Tak Terasa Manis, Tapi Bisa Bikin Gula Darah Melonjak! Ini 10 Makanan yang Wajib Diwaspadai

- Penulis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Banyak orang mengira hanya makanan yang bercita rasa manis dapat meningkatkan kadar gula darah. Padahal, anggapan itu tidak sepenuhnya benar. Berbagai makanan yang tidak terasa manis juga dapat memicu kenaikan gula darah, terutama jika Anda mengonsumsinya secara berlebihan.

Kondisi ini terjadi karena tubuh mengubah gula dan karbohidrat menjadi glukosa sebagai sumber energi. Setelah tubuh menyerap glukosa ke dalam aliran darah, kadar gula darah pun meningkat. Makanan yang mengandung karbohidrat olahan atau memiliki indeks glikemik tinggi biasanya memicu kenaikan gula darah lebih cepat.

Oleh karena itu, Anda perlu mengenali berbagai jenis makanan yang berpotensi meningkatkan gula darah. Pengetahuan ini dapat membantu Anda mengatur pola makan, terutama jika Anda hidup dengan diabetes, pradiabetes, atau ingin menjaga kesehatan metabolisme tubuh.

Berikut penjelasan mengenai berbagai makanan yang tidak terasa manis, tetapi dapat memicu lonjakan gula darah.

Mengapa Makanan Tidak Manis Bisa Menaikkan Gula Darah?

sumber foto: asset.kompas.com

Sistem pencernaan mengubah setiap makanan yang mengandung karbohidrat menjadi glukosa. Selanjutnya, tubuh menggunakan glukosa sebagai sumber energi utama untuk menjalankan berbagai fungsi.

Namun, sistem pencernaan mengolah makanan yang mengandung karbohidrat olahan atau memiliki indeks glikemik tinggi menjadi glukosa dengan lebih cepat. Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat dalam waktu singkat.

Jika kondisi ini terus berulang, tubuh akan bekerja lebih keras untuk memproduksi insulin. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko resistensi insulin dan diabetes tipe 2.

Oleh karena itu, jangan hanya menghindari makanan manis. Perhatikan juga jenis karbohidrat yang Anda konsumsi setiap hari agar kadar gula darah tetap lebih stabil.

Nasi Putih Panas

Nasi putih menjadi makanan pokok bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Meskipun tidak terasa manis, nasi putih mengandung pati yang sistem pencernaan ubah menjadi glukosa dengan cepat.

Nasi putih yang masih panas bahkan memiliki indeks glikemik lebih tinggi daripada nasi yang telah dingin. Kondisi ini dapat memicu kenaikan kadar gula darah lebih cepat setelah Anda mengonsumsinya.

Namun, Anda tidak perlu menghindari nasi putih sepenuhnya. Atur porsi makan sesuai kebutuhan, lalu padukan nasi putih dengan lauk berprotein, sayuran, dan makanan yang kaya serat agar tubuh menyerap glukosa secara lebih lambat.

Sereal Instan

Banyak orang memilih sereal instan sebagai menu sarapan karena praktis dan mengenyangkan. Namun, tidak semua sereal merupakan pilihan yang sehat.

Sebagian besar sereal instan mengandung gula tambahan serta dibuat dari biji-bijian yang telah diproses. Kandungan seratnya pun sering kali lebih rendah dibandingkan sereal gandum utuh.

Akibatnya, tubuh lebih cepat mencerna sereal sehingga kadar gula darah meningkat dalam waktu singkat.

Saat membeli sereal, biasakan membaca label nutrisi dan pilih produk yang tinggi serat tanpa tambahan gula berlebihan.

Roti Tawar Putih

Roti tawar putih dibuat dari tepung terigu yang telah mengalami proses pengolahan sehingga sebagian besar serat alaminya hilang.

Karena kandungan seratnya rendah, tubuh akan lebih cepat mengubah karbohidrat dalam roti menjadi glukosa.

Baca Juga :  Sering Sesak? 9 Makanan Ini Bisa Bantu Legakan Pernapasan Anda

Sebagai alternatif, Anda dapat memilih roti gandum utuh yang mengandung lebih banyak serat sehingga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil.

Menambahkan telur, alpukat, atau selai kacang tanpa gula juga dapat membuat roti menjadi lebih mengenyangkan dan memperlambat penyerapan gula.

Cokelat Selain Cokelat Murni

Tidak semua cokelat memiliki manfaat yang sama.

