Hb Rendah Saat Kemoterapi? Ini Makanan yang Bisa Membantu Menjaga Hemoglobin

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alamorganik.com-Kadar hemoglobin (Hb) yang menurun menjadi salah satu masalah yang dapat dialami pasien kanker selama menjalani kemoterapi. Kondisi ini sering membuat tubuh lemas, mudah lelah, pusing, hingga sulit menjalankan aktivitas sehari-hari. Pada kondisi tertentu, pasien juga dapat mengalami jantung berdebar atau sesak napas.

Untuk membantu memenuhi kebutuhan nutrisi, pasien perlu mengonsumsi makanan yang mengandung zat besi, protein, vitamin B12, dan folat. Nutrisi tersebut berperan dalam pembentukan sel darah merah dan membantu tubuh menjalankan fungsinya.

Namun, makanan bergizi tidak selalu cukup untuk mengatasi Hb rendah akibat kemoterapi. Pengobatan kanker dapat mengganggu produksi sel darah merah di sumsum tulang. Karena itu, pasien perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebab penurunan Hb dan menentukan penanganan yang tepat.

1. Pahami Penyebab Hb Rendah Saat Kemoterapi

sumber foto: nuga.co

Hemoglobin merupakan protein dalam sel darah merah yang membawa oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ketika kadarnya menurun, tubuh dapat kekurangan pasokan oksigen sehingga pasien mudah lelah dan kehilangan tenaga.

Kemoterapi dapat menekan aktivitas sumsum tulang sehingga produksi sel darah merah berkurang. Selain itu, kanker, perdarahan, gangguan ginjal, peradangan, dan kekurangan zat gizi juga dapat memicu anemia.

Pasien perlu mengenali gejala seperti tubuh lemas, kulit pucat, pusing, jantung berdebar, dan napas pendek. Dokter dapat memeriksa kadar Hb serta melakukan pemeriksaan tambahan untuk menemukan penyebabnya.

Jangan langsung menganggap anemia terjadi karena kekurangan zat besi. Penanganan harus mengikuti hasil pemeriksaan dan kondisi kesehatan pasien.

2. Konsumsi Daging Sapi dan Ayam

Daging sapi dan ayam menyediakan protein serta zat besi yang mendukung pembentukan hemoglobin. Tubuh juga lebih mudah menyerap zat besi dari bahan pangan hewani dibandingkan sebagian sumber nabati.

Pasien dapat mengolah daging menjadi sup, ayam kukus, atau hidangan panggang. Pilih potongan daging yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kesehatan pasien.

Masak daging hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko infeksi. Jika pasien memiliki gangguan ginjal atau pantangan makanan tertentu, mintalah saran dokter atau ahli gizi sebelum mengatur asupan protein.

3. Pilih Telur dan Ikan

Telur dan ikan dapat membantu memenuhi kebutuhan protein serta vitamin B12. Vitamin B12 berperan dalam pembentukan sel darah merah, sedangkan kekurangannya dapat menyebabkan anemia.

Pasien dapat menikmati telur rebus matang, telur kukus, ikan kuah, atau ikan panggang. Jika pasien mengalami mual, sariawan, atau kesulitan mengunyah, pilih hidangan dengan tekstur lembut.

Pastikan pasien memasak telur dan ikan hingga matang sempurna. Hindari makanan mentah atau setengah matang, terutama ketika tim medis meminta pasien menerapkan aturan keamanan pangan khusus selama kemoterapi.

Baca Juga :  Tangan Kasar Jadi Lembut! 7 Cara Alami Menghaluskan Tangan yang Mudah Dicoba

4. Tambahkan Sayuran Hijau

Bayam, brokoli, sawi, dan kangkung mengandung folat yang membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Sayuran tersebut juga menyediakan vitamin, mineral, dan serat untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian.

Pasien dapat mengolahnya menjadi sup, sayur bening, atau tumisan. Masak sayuran hingga lunak jika pasien mengalami kesulitan mengunyah atau menelan.

