Kerang Dara Kaya Zat Besi dan Omega-3, Tapi Bisa Berbahaya untuk Orang Tertentu

- Penulis

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Kerang dara atau blood cockle merupakan salah satu jenis seafood yang cukup populer di Indonesia. Banyak orang mengolahnya menjadi sate kerang, oseng pedas, tumisan, hingga kerang rebus yang disajikan bersama sambal. Rasanya yang gurih dan teksturnya yang kenyal membuat makanan laut ini memiliki banyak penggemar.

Di balik kelezatannya, kerang dara juga menyimpan berbagai nutrisi penting yang bermanfaat bagi tubuh. Kerang ini mengandung protein berkualitas tinggi, zat besi, vitamin B12, zinc, selenium, hingga asam lemak omega-3 yang berperan dalam menjaga kesehatan.

Namun, seperti halnya makanan lain, kerang dara tidak bisa dikonsumsi secara sembarangan. Kandungan purin dan kolesterolnya yang cukup tinggi membuat sebagian orang perlu membatasi konsumsinya. Selain itu, cara mengolah kerang juga sangat menentukan keamanan makanan ini karena kerang hidup dengan menyaring air di lingkungan perairan sehingga berisiko membawa bakteri atau virus jika tidak dimasak hingga matang.

Lantas, apa saja manfaat kerang dara bagi kesehatan, dan siapa saja yang perlu berhati-hati saat mengonsumsinya? Berikut ulasan lengkapnya.

1. Membantu Mencegah Anemia Berkat Kandungan Zat Besi

sumber foto: healthybelly.s3.amazonaws.com

Salah satu keunggulan terbesar kerang dara adalah kandungan zat besinya yang tinggi. Mineral ini berperan penting dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh.

Tubuh membutuhkan zat besi untuk memproduksi hemoglobin, yaitu protein dalam sel darah merah yang bertugas mengangkut oksigen ke seluruh tubuh. Ketika asupan zat besi tidak mencukupi, produksi hemoglobin akan menurun sehingga risiko anemia meningkat. Kondisi ini sering menyebabkan tubuh mudah lelah, wajah tampak pucat, pusing, sulit berkonsentrasi, hingga napas terasa lebih pendek saat beraktivitas.

Anda dapat membantu memenuhi kebutuhan zat besi dengan mengonsumsi makanan yang kaya mineral ini, salah satunya kerang dara. Agar tubuh menyerap zat besi secara lebih optimal, padukan konsumsi kerang dara dengan makanan yang mengandung vitamin C, seperti jeruk, jambu biji, atau tomat.

Perempuan yang sedang menstruasi, ibu hamil, remaja putri, serta orang dengan kadar hemoglobin rendah umumnya membutuhkan perhatian lebih terhadap asupan zat besi. Meski begitu, penderita anemia tetap perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan karena pada kondisi tertentu tubuh memerlukan suplemen zat besi dan penanganan khusus, bukan hanya mengandalkan asupan makanan.

2. Menjadi Sumber Protein Berkualitas Tinggi

Kerang dara juga merupakan sumber protein hewani yang baik. Protein memiliki peran penting dalam membangun dan memperbaiki jaringan tubuh, membentuk otot, menghasilkan enzim dan hormon, serta menjaga sistem kekebalan tubuh.

Menariknya, kandungan protein pada kerang dara cukup tinggi, sementara kalorinya relatif rendah dibandingkan beberapa sumber protein hewani lainnya.

Karena itu, kerang dara dapat menjadi salah satu pilihan lauk bagi orang yang sedang menjalani program pembentukan massa otot maupun pola makan seimbang. Protein juga memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga membantu mengontrol nafsu makan.

Meski demikian, pola makan sehat tetap harus bervariasi. Jangan hanya mengandalkan satu jenis makanan sebagai sumber protein.

3. Mendukung Fungsi Otak dan Sistem Saraf

Kerang dara mengandung vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga kesehatan sistem saraf dan membantu pembentukan sel darah merah.

Baca Juga :  Kolesterol Tinggi dan Darah Tinggi? Coba Ramuan Belimbing Wuluh dan Bawang Putih Ini untuk Solusi Alami

Tubuh membutuhkan vitamin B12 untuk mendukung fungsi otak, menjaga konsentrasi, serta membantu proses metabolisme energi.

Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan tubuh mudah lelah, kesemutan, sulit berkonsentrasi, hingga gangguan saraf apabila berlangsung dalam waktu lama.

