Alamorganik.com– Syafaah Purnomo Tayu, anggota komunitas Relawan Biosaka, membagikan pengalaman saat enam ayam miliknya mengalami kondisi lemah setelah memakan pakan berbahan ketela.
Syafaah menceritakan pengalaman tersebut melalui grup Relawan Biosaka pada 3 September 2026. Ia memelihara 13 ekor ayam yang mengonsumsi ketela yang ia rendam selama 10 hari, lalu ia parut dan campur dengan katul.
Ayam Mati Setelah Makan Pakan Ketela
Setelah memberikan pakan, Syafaah pergi ke ladang. Saat kembali, ia menemukan beberapa ayam sudah mati. Enam ayam lainnya masih bernapas, tetapi terlihat lemah dan tergeletak.
Syafaah kemudian menyemprot ayam yang masih bernapas menggunakan Nlevel1 Aktivasi 6 (N1A6). Menurut ceritanya, ayam mulai bangun setelah ia melakukan penyemprotan dan kembali makan pada sore hari.
“Yang pingsan langsung saya spray N1A6. Tidak lama bisa bangun, terus spray lagi. Sore saya lihat sudah makan,” kata Syafaah dalam percakapan grup.
Syafaah Sebut Pengolahan Ketela Jadi Pelajaran
Syafaah mengatakan ia biasanya melakukan fermentasi ketela selama dua malam sebelum memberikannya kepada ayam. Namun, kali ini ia memilih merendam ketela selama 10 hari karena mengira proses tersebut sudah cukup untuk menghilangkan racun.
Pengalaman itu membuat Syafaah lebih berhati-hati dalam mengolah bahan pakan. Ia juga menegaskan bahwa ia tidak menyemprot ketela menggunakan N1A6 sebelum memberikannya kepada ayam.
Ia hanya menggunakan N1A6 pada ayam yang sudah menunjukkan kondisi lemah.
Dugaan Racun Singkong Belum Terbukti
Dalam percakapan tersebut, anggota komunitas menduga ayam mengalami keracunan akibat kandungan berbahaya pada singkong. Namun, cerita tersebut belum dapat memastikan penyebab kematian ayam.
Waktu pemberian pakan dan munculnya gejala memang menjadi bagian dari cerita Syafaah, tetapi pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan untuk memastikan penyebabnya.
Pengalaman Syafaah kemudian menjadi salah satu testimoni anggota komunitas mengenai penggunaan Nlevel1 Aktivasi 6. Ia menilai penyemprotan tersebut membantu ayam yang masih bernapas hingga kembali bergerak dan makan.
Namun, pengalaman pribadi tersebut belum membuktikan bahwa Nlevel1 Aktivasi 6 mampu menghancurkan atau menetralkan racun. Klaim tersebut membutuhkan pengujian ilmiah untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
Pemilik ternak sebaiknya segera menghubungi dokter hewan ketika ayam menunjukkan gejala keracunan, seperti lemas berat, kejang, sulit bernapas, atau kehilangan kesadaran. Pengolahan dan pemberian bahan pakan juga perlu dilakukan dengan cara yang aman agar tidak membahayakan ternak. (rull/3GO)









