Jantung Sehat Dimulai dari Isi Piring, Ini Makanan yang Sebaiknya Dibatasi dan Dipilih

- Penulis

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Menjaga kesehatan jantung tidak harus dimulai dari hal yang rumit. Salah satu langkah paling sederhana justru bisa kita lakukan setiap hari, yaitu memperhatikan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Banyak orang baru mulai memikirkan kesehatan jantung setelah mengalami keluhan. Padahal, kebiasaan makan sehari-hari ikut menentukan kesehatan jantung dan pembuluh darah dalam jangka panjang.

Pola makan yang terlalu banyak mengandung garam, gula tambahan, lemak jenuh, serta makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Sebaliknya, makanan yang kaya serat, vitamin, mineral, lemak sehat, dan protein berkualitas dapat menjadi bagian dari pola makan yang mendukung kesehatan jantung.

Namun, bukan berarti Anda harus menghilangkan semua makanan favorit. Kuncinya terletak pada porsi, frekuensi, cara pengolahan, dan keseimbangan menu secara keseluruhan.

Lantas, makanan apa saja yang sebaiknya kita batasi dan apa yang bisa menjadi pilihan yang lebih baik?

Makanan yang Sebaiknya Dibatasi

sumber foto: rumahmesin.com

1. Nasi Uduk

Nasi uduk biasanya dimasak menggunakan santan. Proses tersebut membuat nasi uduk memiliki kandungan lemak lebih tinggi dibandingkan nasi putih biasa.

Bukan berarti Anda sama sekali tidak boleh makan nasi uduk. Namun, sebaiknya perhatikan porsinya dan batasi lauk pendamping yang tinggi lemak, garam, atau digoreng.

Jika ingin membuat menu lebih ramah untuk jantung, tambahkan sayuran dan pilih lauk seperti ikan, tahu, atau tempe yang tidak digoreng.

2. Olahan Ketan

Ketan mengandung karbohidrat dan sering hadir bersama santan, gula, atau bahan tambahan lain. Kombinasi tersebut dapat membuat asupan kalori dalam satu porsi menjadi cukup tinggi.

Anda tetap bisa menikmati makanan berbahan ketan sesekali. Akan tetapi, sebaiknya jangan menjadikannya sebagai makanan utama setiap hari dan perhatikan tambahan gula maupun santan dalam olahannya.

3. Kopi Susu dengan Banyak Gula

Kopi sebenarnya tidak otomatis menjadi minuman yang buruk untuk kesehatan jantung. Masalahnya sering muncul dari tambahan gula, krimer, sirup, atau topping dalam minuman kopi kekinian.

Secangkir kopi susu dengan banyak tambahan gula dapat menyumbang kalori dan gula yang cukup besar. Jika Anda rutin mengonsumsinya, pilih kopi dengan gula lebih sedikit dan batasi penggunaan krimer atau sirup.

4. Kerupuk

Kerupuk memang sulit ditolak sebagai teman makan. Namun, makanan ini sering mengandung cukup banyak garam dan biasanya melalui proses penggorengan.

Jika Anda terlalu sering mengonsumsi makanan tinggi natrium, asupan garam harian bisa meningkat. Karena itu, batasi kerupuk dan pilih camilan yang lebih kaya serat, seperti buah atau kacang tanpa banyak garam.

5. Roti Putih

Roti putih memiliki kandungan serat yang lebih rendah dibandingkan roti gandum utuh. Akibatnya, roti putih mungkin tidak memberikan rasa kenyang selama makanan yang lebih kaya serat.

Anda tidak harus langsung menghapus roti putih dari menu. Namun, jika tersedia pilihan, roti gandum utuh dapat menjadi alternatif yang lebih baik karena memberikan lebih banyak serat.

Baca Juga :  7 Ramuan Alami untuk Detoks Ginjal

6. Teh Manis

Teh tanpa gula berbeda dengan teh manis yang mengandung tambahan gula. Jika Anda minum teh manis setiap hari dalam jumlah banyak, asupan gula dapat meningkat tanpa terasa.

Kebiasaan tersebut dapat menyulitkan pengendalian berat badan dan kesehatan metabolik. Karena itu, coba kurangi gula secara bertahap atau pilih teh tanpa gula.

7. Lontong Sayur

Lontong sayur sering menggunakan santan dan kuah yang cukup gurih. Selain itu, beberapa pelengkapnya juga mengandung garam atau minyak dalam jumlah cukup tinggi.