Cuci sayuran menggunakan air bersih dan olah dengan peralatan yang higienis. Jika dokter memberikan aturan khusus karena jumlah sel darah putih pasien rendah, ikuti petunjuk tersebut.

Meski bermanfaat, sayuran hijau bukan obat yang dapat menaikkan Hb secara langsung. Manfaatnya bergantung pada kebutuhan nutrisi dan penyebab anemia.

5. Manfaatkan Tempe, Tahu, dan Kacang-Kacangan

sumber foto:image.idntimes.com

Tempe, tahu, kacang merah, dan kacang hijau menyediakan protein serta sejumlah zat besi. Bahan makanan ini dapat menjadi pilihan untuk memvariasikan menu selama pengobatan.

Pasien dapat mengolah tempe dan tahu menjadi sup, pepes, atau lauk yang tidak terlalu berminyak. Sementara itu, kacang hijau dapat disajikan sebagai bubur dengan jumlah gula secukupnya.

Tubuh menyerap zat besi dari tumbuhan dengan lebih sulit dibandingkan zat besi dari daging. Untuk membantu penyerapannya, pasien dapat memadukan makanan nabati dengan buah yang mengandung vitamin C.

Jika kacang-kacangan menyebabkan kembung atau gangguan pencernaan, mulailah dengan porsi kecil dan sesuaikan dengan toleransi tubuh.

6. Konsumsi Buah Kaya Vitamin C

Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan nabati. Pasien dapat memilih jambu biji, jeruk, pepaya, stroberi, atau kiwi sebagai pelengkap menu sehari-hari.

Sebagai contoh, pasien dapat menyantap tempe dan sayuran saat makan siang, lalu menikmati buah sebagai pencuci mulut. Namun, pasien yang mengalami sariawan mungkin merasa perih ketika mengonsumsi buah asam. Pilih buah yang lebih lembut dan nyaman dikonsumsi.

Cuci buah menggunakan air bersih dan siapkan dengan peralatan yang higienis. Vitamin C membantu penyerapan zat besi, tetapi tidak otomatis meningkatkan Hb jika kemoterapi mengganggu produksi sel darah merah.

7. Lengkapi Nutrisi dengan Susu dan Hati

Susu dan yoghurt yang telah dipasteurisasi dapat membantu memenuhi kebutuhan protein serta vitamin B12. Namun, produk susu bukan sumber utama zat besi. Pasien perlu mengombinasikannya dengan makanan lain yang menyediakan mineral tersebut.

Jika susu memicu diare, mual, atau gangguan pencernaan, konsultasikan alternatifnya kepada dokter atau ahli gizi.

Hati ayam dan sapi juga mengandung zat besi serta vitamin B12. Meski demikian, pasien sebaiknya tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena hati mengandung vitamin A dalam jumlah tinggi. Tanyakan kepada ahli gizi mengenai porsi yang sesuai dengan kondisi pasien.

Baca Juga :  Sering Jadi Pelengkap Makanan, Ternyata Tauge Punya 7 Khasiat Luar Biasa

8. Jangan Sembarangan Mengonsumsi Suplemen Zat Besi

Pasien sebaiknya tidak langsung membeli suplemen zat besi ketika mengetahui kadar Hb menurun. Dokter perlu memastikan penyebab anemia sebelum merekomendasikan suplemen.

Jika pemeriksaan menunjukkan kekurangan zat besi, dokter dapat memberikan suplemen sesuai kebutuhan. Namun, apabila kemoterapi menekan produksi sel darah merah, suplemen zat besi belum tentu menyelesaikan masalah.

Konsumsi suplemen, vitamin dosis tinggi, atau produk herbal tanpa arahan medis juga dapat menimbulkan risiko tertentu. Pada kondisi tertentu, dokter mungkin mempertimbangkan obat untuk membantu pembentukan sel darah merah atau transfusi darah berdasarkan hasil pemeriksaan dan gejala pasien.