Selain vitamin B12, kerang dara juga mengandung asam lemak omega-3 meskipun jumlahnya tidak sebanyak ikan berlemak seperti salmon atau sarden. Nutrisi ini diketahui berperan dalam mendukung fungsi otak dan menjaga kesehatan jantung.

4. Membantu Menjaga Kesehatan Tulang

Kerang dara juga mengandung berbagai mineral penting seperti kalsium dan fosfor yang dibutuhkan tubuh untuk menjaga kepadatan tulang dan gigi.

Kedua mineral tersebut bekerja sama membentuk struktur tulang yang kuat. Tubuh juga memerlukan vitamin D agar penyerapan kalsium berlangsung lebih optimal.

Karena itu, konsumsi kerang dara tetap perlu diimbangi dengan pola makan bergizi serta paparan sinar matahari pagi agar kebutuhan vitamin D dapat terpenuhi.

Bagi lansia, menjaga asupan mineral penting menjadi salah satu langkah untuk membantu mempertahankan kesehatan tulang seiring bertambahnya usia.

5. Mendukung Sistem Kekebalan Tubuh

Kerang dara mengandung zinc dan selenium, dua mineral yang berperan penting dalam menjaga sistem imun.

Zinc membantu pembentukan sel-sel kekebalan tubuh dan mendukung proses penyembuhan luka.

Sementara selenium berfungsi sebagai antioksidan yang membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Jika kebutuhan kedua mineral tersebut tercukupi, tubuh akan lebih siap melawan infeksi dan menjaga fungsi organ tetap optimal.

Meski demikian, daya tahan tubuh tidak hanya dipengaruhi oleh satu jenis makanan. Tidur yang cukup, olahraga, dan pola makan seimbang tetap menjadi faktor utama.

6. Baik untuk Kesehatan Jantung

sumber foto: keluargacinta.com

Kerang dara juga mengandung asam lemak omega-3 yang dapat membantu menjaga kesehatan sistem kardiovaskular.

Omega-3 dalam kerang dara dapat membantu menjaga kesehatan jantung dengan mendukung penurunan kadar trigliserida dan meningkatkan kadar kolesterol HDL atau kolesterol baik. Namun, Anda perlu mengolah kerang dara dengan cara yang tepat agar manfaat tersebut tetap terjaga.

Pilih metode memasak yang lebih sehat, seperti merebus atau mengukus. Sebaliknya, batasi penggunaan minyak berlebih, santan kental, atau mentega dalam jumlah banyak karena dapat meningkatkan kandungan lemak dan kalori pada hidangan.

Pola makan secara keseluruhan tetap menjadi faktor utama dalam menjaga kesehatan jantung.

Cara Mengolah Kerang Dara agar Tetap Sehat

Selain memilih bahan yang segar, cara memasak juga menentukan nilai gizi sekaligus keamanan kerang dara.

Sebelum dimasak, cuci kerang hingga benar-benar bersih untuk menghilangkan lumpur dan pasir yang masih menempel.

Setelah itu, rebus atau kukus hingga seluruh cangkangnya terbuka. Untuk memastikan bakteri berbahaya benar-benar mati, lanjutkan proses memasak selama beberapa menit setelah semua cangkang terbuka.

Jika ada kerang yang tidak membuka setelah dimasak, sebaiknya jangan dikonsumsi.

Hindari memasak kerang terlalu lama karena teksturnya dapat menjadi keras dan kandungan nutrisinya sedikit berkurang.

Siapa yang Perlu Membatasi Konsumsi Kerang Dara?

Walaupun bergizi, kerang dara tidak selalu cocok untuk semua orang.

Baca Juga :  Ini yang Terjadi pada Tubuh Jika Teratur Mengonsumsi Pare, si Pahit yang Kaya Manfaat

1. Penderita Asam Urat

Kerang dara termasuk makanan yang mengandung purin cukup tinggi.

Di dalam tubuh, purin akan diubah menjadi asam urat. Jika kadarnya sudah tinggi, konsumsi makanan tinggi purin dapat memicu kambuhnya nyeri sendi pada penderita asam urat.

Karena itu, penderita hiperurisemia atau asam urat sebaiknya membatasi konsumsi kerang dan berkonsultasi dengan dokter mengenai pola makan yang sesuai.

2. Orang dengan Kolesterol Tinggi

Kerang dara memang mengandung lemak sehat, tetapi juga memiliki kandungan kolesterol yang cukup tinggi.

Jika Anda memiliki kadar kolesterol tinggi atau penyakit jantung tertentu, sebaiknya konsumsi dalam jumlah wajar dan pilih metode memasak yang lebih sehat seperti merebus atau mengukus.