Anda masih bisa menikmatinya sesekali. Agar lebih seimbang, kurangi kuah santan dan tambahkan sayuran. Pilih juga lauk dengan cara masak yang lebih ringan.

8. Mi Instan

Mi instan praktis dan mudah dibuat. Namun, banyak produk mi instan mengandung natrium cukup tinggi, terutama dari bumbu dan bahan pelengkapnya.

Sebaiknya jangan terlalu sering mengandalkan mi instan sebagai makanan utama. Jika sesekali mengonsumsinya, Anda dapat menambahkan sayuran dan sumber protein seperti telur tanpa menambahkan terlalu banyak bumbu tambahan.

9. Gorengan

Gorengan mudah kita temukan dalam menu sehari-hari. Makanan ini juga mengandung lemak dan kalori yang cukup tinggi, terutama jika kita mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Kebiasaan makan gorengan terlalu sering dapat meningkatkan asupan lemak dan kalori harian. Karena itu, batasi konsumsi gorengan dan pilih metode memasak seperti mengukus, merebus, memanggang, atau menumis dengan sedikit minyak.

Makanan yang Lebih Baik untuk Mendukung Kesehatan Jantung

Setelah mengetahui makanan yang sebaiknya dibatasi, Anda juga perlu mengenal pilihan yang dapat memperkaya pola makan sehari-hari.

10. Nasi Merah

sumber foto: images.genpi.co

Nasi merah mengandung lebih banyak serat dibandingkan nasi putih. Serat membantu memberikan rasa kenyang dan menjadi bagian penting dalam pola makan sehat.

Anda bisa mengganti sebagian nasi putih dengan nasi merah secara bertahap. Jika belum terbiasa dengan rasanya, campurkan nasi merah dan nasi putih terlebih dahulu.

11. Tahu dan Tempe

Tahu dan tempe merupakan sumber protein nabati yang mudah ditemukan dan relatif terjangkau. Keduanya dapat menjadi pilihan untuk menggantikan sebagian sumber protein hewani yang tinggi lemak jenuh.

Cara memasak juga penting. Kukus, rebus, atau panggang tahu dan tempe untuk mengurangi penggunaan minyak dibandingkan menggorengnya.

Tempe juga mengandung serat dan berbagai zat gizi yang mendukung pola makan seimbang.

12. Sayuran

Sayuran menjadi bagian penting dalam menu yang mendukung kesehatan jantung yang  menyediakan serat, vitamin, mineral, dan berbagai senyawa antioksidan.

Tidak perlu terpaku pada satu jenis sayuran. Anda dapat mengombinasikan bayam, brokoli, wortel, tomat, pakcoy, kangkung, dan berbagai sayuran lain.

Semakin beragam warna sayuran di dalam piring, semakin beragam pula zat gizi yang Anda dapatkan.

13. Jus Bayam Tanpa Banyak Gula

Bayam mengandung berbagai zat gizi, termasuk folat dan nitrat alami. Nitrat dari sayuran dapat membantu tubuh menghasilkan oksida nitrat yang berperan dalam fungsi pembuluh darah.

Baca Juga :  Wajib Tahu! 7 Manfaat Buah Kundur dan Cara Alami Mengolahnya di Rumah

Namun, Anda tidak harus mengolah bayam menjadi jus untuk mendapatkan manfaatnya. Mengonsumsi bayam sebagai sayuran juga merupakan pilihan yang baik.

Jika ingin membuat jus bayam, hindari penggunaan gula berlebihan. Anda juga sebaiknya tidak menjadikan jus sebagai pengganti seluruh konsumsi sayuran dan buah utuh karena proses membuat jus dapat mengurangi sebagian serat.

14. Jus Pakcoy dan Pisang

Pakcoy menyediakan berbagai vitamin dan mineral, sedangkan pisang dikenal sebagai salah satu sumber kalium.

Keduanya dapat menjadi kombinasi minuman yang menarik. Namun, seperti jus lainnya, sebaiknya hindari tambahan gula berlebihan.

Lebih baik lagi jika Anda tetap mengonsumsi buah dalam bentuk utuh secara rutin. Buah utuh memberikan serat dan membantu proses makan yang lebih lambat sehingga lebih mengenyangkan.

