Jangan Buang Pangkal Seledri! Begini Cara Menanamnya Kembali di Rumah

- Penulis

Jumat, 6 November 2026 - 06:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Seledri menjadi salah satu bahan pelengkap masakan yang hampir selalu hadir di dapur masyarakat Indonesia. Sayuran berdaun hijau dengan aroma khas ini sering digunakan untuk menambah cita rasa dan mempercantik tampilan berbagai hidangan, seperti sup, soto, bakso, nasi goreng, hingga aneka masakan berkuah lainnya.

Namun, saat memasak, banyak orang hanya mengambil bagian batang dan daunnya, kemudian membuang pangkal seledri yang masih memiliki akar. Padahal, bagian yang sering dianggap sebagai sisa dapur tersebut sebenarnya masih bisa dimanfaatkan untuk menumbuhkan tanaman baru.

Menariknya, kita tidak harus membeli benih atau menyiapkan lahan luas untuk mencoba cara ini. Cukup menggunakan pangkal seledri yang masih segar, segelas air, dan sedikit kesabaran, kita sudah bisa memulai kegiatan menanam seledri sendiri di rumah.

Metode menanam kembali sayuran dari bagian tanaman yang masih hidup ini dikenal dengan istilah regrowing. Cara tersebut cukup sederhana dan cocok diterapkan oleh siapa saja, termasuk pemula yang belum memiliki pengalaman berkebun.

Pangkal Seledri Masih Bisa Menumbuhkan Daun Baru

sumber foto: cdn1-production-images-kly.akamaized.net

Pangkal seledri yang masih memiliki jaringan tanaman hidup dan bagian akar berpotensi menghasilkan pertumbuhan baru. Bagian tengah pangkal seledri memiliki titik tumbuh yang dapat mengeluarkan daun baru ketika tanaman mendapatkan air, cahaya, dan kondisi lingkungan yang sesuai.

Karena itu, kita tidak perlu langsung membuang pangkal seledri setelah mengambil batang dan daunnya untuk memasak.

Ketika seseorang meletakkan pangkal seledri di dalam wadah berisi sedikit air, bagian tanaman tersebut masih bisa mempertahankan kelembapannya. Dalam beberapa hari, tunas hijau mungkin mulai terlihat muncul dari bagian tengah.

Proses pertumbuhan setiap tanaman tentu berbeda. Ada pangkal seledri yang menunjukkan tanda pertumbuhan lebih cepat, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama, tergantung kesegaran bahan, kondisi akar, suhu, dan pencahayaan.

Walaupun terlihat sederhana, kegiatan ini bisa menjadi cara menarik untuk mengurangi sisa bahan dapur sekaligus menyediakan tanaman bumbu segar di rumah.

Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum memulai proses penanaman, siapkan beberapa perlengkapan sederhana. Kita tidak membutuhkan peralatan berkebun yang mahal.

Berikut bahan dan alat yang diperlukan:

  1. Satu pangkal seledri yang masih segar dan memiliki akar.
  2. Satu gelas atau wadah kecil.
  3. Air bersih secukupnya.
  4. Pot tanaman berukuran kecil atau sedang.
  5. Tanah gembur sebagai media tanam.
  6. Kompos atau pupuk organik matang.
  7. Air untuk menyiram tanaman.

Pilih pangkal seledri yang masih terlihat segar, tidak membusuk, dan tidak mengeluarkan bau tidak sedap. Sebaiknya gunakan pangkal yang masih memiliki akar karena bagian tersebut dapat membantu tanaman menyerap air selama proses awal pertumbuhan.

Cara Menumbuhkan Kembali Seledri dari Pangkalnya

Menanam seledri dari pangkal tidak membutuhkan teknik yang rumit. Kita hanya perlu mengikuti beberapa tahapan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

1. Sisakan Pangkal Seledri dengan Panjang 3–5 Sentimeter

Setelah mengambil daun dan batang seledri untuk memasak, jangan potong seluruh bagian pangkalnya.

Sisakan bagian bawah tanaman dengan panjang sekitar 3–5 sentimeter. Pastikan bagian akar tetap menempel dan bagian tengah tanaman tidak mengalami kerusakan.

Bagian pangkal inilah yang akan menjadi titik awal pertumbuhan daun baru. Oleh karena itu, jangan membuang atau memotong bagian tengahnya.

Jika pangkal seledri terlalu kering atau sudah membusuk, kemungkinan keberhasilannya akan lebih rendah.

