Alamorganik.com-Setelah menjalani aktivitas seharian, tubuh terkadang terasa lelah dan kurang bersemangat. Cuaca dingin, aktivitas padat, atau kurang waktu untuk beristirahat juga bisa membuat tubuh terasa tidak nyaman.
Dalam kondisi seperti itu, sebagian orang memilih menikmati minuman tradisional berbahan rempah. Salah satunya adalah bir pletok, minuman khas Betawi yang terkenal dengan warna merah dari kayu secang serta aroma harum dari berbagai rempah.
Meski menggunakan nama “bir”, minuman ini tidak mengandung alkohol. Masyarakat Betawi secara turun-temurun membuat bir pletok sebagai minuman tradisional yang dapat dinikmati dalam kondisi hangat maupun dingin.
Resep bir pletok juga cukup sederhana. Anda bisa membuatnya menggunakan bahan yang mudah ditemukan, seperti jahe, serai, kayu manis, cengkeh, daun pandan, daun jeruk, kayu secang, dan gula.
Selain menghadirkan rasa rempah yang khas, minuman ini cocok untuk menemani waktu santai bersama keluarga.
Mengenal Bir Pletok, Minuman Tradisional Betawi

Bir pletok merupakan salah satu minuman tradisional yang identik dengan masyarakat Betawi. Minuman ini memiliki warna merah yang menarik karena penggunaan kayu secang.
Berbeda dari bir yang mengandung alkohol, bir pletok merupakan minuman berbahan rempah yang tidak menggunakan alkohol dalam resep ini.
Masyarakat dapat menyajikannya dalam keadaan hangat. Anda juga bisa menambahkan es batu jika ingin menikmati sensasi yang lebih menyegarkan.
Rasa bir pletok berasal dari perpaduan berbagai rempah. Jahe memberikan rasa hangat dan pedas, sedangkan serai, kayu manis, cengkeh, pandan, dan daun jeruk memberikan aroma yang lebih kompleks.
Gula merah dan gula pasir kemudian memberikan rasa manis yang membuat cita rasanya semakin mudah diterima.
Bahan-Bahan Bir Pletok
Untuk membuat bir pletok rumahan, Anda hanya perlu menyiapkan beberapa bahan.
Berikut bahan yang diperlukan:
- 1 liter air
- 100 gram kayu secang
- 2 batang serai
- 5 cm jahe
- 2 batang kayu manis
- 5 butir cengkeh
- 3 lembar daun pandan
- 3 lembar daun jeruk
- 150 gram gula merah
- 2 sendok makan gula pasir
- Es batu secukupnya jika ingin menyajikannya dingin
Anda dapat menyesuaikan tingkat kemanisan sesuai selera. Jika tidak terlalu menyukai minuman manis, kurangi jumlah gula.
Sementara itu, jumlah jahe juga dapat disesuaikan. Semakin banyak jahe yang digunakan, semakin kuat rasa pedas dan hangat yang muncul.
Cara Membuat Bir Pletok
Setelah semua bahan tersedia, Anda bisa langsung membuat minuman tradisional ini.
1. Siapkan bahan rempah
Cuci jahe, serai, daun pandan, dan daun jeruk terlebih dahulu.
Memarkan jahe dan serai menggunakan alat dapur yang bersih. Anda tidak perlu menghancurkan bahan tersebut sampai halus. Cukup memarkan agar permukaannya terbuka dan aromanya lebih mudah keluar ketika direbus.
Siapkan juga kayu secang, kayu manis, dan cengkeh.
2. Rebus air dan rempah
Tuangkan 1 liter air ke dalam panci.
Masukkan kayu secang, jahe, serai, kayu manis, cengkeh, daun pandan, dan daun jeruk.
Nyalakan api dan biarkan campuran tersebut mendidih. Setelah mendidih, kecilkan api agar proses perebusan berlangsung lebih perlahan.
3. Tambahkan gula
Masukkan gula merah dan gula pasir ke dalam rebusan.
