Kontroversi Biosaka Menguat, Relawan Klaim Kritik Sarat Kepentingan

- Penulis

Selasa, 5 Mei 2026 - 06:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Perdebatan soal teknologi pertanian Biosaka kembali mencuat. Seorang relawan lapangan menyebut sebagian kritik terhadap Biosaka muncul terlalu dini dan tidak melalui riset mendalam.

Ia menilai sejumlah pihak yang menolak Biosaka justru memiliki afiliasi tertentu. “Saya melihat ada kepentingan di balik beberapa penolakan. Mereka menyimpulkan tanpa benar-benar memahami atau meneliti langsung,” ujarnya.

Relawan tersebut mencontohkan beberapa tokoh yang vokal mengkritik Biosaka. Ia menyebut ada mantan pejabat di sektor serealia yang pernah terlibat kasus pupuk palsu, pejabat kementerian yang memiliki usaha pupuk organik, hingga akademisi yang menurutnya belum berdiskusi langsung dengan penggagas Biosaka.

Baca Juga :  Mengapa EM4 Semakin Populer di Kalangan Pekebun?

Menurutnya, sebagian kritik disampaikan tanpa dialog terbuka atau pemahaman utuh tentang asal-usul dan konsep Biosaka. “Bagaimana bisa menyimpulkan kalau belum benar-benar mengenal atau berdiskusi langsung?” katanya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa gerakan Biosaka berkembang dari bawah, digerakkan oleh petani dan relawan. Mereka mengaku fokus pada kepentingan pertanian nasional, bukan untuk keuntungan pribadi atau kelompok tertentu.

Relawan tersebut juga mengungkapkan bahwa pelatihan Biosaka terus berjalan dan menarik minat berbagai kalangan. Pada kegiatan terakhir, peserta tidak hanya berasal dari petani, tetapi juga akademisi, generasi muda, hingga kalangan profesional.

Baca Juga :  Akhirnya Terungkap! Ini Alasan N-Level 1 Belum Diajarkan ke Petani

“Antusiasme cukup tinggi. Bahkan ada tokoh dari kalangan perbankan yang sudah purna tugas ikut hadir. Komposisinya sekitar 50 persen petani dan 50 persen masyarakat umum,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan berikutnya dapat menghadirkan lebih banyak pihak, termasuk tokoh penggagas biosa bapak muhammad anshar, agar pemahaman tentang Biosaka semakin luas dan tidak lagi menimbulkan polemik berkepanjangan. (rull/ 3G O)

Berita Terkait

Cabai Berusia 7 Bulan Masih Rajin Berbuah, Petani Pati Bagikan Pengalaman Pakai RR dan Biosaka
Ali Rizaldi Ceritakan Pengalaman Menggunakan B2N1A6 untuk Ibunya yang Pernah Stroke
Tak Sengaja Genggam Besi Panas, Jonny Sinaga Bagikan Testimoni Biosaka Nlevel1 Aktivasi 6
Testimoni Pengguna Nlevel1 Aktivasi 6 setelah Operasi Tahi Lalat Ganas
Padi Sempat Diserang Wereng, Petani Ini Bagikan Pengalaman Menggunakan Biosaka
Testimoni Relawan Pak Dwi Dampingi Pemulihan Stroke dengan Teknologi SAKA
Kisah Bu Tri Cahyani Mengurangi Nyeri Plantar Fasciitis dengan Terapi Biosaka
Ibu Ferieny dan Komunitas 3GO Nasional Bagikan N Level 1 di Pati

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 06:02 WIB

Cabai Berusia 7 Bulan Masih Rajin Berbuah, Petani Pati Bagikan Pengalaman Pakai RR dan Biosaka

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:02 WIB

Ali Rizaldi Ceritakan Pengalaman Menggunakan B2N1A6 untuk Ibunya yang Pernah Stroke

Jumat, 10 Juli 2026 - 19:15 WIB

Tak Sengaja Genggam Besi Panas, Jonny Sinaga Bagikan Testimoni Biosaka Nlevel1 Aktivasi 6

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:02 WIB

Testimoni Pengguna Nlevel1 Aktivasi 6 setelah Operasi Tahi Lalat Ganas

Selasa, 30 Juni 2026 - 20:02 WIB

Padi Sempat Diserang Wereng, Petani Ini Bagikan Pengalaman Menggunakan Biosaka

Berita Terbaru