2. Letakkan Pangkal Seledri di Dalam Gelas Berisi Air

Siapkan gelas kecil, kemudian masukkan air bersih secukupnya.

Letakkan pangkal seledri dengan posisi bagian akar berada di bawah. Pastikan hanya bagian bawahnya yang terkena air, sedangkan bagian atas dan titik tumbuh tetap berada di atas permukaan air.

Jangan merendam seluruh pangkal seledri karena kondisi terlalu basah dapat memicu pembusukan.

Gunakan air bersih dan letakkan wadah di tempat yang mendapatkan cahaya alami. Hindari menaruhnya langsung di bawah sinar matahari yang terlalu terik.

3. Ganti Air Setiap Satu hingga Dua Hari

Selama proses pertumbuhan, kita perlu menjaga kebersihan air.

Gantilah air setiap satu hingga dua hari agar tetap segar dan tidak menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme yang dapat merusak jaringan tanaman.

Baca Juga :  Kunci Sukses Petani Modern: Cara Efektif Mengendalikan Hama dan Penyakit Tanaman

Perhatikan juga kondisi pangkal seledri. Jika muncul bagian yang berlendir, berbau tidak sedap, atau terlihat membusuk, segera bersihkan bagian tersebut.

Perawatan sederhana ini membantu menjaga kondisi pangkal seledri selama proses pembentukan tunas baru.

4. Amati Pertumbuhan Daun dari Bagian Tengah

Setelah beberapa hari, perhatikan bagian tengah pangkal seledri.

Jika kondisinya mendukung, tunas kecil berwarna hijau dapat mulai muncul dari bagian tersebut. Tunas kemudian berkembang menjadi daun-daun muda.

Pada tahap ini, jangan terburu-buru memanen daun yang baru tumbuh. Biarkan tanaman membentuk beberapa helai daun agar memiliki kesempatan untuk berkembang lebih baik.

Jika akar baru mulai tumbuh, pertahankan kondisi air tetap bersih sampai tanaman siap dipindahkan ke media tanah.

Perlu diingat, waktu pertumbuhan tidak selalu sama. Ada tanaman yang menunjukkan perkembangan dalam beberapa hari, sedangkan tanaman lainnya membutuhkan waktu lebih panjang.

5. Pindahkan ke Pot Setelah Akar dan Daun Berkembang

Setelah pangkal seledri menunjukkan pertumbuhan akar dan daun baru yang cukup baik, kita bisa memindahkannya ke dalam pot.

Siapkan pot yang memiliki lubang drainase di bagian bawah agar kelebihan air dapat keluar dengan mudah.

Gunakan campuran tanah gembur dan kompos matang. Media tanam yang baik akan membantu akar mendapatkan udara, air, dan unsur hara yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Buat lubang kecil di tengah media tanam, kemudian masukkan pangkal seledri secara perlahan. Tutup bagian akar menggunakan tanah, tetapi jangan sampai menimbun titik tumbuh atau bagian tengah tanaman.

Setelah selesai, siram menggunakan air secukupnya.

Tips Merawat Seledri agar Tumbuh Subur

Setelah berhasil memindahkan pangkal seledri ke dalam pot, pekerjaan berikutnya adalah memberikan perawatan secara rutin.

Walaupun termasuk tanaman bumbu dapur yang dapat ditanam di rumah, seledri tetap membutuhkan lingkungan yang sesuai agar menghasilkan daun yang sehat.

Berikut beberapa tips perawatannya.

1. Berikan Cahaya Matahari yang Cukup

Seledri membutuhkan cahaya untuk mendukung proses fotosintesis. Namun, tanaman ini lebih menyukai kondisi yang tidak terlalu panas.

Letakkan pot di tempat yang mendapatkan cahaya matahari pagi atau cahaya terang tidak langsung. Jika matahari siang terasa sangat terik, pindahkan tanaman ke tempat yang lebih teduh.

Paparan panas berlebihan dapat membuat daun cepat layu, terutama ketika tanaman masih dalam tahap penyesuaian setelah dipindahkan.

2. Jaga Kelembapan Tanah

Seledri menyukai media tanam yang lembap, tetapi bukan berarti kita harus menyiramnya secara berlebihan.

Periksa kondisi tanah sebelum menyiram. Jika permukaan tanah mulai terasa kering, berikan air secukupnya.

Hindari genangan air di dalam pot karena akar yang terus-menerus terendam dapat mengalami pembusukan.

Lubang drainase menjadi bagian penting untuk menjaga keseimbangan kelembapan media tanam.