9. Atur Pola Makan Selama Kemoterapi

Efek samping kemoterapi dapat mengurangi nafsu makan dan membuat pasien kesulitan menghabiskan makanan. Untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi, pasien dapat mencoba beberapa langkah berikut:

  • Makan dalam porsi kecil: Bagi makanan menjadi beberapa waktu makan agar pasien tidak perlu menghabiskan porsi besar sekaligus.
  • Pilih makanan yang mudah dikonsumsi: Sajikan bubur, sup, telur matang, ikan lembut, atau tahu sesuai kemampuan pasien.
  • Variasikan sumber nutrisi: Padukan makanan yang mengandung protein, zat besi, folat, vitamin B12, dan vitamin C.
  • Cukupi kebutuhan cairan: Minum air putih secara teratur, kecuali dokter membatasi asupan cairan karena kondisi tertentu.
  • Pantau kondisi tubuh: Laporkan penurunan nafsu makan, berat badan, atau peningkatan rasa lemas kepada tim medis.

Jangan memaksakan makanan tertentu ketika pasien mengalami mual atau kesulitan menelan. Dokter dan ahli gizi dapat membantu menyesuaikan menu dengan efek samping pengobatan.

Kesimpulan

sumber foto:ilustrasi

Hb rendah saat kemoterapi dapat terjadi akibat gangguan produksi sel darah merah, kekurangan zat gizi, perdarahan, atau masalah kesehatan lainnya. Karena itu, pasien perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui penyebabnya.

Daging sapi, ayam, ikan, telur matang, sayuran hijau, tempe, tahu, kacang-kacangan, dan buah kaya vitamin C dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi selama pengobatan. Susu dan hati juga dapat melengkapi asupan zat gizi jika pasien mengonsumsinya sesuai kebutuhan.

Namun, makanan bergizi tidak selalu cukup untuk menaikkan Hb akibat kemoterapi. Jangan mengganti pemeriksaan atau penanganan medis dengan makanan maupun suplemen.

Segera cari pertolongan medis jika pasien mengalami sesak napas berat, nyeri dada, pingsan, pusing berat, atau kelemahan yang tidak biasa.

Catatan kesehatan: Artikel ini bersifat informatif dan tidak menggantikan konsultasi medis. Pasien kanker perlu mendiskusikan hasil pemeriksaan Hb, kebutuhan nutrisi, serta penggunaan suplemen dengan dokter atau ahli gizi klinis. (rull)

Berita Terkait

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Kanker, Jangan Sampai Salah Pilih!
Makanan yang Boleh dan Dihindari Penderita Kanker
Bercak Merah Bersisik dan Gatal? Kenali Perbedaan Psoriasis, Eksim, dan Kurap buatkan soe dan 7 tag
Sering Dibuang, Jantung Pisang Ternyata Punya Banyak Manfaat
8 Penyakit yang Sering Berkaitan dengan Kebiasaan Harian yang Kurang Sehat
Jangan Asal Buang Daun Pisang Kering, Ini Manfaat dan Cara Pakainya
Jangan Anggap Sepele ISPA, Kenali Penyebab, Dampak, dan Cara Mencegahnya
Labu Kuning Bisa Jadi Pengganti Nasi untuk Penderita Diabetes, Ini Cara Mengolahnya

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Hb Rendah Saat Kemoterapi? Ini Makanan yang Bisa Membantu Menjaga Hemoglobin

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Makanan yang Boleh dan Tidak Boleh Dikonsumsi Penderita Kanker, Jangan Sampai Salah Pilih!

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:02 WIB

Makanan yang Boleh dan Dihindari Penderita Kanker

Senin, 12 Oktober 2026 - 12:02 WIB

Bercak Merah Bersisik dan Gatal? Kenali Perbedaan Psoriasis, Eksim, dan Kurap buatkan soe dan 7 tag

Jumat, 9 Oktober 2026 - 06:02 WIB

Sering Dibuang, Jantung Pisang Ternyata Punya Banyak Manfaat

Berita Terbaru

UMKM

Resep Ongol-Ongol Gula Merah yang Kenyal dan Gurih

Rabu, 14 Okt 2026 - 22:02 WIB