Aduk perlahan sampai gula larut. Setelah itu, lanjutkan proses perebusan menggunakan api kecil selama sekitar 15–20 menit.
Selama proses tersebut, rempah akan mengeluarkan aroma yang semakin kuat. Kayu secang juga akan memberikan warna merah pada air rebusan.
4. Saring minuman
Setelah selesai merebus, matikan api.
Saring bir pletok untuk memisahkan air dari kayu secang dan bahan rempah lainnya.
Lakukan penyaringan dengan hati-hati karena cairan masih panas.
5. Sajikan sesuai selera
Anda dapat langsung menyajikan bir pletok dalam keadaan hangat.
Jika ingin menikmati versi dingin, biarkan minuman mencapai suhu ruang terlebih dahulu. Setelah itu, tambahkan es batu secukupnya.
Hindari memasukkan es batu terlalu banyak karena dapat membuat rasa rempah menjadi lebih encer.
Mengapa Bir Pletok Memiliki Warna Merah?
Salah satu ciri khas bir pletok adalah warna merahnya. Warna tersebut berasal dari kayu secang yang digunakan dalam proses perebusan.
Kayu secang telah lama digunakan dalam berbagai minuman tradisional di Indonesia. Ketika direbus, bahan ini dapat memberikan warna merah hingga kemerahan pada air.
Selain memberikan warna, kayu secang juga memiliki komponen tumbuhan yang menjadi perhatian dalam berbagai penelitian. Namun, hal tersebut tidak berarti bir pletok dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu.
Dalam resep tradisional, kayu secang lebih banyak berperan dalam memberikan warna dan karakter pada minuman.
Perpaduan Rempah Membuat Bir Pletok Semakin Harum

Bir pletok tidak hanya mengandalkan satu bahan. Minuman ini memadukan beberapa rempah sehingga menghasilkan aroma dan rasa yang khas.
Jahe memberikan rasa hangat dan sedikit pedas. Bahan ini juga menjadi salah satu rempah yang paling mudah dikenali dalam bir pletok.
Serai memberikan aroma segar dengan karakter citrus yang lembut.
Kayu manis menghadirkan aroma manis dan hangat yang membuat rasa minuman semakin kompleks.
Cengkeh memberikan aroma khas yang kuat. Karena itu, Anda tidak perlu menggunakan terlalu banyak cengkeh.
Sementara itu, daun pandan dan daun jeruk membantu memperkaya aroma minuman.
Perpaduan tersebut membuat bir pletok terasa lebih istimewa meskipun proses pembuatannya cukup sederhana.
Potensi Manfaat dari Minuman Rempah
Bir pletok lebih tepat diposisikan sebagai minuman tradisional untuk menemani waktu santai. Kandungan rempah di dalamnya membuat minuman ini menarik dari sisi rasa maupun aroma.
Jahe, kayu manis, cengkeh, serai, dan bahan tumbuhan lainnya mengandung berbagai senyawa alami. Sejumlah senyawa tersebut telah menjadi objek penelitian terkait aktivitas biologisnya.
Namun, Anda tidak boleh menyamakan hasil penelitian terhadap ekstrak atau senyawa tertentu dengan efek minuman bir pletok yang dibuat di rumah.
Secara praktis, bir pletok dapat memberikan sensasi hangat ketika diminum dalam kondisi panas. Sensasi tersebut bisa terasa nyaman, terutama ketika cuaca sedang dingin.
Minuman ini juga dapat menjadi alternatif minuman berbahan rempah untuk menemani waktu beristirahat.
Namun, klaim seperti menyembuhkan masuk angin, menghilangkan stres, atau mengobati berbagai penyakit tidak sebaiknya disematkan pada bir pletok tanpa bukti klinis yang memadai.
Cocok Diminum Saat Bersantai
Anda bisa menikmati bir pletok pada berbagai kesempatan.
Misalnya, Anda dapat menyajikannya setelah makan malam atau ketika berkumpul bersama keluarga.
Saat cuaca dingin, sajikan bir pletok dalam keadaan hangat. Aroma rempah yang keluar dari minuman dapat membuat suasana terasa lebih nyaman.