3. Gunakan Pupuk Organik

Agar tanaman mendapatkan nutrisi yang cukup, kita bisa menambahkan kompos matang atau pupuk organik secara berkala.

Gunakan pupuk dalam jumlah wajar dan sesuaikan dengan kondisi tanaman serta media tanam.

Pemberian pupuk yang tepat membantu mendukung pertumbuhan daun dan menjaga kesuburan tanaman.

4. Perhatikan Kebersihan Tanaman

Buang daun yang sudah menguning, mengering, atau membusuk. Bersihkan juga gulma yang tumbuh di sekitar pot.

Periksa bagian batang dan daun secara berkala untuk mengetahui kemungkinan munculnya hama.

Jika menemukan hama, segera lakukan penanganan yang sesuai agar tidak menyebar ke bagian tanaman lainnya.

Apakah Seledri dari Pangkal Bisa Dipanen Berkali-kali?

sumber foto: silamparitv.disway.id

Pertanyaan ini sering muncul ketika seseorang mencoba menanam kembali seledri dari sisa dapur.

Jawabannya, tanaman yang berhasil tumbuh dapat menghasilkan daun baru dan bisa dipanen secara bertahap. Namun, hasilnya tidak selalu sebanyak atau sebesar seledri yang dijual di pasar.

Hal ini terjadi karena pangkal seledri yang kita tanam kembali memiliki cadangan energi dan kondisi pertumbuhan yang berbeda dengan tanaman yang sejak awal tumbuh dari biji.

Selain itu, pertumbuhan tanaman juga dipengaruhi oleh kualitas akar, kesuburan media, pencahayaan, penyiraman, dan ketersediaan nutrisi.

Jika ingin mendapatkan hasil panen lebih banyak dan berkelanjutan, kita bisa mengombinasikan metode regrowing dengan menanam seledri dari biji.

Baca Juga :  Jangan Buang Mahkota Nanas! Begini Cara Menanamnya agar Tumbuh Jadi Tanaman Baru

Menanam dari biji membutuhkan waktu dan perawatan lebih lama, tetapi cara ini dapat menjadi pilihan untuk menghasilkan tanaman baru dalam jumlah lebih banyak.

Manfaat Menanam Seledri Sendiri di Rumah

Menanam seledri dari pangkal tidak hanya memberikan pengalaman berkebun yang menyenangkan. Kegiatan ini juga memiliki sejumlah manfaat sederhana bagi kehidupan sehari-hari.

Pertama, mengurangi sampah dapur.

Pangkal seledri yang biasanya langsung dibuang bisa dimanfaatkan kembali. Cara ini membantu kita menggunakan bahan makanan secara lebih bijak dan mengurangi sisa organik rumah tangga.

Kedua, menyediakan bumbu segar.

Ketika tanaman sudah tumbuh dengan baik, kita bisa mengambil beberapa helai daun untuk menambah aroma dan cita rasa masakan.

Ketiga, menghemat pengeluaran.

Walaupun hasilnya tidak selalu banyak, memiliki tanaman seledri sendiri dapat mengurangi kebutuhan membeli daun seledri untuk penggunaan kecil sehari-hari.

Keempat, menjadi kegiatan positif bersama keluarga.

Menanam seledri bisa menjadi aktivitas sederhana yang menyenangkan. Anak-anak juga dapat belajar mengenal proses pertumbuhan tanaman, mulai dari pangkal yang tersisa hingga munculnya daun baru.

Kelima, mempercantik lingkungan rumah.

Pot kecil berisi tanaman hijau dapat membuat halaman, teras, atau sudut dapur terlihat lebih segar.

Kandungan Gizi dan Kegunaan Daun Seledri

Selain menjadi pelengkap masakan, daun seledri juga mengandung sejumlah zat gizi yang bermanfaat bagi tubuh.

Seledri mengandung vitamin K, vitamin C, folat, kalium, serta sejumlah mineral dan senyawa antioksidan. Kandungan nutrisinya dapat membantu melengkapi kebutuhan gizi ketika kita mengonsumsinya sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Vitamin C berperan dalam mendukung fungsi sistem kekebalan tubuh dan pembentukan kolagen. Sementara itu, vitamin K berperan penting dalam proses pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang.

Seledri juga mengandung serat dalam jumlah tertentu, meskipun kontribusinya bergantung pada banyaknya daun dan batang yang dikonsumsi.