3. Penderita Gangguan Ginjal

Kerang mengandung protein, natrium, dan beberapa mineral yang perlu dibatasi oleh sebagian penderita penyakit ginjal kronis.

Karena itu, pasien dengan gangguan ginjal sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi sebelum mengonsumsi kerang dara.

4. Orang yang Memiliki Alergi Seafood

Sebagian orang memiliki alergi terhadap makanan laut, termasuk kerang.

Gejalanya dapat berupa gatal-gatal, ruam, bibir bengkak, sesak napas, hingga reaksi berat berupa anafilaksis yang membutuhkan penanganan medis segera.

Jika pernah mengalami alergi setelah mengonsumsi seafood, hindari mengonsumsi kerang dara.

Waspadai Risiko Keracunan Jika Tidak Dimasak Matang

Kerang merupakan hewan penyaring (filter feeder) yang hidup di dasar perairan. Karena cara hidupnya tersebut, kerang dapat membawa bakteri, virus, maupun kontaminan dari lingkungan sekitarnya.

Anda meningkatkan risiko infeksi bakteri seperti Vibrio serta penyakit yang ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi ketika Anda mengonsumsi kerang mentah atau setengah matang.

Karena itu, Anda perlu memastikan kerang dimasak hingga benar-benar matang sebelum Anda mengonsumsinya untuk mengurangi risiko tersebut.

Membeli kerang dari penjual yang terpercaya juga menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kontaminasi.

Berapa Porsi yang Aman?

sumber foto: images.genpi.co

Tidak ada aturan baku yang berlaku untuk semua orang karena kebutuhan gizi setiap individu berbeda.

Orang dewasa yang sehat dapat menjadikan kerang dara sebagai bagian dari pola makan bergizi seimbang selama mereka mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tidak setiap hari. Dengan cara ini, mereka tetap dapat memperoleh manfaat gizinya tanpa berlebihan.

Variasikan sumber protein dengan ikan, ayam, telur, tahu, tempe, maupun kacang-kacangan agar kebutuhan nutrisi lebih lengkap.

Kerang dara bukan hanya lezat, tetapi juga kaya akan protein, zat besi, vitamin B12, zinc, selenium, serta omega-3 yang bermanfaat bagi kesehatan. Konsumsi dalam jumlah yang sesuai dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian dan mendukung kesehatan tubuh.

Meski demikian, makanan laut ini juga memiliki kandungan purin dan kolesterol yang cukup tinggi sehingga penderita asam urat, kolesterol tinggi, gangguan ginjal, atau alergi seafood perlu lebih berhati-hati.

Dengan memilih bahan yang segar, mengolahnya secara benar, dan mengonsumsinya dalam porsi yang wajar, kerang dara dapat menjadi salah satu pilihan lauk bergizi yang layak masuk dalam menu makan keluarga. (rull)

Berita Terkait

Jangan Remehkan Ikan Kembung! Si Kecil Ini Ternyata Super Bergizi
Ikan Lele: Murah Tapi Gizi Gila! Banyak yang Remehkan Padahal Super Bermanfaat
Udang Windu dan Vaname Jumbo: Lezatnya Bikin Nagih, Manfaatnya Bikin Kaget
Labu Kuning Bisa Jadi Penolong Lambung? Ini Cara Kerja dan Manfaatnya
Banyak Orang Tak Tahu, Kubis Ternyata Superfood Murah dengan 7 Khasiat Ini
Selada Keriting Bukan Sekadar Lalapan, Ini 6 Manfaat Besarnya bagi Tubuh
Makan Cabai Hijau Ternyata Baik untuk Tubuh, Ini 6 Manfaat yang Perlu Anda Tahu
Cherry, Si Merah Cantik yang Diam-Diam Punya Khasiat Luar Biasa

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 14:10 WIB

Kerang Dara Kaya Zat Besi dan Omega-3, Tapi Bisa Berbahaya untuk Orang Tertentu

Senin, 22 Juni 2026 - 15:02 WIB

Jangan Remehkan Ikan Kembung! Si Kecil Ini Ternyata Super Bergizi

Senin, 22 Juni 2026 - 12:02 WIB

Ikan Lele: Murah Tapi Gizi Gila! Banyak yang Remehkan Padahal Super Bermanfaat

Senin, 22 Juni 2026 - 06:02 WIB

Udang Windu dan Vaname Jumbo: Lezatnya Bikin Nagih, Manfaatnya Bikin Kaget

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:02 WIB

Banyak Orang Tak Tahu, Kubis Ternyata Superfood Murah dengan 7 Khasiat Ini

Berita Terbaru