Cokelat hitam murni dengan kadar kakao tinggi memang mengandung antioksidan yang baik bagi tubuh. Namun, cokelat susu maupun berbagai produk cokelat olahan umumnya mengandung gula tambahan dalam jumlah cukup tinggi.

Semakin banyak gula yang ditambahkan, semakin besar pula pengaruhnya terhadap kenaikan gula darah.

Jika ingin menikmati cokelat, pilih dark chocolate dengan kandungan kakao minimal 70 persen dan konsumsi secukupnya.

Bakwan dan Gorengan

Banyak orang menganggap bakwan, tahu isi, pisang goreng, dan aneka gorengan lainnya hanya sebagai camilan. Padahal, penjual umumnya membuat makanan tersebut dengan menggunakan tepung terigu dalam jumlah yang cukup banyak.

Tepung olahan memiliki indeks glikemik yang relatif tinggi. Selain itu, penjual biasanya menyajikan gorengan bersama saus sambal atau saus tomat yang mengandung gula tambahan.

Kombinasi karbohidrat olahan, minyak, dan saus manis dapat menyebabkan asupan kalori meningkat sekaligus memengaruhi kadar gula darah.

Jika ingin menikmati gorengan, batasi porsinya dan hindari mengonsumsinya terlalu sering.

Buah Kaleng

sumber foto: pagaralampos.disway.id

Buah memang menyehatkan karena kaya vitamin, mineral, dan serat. Namun, kondisi tersebut tidak selalu berlaku pada buah kaleng.

Produsen biasanya merendam sebagian besar buah kaleng dalam sirup yang mengandung gula tambahan.

Akibat proses tersebut, buah kaleng mengandung gula dalam jumlah yang jauh lebih tinggi daripada buah segar.

Jika memungkinkan, pilih buah segar. Jika Anda ingin membeli buah kaleng, pilih produk yang menggunakan air sebagai media pengemas, bukan sirup, agar Anda dapat mengontrol asupan gula dengan lebih baik.

Buah Kering

Kismis, kurma kering, aprikot kering, dan berbagai buah kering lainnya tetap mengandung nutrisi. Akan tetapi, proses pengeringan menghilangkan sebagian besar kandungan air sehingga gula alami di dalam buah menjadi lebih pekat.

Akibatnya, Anda akan memperoleh asupan gula yang lebih tinggi saat mengonsumsi sedikit buah kering dibandingkan saat menyantap buah segar dengan porsi yang sama.

Anda tetap boleh mengonsumsi buah kering, tetapi batasi porsinya agar asupan gula tetap terkendali.

Sup Tomat Kemasan

Sup tomat instan atau sup tomat kemasan sering kali mengandung gula tambahan untuk menyeimbangkan rasa asam tomat.

Selain gula, beberapa produk juga memiliki kandungan natrium yang cukup tinggi.

Sebelum membeli, baca label komposisi dan informasi nilai gizi agar Anda mengetahui jumlah gula yang terkandung di dalamnya.

Jika memiliki waktu, membuat sup tomat sendiri di rumah merupakan pilihan yang lebih sehat karena Anda dapat mengontrol penggunaan gula dan garam.

Yoghurt Rasa Buah

Banyak orang mengonsumsi yoghurt untuk menjaga kesehatan usus karena makanan ini mengandung probiotik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam saluran pencernaan.

Baca Juga :  Ikan Nila, Lauk Murah dengan Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Namun, produsen sering menambahkan gula ke dalam yoghurt rasa buah sehingga produk ini memiliki kandungan gula yang jauh lebih tinggi dibandingkan yoghurt tawar.

Beberapa produk bahkan mengandung gula dalam jumlah yang setara dengan minuman manis.

Agar lebih sehat, pilih yoghurt plain tanpa gula, kemudian tambahkan potongan buah segar sesuai selera.

Saus Salad Manis

Salad identik dengan makanan sehat. Sayangnya, manfaat salad dapat berkurang apabila menggunakan saus yang tinggi gula.

Beberapa dressing siap pakai mengandung gula, sirup jagung, maupun pemanis lainnya dalam jumlah yang cukup besar.

Sebagai alternatif, Anda dapat membuat saus salad sendiri menggunakan minyak zaitun, perasan lemon, yoghurt plain, lada hitam, dan sedikit rempah-rempah.

Cara ini membantu mengurangi asupan gula sekaligus mempertahankan cita rasa salad.

Cara Mengonsumsi Karbohidrat agar Gula Darah Tetap Stabil

Mengatur pola makan bukan berarti harus menghindari semua makanan yang mengandung karbohidrat. Tubuh tetap membutuhkan karbohidrat sebagai sumber energi utama.