Sebaliknya, Anda bisa menambahkan es batu ketika cuaca panas. Versi dingin memberikan sensasi yang lebih menyegarkan.
Anda juga dapat menyesuaikan tingkat kemanisan. Penggunaan gula merah memberikan rasa manis sekaligus karakter khas pada minuman.
Jangan Berlebihan Mengonsumsi Minuman Manis
Meskipun menggunakan bahan rempah, bir pletok dalam resep ini tetap mengandung gula.
Resep menggunakan 150 gram gula merah ditambah 2 sendok makan gula pasir. Jumlah tersebut membuat rasa minuman menjadi cukup manis.
Jika Anda sedang membatasi asupan gula, Anda dapat mengurangi jumlah gula sesuai kebutuhan.
Orang yang memiliki diabetes atau sedang mengatur kadar gula darah juga perlu memperhatikan porsi dan kandungan gula dalam minuman.
Jangan menganggap keberadaan rempah membuat minuman manis menjadi bebas risiko. Pola konsumsi secara keseluruhan tetap lebih penting.
Tips Membuat Bir Pletok Lebih Enak
Ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan agar bir pletok memiliki rasa dan aroma yang lebih seimbang.
Pertama, gunakan jahe yang masih segar. Jahe segar biasanya memberikan aroma yang lebih kuat.
Kedua, memarkan jahe dan serai sebelum merebusnya. Langkah tersebut membantu mengeluarkan aroma dari bahan.
Ketiga, jangan menggunakan cengkeh secara berlebihan. Aroma cengkeh cukup kuat sehingga penggunaan terlalu banyak dapat mendominasi rasa.
Keempat, sesuaikan gula dengan selera. Anda tidak harus mengikuti jumlah gula secara kaku.
Kelima, rebus menggunakan api kecil setelah air mendidih. Cara tersebut membantu proses ekstraksi rempah berlangsung secara perlahan.
Terakhir, saring minuman sebelum menyajikannya agar tidak ada serpihan rempah yang ikut masuk ke dalam gelas.
Cara Menyimpan Bir Pletok
Jika Anda membuat bir pletok dalam jumlah banyak, biarkan minuman mendingin terlebih dahulu sebelum menyimpannya.
Gunakan wadah yang bersih dan tertutup. Simpan dalam lemari pendingin jika Anda ingin menyimpannya untuk waktu berikutnya.
Sebaiknya buat dalam jumlah yang sesuai kebutuhan agar Anda dapat menikmati minuman dalam kondisi segar.
Periksa aroma, rasa, dan penampilan sebelum mengonsumsinya kembali. Jika minuman menunjukkan tanda kerusakan atau perubahan yang tidak wajar, sebaiknya jangan diminum.
Kesimpulan

Bir pletok Betawi merupakan minuman tradisional berbahan rempah yang memiliki warna merah khas dari kayu secang. Anda dapat membuatnya dengan bahan sederhana seperti jahe, serai, kayu manis, cengkeh, daun pandan, daun jeruk, dan gula.
Cara membuatnya juga cukup mudah. Anda hanya perlu merebus seluruh bahan bersama air selama sekitar 15–20 menit, menambahkan gula, kemudian menyaring hasil rebusan.
Anda dapat menikmati bir pletok dalam keadaan hangat maupun dingin. Minuman ini cocok menjadi teman bersantai sekaligus memperkenalkan kembali salah satu kekayaan kuliner tradisional Indonesia.
Kandungan rempahnya dapat memberikan aroma dan sensasi hangat yang khas. Namun, jangan menganggap bir pletok sebagai obat untuk masuk angin, stres, kelelahan, atau penyakit tertentu.
Nikmati secukupnya dan perhatikan jumlah gula yang digunakan, terutama jika Anda perlu membatasi asupan gula.
Dengan resep sederhana ini, Anda bisa membuat bir pletok sendiri di rumah dan menikmati cita rasa rempah khas Betawi bersama keluarga. (rull)