15. Roti Gandum Utuh

Roti gandum utuh mengandung lebih banyak serat dibandingkan roti yang dibuat dari tepung olahan. Serat membantu menjaga rasa kenyang dan mendukung pola makan yang lebih sehat.

Saat membeli roti, perhatikan label kemasan. Pilih produk yang mencantumkan gandum utuh sebagai bahan utama dan tidak mengandung gula tambahan dalam jumlah tinggi.

16. Telur Rebus

Telur menyediakan protein berkualitas serta berbagai zat gizi. Anda dapat mengolahnya dengan cara direbus agar tidak membutuhkan banyak minyak tambahan.

Meski begitu, pola makan tetap perlu memperhatikan jumlah dan keseluruhan sumber lemak dalam menu. Jika Anda mengonsumsi telur, seimbangkan dengan sayuran, sumber karbohidrat kaya serat, dan protein lainnya.

Bukan Hanya Soal Satu Makanan

Menjaga jantung tetap sehat tidak cukup hanya dengan mengganti satu makanan. Pola makan secara keseluruhan jauh lebih penting.

Misalnya, mengganti nasi putih dengan nasi merah tetapi tetap mengonsumsi banyak gorengan, minuman manis, dan makanan tinggi garam tidak akan memberikan hasil optimal.

Sebaliknya, Anda bisa membangun kebiasaan sederhana. Isi sebagian besar piring dengan sayuran, tambahkan sumber protein, pilih karbohidrat yang lebih kaya serat, serta batasi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh.

Anda juga tidak perlu merasa bersalah ketika sesekali menikmati makanan favorit. Yang terpenting, jangan menjadikan makanan tinggi gula, garam, atau lemak sebagai kebiasaan setiap hari.

Lengkapi dengan Gaya Hidup Sehat

sumber foto: atik.us

Pola makan hanya salah satu bagian dari upaya menjaga kesehatan jantung. Anda juga perlu bergerak secara rutin, menjaga berat badan dalam kisaran sehat, tidak merokok, tidur cukup, dan mengelola stres.

Aktivitas fisik sederhana seperti berjalan kaki, bersepeda, atau olahraga sesuai kemampuan dapat membantu menjaga kebugaran jantung.

Selain itu, periksa tekanan darah, kadar gula darah, dan kolesterol secara berkala, terutama jika Anda memiliki faktor risiko penyakit jantung.

Pada akhirnya, tidak ada satu makanan yang bisa menjamin jantung selalu sehat. Anda perlu membangun kebiasaan secara konsisten.

Mulailah dari langkah kecil. Kurangi minuman manis, batasi gorengan, tambahkan sayuran ke dalam menu, pilih sumber protein yang lebih sehat, dan perhatikan ukuran porsi. (rull)

Berita Terkait

Daun Belalai Gajah Jadi Minuman Herbal, Benarkah Punya Banyak Manfaat?
Masih Populer hingga Kini, Ini Alasan Air Barli Jadi Minuman Favorit Banyak Orang
Mau Peredaran Darah Tetap Lancar? Coba Rutin Konsumsi 7 Makanan Ini
7 Makanan yang Mendukung Peredaran Darah Secara Alami, Baik untuk Jantung dan Pembuluh Darah
Makanan yang Membantu Kenyang Lebih Lama, Cocok untuk Mengontrol Nafsu Makan
Sehat dan Cantik dengan Pinang Muda: Panduan Lengkap untuk Wanita
Sering Dianggap Sama, Ternyata Masuk Angin dan Angin Duduk Sangat Berbeda
Waspada! Hindari Kebiasaan Ini Saat Tidur, Terutama bagi Wanita

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 18:02 WIB

Jantung Sehat Dimulai dari Isi Piring, Ini Makanan yang Sebaiknya Dibatasi dan Dipilih

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:02 WIB

Daun Belalai Gajah Jadi Minuman Herbal, Benarkah Punya Banyak Manfaat?

Selasa, 11 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Masih Populer hingga Kini, Ini Alasan Air Barli Jadi Minuman Favorit Banyak Orang

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:12 WIB

Mau Peredaran Darah Tetap Lancar? Coba Rutin Konsumsi 7 Makanan Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 - 06:02 WIB

7 Makanan yang Mendukung Peredaran Darah Secara Alami, Baik untuk Jantung dan Pembuluh Darah

Berita Terbaru