Alamorganik.com-Seorang peternak bernama Syafaah Purnomo dari Tayu membagikan pengalaman saat ayam peliharaannya mengalami keracunan setelah mengonsumsi singkong. Dari 13 ekor ayam, sebanyak 7 ekor mati, sedangkan 6 ekor lainnya berhasil bertahan hidup.
Syafaah menceritakan kejadian tersebut melalui grup WhatsApp Relawan Biosaka 2. Ia mengungkapkan bahwa ayam-ayamnya mengalami keracunan setelah memakan singkong yang ia rendam selama 10 hari, kemudian ia parut dan campur dengan bekatul.
Pada pagi hari, Syafaah memberikan pakan tersebut kepada ayam-ayamnya sebelum berangkat ke ladang. Namun, saat pulang, ia mendapati sebagian besar ayamnya sudah mati. Beberapa ayam lainnya tergeletak, tetapi masih bernapas.
Melihat kondisi tersebut, Syafaah segera menyemprotkan Nlevel1 Aktivasi 6 (N1 A6) ke bagian kepala ayam yang masih bernapas. Menurut pengalamannya, beberapa saat setelah penyemprotan, ayam yang sebelumnya tergeletak mulai bangkit.
Ia kembali menyemprotkan N1 A6. Pada sore harinya, Syafaah mendapati ayam-ayam yang bertahan hidup mulai makan kembali.
“Alhamdulillah, N1 A6 jos jis tenan,” ungkap Syafaah dalam percakapan di grup tersebut.
Salah Mengolah Singkong Jadi Pelajaran
Syafaah mengaku biasanya tidak memberikan singkong yang hanya ia rendam. Sebelumnya, ia lebih sering memfermentasi singkong selama dua malam sebelum mencampurkannya dengan pakan ayam.
Kali ini, ia mengira perendaman selama 10 hari sudah cukup untuk menghilangkan racun singkong. Namun, kejadian tersebut justru menjadi pelajaran penting baginya dalam menyiapkan pakan ternak.
Dalam percakapan yang sama, anggota grup Relawan Biosaka 2 menduga ayam-ayam tersebut mengalami keracunan akibat kandungan sianida alami dalam singkong. Senyawa tersebut memang dapat membahayakan ternak jika peternak tidak mengolah singkong dengan benar.
Syafaah menyebutkan bahwa enam ekor ayam masih bertahan hidup setelah kejadian tersebut. Ia mengaku langsung menyemprotkan N1 A6 ketika melihat ayam-ayam yang masih bernapas tergeletak.
N1 A6 Disebut sebagai Penghancur Racun
Pengalaman Syafaah memunculkan pembahasan mengenai fungsi N1 A6. Sejumlah anggota grup menyebut bahan tersebut sebagai penghancur racun setelah mendengar kesaksian Syafaah.
Namun, pengalaman tersebut masih berupa testimoni pribadi. Belum ada bukti ilmiah yang memastikan bahwa N1 A6 mampu menetralisasi racun atau mengatasi keracunan pada ayam.
Keracunan singkong, khususnya akibat senyawa sianida, dapat menyebabkan gangguan pernapasan, kejang, hingga kematian pada ternak. Oleh karena itu, peternak perlu memperhatikan cara mengolah singkong sebelum memberikannya sebagai pakan.
Perendaman selama beberapa hari tidak selalu menjamin seluruh racun singkong hilang. Peternak juga perlu memperhatikan jenis singkong, metode pengolahan, serta kondisi pakan sebelum memberikannya kepada ternak.
Jika ayam menunjukkan gejala keracunan, peternak perlu segera menghubungi dokter hewan. Penanganan medis yang cepat sangat penting untuk mencegah kematian. Peternak juga harus menghentikan pemberian pakan yang diduga menjadi sumber keracunan.
Kisah Syafaah menjadi pengingat bahwa pengolahan pakan memerlukan perhatian khusus. Sementara itu, klaim N1 A6 sebagai penghancur racun masih memerlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikan keamanan dan efektivitasnya. (rull/3GO)