Namun, kita perlu memahami bahwa menggunakan daun seledri sebagai taburan masakan tidak serta-merta memenuhi seluruh kebutuhan vitamin dan mineral harian. Tubuh tetap membutuhkan beragam sumber makanan bergizi lainnya.

Ide Mengolah Daun Seledri untuk Menu Sehari-hari

Setelah tanaman mulai menghasilkan daun, kita bisa memanfaatkannya untuk berbagai masakan keluarga.

Beberapa hidangan yang cocok menggunakan daun seledri antara lain:

  • Sup ayam: Tambahkan irisan daun seledri menjelang penyajian untuk memberikan aroma segar.
  • Soto ayam: Taburkan seledri bersama bawang goreng agar cita rasanya semakin nikmat.
  • Bakso: Gunakan irisan seledri sebagai pelengkap kuah bakso.
  • Nasi goreng: Campurkan sedikit daun seledri untuk menambah aroma.
  • Perkedel kentang: Masukkan irisan daun seledri ke dalam adonan sebelum menggoreng.
  • Telur dadar: Campurkan daun seledri cincang bersama telur dan bumbu sederhana.

Sebelum mengolahnya, cuci daun seledri menggunakan air mengalir untuk menghilangkan kotoran yang menempel.

Jangan Berharap Hasilnya Langsung Lebat

Meskipun metode regrowing terlihat mudah, kita tetap perlu memiliki harapan yang realistis.

Seledri yang tumbuh dari pangkal biasanya tidak langsung menghasilkan tanaman besar dengan daun lebat seperti yang dijual di pasar. Bahkan, sebagian pangkal mungkin tidak berhasil tumbuh karena kondisi akar atau jaringan tanamannya sudah tidak sehat.

Karena itu, jangan berkecil hati jika percobaan pertama belum berhasil.

Cobalah menggunakan pangkal yang berbeda, perhatikan kebersihan air, dan pastikan tanaman mendapatkan cahaya serta perawatan yang sesuai.

Jika ingin memiliki persediaan seledri dalam jumlah lebih banyak, menanam dari biji merupakan pilihan yang lebih baik untuk jangka panjang.

Kesimpulan

sumber foto: gemini.google.com

Pangkal seledri yang biasanya kita buang setelah memasak ternyata masih berpotensi menghasilkan tanaman baru. Dengan memanfaatkan sedikit air, wadah sederhana, dan pot berisi tanah gembur, kita bisa mencoba menumbuhkan kembali seledri di rumah.

Cara ini cocok bagi pemula yang ingin mulai berkebun tanpa mengeluarkan banyak biaya. Selain mengurangi sampah dapur, kita juga berkesempatan mendapatkan daun seledri segar untuk melengkapi berbagai masakan keluarga.

Jadi, sebelum membuang pangkal seledri berikutnya, cobalah menyisihkannya untuk ditanam kembali.

Siapa tahu, dari sisa kecil di dapur tersebut, kita bisa memiliki tanaman bumbu sendiri yang tumbuh menghijau di halaman rumah. (rull)

Berita Terkait

Kentang Bertunas Jangan Dibuang! Cara Menanam di Polybag hingga Panen
Mengapa Pertanian Organik Membutuhkan Waktu? Ini Alasannya
Lahan Sempit Bukan Masalah! 7 Ide Para-para Kebun Ubi yang Hemat Tempat
Cara Menanam Ubi Jalar dari Bibit Stek hingga Panen agar Umbi Besar dan Melimpah
Jangan Buang Biji Labu Bekas Kolak! Begini Cara Menanamnya agar Berbuah Lebat
7 Cara Menanam Kangkung Hidroponik dengan Botol Bekas yang Benar
Jangan Buang Mahkota Nanas! Begini Cara Menanamnya agar Tumbuh Jadi Tanaman Baru
Cara Menanam Bawang Putih dari Satu Siung di Pot, Bisa Panen Daun hingga Umbi

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 06:02 WIB

Jangan Buang Pangkal Seledri! Begini Cara Menanamnya Kembali di Rumah

Kamis, 5 November 2026 - 22:02 WIB

Kentang Bertunas Jangan Dibuang! Cara Menanam di Polybag hingga Panen

Selasa, 3 November 2026 - 18:02 WIB

Mengapa Pertanian Organik Membutuhkan Waktu? Ini Alasannya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 22:02 WIB

Lahan Sempit Bukan Masalah! 7 Ide Para-para Kebun Ubi yang Hemat Tempat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Cara Menanam Ubi Jalar dari Bibit Stek hingga Panen agar Umbi Besar dan Melimpah

Berita Terbaru