mikroorganisme apabila produk disimpan secara tidak tepat. Dinginkan bakpia sebelum mengemasnya, gunakan wadah bersih, dan hindari menyimpan produk terlalu lama pada suhu ruang.
Jika ingin menjualnya secara rutin, tentukan masa simpan berdasarkan pengujian yang memadai atau mintalah panduan dari tenaga yang kompeten dalam keamanan pangan. Jangan menetapkan masa simpan hanya berdasarkan perkiraan.
Penutup

Membuat bakpia ubi ungu menggunakan teflon ternyata cukup mudah. Anda hanya perlu menyiapkan bahan kulit dari tepung terigu, gula, margarin, minyak, ragi, air, dan garam. Untuk isiannya, gunakan ubi ungu kukus yang dihaluskan bersama gula, margarin, serta susu kental manis sesuai selera.
Setelah membuat adonan, diamkan selama 45–60 menit, kemudian isi kulit dengan ubi ungu dan bentuk menjadi bulatan pipih. Panggang menggunakan api sangat kecil sambil menutup teflon hingga kedua sisi matang dan berwarna kecokelatan.
Dengan mengikuti langkah-langkah tersebut, Anda bisa membuat bakpia rumahan tanpa oven dengan cara yang praktis. Selain cocok untuk camilan sehari-hari, resep ini juga dapat menjadi inspirasi usaha kecil yang memanfaatkan bahan-bahan sederhana.
Selamat mencoba resep bakpia ubi ungu teflon di rumah! Sajikan selagi segar dan nikmati perpaduan kulit yang lembut dengan isian ubi ungu yang manis dan gurih bersama orang-orang tersayang. (rull)