Yang terpenting adalah memilih jenis karbohidrat yang lebih sehat dan mengonsumsinya dalam jumlah yang sesuai.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan antara lain:

  • Pilih karbohidrat utuh seperti beras merah, oatmeal, ubi, atau gandum utuh.
  • Perbanyak konsumsi sayuran yang kaya serat.
  • Tambahkan protein seperti ikan, telur, ayam tanpa kulit, atau tahu dan tempe pada setiap kali makan.
  • Konsumsi lemak sehat dari alpukat, kacang-kacangan, atau minyak zaitun.
  • Batasi makanan dan minuman yang mengandung gula tambahan.
  • Perhatikan ukuran porsi agar asupan kalori tetap seimbang.
  • Lakukan aktivitas fisik secara rutin untuk membantu tubuh menggunakan glukosa sebagai energi.

Siapa yang Perlu Lebih Waspada?

Semua orang sebaiknya memperhatikan pola makan. Namun, beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami lonjakan gula darah, seperti:

  • Penderita diabetes tipe 1 maupun tipe 2.
  • Orang dengan pradiabetes.
  • Individu yang mengalami obesitas.
  • Lansia.
  • Orang yang memiliki riwayat diabetes dalam keluarga.
  • Wanita yang pernah mengalami diabetes gestasional saat hamil.

Bagi kelompok tersebut, mengatur pola makan menjadi bagian penting dalam menjaga kadar gula darah tetap terkendali.

Kesimpulan

sumber foto: i.cdn.newsbytesapp.com

Makanan yang tidak memiliki rasa manis belum tentu aman bagi kadar gula darah. Nasi putih, roti tawar putih, sereal instan, gorengan, buah kaleng, buah kering, sup tomat kemasan, yoghurt rasa buah, hingga saus salad manis sama-sama berpotensi meningkatkan gula darah karena mengandung karbohidrat olahan atau gula tambahan.

Kabar baiknya, Anda tidak perlu menghindari makanan tersebut sepenuhnya. Kunci utama menjaga kadar gula darah tetap stabil adalah mengatur porsi, memilih bahan makanan yang lebih alami, memperbanyak konsumsi serat, serta mengombinasikan karbohidrat dengan protein dan lemak sehat.

Dengan menerapkan pola makan seimbang, memilih sumber karbohidrat yang lebih sehat, serta rutin beraktivitas fisik, Anda dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Kebiasaan ini juga berperan dalam menurunkan risiko diabetes serta berbagai komplikasi yang dapat muncul di kemudian hari. (rull)

Berita Terkait

Sering Terabaikan, Buah Kesemek Ternyata Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan
Jangan Anggap Sepele! Parasit Bisa Hidup di Dalam Tubuh Tanpa Disadari, Kenali Jenis, Gejala, dan Cara Mencegahnya
Sering Jadi Pelengkap Masakan, Kelapa Parut Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan
Makan Buah Sawo Secara Rutin? Ini Manfaat Luar Biasa yang Perlu Anda Ketahui
Daun Ubi Jalar untuk Penderita DBD: Benarkah Dapat Membantu Meningkatkan Trombosit? Ini Manfaat dan Cara Mengolahnya
Jangan Langsung Dibuang! Kulit Semangka Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan, Begini Cara Mengolahnya Menjadi Teh
Makan Semangka Setiap Hari? Kenali Manfaatnya untuk Kesehatan dan Cara Konsumsi yang Tepat
Makan Kelengkeng Setiap Hari? Kenali Manfaatnya untuk Kesehatan dan Cara Konsumsi yang Benar

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:11 WIB

Tak Terasa Manis, Tapi Bisa Bikin Gula Darah Melonjak! Ini 10 Makanan yang Wajib Diwaspadai

Rabu, 5 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Sering Terabaikan, Buah Kesemek Ternyata Punya Segudang Manfaat untuk Kesehatan

Rabu, 5 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Jangan Anggap Sepele! Parasit Bisa Hidup di Dalam Tubuh Tanpa Disadari, Kenali Jenis, Gejala, dan Cara Mencegahnya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:02 WIB

Sering Jadi Pelengkap Masakan, Kelapa Parut Ternyata Punya Banyak Manfaat untuk Kesehatan

Selasa, 4 Agustus 2026 - 06:02 WIB

Daun Ubi Jalar untuk Penderita DBD: Benarkah Dapat Membantu Meningkatkan Trombosit? Ini Manfaat dan Cara Mengolahnya

Berita Terbaru